Claim Missing Document
Check
Articles

Preliminary Study of Profenofos and Difenoconazole Pesticide Residue in Soil and Citrus Fruits from Citrus Farming in Serai Village Kintamani Bangli I Wayan Muderawan; Luh Mitha Priyanka; I Nengah Suparta
Indonesian Journal of Chemistry and Environment Vol 5, No 1 (2022): JUNE 2022
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ijoce.v5i1.49347

Abstract

The intensively use of both profenofos and difenoconazole pesticides in Citrus farming in Serai Village Kintamani Bangli may remain as residue in the soil and citrus fruits. This study was performed in order to determine the level of pesticide residues in the soil and the citrus fruits from Citrus farming in Bangli. The pesticide residue levels in the soil and citrus fruit were performed by using solid-liquid extraction (SLE) and detected by high performance liquid chromatography (HPLC). The result shows that the pesticide residue levels in soil, citrus peel and citrus flesh are 0.057±0.002, 0.112±0.013 and 0 mg/L for profenofos and 0.069±0.002, 0.180±0.013 and 0 mg/L for difenoconazole. The results indicated that the soil and citrus peel from citrus farming area in Serai Village Bangli Regency contained both pesticide residues but not the citrus flesh.
Relevansi Tumbuhan dan Hewan yang digunakan dalam Upacara Yadnya Otonan dengan Materi IPA SMP/MTs Nindya Oktaviani; I Wayan Subagia; Luh Mitha Priyanka
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol. 4 No. 2 (2021): JPPSI, Oktober 2021
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPA, FMIPA Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppsi.v4i2.39782

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan (1) jenis tumbuhan yang digunakan sebagai sarana dalam pelaksanaan Upacara Otonan, (2) jenis hewan yang digunakan sebagai sarana dalam pelaksanaan Upacara Otonan (3) relevansi tumbuhan dan hewan yang digunakan dalam upacara Otonan dengan materi IPA SMP/MTs. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus (case study). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi serta diperkuat dengan metode wawancara dan studi dokumen. Teknik analisis data yang digunakan berupa teknik analisis kualitatif deskriptif berupa kata-kata. Hasil penelitian diperoleh bahwa jenis tumbuhan bahan upakara pada pelaksanaan upacara Otonan ditemukan 39 jenis tumbuhan yang berasal dari 25 famili dan hewan yang ditemukan dalam upacara Otonan terdiri dari 5 spesies yang berasal dari famili yang berbeda. Tumbuhan dan hewan yang digunakan sebagai sarana upakara pada pelaksanaan Upacara Otonan memiliki relevansi terhadap materi IPA SMP kelas VII Semester I materi Klasifikasi Makhluk Hidup, dan kelas IX Semester I Kurikulum 2013 materi Sistem Perkembangbiakan Tumbuhan dan Hewan.
Analisis Kesiapan Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Kelas VIII Pada Masa New Normal Di SMP Negeri 4 Singaraja Luh Ade Intan Suciati Wijaya; Ni Made Pujani; Luh Mitha Priyanka
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol. 5 No. 2 (2022): JPPSI, Oktober 2022
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPA, FMIPA Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppsi.v5i2.53314

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menjelaskan analisis kesiapan belajar siswa mata pelajaran IPA kelas VIII di masa new normal di SMP Negeri 4 Singaraja serta faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapan belajar siswa kelas VIII dalam mengikuti proses pembelajaran IPA. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII yang berjumlah 138 siswa sebagai sumber data kesiapan belajar siswa. Sedangkan objek dalam penelitian ini adalah kesiapan belajar siswa dan faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapan belajar siswa yang ditinjau dari indikator kesiapan belajar yaitu kondisi fisik, kondisi mental, kondisi emosional, kondisi kebutuhan, kondisi motif, kondisi tujuan, dan kondisi pengetahuan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi, pemberian angket, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif interpretative. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kesiapan belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Singaraja secara umum adalah 52,87% siswa yang tergolong sangat baik, 26,41% siswa yang tergolong baik, 15,85% siswa yang tergolong cukup, 4,35% siswa yang tergolong kurang, dan 0,62% siswa yang tergolong sangat kurang. (2) faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapan belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Singaraja dalam mengikuti proses pembelajaran adalah minat, motivasi belajar siswa, lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah. Berdasarkan data hasil penelitian, kesiapan belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Singaraja di era new normal secara umum dalam kategori baik.
Analisis Budaya Lokal Ngaben di Bali sebagai Pendukung Materi dalam Pembelajaran IPA SMP Ni Luh Made Ayunita; I Nyoman Suardana; Luh Mitha Priyanka
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol. 5 No. 2 (2022): JPPSI, Oktober 2022
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPA, FMIPA Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppsi.v5i2.53321

