Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Profetika

REVOLUSI YAYASAN SOSIAL DAN KEMANUSIAAN TERINTEGRASI BAGI ANAK JALANAN DAN YATIM PIATU DALAM NILAI-NILAI ISLAM Imamul Arifin; Andika Adinul Yahya; Muhammad Thoriq Azzam
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 21, No. 1, Special Issue 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v21i1.11649

Abstract

The Revolution of Human Resources (SDA) and Mental Nation is indeed important today to sustain the progress of the nation. But before that, it must be realized about the lack of attention to education for people who are not addressed, for example street children and orphans in need. All elements of the nation should be realize of the deficiency or something that needs to be improved from this. The government, educational institutions and humanitarian social bodies that form the nation's generation are very important for this.  But here, it is emphasized for the Social Foundation and humanity to be more able to pay attention to their future needs for the better, because this institution is a suitable place for them to get quality education, character, and morals that are in accordance with Islamic values, where the aim is to provide equitable justice for the people's and make a better national life.Revolusi Sumber Daya Manusia (SDA) dan Mental bangsa memanglah penting di era sekarang untuk menopang kemajuan bangsa. Namun sebelumnya, haruslah disadari tentang kurangnya perhatian terhadap pendidikan bagi masyarakat yang tidak diperhatikan, contohnya anak jalanan dan anak yatim piatu yang membutuhkan. Harusnya semua elemen bangsa  menyadari tentang kekurangan atau sesuatu hal yang perlu diperbaiki dari ini. Pemerintah, instansi/lembaga pendidikan dan badan sosial kemanusiaan pembentuk generasi bangsa  sangatlah berperan penting. Namun disini, ditekankan bagi Yayasan Sosial dan kemanusiaanlah untuk lebih bisa memperhatikan kebutuhan masa depan mereka menjadi lebih baik, karena instansi inilah sebagai tempat yang cocok bagi mereka untuk mendapat pendidikan, karakter, dan moral yang berkualitas dan sesuai dengan nilai-nilai keislaman, yang mana tujuannya adalah memberikan keadilan merata bagi masyarakat dan memajukan kehidupan bangsa yang lebih baik.
KONSEP DAN FILOSOFI HIDAYAH: STUDI KASUS PADA MASYARAKAT DENGAN LATAR BELAKANG BERBEDA Imamul Arifin; Maharani Ayu Devi; Shafira Zelinda ‘Ainiyatur rohmah
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 22, No. 2, Desember 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v22i2.16699

Abstract

Penelitian ini didasari oleh hidayah yang menjadi pemahaman kebanyakan umat Islam bahwa istilah hidayah selalu dihubungkan dengan datangnya dari Allah Swt semata, padahal jika ditinjau dari segi bahasa pengertian hidayah diartikan sebagai petunjuk, bimbingan, arahan, keterangan dan kebenaran. Dari istilah bahasa hidayah bisa datang dengan banyak cara akan tetapi harus diimbangi oleh usaha manusia itu sendiri. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data yang dilakukan dengan observasi (pengamatan), wawancara kepada narasumber  dengan latar belakang yang berbeda-beda, dan yang terakhir studi literatur. Hidayah juga berpengaruh pada keselamatan dan kebaikan hidup manusia di dunia dan di akhirat, cara dan sikap kita untuk mendapatkan hidayah tersebut. Sehingga, barangsiapa yang dimudahkan oleh Allah SWT untuk meraihnya, maka sungguh dia telah meraih keberuntungan yang besar dan tidak akan ada seorang pun yang mampu mencelakakannya. Sebagai makhluk ciptaan Tuhan, manusia memiliki jiwa sebagai penyempurna manusia itu sendiri, yang mana jiwa itu sebagai alat yang dipergunakan untuk mencari hidayah Allah S.W.T. Jiwa itu pada awalnya dalam keadaan situasi yang sama dalam menerima dua jalan iaitu kebaikan dan keburukan. Akan tetapi Allah S.W.T memberi sesuatu yang teramat penting berupa akal pikiran untuk memikirkan dan menimbang dua jalan tersebut. Hidayah tidak dapat dibeli, tapi ini adalah nikmat Allah S.W.T yang hanya dianugerahi kepada hamba-Nya yang dikehendaki-Nya, maka dari itu seseorang akan mendapatkan hidayah karena memang mereka mempersiapkan dirinya.This research is based on guidance which is the understanding of most Muslims that the term guidance is always connected with coming from Allah SWT alone, even though when viewed from the language point of view the meaning of guidance is interpreted as guidance, guidance, direction, information and truth. From the terms of the language of guidance, it can come in many ways, but it must be balanced by human efforts themselves. This research uses data collection methods carried out by observation (observation), interviews with sources with different. Hidayah also affects the safety and goodness of human life in this world and in the hereafter, our ways and attitudes to get that guidance. So, whoever is facilitated by Allah SWT to achieve it, then indeed he has achieved great luck and no one will be able to harm him. As a creature created by God, humans have a soul as a complement to man himself, which is the soul as a tool used to seek guidance from Allah SWT. The soul is initially in the same situation in accepting the two paths of good and bad. However, Allah SWT gave something very important in the form of a mind to think about and consider these two paths. Hidayah cannot be bought, but this is a blessing from Allah SWT which is only bestowed upon His servants whom He wants, therefore someone will get guidance because they are preparing themselves. 
PANDANGAN ISLAM TENTANG WANITA KARIR DAN IBU RUMAH TANGGA DALAM BINGKAI KELUARGA DAN MASYARAKAT Syifa Aulia Widya Ananda; Widad Alfiyah Zayyan; Imamul Arifin
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 22, No. 2, Desember 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v22i2.16700

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesuksesan dan menjalani seorang ibu dari 2 belah pihak seperti pada wanita karir dan pada ibu rumah tangga yang memilih untuk berdiam di rumah, dan bagaimana Islam memandang hal itu. Permasalahan yang ada di dalam penelitian ini adalah apa yang menyebabkan para istri bekerja membantu perekonomian keluarga Bagaimana aktivitas para istri dalam menjalankan perannya sebagai ibu rumah tangga dan mengetahui konstribusi peran istri dalam membantu perekonomian keluarga. Metode penelitian ini adalah penelitian menggunakan teknik kualitatif dengan menggunakan pendekatan antropologis dan pendekatan sosiologis. Adapun metode yang digunakan dalam mengumpulkan data ialah dengan cara observasi, dan wawancara. Hasil penelitian bahwa dalam kitab al-Mawsu’at al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah dituliskan tugas utama seorang perempuan adalah mengurus rumah tangga. Rasullullah SAW dalam HR Bukhari bersabda : Perempuan itu mengatur dan bertanggung jawab atas urusan rumah suaminya”. Dan perempuan yang memilih untuk berdiam diri dirumah dipuji oleh Allah sebagaimana disebutkan dalam surah QS Al Ahzab:33 yang memiliki arti “ Dan tinggallah kalian di dalam rumah-rumah kalian dan janganlah kalian berdandan sebagaimana dandan ala jahiliah terdahulu” Tetapi, Islam tidak pernah memposisikan perempuan hanya di rumah saja dan berdiam diri. Nabi Muhammad SAW bersabda “Sebaik-baik canda seorang Muslimah dirumahnya adalah bertenun.”