Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Optimalisasi Hasil Hutan dan Biofarmaka melalui Inovasi Minuman Madu-Kunyit Fildza Arief Syuhada; Roni Jarlis; Andi Alatas; Juli Supriyanti; Vivi Hendrita; Mentari Larashinda; Melindra Mulia; Rini Elisia; Taufiqqurrahman Taufiqqurrahman; Muhammad Al Ikhlas
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 8 No 3 (2026): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v8i3.1811

Abstract

Program pengabdian masyarakat di Nagari Latang, Kecamatan Lubuk Tarok, Kabupaten Sijunjung, dilaksanakan untuk mengatasi permasalahan mitra, yaitu Kelompok Ingin Maju, yang sebelum kegiatan masih mengolah madu dan kunyit secara manual dalam skala rumah tangga, belum memiliki kelembagaan usaha yang tertata, jarang melakukan pencatatan keuangan, dan memasarkan produk hanya pada lingkup lokal. Kondisi ini terjadi di tengah besarnya potensi wilayah, yaitu kawasan hutan seluas 315.237,88 hektare penghasil madu sialang dan lonjakan produksi kunyit dari 71.886 kg (2021) menjadi 312.820 kg (2023), yang belum tergarap optimal akibat kesenjangan pendapatan, lemahnya kelembagaan koperasi dan UMKM, keterbatasan keterampilan pengolahan, teknologi, serta pengetahuan manajemen usaha dan pemasaran. Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan pengolahan pascapanen madu-kunyit, memperkuat manajemen usaha dan kelembagaan kelompok, serta mengembangkan pemasaran digital produk berbasis madu-kunyit. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi masalah, perencanaan, pelatihan dan pendampingan, produksi, monitoring, dan evaluasi menggunakan N-Gain terhadap 24 anggota kelompok. Pelatihan mencakup budidaya madu ramah lingkungan, teknik pengolahan madu-kunyit dengan mesin pasteurisasi berkapasitas 50 liter, penguatan manajemen usaha, dan pemasaran digital, disertai penyediaan kemasan food-grade dan label merek "Vitalang". Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan (0,57, sedang), sikap (0,47, sedang), dan keterampilan (0,84, tinggi), disertai peningkatan kapasitas produksi menjadi 25–50 liter per siklus menggunakan alat sterilisasi yang dihibahkan, penguatan struktur kepengurusan dan pencatatan keuangan kelompok, penerapan promosi melalui media sosial dan website, serta tumbuhnya minat wirausaha generasi muda. Sebagai tindak lanjut, kelompok mitra merencanakan pengurusan legalitas produk (P-IRT, NIB, dan sertifikasi halal), perluasan pasar, serta pengembangan diversifikasi produk berupa sirup dan teh herbal madu-kunyit dan gagasan agrowisata untuk memperkuat posisi Vitalang sebagai produk unggulan Nagari Latang dan Kabupaten Sijunjung.