Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

ANALISA PERTUMBUHAN TERIPANG PUTIH (Holothuria scabra) PADA PADAT PENEBARAN YANG BERBEDA DI PERAIRAN PULAU NUSI KABUPATEN NABIRE Maruanaya, Yan; Tampubolon, Irianty
TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 13 No 2 (2017): Jurnal TRITON
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Fisheries and Marine Science Faculty, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.125 KB)

Abstract

The study was conducted from November 2012 to January 2013, located in the waters of Nusi Island, Nabire Regency and aims to assess the growth of white sea cucumber (Holothuria scabra) in different density stockings. The results showed that the solid dispersion of 15 specimens/50 cm2 gave better weight growth results when compared with the density of 5 specimens/50 cm2 and the density of 10 specimens/50 cm2. Daily growth for density of 5 specimens/50 cm2 is 0.03 g, the density of 10 specimens/50 cm2 is 0.01 g and the density of 15 specimens / 50 cm2 is 0.04 g. The survival rate of white sea cucumbers during the study at all treatments was 100%. ABSTRAK Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2012 hingga Januari 2013, bertempat di perairan Pulau Nusi, Kabupaten Nabire dan bertujuan untuk mengkaji pertumbuhan teripang putih (Holothuria scabra) pada padat penebaran yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa padat penebaran 15 spesimen/50 cm2memberikan hasil pertumbuhan berat lebih baik jika dibandingkan dengan padat penebaran 5 spesimen/50 cm2 dan padat penebaran 10 spesimen/50 cm2. Pertumbuhan harian untuk padat penebaran 5 spesimen/50 cm2 adalah 0,03 g, padat penebaran 10 spesimen/50 cm2 adalah 0,01 g dan padat penebaran 15 spesimen/50 cm2 adalah 0,04 g. Tingkat kelangsungan hidup teripang putih selama penelitian pada semua perlakuan adalah 100%. Kata Kunci: Teripang putih, padat penebaran, Pulau Nusi, Pertumbuhan
SISTEM DETEKSI KEBERADAAN IKAN DENGAN GPS GUNA MENINGKATKAN PENDAPATAN NELAYAN DI KABUPATEN NABIRE Irianty I Tampubolon; Nicodemus Rahanra
Jurnal FATEKSA : Jurnal Teknologi dan Rekayasa Vol 2 No 2 (2017): Jurnal FATEKSA Jurnal Teknologi dan Rekayasa
Publisher : Fakultas Teknologi dan Rekayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.842 KB)

Abstract

Seorang nelayan menggunakan nalurinya untuk memancing dі laut. Panduannya hаnуа dengan menggunakan kompas sederhana dan tanda-tanda alam. Lаlu para nelayan melihat tanda alam уаng ada seperti perubahan air dan ombak untuk menandai adanya karang. Untuk memastikan dasar laut apakah pasir, lumpur atau karang, para nelayan generasi dahulu melakukan cara mengelot dasar laut. Nelayan tradisional mengandalkan perkiraan dan keberuntungan untuk mencari ikan Untuk membantu nelayan dalam memaksimalkan hasil tangkapan maka perlu bantuan teknologi, diharapkan dеngаn bantuian teknologi maka cara pandang nelayan уаng selama іnі pergi melaut untuk mencari ikan dараt diubah menjadi menangkap ikan. Untuk perkembangan zaman tanpa melihat arah angin kita bisa menentukan posisi dan tempat kita di tengah lautan. Itu sebagian dari fungsi GPS perikanan. Yang menjadi kendala adalah saat ini nelayan masih awam dalam menggunakan teknologi tersebut. Oleh karena itu perlu adanya informasi pengunaan GPS untuk para nelayan. Perkembangan Alat pendektesi Ikan di mulai dengan munculnya fish finder dimana teknologi fish finder menggunakan sonar dan kini Deteksi ikan cukup menggunakan citra satelit bisa di ketahui akan keberadaan ikan dan berapa jarak menuju ke fishing Ground.
PEMBUATAN ALAT EFEKTIF TARIK JARING (KAPSTAN GARDAN) GUNA MENINGKATKAN PENDAPATAN NELAYAN TRADIOSIONAL DI KABUPATEN TELUK WONDAMA PAPUA BARAT Nicodemus . Rahanra; Irianty . Tampubolon
Jurnal FATEKSA : Jurnal Teknologi dan Rekayasa Vol 4 No 1 (2019): Jurnal FATEKSA, Jurnal Teknologi dan Rekayasa
Publisher : Fakultas Teknologi dan Rekayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.624 KB)

