Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENANGANAN KEGAWATDARURATAN PADA KORBAN BENCANA ALAM DI KABUPATEN GARUT Farhan, Zahara; Ratnasari, Devi; Rilla, Eldessa Vava
Abdimas Galuh Vol 3, No 2 (2021): September 2021
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v3i2.6037

Abstract

Kegiatan penanganan bencana memerlukan adanya sinergitas antara semua pihak baik pemerintah, masyarakat maupun unsur lainnya. Mitra kegiatan ini adalah kader kesehatan dan karang taruna. Permasalahan mitra saat ini adalah; 1) kurangnya kemampuan masyarakat dalam memahami dan meningkatkan keterampilan penanggulangan korban bencana, dan 2) Pemahaman peran keluarga dalam menciptakan metode pengendalian diri agar tidak timbul depresi akibat bencana alam. Sasaran kegiatan ini adalah masyarakat Desa Mangkurakyat Kecamatan Cilawu Kabupaten Garut yang terdampak bencana alam banjir dan tanah longsor. Solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan mitra antara lain; 1) meningkatnya pemahaman dan kemampuan masyarakat dalam melakukan tindakan penanganan kegawatdaruratan pada korban bencana alam, dan 2) meningkatnya pemahaman dan kemampuan masyarakat dalam menangani dampak psikologis akibat bencana alam. Metode pelaksanaan kegiatan ini dilakukan melalui pemberian penyuluhan dan pelatihan tentang penanganan kegawatdaruratan pada korban bencana alam yang dikemas dalam bentuk kegiatan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan selama 1 minggu pada bulan Desember 2020 kepada 50 orang peserta. Hasil dari kegiatan ini hampir seluruh peserta (82%) memiliki tingkat pengetahuan baik dan hampir seluruh peserta (94%) mampu melakukan penanganan kegawatdaruratan pada korban bencana alam setelah dilakukan kegiatan. Keberhasilan dari kegiatan ini dipengaruhi oleh kuatnya partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan, dimana tingginya masyarakat untuk ingin tahu terhadap informasi dan tingginya kemauan masyarakat untuk mengikuti kegiatan ini. Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini mampu meningkatkan tingkat pengetahuan dan kemampuan masyarakat dalam menangani kegawatdaruratan pada korban bencana alam. Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini dapat dijadikan salah satu alternatif untuk membantu pemerintah daerah dalam melaksanakan program penanggulangan bencana alam di Kabupaten Garut.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN MOTIVASI PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DALAM MENJALANI HEMODIALISA Rilla, Eldessa Vava; Suindrayasa, I Made
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 12 No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i01.p05

Abstract

Gagal ginjal kronik merupakan suatu penyakit yang disebabkan tidak berfungsinya ginjal dengan baik, karena ginjal tidak mampu mempertahankan metabolisme, keseimbangan cairan, dan elektrolit sehingga menyebabkan uremia. Pasein gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa sangat membutuhkan dukungan keluarga. Dukungan dari keluarga pasien akan meningkatkan motivasi pasien dalam menjalani pengobatan. Dari hasil studi pendahuluan, masih ada beberapa pasien yang menjalani terapi hemodialisa yang belum mendapatkan dukungan dari keluarga. Dukungan keluarga dan motivasi sangat berperan penting bagi pasien yang menderita penyakit gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan dukungan keluarga dengan motivasi pasien gagal ginjal kronik dalam menjalani hemodialisa di RSUD dr. Slamet Garut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kategorik dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 60 responden. Analisis bivariat yang digunakan adalah Chi Square. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan motivasi pasien gagal ginjal kronik dalam menjalani hemodialisa di RSUD dr. Slamet Garut dengan p-value (0,001). Simpulan dari penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan motivasi pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RSUD dr. Slamet Garut.
Phenomenological study of the experiences of mothers who have children with autism at SLB Muhammadiyah Bayongbong, Garut Regency Widadi, Sri Yekti; Puspita, Tantri; Rilla, Eldessa Vava; Alfiansyah, Rudy; Wahyudin, Wahyudin; Aeni, Aksha Zamiatun
Science Midwifery Vol 12 No 1 (2024): April: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v12i1.1512

