Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

KESENIAN REOG SEBAGAI SUMBER IDE PENGEMBANGAN DESAIN MOTIF BATIK PONOROGO Mulyanto Mulyanto; Lili Hartono
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol 35, No 1 (2018): Dinamika Kerajinan dan Batik : Majalah Ilmiah
Publisher : Balai Besar Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v35i1.3770

Abstract

Reog merupakan kesenian khas wilayah Ponorogo. Untuk meningkatkan usaha kerajinan batik di Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur maka diperlukan pengembangan desain motif batik yang mengambil unsur-unsur kesenian reog. Tujuan riset ini adalah peningkatan keragaman dan kualitas desain motif batik bercorak ikon reog Ponorogo yang mudah dikerjakan oleh pengrajin. Kegiatan riset dilakukan di usaha kerajinan batik Lesoeng Ponorogo. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut meliputi metode kaji tindak partisipatif dan pengembangan kreativitas karyawan, yaitu objek reog dikaji untuk dibuat motif dengan melibatkan pengrajin secara aktif dan mengembangkan kreativitas pengrajin. Sasaran kegiatan yaitu pengusaha batik, pendesain motif batik, pembatik, dan tukang pewarna batik. Hasil riset ini sebanyak empat desain motif batik, yaitu motif bulu merak, motif kendang-ketipung-kuda kepang, motif cemeti-kendang, dan motif reog. Keempat motif yang dikembangkan tersebut mengambil dari tujuh unsur kesenian reog, yaitu bulu merak, dadung, kendang-ketipung, kenong, cemeti, kuda kepang, dan dadap merak. Aplikasi pengembangan motif pada proses batik tulis yaitu motif dibuat di atas kertas kemudian dipindahkan di kain untuk kemudian dibatik dan diwarna. Sedangkan untuk pengembangan motif pada proses tekstil motif batik, motif dibuat di kertas kemudian dipindah di atas screen untuk kemudian dicetakkan pada kain dan diberi warna. Proses pewarnaan dilakukan dengan warna tunggal dan perpaduan beberapa warna.
Gajah Purba Sebagai Ide Pengembangan Motif Batik Sragen Lili Hartono; Mulyanto Mulyanto
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol 37, No 1 (2020): Dinamika Kerajinan dan Batik : Majalah Ilmiah
Publisher : Balai Besar Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v37i1.5655

Abstract

ABSTRACTSragen Regency is the biggest batik producer in the Solo Raya region. Batik is one of Sragen's superior products, but the existing batik motifs do not yet reflect regional identity. For this reason, it is necessary to develop batik motifs that take the icon of the Sragen region, namely the ancient Sangiran site, specifically the shape of the elephant pubes and bones. The purpose of this study is to make batik motifs that have visual characteristics, so that they can become Sragen regional icons. This research was carried out in the Jalidin batik handicraft business, using the participatory action review method and the creativity development of the craftsmen. The objects of elephants and ancient bones studied were used as a source of ideas in developing batik motif designs by developing the creativity of craftsmen. The results of the study there are two batik motif designs that have the uniqueness and characteristics of the Sragen region, namely the rojo elephant motif and the balung elephant motif. Both of these motifs are the result of exploration and development of the shape of an ancient elephant's head, an ancient elephant consisting of bones, and stylized bone shapes. The design motif includes a design motif for clothes and a fabric motif that can also be made for clothing. The application of motif design development is done by the process of written batik with synthetic dyes and natural dyes. Keywords: motif, batik, elephant, bones
Kajian Nilai Pendidikan Karakter dalam Simbolisme Visual Topeng Panji & Relevansinya pada Pembelajaran Apresiasi Seni Rupa di SMA Yasin Surya Wijaya; Slamet Subiyantoro; Lili Hartono
Jurnal Kajian Seni Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Kajian Seni Vol 5 No 1 November 2018
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1373.533 KB) | DOI: 10.22146/jksks.41883

