Desa Wisata Rammang-Rammang, Kabupaten Maros, memiliki potensi perikanan dan kearifan lokal yang dapat dikembangkan menjadi produk kuliner bernilai tambah. Namun, pemanfaatan ikan sebagai bahan olahan inovatif masih memerlukan penguatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan penyuluhan dan pelatihan pembuatan brownies berbahan dasar ikan untuk mendukung diversifikasi pangan, pemberdayaan ekonomi, dan pengembangan desa wisata. Kegiatan dilaksanakan di Kabupaten Maros pada 30 Juni 2026 melalui kolaborasi Aliansi Dosen Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ADPERTISI) dengan Pemerintah Kabupaten Maros, melibatkan 25 peserta yang merupakan ibu rumah tangga. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi, demonstrasi, praktik langsung, diskusi, dan evaluasi pemahaman peserta. Materi mencakup pemilihan dan pengolahan ikan, formulasi adonan, teknik pemanggangan, sanitasi dan higiene pangan, pengemasan, pelabelan, serta strategi pemasaran sederhana. Pelatihan diarahkan untuk membekali peserta dengan keterampilan mengolah potensi perikanan lokal menjadi brownies yang higienis, menarik, dan berpotensi dikembangkan sebagai oleh-oleh wisata. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta, yaitu nilai rata-rata naik dari 52,80 pada pre-test menjadi 84,40 pada post-test atau meningkat 31,60 poin (59,85%), dengan nilai terendah naik dari 35 menjadi 65 dan nilai tertinggi dari 75 menjadi 100. Peserta berkategori pengetahuan baik meningkat dari 8% menjadi 84%, sedangkan peserta berkategori kurang menurun dari 52% menjadi 0%. Temuan tersebut menjadi dasar untuk menilai ketercapaian tujuan kegiatan dan menentukan kebutuhan pendampingan lanjutan. Pemanfaatan ikan dalam brownies diharapkan memperluas pilihan olahan pangan sekaligus membuka peluang usaha mikro bagi masyarakat. Pengembangan produk ini berpotensi memperkuat identitas kuliner daerah dan memperkaya pengalaman wisatawan. Dengan demikian, kegiatan ini merupakan upaya mengintegrasikan inovasi pangan berbasis sumber daya lokal dengan pengembangan pariwisata dan pemberdayaan masyarakat. Pendampingan diperlukan dalam standardisasi mutu, pengemasan, dan pemasaran agar produk dapat dikembangkan secara konsisten serta mendukung keberlanjutan usaha masyarakat desa wisata.