Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

ANALISIS PEMBINAAN KEPALA PAUD TERHADAP DISIPLIN GURU DALAM PEMBELAJARAN DI PAUD CITRA KARTINI PONTIANAK KOTA Afrianti, Ely; Muntaha, Muntaha; Diana, Diana
Jurnal Edukasi Pendidikan Anak Usia Dini Vol 4, No 1 (2016): Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.961 KB) | DOI: 10.29406/jepaud.v3i1.582

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi secara jelas dan objektif mengenai: 1) Pembinaan yang dilakukan Kepala PAUD terhadap disiplin guru dalam perencanaan pembelajaran di PAUD Citra Kartini Pontianak Kota. 2) Pembinaan yang dilakukan Kepala PAUD terhadap disiplin guru dalam pelaksanaan pembelajaran di PAUD Citra Kartini Pontianak Kota, 3) Pembinaan yang dilakukan Kepala PAUD terhadap disiplin guru dalam evaluasi pembelajaran di PAUD Citra Kartini Pontianak Kota. 4) Teknik pembinaan yang digunakan Kepala PAUD terhadap disiplin guru dalam pembelajaran di PAUD Citra Kartini Pontianak Kota. Penelitian ini menggunakan metode penelitian diskriptif dengan pendekatan kualitatif. Dari hasil penelitian ini, pembinaan Kepala PAUD terhadap disiplin guru dalam perencanaan pembelajaran, pembinaan Kepala PAUD yang merupakan salah satu persiapan menyusun Rencana Kegiatan Harian (RKH) guru dalam melaksanakan pembelajaran yang meningkatkan sikap professional guru yang sesuai dengan Standar Isi Permen 58, program semesteran dan Rencana Kegiatan Mingguan (RKM) kegiatan belajar mengajar atau proses pembelajaran yang laksanakan sesuai dengan Rencana Kegiatan Harian (RKH) yang di paparkan, pembinaan kepala PAUD evaluasi pembelajaran menentukan keberhasilan guru dengan teknik diskusi dan mengadakan tanya jawab  antara Kepala PAUD dan guru.Kata Kunci: Pembinaan Kepala PAUD, disiplin guru dalam pembelajaran.
UPAYA GURU MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI METODE DEMONTRASI DALAM KEGIATAN SENI MENGGAMBAR PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TAMAN KANAK-KANAK ISLAM TERPADU KHULAFAUR RASYIDIN KECAMATAN SUNGAI RAYA KABUPATEN KUBU RAYA Juraida, Juraida; Mawardi, Mawardi; Muntaha, Muntaha
Jurnal Edukasi Pendidikan Anak Usia Dini Vol 4, No 1 (2016): Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.455 KB) | DOI: 10.29406/jepaud.v3i1.583

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi belum optimalnya kreativitas seni menggambar anak di TamanKanak-kanak Khulafaur Rasyidin Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya, yang ditandaidengan kurang kegiatan menggambar anak dan koordinasi mata anak yang kurang fokus dalammengikuti kegiatan pembelajaran. Salah satu penyebab permasalahan tersebut adalah guru belummengoptimalkan perkembangan motorik halus anak dengan kegiatan yang berbeda, hal inidisebabkan guru lebih memfokuskan perkembangan motorik halus dengan kegiatan menebalkanhuruf saja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan menggambar anak di Taman KanakkanakKhulafaur Rasyidin Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya, untuk keperluantersebut peneliti melakukan penelitian tindakan kelas melalui pembelajaran dengan menggunakankegiatan menggambar. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas dengan metodedeskriptif melalui jenis penelitian kualitatif, yang dilaksanakan dalam empat tahapan yaitu: 1)perencanaan, 2) tindakan, 3) pengamatan, 4) refleksi. Penelitian ini terdiri dari tiga siklus denganmasing-masing dua kali pertemuan pada setiap siklus. Tekhnik pengumpulan data yang dilakukanmelalui observasi, pada tahap pengamatan oleh observer. Tekhnik pengolahan data menggunakanperhitungan persentase pada siklus I sampai dengan siklus III menggunkan indikator keberhasilan dikatakan berhasil apabila mencapai 75% secara klasikal. Berdasarkan hasil penelitian padakemampuan motorik halus anak dalam kegiatan meniru membuat garis tegak, datar, miring danlengkung, mewarnai gambar rumah menggunakan krayon menggambar bentuk-bentuk geometridan setelah diberikan pembelajaran dengan kegiatan menggamba dari tindakan siklus I sampaidengan tindakan siklus III mengalami peningkatan.Kata kunci: Motorik Halus, Seni Menggambar, Demonstrasi
PENINGKATAN PEMEROLEHAN KEMAMPUAN MENGENAL BANYAK DAN SEDIKIT PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN DI PAUD TERPADU PONTIANAK BARAT Syafarina, Siti; Muntaha, Muntaha; Somantri, Elin B
Jurnal Edukasi Pendidikan Anak Usia Dini Vol 5, No 2 (2017): Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.651 KB) | DOI: 10.29406/jepaud.v5i2.1346