Abstract

Produksi perikanan tangkap Indonesia sampai pada tahun 2019 berada pada peringkat ke-3 dunia setelah china dan India, dengan tingkat produksi perikanan tangkap pada periode 2018 - 2019 mengalami kenaikan rata-rata produksi sebesar 6,10 juta ton . Pemanfaatan sumberdaya perikanan dari waktu ke waktu terus mengalami peningkatan, mengikuti permintaan yang cenderung terus bertambah, baik jumlah maupun jenisnya. Meningkatnya upaya sumberdaya perikanan mendorong berkembangnya teknik dan taktik penangkapan (fishing technique and fishing tactics) untuk dapat memproduksi secara lebih efektif dan efisien (Ayodhyoa, 1983). Pendapatan bersih nelayan didapat dari hasil penjualan ikan tangkapan (penerimaan) dikurangi dengan biaya yang dikeluarkan seperti biaya transportasi (bbm), biaya logistik, dan biaya penyusutan perahu dan alat tangkap. Maka, dari uraian diatas dapat dilihat rata-rata pendapatan nelayan tradisional di daerah penelitian sebesar Rp. 4. 211.542,3
Pemanfaatan Lahan Pekarangan dengan Penanaman Teknik Hidroponik dan Aquaponik sebagai Kulkas Hidup Husain, Fahrisal; Liswahyuni, Andi Liswahyuni; Nursaifullah, Nursaifullah; Tampubolon, Irianty Tampubolon
JOURNAL OF TRAINING AND COMMUNITY SERVICE ADPERTISI (JTCSA) Vol. 4 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : ADPERTISI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mattiro Deceng Village is an agricultural area with the majority of rainfed rice fields which have the potential to dry out in the dry season. Community residents often lack fresh water, which can threaten food security. The aim of the socialization activity on the use of hydroponic plants is to increase public understanding about planting techniques without soil which are simply made. It is hoped that these efforts will prevent the risk of stunting in children under five as a result of lack of nutritional intake. The method of this activity is lecture and question and answer. Before the lecture there was a pretest and afterward a posttest was held. Participants in this activity are people who have direct contact with the prevalence of stunting in Mattiro Deceng Village. The results of this activity show an increase in knowledge based on post-counseling practice. Therefore, it is recommended to carry out community service activities in other areas so that the reduction in stunting levels can be realized immediately.
Pendugaan Parameter Biologi Kepiting Bakau (Scylla sp) di Muara Sungai Kalibumi Distrik Nabire Barat Kabupaten Nabire Provinsi Papua Tengah: Estimation of the Biological Parameters of Mud Crabs (Scylla sp.) in the Estuary of the Kalibumi River, West Nabire District, Nabire Regency, Central Papua Province Solissa, Margret Inggrit; Maruanaya, Yan; Maitindom, Frits Aripatra; Tampubolon, Irianty; Mistina, Rahayu Septyaning; Dharsono, Wardhana W.
Jurnal Perikanan Kamasan: Smart, Fast, & Professional Services Vol. 5 No. 2 (2025): JURNAL PERIKANAN KAMASAN
Publisher : Akademi Perikanan Kamasan Biak Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58950/jpk.v5i2.77