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah ingin menjelaskan nilai pendidikan karakter dalam simbolisme visual topeng Panji dan relevansinya dalam pembelajaran apresiasi seni rupa di SMA. Penelitian menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan wawancara, observasi, dan analisis dokumen pada koleksi museum, koleksi pengrajin, dan sumber pustaka lain. Data dianalisis dengan langkah reduksi data, display data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa topeng Panji memiliki banyak simbolisme visual dari beberapa tokoh. Simbol-simbol yang ditemukan yaitu bentuk jamang, alis, mata, hidung, mulut, dan warna wajah topeng. Masing-masing simbol memiliki nilai pendidikan karakter. Nilai pendidikan karakter yang telah ditemukan relevan dalam Kurikulum 2013 yang berbasis karakter dan kompetensi. Dilain sisi, topeng panji dapat digunakan sebagai materi ajar dalam pembelajaran apresiasi seni rupa di SMA. Siswa dapat mengevaluasi dan mendiskripsikan sejarah, unsur seni, bentuk, dan makna topeng. Terdapat dua manfaat, pertama siswa tahu tentang seni rupa tradisi, dan kedua siswa memiliki karakter yang baik melalui hasil dari pembelajaran tersebut.
Teak Trees as Source of Inspiration for Developing Batik Motifs Mulyanto, Mulyanto; Hartono, Lili; Murni, Endri Sintiana; Handayani, Endang Sri; Nurcahyanti, Desy
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 22, No 2 (2022): December 2022
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v22i2.37874

Abstract

Many batik motifs have been developed in various regions, inspired by various local resources such as plants, animals, regional icons, cultural arts, etc. The objective of this study is to look for ideas in the form of teak leaves and flowers that can be developed into batik and textile motif designs. The descriptive qualitative, literature review, participatory follow-up study, focus group discussion method, and the development of craftsman creativity were all used to achieve these goals. The study took place at the Jalidin batik craft shop in Sragen. Teak plant objects, motif designers, batik craftsmen, and libraries were among the data sources. The findings of the study were the motifs in the form of teak leaves and flowers, which could be used as master designs for both batik and textiles. Then the shape of the teak leaves and flowers are arranged in various compositions to produce several designs, and the batik motif designs are applied to jarit-patterned batik, long-sleeved shirt-patterned batik, and textile/printed batik. The resulting motifs were then produced into batik according to the economic class projections of the consumers, namely the consumer’s economic class projections, using prima and primissima cloths, combination and writing techniques, synthetic and natural dyes, and synthetic and natural dyes. In addition, the motifs were produced into printed textiles/batik. Batik cloths and textiles that have been produced are then made into shirts.
PROSES KREATIF PENCIPTAAN ART FURNITURE KARYA BARATA SENA Effendi, Salma Yusria; Supriyadi , Slamet; Hartono , Lili
TEXTURE Art and Culture Journal Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/texture.v7i2.6137

Abstract

This research aims to (1) understand the creation of Barata Sena's art furniture through the lens of Victor Papanek's Function Theory, and (2) explore the artistic values of Barata Sena's art furniture. This study is a qualitative descriptive research. The data sources for this study include the informant (Barata Sena), events (the process of creating art furniture), and documents (articles on Barata Sena’s art furniture and photographs of the furniture pieces). Data collection was conducted through interviews, observations, and document analysis. The results of this research reveal that Barata Sena is a creative figure, and his creative process aligns with Victor Papanek's Function Theory. The ideas and concepts behind his art furniture, such as the floating table concept and the scarf bench, are inspired by elements from the artist’s surroundings. Both pieces are produced for the upper-middle-class market, particularly art gallery owners both domestically and internationally. Both works incorporate three elements of visual art: color, space, and texture, as well as the principles of visual art, including unity, balance, simplicity, and center of interest. Additionally, both works carry specific meanings relevant to human life.
Transformation of Lampung tapis cloth into modern fashion products through technical and material innovation: cultural and economic impacts Hartono, Lili; Guntur, Guntur; Rustopo, Rustopo; Setiyono, Budi
International Journal of Visual and Performing Arts Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : ASSOCIATION FOR SCIENTIFIC COMPUTING ELECTRICAL AND ENGINEERING (ASCEE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31763/viperarts.v7i1.1816

Abstract

The transformation of Lampung tapis cloth into a modern fashion product through innovations in manufacturing techniques and materials used has had a significant impact on cultural and economic aspects. The purpose of this study is to analyze the transformation of tapis cloth with a focus on innovations in techniques and materials used and their impact on cultural and economic aspects. The research method used is descriptive qualitative. The data sources used are informants, places and events, and documents. This study collected data through observation, interviews, and document analysis. The data obtained were analyzed using an interactive model. The results of the study indicate that the transformation of Lampung tapis cloth through innovations in techniques and materials was carried out to adapt to the development of the times and dynamic consumer tastes, so that tapis cloth remains relevant and in demand by the wider community. The transformation of tapis cloth has an impact on the cultural aspect, namely supporting efforts to preserve regional culture, strengthening regional identity, and promoting Lampung culture to the national and international levels. In the economic aspect, the transformation of tapis cloth is able to increase people's income and absorb labor, thus providing a positive contribution to the local economy and improving people's welfare.
KESENIAN REOG SEBAGAI SUMBER IDE PENGEMBANGAN DESAIN MOTIF BATIK PONOROGO Mulyanto, Mulyanto; Hartono, Lili
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 35 No. 1 (2018): Dinamika Kerajinan dan Batik : Majalah Ilmiah
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v35i1.3770