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi pentingnya mengenalkan konsep banyak dan sedikit karena anak dekat dengan lingkungan alam sekitar yang menuntutnya untuk memecahkan masalah yang dihadapi sehari-hari. Salah satunya dengan penerapan metode edutainment. Menurut Hamid (2012: 17) “edutainment berasal dari kata education dan entertainment. Education berarti pendidikan sedangkan entertainment berarti hiburan. Edutainment adalah pendidikan yang menghibur atau menyenangkan”. Namun kemampuan mengenal konsep banyak dan sedikitdi PAUD Terpadu Pontianak Barat seperti saat ini anak belum dapat membedakan benda yang banyak dan benda yang sedikit, anak belum dapat mengklasifikasikan benda dalam ukuran banyak dan sedikit, anak belum dapat mengukur sendiri benda yang di kategorikan banyak dan benda yang dikategorikan sedikit. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian yang telah dilakukan dan melalui hasil yang diperoleh setelah diadakan analisis data, secara umum dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa: 1) Perencanaan pembelajaran melalui penerapan metode edutainment yang dilakukan guru meningkatkan kemampuan mengenal ukuran banyak dan sedikit dengan kategori “baik”.  2) Langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan tentang konsep banyak dan sedikit melalui penerapan metode edutainment meningkatkan kemampuan mengenal ukuran banyak dan sedikit dengan kategori “baik”. 3) Pemerolehan kemampuan mengenal konsep banyak dan sedikit berkembang sangat baik dengan kegiatan antara lain: a) kemampuan menunjukkan benda yang banyak dan benda yang sedikit dengan cara membandingkan volume antara kedua benda  tersebut. b) kemampuan mengklasifikasikan benda dalam ukuran banyak dan sedikit dengan mengelompokkan benda yang sama ukurannya. c) kemampuan mengukur sendiri benda yang dikategorikan banyak dan benda yang dikategorikan sedikit. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa peningkatan pemerolehan kemampuan mengenal banyak dan sedikit melalui penerapan metode edutainment pada Anak Usia 4-5 Tahun di PAUD Terpadu Pontianak Barat dikategorikan “berkembang sangat baik”.Kata Kunci: Banyak, Sedikit, Metode Edutainment
Analisis Pengaruh Ketaatan dan Kompensasi Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor Sekretariat Daerah Kota Pontianak Hanafi, Hanafi; Muntaha, Muntaha
Jurnal Ilmiah Aset Vol 21 No 1 (2019): Jurnal ASET Volume 21 No 1
Publisher : STIE Widya Manggala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to examine the influence of obedience and compensation to performance at the office of the regional secretariat of Pontianak. The sample was 70 employees. The data was collected through questionnaire and analyzed with multiple linier regression. The result showed that obedience has a positive significant relationship to performance, while compensation didn’t have relationship to performance at the office of the regional secretariat of Pontianak.
Analisis Pengaruh Kompetensi Terhadap Kinerja Pegawai Satuan Polisi Pamong Praja Kota Pontianak Parwidi, Parwidi; Muntaha, Muntaha
Jurnal Ilmiah Aset Vol 22 No 1 (2020): Jurnal ASET Volume 22 No 1
Publisher : STIE Widya Manggala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37470/1.22.1.160

Abstract

Competence is a behavior that more emphasis on productive behavior that must be owned and done by someone in carrying out an activity in order to excel outstanding. Performance of a person related to the level of success in doing something work in accordance with the field of duty in order to achieve organizational goals. Psychologically, a person’s abilities consist of the potential ability and the ability of reality. Therefore the Pontianak Municipal Police Prison Unit should be able to demonstrate its superiority through its competence in order to improve the performance of human resources. Thus expected employees can give the best contribution through the competence held for the achievement of good performance, so as to meet the target and the target work of individuals who are given and contribute to the success of achieving the target organization Pontianak City Pamong Praja Police Unit as a whole. The problem in this research is how the influence of competence to the performance of personnel of Police Unit of Pontianak Municipal Police?. Research Methods in the form of a survey, with a population of all employees at the Pontianak Municipal Police Service Unit of 110 people. Sampling using Census method. Data analysis using Multiple Linear Regression Multiple Linear Regression. The results of simultaneous research competence that includes knowledge, skills and individual behavior affect the performance. Partially knowledge and skills have an effect on to performance while individual behavior has no effect.
Learning evaluation of the study group of Packages C programme in Sragen Regency Junanto, Subar; Tuanaya, Rugaya; Shofa, Mila Faila; Muntaha, Muntaha; Fajrin, Latifah Permatasari
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 28 No. 1 (2024)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v28i1.22822