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji status populasi kepiting bakau (Scylla sp.) di perairan muara Sungai Kalibumi, Distrik Nabire Barat, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah. Kajian dilakukan melalui analisis distribusi frekuensi lebar karapas, parameter pertumbuhan, mortalitas, dan tingkat eksploitasi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan pendekatan fisher-based survey, yaitu pendekatan yang melibatkan nelayan lokal dalam pengambilan data biologi perikanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai panjang asimtotik (L?) jantan dan betina sama, yaitu 162,75 mm. Namun, nilai koefisien pertumbuhan (K) berbeda, dengan jantan sebesar 1,10 dan betina 1,50, yang menunjukkan bahwa kepiting betina memiliki laju pertumbuhan lebih cepat. Umur teoritis pada panjang nol (t?) adalah -0,260 untuk jantan dan -0,421 untuk betina. Angka kematian alami (M) jantan sebesar 1,20 dan akibat penangkapan (F) sebesar 4,08, sedangkan pada betina M sebesar 1,47 dan F sebesar 5,20. Tingkat eksploitasi (E) mencapai 0,77 untuk jantan dan 0,78 untuk betina, yang mengindikasikan telah terjadi eksploitasi berlebih (overfishing). Temuan ini menekankan perlunya penerapan langkah-langkah pengelolaan, seperti pembatasan ukuran tangkap dan kuota panen, guna menjaga kelestarian populasi kepiting bakau di wilayah studi
PENAMBAHAN PROBIOTIK DENGAN DOSIS YANG BERBEDA PADA PAKAN KOMERSIL TERHADAP PERTUMBUHAN BENIH IKAN LELE MUTIARA Manuputty, Gracia; Mandiangan, Satria; Titaley, Yonavin; Tampubolon, Irianty; Mila, Yohanes B.; Mistina, Rahayu Septyaning
SKETSA : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 16 No. 2 (2023): SKETSA : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan benih dan kelembagaan hidup ikan lele mutiara dengan dosis yang berbeda pada pakan pellet komersil. Metode peneltian yang digunakan metode ekperimen, dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), wadah penelitian berupa kolam terpal, dan untuk perlakuan dan ulangan menggunakan waring yang sudah dijahit dengan ukuran 1×1 m, hewan uji yang digunakan adalah benih lele dumbo dengan ukuran berat 3-4 gr dan dalam setiap wadah ditebar benih ikan lele mutiara sebanyak 10 spesimen dan diaklimatisasi terlebih dahulu agar tidak mengalami stress. Variabel yang diamati adalah pertumbuhan berat mutlak dan kelangsungan hidup rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan A: pakan Tubifex sp. 3% dari total berat benih ikan lele dumbo, perlakuan B: pakan Tubifex sp 5% dari total benih ikan lele dumbo, perlakuan C: pakan Tubifex sp 7% dari total berat benih ikan lele dumbo. Frekuensi pemberian pakan sebamyak dua kali sehari, yaitu pada pagi dan sore hari. Disamping itu, dilakukan juga pengamatan terhadap kualitas air, yaitu suhu dan pH. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa terjadi pertumbuhan tetapi tidak berbeda nyata antar perlakuan. Kualitas air yang diukur adalah suhu dan pH, dan hasil pengukuran kualitas air selama penelitian yaitu suhu berkisar antara 26 – 300C, dan pH berkisar antara 6,1 – 7,6
Sosialisasi Penyuluhan Hukum Perikanan Desa Sendang Biru, Kecamatan Sumber Manjing Wetan, Malang Selatan Tampubolon, Irianty; Titaley, Yonavin; Mandiangan, Satria; Maitindom, Frits Aripatra; Solissa, Margret Inggrit
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Edisi April - Juni
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i2.5886

