Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

NONPHYSICAL VIOLENCE IN KUNG FU FILM: “黄飞鸿之英雄有梦” Adhimas, Yogi Bagus; Fitriana, Ephrilia Noor; Chaoqun, Li; Purwaningtyas, Yohanna Aprillia
Metahumaniora Vol 13, No 3 (2023): METAHUMANIORA, DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v13i3.49550

Abstract

Chinese Kungfu films, which are famous for their physical violence, can also be seen from their non-physical violence. It will not be possible for a fight to be fought without verbal contact between the previous conflicts. This will be an additional perspective that Kungfu films can not only be enjoyed in terms of physical violence but also non-physical violence. Analysis of the film “黄飞鸿之英雄有梦” which uses a descriptive qualitative approach combined with interdisciplinary studies of cognitive linguistic and cultural studies yielded fifteen data that have proven that non-physical violence in Kungfu films has its own beauty. Negative diction, the selection of linguistic components, to the use of idioms as a characteristic of Chinese culture are some of the non-physical violent of the media found. In the end, theoretically and practically this research can be used in many opportunities such as linguistic learning, cultural introduction, or become the basis of future research.
IMPLEMENTASI ROADMAP PENELITIAN DAN PKM PROGRAM STUDI Anam,; Camelia, Ika Anggun; Fitriana, Ephrilia Noor; Adhimas, Yogi Bagus
JDMP (Jurnal Dinamika Manajemen Pendidikan) Vol. 8 No. 1 (2023): Volume 8, Nomor 1, September 2023
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jdmp.v8n1.p1-10

Abstract

Indikator tridharma perguruan tinggi adalah penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Maka, dengan menerapkan banyak strategi, Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya (UNESA) terus berinovasi guna mencapai kuantitas dan kualitas penelitian dan PKM yang diharapkan. Tujuan dari penelitian dan PKM adalahmendeskripsikan pandangan dosen terhadap roadmap penelitian program studi dalam penentuan topik penelitian dan PKM, serta menganalisis integrasi antara topik dengan roadmap penelitian dan PKM program studi selingkung fakultas Bahasa dan Seni Unesa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengambilan data melalui wawancara dengan 28 dosen dari 14 prodi di FBS. Penelitian ini menyebutkan mayoritas dosen memiliki pandangan bahwa roadmap penelitian dibutuhkan dalam penelitian dan PKM, namun tidak semua dosen menerapkan roadmap tersebut. sebagian besar dosen memahami tentang roadmap penelitian program studi sedangkan sebagian dosen yang lain melaksanakan penelitian tanpa mempertimbangkan roadmap. Konsep penentuan topik disesuaikan dengan kepakaran dosen dan kebutuhan mitra. Kendala yang sering kali muncul dalam mengintegrasikan topik penelitian dan PKM dengan roadmap program studi adalah perbedaan kepakaran dosen yang tergabung dalam satu tim, selain itu kebutuhan mitra yang tidak sesuai dengan kepakaran dosen, sehingga penggunaan Roadmap penelitian dan PKM perlu diperhatikan baik saat tahap perencanaan, sosialisasi, pelaksanaan, serta evaluasi program.
MENINGKATKAN KETERAMPILAN WAWANCARA MELALUI SIMULASI PROFESIONAL: PELATIHAN UNTUK SISWA TINGKAT SMA DAN MAHASISWA Fitriana, Ephrilia Noor; Putri, Cicilia Deandra Maya; Kholidah, Uci Elly; Tasaufy, Fariq Shiddiq; Leliana, Ayunita
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.33530

Abstract

Abstrak: Minimnya akses dan eksposur terhadap pelatihan wawancara berstandar internasional mengakibatkan rendahnya kesiapan siswa dan mahasiswa dalam bersaing di pasar global yang semakin kompetitif. Program ini bertujuan untuk memberikan pelatihan berbasis simulasi profesional kepada siswa SMA dan mahasiswa dalam upaya meningkatkan keterampilan wawancara melalui praktik wawancara beasiswa dan lamaran kerja secara langsung, menyesuaikan standar internasional, bersama dengan Konsulat Jenederal AS (Konjen AS), Surabaya, sebagai mitra. Program ini menggunakan pendekatan partisipatif yang melibatkan total 23 peserta, 10 siswa SMA, dan 13 mahasiswa secara aktif. Metode yang digunakan meliputi pelatihan interaktif, simulasi wawancara langsung, mentoring oleh profesional, serta monitoring dan evaluasi secara komprehensif untuk memastikan keberhasilan program dengan melakukan survei kepuasan peserta menggunakan instrumen skala Likert. Hasil dari praktik wawancara ini menunjukkan konsep “simulasi” menjadi pembekalan yang lebih efektif untuk membuat peserta merasakan pengalaman yang nyata. sebanyak 82% dari peserta setuju bahwa pertanyaan dan jawaban yang diberikan oleh pemateri sudah sesuai dengan topik, dan 95% peserta mengungkapkan pembicara menyampaikan studi kasus yang inspiratif.Abstract: The lack of access and exposure to international standard interview training results in low readiness among students and university students to compete in an increasingly competitive global market. This program aims to provide professional simulation-based training to high school and university students, aiming to improve their interview skills through direct scholarship and job application interviews, in line with international standards, in collaboration with the US Consulate General in Surabaya. The program adopts a participatory approach that actively involves 23 participants in total, 10 for high school students and 13 for university students. The methods used include interactive training, direct interview simulations, mentoring by professionals, as well as regular monitoring and evaluation comprehensively to ensure the program's success implementing participant satisfaction survey represented in Likert Scale Instrument. The results of the interview practice show that the “simulation” concept is a more effective preparation method, allowing participants to experience a different and realistic scenario. 82% of participants agreed that the questions and answers provided by the trainers were appropriate for the topic, and 95% of participants expressed that the speakers presented inspiring case studies.