Abstract

This study aims to evaluate the learning of the Study Group of Packages C programme in Sragen Regency. This evaluation research uses the EPPKC model, which consists of Process and Product aspects. This research uses a mixed method, a combination of quantitative and qualitative research using a descriptive approach. The evaluation subjects in this study were 322 people, including the Study Group of Packages C programme organiser, tutors, and learning citizens in the Sragen Regency. The main field trial used a sample of 84 people, while the operational field trial used a sample of 238 people. Data were collected using questionnaires, interviews, observation and documentation. Data validity techniques used source and method triangulation. The qualitative data analysis technique used in this research is an interactive analysis model, while the quantitative questionnaire results were analysed using the percentage analysis formula (percentile). The results showed that (1) the implementation of the Study Group of Packages C programme learning for the process component was included in the good category, (2) the Study Group of Packages C programme learning for the product component was included in the good category, and (3) the results of the Reviewer's Assessment of the EPPKC Instrument in the Study Group of Packages C Programme were included in the excellent category.
Evaluating CSR Compliance and Its Reputational Impact: A Longitudinal Case Study of PT Vale Indonesia (2015–2024) Muntaha, Muntaha; Rismawati, Rismawati; Erniyati Caronge, Erniyati Caronge; Wagay, Javaid Ahmad
Journal of Applied Business, Taxation and Economics Research Vol. 5 No. 1 (2025): October 2025
Publisher : PT. EQUATOR SINAR AKADEMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54408/jabter.v5i1.488

Abstract

This study assesses the execution of Corporate Social Responsibility (CSR) at PT Vale Indonesia Tbk, emphasizing adherence to established policies and its influence on the company's reputation. Corporate Social Responsibility (CSR), designed to enhance societal and environmental value, is essential for fostering public trust and customer loyalty. The employed methodology is a descriptive technique utilizing secondary data gathered from annual reports, CSR documents, and literature reviews. The research findings reveal that PT Vale continuously executes CSR initiatives, despite a decline in the number of activities from 667 in 2015 to 82 in 2022. In 2022, the amount of CSR funds given out rose to USD 4.9 million. This shows that these programs are now more focused on quality than quantity. The company's reputation has gotten better, as shown by awards and public support, like the 2024 PROPER Emas. This report suggests that to make things more sustainable, we should make social impact projects better, use less energy, and move CSR programs online.
Promoting Intercultural Communication in CCU Classroom of EFL students by Using VCT Hidayati, Fithriyah Nurul; Fatmawati, Nor Laili; Muntaha, Muntaha
Script Journal: Journal of Linguistics and English Teaching Vol. 9 No. 2 (2024): October
Publisher : Teacher Training and Education Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/sj.v9i2.1773

Abstract

Background Adapting to diverse communication practices prevents conflicts and promotes smoother interactions. It necessitates innovations like Virtual Culture Tour (VCT) in CCU learning. VCT provides real-world and interactive cultural learning. This research explores VCT's implementation in EFL CCU classrooms to enhance intercultural communication and surveys student responses. Methodology The research uses a mixed-method approach, combining qualitative data from CCU classroom observations and interviews at UIN Raden Mas Said Surakarta and Maritim Class of Global English Course, and quantitative data from questionnaires surveying the students' responses.   Findings The use of VCT in CCU classrooms has effectively promoted intercultural communication for EFL students. In formal classes at PBI UIN Raden Mas Said Surakarta, VCT followed a structured process, including guided tours and virtual interactions with native speakers. Non-formal classes offered more flexibility, allowing students to explore at their own pace and engage in follow-up communication activities. Students responded positively, with 95.82% strongly agreeing on VCT's effectiveness. These findings highlight VCT's success in enhancing intercultural communication. Conclusion The use of VCT in CCU classrooms has promoted EFL students’ intercultural communication in both formal and non-formal learning contexts because of its flexible steps of implementation. It encouraged students to respond positively to the use of VCT in CCU classrooms. Originality This study highlights the novelty of using VCT as a digital tool to overcome space, time, and financial barriers in promoting intercultural communication in CCU classrooms. It also explores VCT's implementation in formal and non-formal learning settings and surveys students' responses.
Tinjauan Hukum Terhadap Penanggulngan Tindak Pidana Korupsi di Indonesia Muntaha, Muntaha; Amelia, Hanny; Baskoro, Novi E.
Pemuliaan Hukum Vol. 4 No. 1 (2021): Pemuliaan Hukum
Publisher : Law Study Program, Faculty of Law, Nusantara Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/jph.v4i1.1448