Abstract

pemahaman kepada masyarakat dan nelayan tentang adanya aturan penangkapan ikan Di wilayah pesisir banyak masyarakat yang berprofesi menjadi nelayan untuk memenuhi keperluan hidupnya.Akan tetapi banyak yang tidak menyadari bahwa peningkatan produksi komoditas perikanan dalam pelaksanaannya di perlukan peran pengawasan sumberdaya kelautan dan perikanan. kita ketahui bersama bahwa Indonesia dianugerahi potensi sumber daya kelautan dan perikanan yang melimpah. Hal ini menjadi salah satu keunggulan dalam pembangunan nasional untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.Namun, disadari bahwa masih terdapat kegiatan-kegiatan yang tidak taat aturan dalam memanfaatkan sumber daya tersebut. Untuk itu, pengawasan hadir dalam rangka menjamin tertib pelaksanaan peraturan perundang-undangan yang berlaku di bidang kelautan dan perikanan. Dalam hal mengawal kedaulatan pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan. Sosialisasi peraturan perikanan sangat krusial dalam memastikan kepatuhan dan keberlanjutan perikanan di Desa Sendang Biru. Peraturan yang jelas dan dipahami oleh seluruh warga desa merupakan kunci dalam menjaga kelestarian sumber daya laut yang menjadi tulang punggung perekonomian sebagian besar masyarakat Desa Sendang Biru Kecamatan Sumber Manjing Wetan. Tujuan dari melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat  Sendang Biru  Meningkatkan kesadaran hukum masyarakat, Memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang hukum, Meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memahami dan menggunakan hak-haknya, Mencegah terjadi metode yang dilakukan pada kegiatan pengabdian ini metode langsung turun di lapangan /tatap muka di lokasi sosialisasi yang berada pada Desa Sendang Biru dengan metode tatap muka langsung melibatkan interaksi  antara penyuluh dan yang disuluh, seperti diskusi, tanya jawab, atau pemaparan materi  untuk menyelesaikan rumusan masalah yang telah diidentifikasi hasil dan simpulan dari kegiatan pengabdian ini. Melalui penyuluhan ini diharapkan dapat memberikan pencerahan kepada masyarakat, memperkaya dengan informasi serta memberdayakan masyarakat dalam berbagai aktifitas perikanan. Lebih detail penyuluhan hukum perikanan mencakup untuk : Meningkatkan pemahaman masyarakat, Menjaga kelestarian, Meningkatkan kesejahteraan, Mencegah pelanggaran hukum.
INNOVATION IN HUMAN RESOURCE MANAGEMENT: A SUSTAINABLE APPROACH FOR MICRO, SMALL, AND MEDIUM ENTERPRISES Mistina, Rahayu Septyaning; Sulistyanto, Tri Hadi; Tampubolon, Irianty; Maruanaya, Yan; Dharsono, Wardhana W.
International Journal of Multidisciplinary Research and Literature Vol. 4 No. 3 (2025): INTERNATIONAL JOURNAL OF MULTIDISCIPLINARY RESEARCH AND LITERATURE
Publisher : Yayasan Education and Social Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53067/ijomral.v4i3.345

Abstract

This study analyzes the role of Human Resource Management (HRM) in supporting sustainability within Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs). Through a comprehensive literature review of publications from 2020-2024, the research explores sustainable HRM practices including training, green leadership, and performance management systems. Utilizing Publish or Perish and VOSviewer software, the study identifies key themes and conceptual relationships in the literature. Findings reveal that sustainable HRM practices significantly contribute to human resource optimization and business sustainability. VOSviewer mapping uncovered relationships between HRM innovation, sustainable development, and MSME sustainability. The research highlights the importance of job training and visionary HRM approaches in supporting sustainable transformation. This study provides critical insights into the strategic role of HRM in achieving organizational sustainability
PENYULUHAN PENCEGAHAN DAN PENGELOLAAN PENCEMARAN DARATAN DI KELURAHAN BALLEANGING KECAMATAN BALOCCI KABUPATEN PANGKAJENE SULAWESI SELATAN Ardiansyah, Muhammad; Liswahyuni, Andi; Fitrawati, Fitrawati; Hadijah, Siti; Sulfiana, Sulfiana; Tampubolon, Irianty; Sucianti, Riska; Solissa, Ferdinando
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i2.2276

