Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan santri di Pondok Pesantren Amal Sahabat Surakarta dalam mengembangkan keterampilan Public Speaking melalui pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD). Public Speaking merupakan kompetensi abad ke-21 yang esensial bagi santri sebagai calon dai, pendidik, dan pemimpin masyarakat. Meskipun memiliki motivasi dakwah yang tinggi, banyak santri belum memperoleh pelatihan terstruktur terkait penyusunan materi pidato, kepercayaan diri, dan keterlibatan audiens. Program ini melibatkan 48 santri dalam satu hari pendampingan yang mengintegrasikan teori, praktik, refleksi, dan umpan balik sebaya. Berdasarkan prinsip ABCD, program ini mengidentifikasi dan memanfaatkan aset pesantren yang telah ada, seperti motivasi santri, tradisi khitobah, serta dukungan tenaga pendidik, untuk merancang kegiatan pembelajaran yang partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek kepercayaan diri, kualitas vokal, dan kejelasan pesan, dengan skor performa rata-rata meningkat dari 62 menjadi 84. Untuk menjamin keberlanjutan program, dibentuk Amal Sahabat Public Speaking Club (ASPSC) sebagai wadah latihan berkelanjutan berbasis sebaya. Kolaborasi antara Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris dan pesantren ini memperkuat kemitraan antara perguruan tinggi dan masyarakat. Secara keseluruhan, program ini menunjukkan bahwa pendekatan ABCD efektif dalam mengintegrasikan keterampilan komunikasi publik dengan nilai-nilai religius dan budaya. Kata Kunci: Asset-Based Community Development (ABCD), Pemberdayaan Public Speaking, Santri