Abstract

The prevalence of autistic children in Garut Regency in 2022 is 96 people from 14 schools. The number of autistic children at the Bayongbong Special School is 18, of course for children who experience developmental disorders there will be an impact felt by mothers who have autistic children with the emergence of psychological, social and economic burdens. Of course, every mother who has a child with autism will experience different experiences from one mother to another. The aim of this research is to find out what the experiences of mothers who have children with autism are. This research method uses a qualitative method with a phenomenological approach. Sampling was taken using purposive sampling with three informants and data collection techniques in the form of in-depth interviews. The research results obtained 5 themes 1) symptoms of autistic children, 2) informants' feelings when they found out that their child was diagnosed with autism, 3) coping mechanisms, 4) psychologist's burden, 5) extended family support. It is hoped that the results of this research will provide information about the experiences of mothers who have children with autism, be used as supporting data and references in improving the quality of health services for children, and it is hoped that this research can be used as basic data and a source of information or reference for future researchers regarding mothers' experiences. who have children with autism.
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA PENDERITA HIPERTENSI Ramdani, Hasbi Taobah; Rilla, Eldessa Vava; Yuningsih, Wini
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 4 No. 1 (2017): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.206 KB) | DOI: 10.33867/jka.v4i1.5

Abstract

Hipertensi telah menjadi penyakit yang mematikan banyak penduduk baik di negara maju maupun berkembang lebih dari delapan dekade terakhir. Pada hipertensi jantung akan memompa darah ke seluruh tubuh dengan tekanan yang sangat tinggi, salah satu faktornya adalah karena stres. Peningkatan tekanan darah akan lebih besar pada individu yang mempunyai kecenderungan stres yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan kejadian hipertensi pada penderita hipertensi di Puskesmas DTP Wanaraja Tahun 2016. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional dengan variabel independent Tingkat Stres dan variabel dependentKejadian Hipertensi. Sampel yang digunakan adalah 98 orang penderita hipertensi di Puskesmas DTP Wanaraja dengan menggunakan teknik accidental sampling. Hasil analisis univariat menunjukkan tingkat stres yang berat (45.9%) dengan kejadian hipertensi yang berat lebih besar (42.9%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan antara tingkat stres dengan kejadian hipertensi pada penderita hipertensi dengan p-value= 0.001. Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara tingkat stres dengan kejadian hipertensi pada penderita hipertensi. Diharapkan penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan profesi perawat untuk memberikan pendidikan kesehatan tentang manajemen dan koping stres yang baik serta pendidikan kesehatan untuk menghindari terjadinya komplikasi pada penderita hipertensi.
Effectiveness of Guided Imagery Therapy in Reducing Pain Among Adult Post-Appendectomy Patients: A Quasi-Experimental Study Rilla, Eldessa Vava; Fauzan, Suhaimi
Journal of Applied Nursing and Health Vol. 8 No. 2 (2026): Journal of Applied Nursing and Health
Publisher : Chakra Brahmanda Lentera Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55018/janh.v8i2.650

Abstract

Background: Pain is a common complaint among postoperative patients, including those undergoing appendectomy. Guided imagery therapy is a non-pharmacological intervention that can help reduce pain by diverting patients’ attention from discomfort with minimal side effects. However, evidence regarding its effectiveness in adult post-appendectomy patients remains limited. This study aimed to determine the effect of guided imagery therapy on reducing pain intensity in adult post-appendectomy patients. Methods: This study used a quasi-experimental design with a pretest-posttest control group, conducted in accordance with the TREND reporting guidelines. This study received ethical approval from the Research Ethics Committee of the Karsa Husada Garut College of Health Sciences. The sample consisted of 50 patients, equally divided into intervention and control groups (25 per group), recruited according to the inclusion and exclusion criteria. The independent variable was guided imagery therapy administered twice a day for 15–20 minutes over three consecutive days by the researcher, while the dependent variable was pain intensity measured using the Numeric Rating Scale (NRS). The control group received routine care. Data were analyzed using the Mann-Whitney test for differences between groups, with a significance level of 0.05. All statistical analyses were performed using IBM SPSS Statistics version 29. Results: The intervention group showed a significant reduction in pain intensity (p<0.05). The intervention group demonstrated a marked reduction in mean pain scores from 4.88 at pretest to 1.68 at posttest, representing a very large within-group effect. In contrast, the control group showed only a minimal change from 4.84 to 4.44. Between-group comparison indicated a significantly greater reduction in pain in the intervention group than in the control group. All main statistical results are presented with 95% confidence intervals to provide an estimate of precision and uncertainty around the observed effects. Conclusion: Guided imagery therapy has been shown to significantly reduce pain intensity in adult patients after appendectomy compared to the control group. It is recommended that nurses teach and provide guided imagery therapy regularly to reduce pain intensity in adult post-appendectomy patients