Abstract

Pencemaran daratan adalah isu lingkungan serius yang dapat memberikan dampak negatif pada kesehatan masyarakat dan ekosistem. Di Kelurahan Balleanging, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkajene, Sulawesi Selatan, peningkatan aktivitas manusia dan limbah rumah tangga telah menyebabkan masalah pencemaran yang signifikan. Melalui program pengabdian masyarakat ini, kami memberikan penyuluhan tentang cara mencegah dan mengelola pencemaran daratan dengan tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan dampak pencemaran dan memberikan pengetahuan praktis tentang pengelolaan limbah yang bijaksana. Kegiatan ini melibatkan penjelasan mengenai jenis-jenis pencemaran, cara mengurangi limbah, dan teknik pengelolaan sampah yang ramah lingkungan. Selain itu, ada diskusi interaktif yang melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat dan kita juga memberikan poster dan produk olahan sampah daur ulang sebagai referensi. Penyuluhan pencegahan dan pengelolaan pencemaran daratan di Kelurahan Balleanging berhasil meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai isu lingkungan. Program ini menyoroti dampak pencemaran, teknik pengelolaan limbah, serta praktik ramah lingkungan. Hasilnya menunjukkan perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan dan mengelola sampah. Partisipasi aktif dalam kegiatan lingkungan, seperti gotong royong dan kampanye, mencerminkan peningkatan kesadaran. Kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan stakeholder menjadi faktor penting dalam keberlanjutan program ini, menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan. Penelitian lebih lanjut dan pemantauan implementasi praktik pengelolaan limbah yang efektif juga disarankan sebagai langkah berkelanjutan untuk mencapai lingkungan yang bersih dan sehat.
Kegiatan Penanaman Mangrove Sebagai Salah Satu Upaya Pelestarian Di Pantai Waiheru, Kota Ambon, Provinsi Maluku Solissa, Margret I.; Marunaya, Yan; Tampubolon, Irianty; Mistina, Rahayu; Maitindom, Frits; Marei, Sefnat
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Edisi Januari - Maret
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i1.4655

Abstract

Mangrove merupakan habitat penting bagi organisme kelautan dan sebagai penjaga pantai dari abrasi. Salah satu daerah yang mempunyai hutan mangrove dan cukup rentan terjadinya abrasi adalah hutan mangrove Pantai Waiheru, Kota Ambon. Kegiatan ini bertujuan meninngkatkan kesadaran masyrakat setempat yang ada di kawasan mangrove tersebut kehiatan ini juga melibatkan pemerintah desa setempat dan juga pemuda-pemudi yang tergolong dalam organisasi desa, kegiatan ini berjalan dengan lancar karena partisipasi dari masyarakat setempat yang cukup tinggi. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini mayarakat serta pemerintah desa setempat dapat memahami dan mengerti serta mengambil manfaat dari kegiatan yang sudah dijalankan di Pantai Waiheru, Kota Ambon. Hubungan timbal balik yang terjadi antara hutan mangrove untuk menjaga agar vegetasi mangrove tetap dalam proposi yang seimbang mempertimbangkan begitu besarnya peran mangrove secara ekologi yaitu sebagai penyuplai nutrisi dan penahan abrasi, menyebabkan harus segera dilakukan kegiatan penanaman kembali pada habitat mangrove yang telah rusak kegiatan ini dilaksanakan dengan melibatkan dosen, mahasiswa, dan masyrakat setempat. Hasil pengabdian adalah telah tertanamanya bibit pohon mangrove di lokasi Pantai Waiheru Kota Ambon serta terjalinya kerjasama dengan masyarakat setempat untuk pemantauan pohon mangrove yang telah ditanam aspek penting lainnya yang perlu menjadi perhatian dalam pemulihan ekosistem mangrove adalah aspek kelembagaan. Pengembangan kelembagaan pada pemulihan ekosistem mangrove meliputi kelembagaan formal maupun informal pengembangan kelembagaan formal dalam hal ini adalah kelembagaan pemerintah dan instansi lain terkait. Sedangkan kelembagaan informal untuk penguatan kelembagaan masyarakat dengan tujuan terjadinya pemberdayaan masyarakat.