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan, menjelaskan menganalisis, dan mengintegrasikan sarana, rangkaian prosesi pelaksanaan budaya lokal ngaben, dan integrasi budaya lokal ngaben sebagai pendukung materi dalam pembelajaran IPA SMP. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan pendekatan etnosains. Penelitian dilakukan di Banjar Lodpeken, Kramas, Blahbatuh, Gianyar. Sumber data dalam penelitian menggunakan teknik purposive dan snowball sampling. Subjek penelitian: Sulinggih, Serati Banten, Masyarakat, dan guru IPA SMP Negeri 6 Singaraja. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket. Teknik analisis data menggunakan model Milles dan Huberman yang terdiri atas collecting data, reduction, data display, dan conclusion. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sarana yang digunakan untuk pelaksanaan Budaya Lokal Ngaben terdapat bahan-bahan yang berasal dari tumbuhan dan hewan, pelaksanaan rangkaian Puncak Budaya Lokal Ngaben dimulai dari melaspas bade dan lembu, hingga melarung abu jenazah ke laut. Kajian etnosains Budaya Lokal ngaben dapat diintegrasikan ke dalam materi IPA SMP kelas 7 dan 8 khususnya pada pokok bahasan klasifikasi makhluk hidup, campuran, unsur, senyawa, perubahan fisika dan kimia, kalor dan perpindahannya, organ di dalam tubuh manusia, pencemaran udara, jenis-jenis pesawat sederhana, getaran, gelombang dan bunyi.
Analisis Kesiapan Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Kelas VIII Pada Masa New Normal Di SMP Negeri 4 Singaraja Luh Ade Intan Suciati Wijaya; Ni Made Pujani; Luh Mitha Priyanka
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol. 5 No. 2 (2022): JPPSI, Oktober 2022
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPA, FMIPA Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppsi.v5i2.53314

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menjelaskan analisis kesiapan belajar siswa mata pelajaran IPA kelas VIII di masa new normal di SMP Negeri 4 Singaraja serta faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapan belajar siswa kelas VIII dalam mengikuti proses pembelajaran IPA. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII yang berjumlah 138 siswa sebagai sumber data kesiapan belajar siswa. Sedangkan objek dalam penelitian ini adalah kesiapan belajar siswa dan faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapan belajar siswa yang ditinjau dari indikator kesiapan belajar yaitu kondisi fisik, kondisi mental, kondisi emosional, kondisi kebutuhan, kondisi motif, kondisi tujuan, dan kondisi pengetahuan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi, pemberian angket, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif interpretative. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kesiapan belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Singaraja secara umum adalah 52,87% siswa yang tergolong sangat baik, 26,41% siswa yang tergolong baik, 15,85% siswa yang tergolong cukup, 4,35% siswa yang tergolong kurang, dan 0,62% siswa yang tergolong sangat kurang. (2) faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapan belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Singaraja dalam mengikuti proses pembelajaran adalah minat, motivasi belajar siswa, lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah. Berdasarkan data hasil penelitian, kesiapan belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Singaraja di era new normal secara umum dalam kategori baik.
Analisis Budaya Lokal Ngaben di Bali sebagai Pendukung Materi dalam Pembelajaran IPA SMP Ni Luh Made Ayunita; I Nyoman Suardana; Luh Mitha Priyanka
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol. 5 No. 2 (2022): JPPSI, Oktober 2022
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPA, FMIPA Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppsi.v5i2.53321