Abstract

Tindak pidana korupsi merupakan delik khusus yang diatur secara tersendiri di luar Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Hal ini sesuai dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sehingga dalam mengatasi permasalahan tersebut dirumuskan tujuan penelitian ini yaitu Untuk mengetahui Kebijakan Hukum Pidana dalam Penanggulangan Tindak Pidana Korupsi dan Untuk mengetahui Upaya Pencegahan dan faktor yang menghambat dalam Penanggulangan Tindak Pidana Korupsi. Kebijakan Hukum Pidana dalam Penanggulangan Tindak Pidana Korupsi merupakan perumusan dan ruang lingkup suatu perundang-undangan pidana yang baik, atau kebijakan untuk menetapkan ancaman hukuman pidana yang ditentukan atas tindak pidana korupsi sehingga diperlukan upaya Pencegahan Tindak Pidana Korupsi dengan strategi yang komprehensif untuk dapat meminimalisir celah atau potensi terjadinya Tindak Pidana korupsi seperti dapat dengan memperkuat kapasitas kelembagaan birokrasi, Penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM)  Untuk itu perlu adanya Hukuman yang lebih memberatkan bagi pelaku Tindak Pidana Korupsi, mengingat bahwa Tindak Pidana Korupsi merupakan crimes against humanity (kejahatan kemanusiaan) dan merupakan extraordinary crime (kejahatan luar biasa) sehingga menimbulkan efek jera dan perumusan ulang (reformulasi) terhadap aturan UU No. 20 Tahun 2001, sehingga hambatan atau kendala penerapan dapat diminimalisasi dalam upaya menanggulangi tindak pidana korupsi.
PENGARUH KECEMASAN TERHADAP TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN RIWAYAT HIPERTENSI: STUDI CROSS-SECTIONAL Qodir, Abdul; Pomalingo, Sitti Fizraini; Muntaha, Muntaha
Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada Vol 15 No 1 (2026): April
Publisher : LPPMK STIKES Widyagama Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33475/jikmh.v15i1.456

Abstract

Anxiety is an important factor that may affect blood pressure in the elderly, where the stress response triggered can worsen health conditions by increasing blood pressure through sympathetic nervous system hyperactivity. Analyzing the effect of anxiety on blood pressure in the elderly in the working area of ​​the Ardimulyo public Health Center work area, Malang Regency. This study used a cross-sectional design, conducted at the Ardimulyo Health Center in Malang Regency. The sampling technique employed was purposive sampling with a sample size of 60. The instruments used were the Geriatric Anxiety Scale (GAS) questionnaire and a digital blood pressure meter. The analysis was conducted using the Kruskal-Wallis test and the Post Hoc Mann-Whitney test. The results of this study on anxiety showed that 2 individuals (3.3%) fell into the non-anxious category, 24 individuals (40.0%) experienced mild anxiety, 31 individuals (51.7%) had moderate anxiety, and 3 individuals (5.0%) had severe anxiety. For systolic blood pressure in mmHg, the mean was 143.2 mmHg, with a minimum of 105 mmHg, a maximum of 189 mmHg, and a standard deviation of 20.97 mmHg. The mean diastolic blood pressure was 82.68 mmHg, with a minimum of 62 mmHg, a maximum of 156 mmHg, and a standard deviation of 12.931 mmHg. The results of the Kruskal-Wallis test for systolic blood pressure indicated a p-value <0.05 (p < 0.001), and for diastolic blood pressure, the p-value was <0.05 (0.017). The Post Hoc Mann-Whitney test for systolic blood pressure showed a significant difference between mild anxiety and moderate anxiety, with a p-value <0.05 (p < 0.001), while the diastolic blood pressure showed a significant difference between mild anxiety and severe anxiety, with a p-value <0.05 (0.013). There is a significant effect of anxiety on systolic blood pressure and diastolic blood pressure.