Abstract

Reog merupakan kesenian khas wilayah Ponorogo. Untuk meningkatkan usaha kerajinan batik di Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur maka diperlukan pengembangan desain motif batik yang mengambil unsur-unsur kesenian reog. Tujuan riset ini adalah peningkatan keragaman dan kualitas desain motif batik bercorak ikon reog Ponorogo yang mudah dikerjakan oleh pengrajin. Kegiatan riset dilakukan di usaha kerajinan batik Lesoeng Ponorogo. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut meliputi metode kaji tindak partisipatif dan pengembangan kreativitas karyawan, yaitu objek reog dikaji untuk dibuat motif dengan melibatkan pengrajin secara aktif dan mengembangkan kreativitas pengrajin. Sasaran kegiatan yaitu pengusaha batik, pendesain motif batik, pembatik, dan tukang pewarna batik. Hasil riset ini sebanyak empat desain motif batik, yaitu motif bulu merak, motif kendang-ketipung-kuda kepang, motif cemeti-kendang, dan motif reog. Keempat motif yang dikembangkan tersebut mengambil dari tujuh unsur kesenian reog, yaitu bulu merak, dadung, kendang-ketipung, kenong, cemeti, kuda kepang, dan dadap merak. Aplikasi pengembangan motif pada proses batik tulis yaitu motif dibuat di atas kertas kemudian dipindahkan di kain untuk kemudian dibatik dan diwarna. Sedangkan untuk pengembangan motif pada proses tekstil motif batik, motif dibuat di kertas kemudian dipindah di atas screen untuk kemudian dicetakkan pada kain dan diberi warna. Proses pewarnaan dilakukan dengan warna tunggal dan perpaduan beberapa warna.
Gajah Purba Sebagai Ide Pengembangan Motif Batik Sragen Hartono, Lili; Mulyanto, Mulyanto
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 37 No. 1 (2020): Dinamika Kerajinan dan Batik : Majalah Ilmiah
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v37i1.5655

Abstract

ABSTRACTSragen Regency is the biggest batik producer in the Solo Raya region. Batik is one of Sragen's superior products, but the existing batik motifs do not yet reflect regional identity. For this reason, it is necessary to develop batik motifs that take the icon of the Sragen region, namely the ancient Sangiran site, specifically the shape of the elephant pubes and bones. The purpose of this study is to make batik motifs that have visual characteristics, so that they can become Sragen regional icons. This research was carried out in the Jalidin batik handicraft business, using the participatory action review method and the creativity development of the craftsmen. The objects of elephants and ancient bones studied were used as a source of ideas in developing batik motif designs by developing the creativity of craftsmen. The results of the study there are two batik motif designs that have the uniqueness and characteristics of the Sragen region, namely the rojo elephant motif and the balung elephant motif. Both of these motifs are the result of exploration and development of the shape of an ancient elephant's head, an ancient elephant consisting of bones, and stylized bone shapes. The design motif includes a design motif for clothes and a fabric motif that can also be made for clothing. The application of motif design development is done by the process of written batik with synthetic dyes and natural dyes. Keywords: motif, batik, elephant, bones
Pengembangan Kain Tapis sebagai Produk Unggulan Daerah Lampung Hartono, Lili; Guntur, Guntur; Rustopo, Rustopo; Setiyono, Budi
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 41 No. 2 (2024): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v41i2.8008

Abstract

Kain tapis merupakan salah satu seni tradisi yang diangkat menjadi produk unggulan daerah Lampung. Berbagai pengembangan telah dilakukan untuk mendorong kain tapis menjadi produk industri kreatif berbasis budaya lokal yang mampu bersaing pada pasar global. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kajian pustaka, wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Analisis data penelitian menggunakan metode interaktif melalui pengumpulan, reduksi, sajian data, dan penarikan kesimpulan. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi serta menganalisis secara mendalam pengembangan produk kain tapis Lampung dengan metode ATUMICS. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, telah terjadi banyak perubahan dan perkembangan pada kain tapis pada aspek teknik, fungsi, material, motif, konsep penciptaan, dan produk yang dihasilkan. Melalui pengembangan yang dilakukan kain tapis mampu bersaing dalam industri kreatif yang kompetitif dan menciptakan produk sesuai kebutuhan pasar sehingga mendorong meningkatnya perekonomian daerah, sekaligus penopang keberlangsungan seni tradisi pada era globalisasi