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan, menjelaskan menganalisis, dan mengintegrasikan sarana, rangkaian prosesi pelaksanaan budaya lokal ngaben, dan integrasi budaya lokal ngaben sebagai pendukung materi dalam pembelajaran IPA SMP. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan pendekatan etnosains. Penelitian dilakukan di Banjar Lodpeken, Kramas, Blahbatuh, Gianyar. Sumber data dalam penelitian menggunakan teknik purposive dan snowball sampling. Subjek penelitian: Sulinggih, Serati Banten, Masyarakat, dan guru IPA SMP Negeri 6 Singaraja. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket. Teknik analisis data menggunakan model Milles dan Huberman yang terdiri atas collecting data, reduction, data display, dan conclusion. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sarana yang digunakan untuk pelaksanaan Budaya Lokal Ngaben terdapat bahan-bahan yang berasal dari tumbuhan dan hewan, pelaksanaan rangkaian Puncak Budaya Lokal Ngaben dimulai dari melaspas bade dan lembu, hingga melarung abu jenazah ke laut. Kajian etnosains Budaya Lokal ngaben dapat diintegrasikan ke dalam materi IPA SMP kelas 7 dan 8 khususnya pada pokok bahasan klasifikasi makhluk hidup, campuran, unsur, senyawa, perubahan fisika dan kimia, kalor dan perpindahannya, organ di dalam tubuh manusia, pencemaran udara, jenis-jenis pesawat sederhana, getaran, gelombang dan bunyi.
Analisis Minat Belajar Siswa pada Pembelajaran IPA di SMP Negeri 2 Gianyar I Putu Oscar Perdana Putra; Ni Made Pujani; Luh Mitha Priyanka
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol. 6 No. 1 (2023): JPPSI, April 2023
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPA, FMIPA Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis profil minat belajar IPA siswa dan faktor-faktor yang memengaruhi minat belajar IPA siswa SMP Negeri 2 Gianyar pada pembelajaran daring. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif menggunakan metode deskriptif. Data diperoleh melalui kuesioner, wawancara, dan studi dokumentasi. Sumber data dari penelitian ini siswa di SMP Negeri 2 Gianyar. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII, VIII, dan IX SMP Negeri 2 Gianyar berjumlah 1290 orang dengan jumlah sampel sebanyak 364 orang siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik proportionate random sampling. Data mengenai profil minat belajar siswa diperoleh dengan penyebaran kuesioner tertutup dan wawancara. Hasil pengolahan data dari kuesioner terhadap empat aspek minat diperoleh data bahwa sebanyak 55,08% siswa memiliki minat sedang, sedangkan berdasarkan tingkat kelas sebesar 64,21% memiliki minat sedang. Data tersebut diperkuat melalui triangulasi teknik, triangulasi sumber data, dan member check. Data mengenai faktor-faktor yang memengaruhi minat belajar siswa, dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi diperoleh hasil sebagai berikut. Faktor internal yang mempengaruhi minat adalah motivasi sebanyak 65%, bakat 55%,dan cita-cita 60%, sedangkan faktor eksternal yang mempengaruhi minat belajar IPA, yaitu faktor keluarga sebanyak 40%, teman 50%, guru, 65% dan fasilitas sekolah sebanyak 55%.  Jadi dapat dinyatakan bahwa minat belajar di SMP Negeri 2 Gianyar tergolong sedang. Faktor-faktor internal yang mempengaruhi minat belajar adalah faktor motivasi dan cita-cita, sedangkan faktor eksternal yang berpengaruh adalah faktor teman, guru, dan fasilitas sekolah.
Analisis Minat Belajar Siswa pada Pembelajaran IPA di SMP Negeri 2 Gianyar I Putu Oscar Perdana Putra; Ni Made Pujani; Luh Mitha Priyanka
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol. 6 No. 1 (2023): JPPSI, April 2023
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPA, FMIPA Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis profil minat belajar IPA siswa dan faktor-faktor yang memengaruhi minat belajar IPA siswa SMP Negeri 2 Gianyar pada pembelajaran daring. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif menggunakan metode deskriptif. Data diperoleh melalui kuesioner, wawancara, dan studi dokumentasi. Sumber data dari penelitian ini siswa di SMP Negeri 2 Gianyar. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII, VIII, dan IX SMP Negeri 2 Gianyar berjumlah 1290 orang dengan jumlah sampel sebanyak 364 orang siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik proportionate random sampling. Data mengenai profil minat belajar siswa diperoleh dengan penyebaran kuesioner tertutup dan wawancara. Hasil pengolahan data dari kuesioner terhadap empat aspek minat diperoleh data bahwa sebanyak 55,08% siswa memiliki minat sedang, sedangkan berdasarkan tingkat kelas sebesar 64,21% memiliki minat sedang. Data tersebut diperkuat melalui triangulasi teknik, triangulasi sumber data, dan member check. Data mengenai faktor-faktor yang memengaruhi minat belajar siswa, dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi diperoleh hasil sebagai berikut. Faktor internal yang mempengaruhi minat adalah motivasi sebanyak 65%, bakat 55%,dan cita-cita 60%, sedangkan faktor eksternal yang mempengaruhi minat belajar IPA, yaitu faktor keluarga sebanyak 40%, teman 50%, guru, 65% dan fasilitas sekolah sebanyak 55%.  Jadi dapat dinyatakan bahwa minat belajar di SMP Negeri 2 Gianyar tergolong sedang. Faktor-faktor internal yang mempengaruhi minat belajar adalah faktor motivasi dan cita-cita, sedangkan faktor eksternal yang berpengaruh adalah faktor teman, guru, dan fasilitas sekolah.
Etnoscience Study in Basic Science Course I Nyoman Selamat; Luh Mitha Priyanka
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 17 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/wms.v17i1.60837

Abstract

Learning difficulties experienced by students in basic science learning are basic science topics are still very textual. Students become confused and difficult to solve contextual problems. One way to link science topics through contextual learning is by integrating local wisdom into science content. One study related to local wisdom is ethnoscience. Ethnoscience is an attempt to reconstruct indigenous knowledge in society (indigenous science) into scientific knowledge (scientific knowledge). This reconstruction process will be useful in supporting the achievement of science concepts in learning. Therefore, it is considered important to research to identify the original scientific concepts in Balinese people which can be included in Basic Science learning. This research is qualitative research that aims to identify and analyze Balinese ethnoscience studies in Basic Science learning. The subjects of this research were students and expert lecturers who were taken through purposive sampling technique. Data on student learning difficulties were obtained through observation and interviews, while data on the relevance of Balinese ethnoscience studies in Basic Science learning were obtained through questionnaires, interviews, and literature studies. The results of this study indicate that there are Balinese ethnoscience studies in Basic Science learning, especially in separating mixtures, diversity of living things, heat, material changes, and biotechnology. With this result, basic science learning will be more contextual using Balinese ethnoscience study as an example. Furthermore, the difficulties in learning science experienced by students can be overcome. Keywords: contextual learning; ethnoscience; basic science
Kajian Etnosains pada Tradisi Pemakaman di Desa Adat Terunyan Sebagai Suplemen Pembelajaran IPA SMP Sukayasa, I Made; Suardana, I Nyoman; Priyanka, Luh Mitha
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol. 6 No. 2 (2023): JPPSI, Oktober 2023
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPA, FMIPA Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menjelaskan kajian etnosains pada tradisi pemakaman di Desa Adat Terunyan sebagai suplemen pembelajaran IPA SMP. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnosains dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian di Banjar Terunyan, Desa Adat Terunyan Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali karena masalah yang dipecahkan berkaitan dengan lokasi tersebut. Penentuan sumber data dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling karena subjek yang ditentukan memiliki data dan informasi yang dibutuhkan peneliti dengan melibatkan  pemangku dan tokoh adat sebanyak 3 orang serta guru IPA di SMP Negeri 1 Kintamani sebanyak 2 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket. Teknik analisis data yang digunakan berupa reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Desa Adat Terunyan memiliki prosesi yang unik dalam memakamkan jenazah yaitu dengan diletakkan di atas permukaan tanah (Mepasah). Desa Adat Terunyan memiliki empat jenis tempat pemakaman yang berbeda yaitu Setra Wayah, Setra Nguda, Setra Salah Pati, dan Setra Ari-Ari. Tata cara memakamkan jenazah dilakukan dengan penentuan hari baik, persiapan sarana dan prasarana, proses pemandian, pengiringan ke tempat pemakaman, penyiapan  lahan, peletakkan jenazah dan pemakaian pagar yang disebut ancak saji. Sarana yang digunakan dalam prosesi pemakaman adalah banten pejati, saanan, dan ancak saji serta prasarana yang digunakan adalah perahu boat. Hasil kajian sains ilmiah dari tradisi pemakaman di Desa Adat Terunyan relevan dapat dijadikan suplemen dalam pembelajaran IPA SMP seperti klasifikasi makhluk hidup, perubahan fisika dan kimia, tanah dan keberlangsungan kehidupan, pesawat sederhana, ekologi dan keanekaragaman hayati Indonesia dan pencemaran lingkungan.