Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Analisis Kesulitan Belajar IPA Siswa pada Materi Usaha dan Pesawat Sederhana dalam Kehidupan Sehari-hari Putri, I Gusti Ayu Agung Intan Widyanti; Priyanka, Luh Mitha; Juniartina, Putu Prima
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol. 7 No. 1 (2024): JPPSI, April 2024
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPA, FMIPA Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppsi.v7i1.77736

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menjelaskan kesulitan belajar IPA dan faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan belajar IPA siswa pada materi usaha dan pesawat sederhana dalam kehidupan sehari-hari di SMP Negeri 4 Singaraja. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek pada penelitian ini adalah 1 orang guru IPA kelas VIII dan 62 orang siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Singaraja. Objek penelitian ini adalah kesulitan belajar siswa dan faktor-faktor penyebab kesulitan belajar siswa pada materi usaha dan pesawat sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah tes, kuesioner, dan wawancara. Metode analisis data pada penelitian ini adalah dengan statistik deskriptif untuk menganalisis kesulitan belajar siswa, sedangkan analisis data faktor penyebab kesulitan belajar dilakukan dengan deskriptif kualitatif, serta melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) sebanyak 32 siswa dengan persentase 51,61% terindikasi mengalami kesulitan belajar dengan kategori tinggi. Materi usaha dan pesawat sederhana dibagi beberapa indikator, indikator yang masuk kategori sulit adalah indikator menghitung jumlah katrol yang digunakan mengangkat beban pada katrol majemuk (68,95%) dan indikator menghitung keuntungan mekanis pesawat sederhana (63,71%), dengan bentuk kesulitan antara lain pemahaman konsep, penerapan rumus, literasi, penulisan simbol, dan kemampuan matematis; (2) faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan belajar yang paling tinggi adalah dari faktor internal yaitu aspek intelegensi dengan rata-rata skor (3,15) dan minat dengan rata-rata skor (3,04), sedangkan dari faktor eksternal yaitu aspek lingkungan sekolah dengan rata-rata skor (5,33). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa siswa SMP Negeri 4 Singaraja mengalami kesulitan belajar IPA khususnya pada materi usaha dan pesawat sederhana dalam kehidupan sehari-hari yang disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.
Kajian Etnosains dalam Proses Pembuatan Batu Bata Tradisional di Desa Tukadmungga sebagai Penunjang Pembelajaran IPA SMP Setiawan, I Putu Krisna Divayana; Suardana, I Nyoman; Priyanka, Luh Mitha
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol. 7 No. 2 (2024): JPPSI, Oktober 2024
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPA, FMIPA Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppsi.v7i2.86085

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menjelaskan kajian etnosains dalam proses pembuatan batu bata tradisional di Desa Tukadmungga sebagai penunjang pembelajaran IPA SMP. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian etnosains. Penelitian dilaksanakan di Dusun Dharma Kerti, Desa Tukadmungga karena masih mempertahankan eksistensi pembuatan batu bata secara tradisional. Sumber data penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan subjek yang dilibatkan, yaitu 2 orang pengrajin dan seorang pengusaha batu bata tradisional di Desa Tukadmungga serta 2 orang Guru IPA di SMP Negeri 4 Singaraja. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan angket. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan simpulan. Berdasarkan hasil penelitian alat-alat yang digunakan dalam pembuatan batu bata tradisional di Desa Tukadmungga, diantaranya tambah (cangkul), sidi (saringan/pengayak), jangka (alat cetak bata), pengautan (rautan), tulud/pengeteban (alat penghentak), dan tiuk (pisau). Selain alat, bahan-bahan yang dibutuhkan diantaranya adalah tanah liat, air, abu, kemudian bahan bakar seperti, sambuk (sabut kelapa) dan saang (kayu bakar). Proses pembuatan batu bata di Desa Tukadmungga terbagi atas beberapa tahapan. Tahap pertama adalah ngekum (penyiapan adonan), dilanjutkan tahap nyangka (pencetakan), kemudian nyemuh (penjemuran tahap I), ngetebin (penghentakan), ngerikin (pengikisan), nyemuh (penjemuran tahap II), dan terakhir nunjel (pembakaran). Hasil kajian sains ilmiah berdasarkan sains asli masyarakat dalam proses pembuatan batu bata tradisional di Desa Tukadmungga yang dapat digunakan sebagai bahan penunjang pembelajaran IPA SMP diantaranya adalah klasifikasi materi dan perubahannya, kalor dan perpindahannya, pencemaran lingkungan, sistem gerak pada manusia, usaha dan pesawat sederhana, tekanan zat, dan tanah dan keberlangsungan kehidupan.
Analisis Pengelolaan Laboratorium IPA di SMP Negeri 8 Singaraja Wicitradari, I Gusti Ayu Putu; Sudiatmika, Anak Agung Istri Agung Rai; Priyanka, Luh Mitha
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol. 7 No. 2 (2024): JPPSI, Oktober 2024
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPA, FMIPA Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppsi.v7i2.86086

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pengelolaan laboratorium IPA di SMP Negeri 8 Singaraja yang meliputi (1) perencanaan, (2) pengorganisasian, (3) pelaksanaan, (4) pengawasan dan evaluasi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik yang digunakan dalam penentuan pelaku adalah teknik purposive sampling, didasarkan pada responden yang paling mengetahui masalah yang akan diteliti. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi, angket yang diberikan kepada siswa VII.1, VIII.7, VIII.8 yang seluruhnya berjumlah 106 orang siswa, serta wawancara yang dilakukan dengan Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana, Ketua Laboratorium, Laboran, dan Guru IPA sebanyak dua orang. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data Model Miles and Huberman meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut. (1) perencanaan yang meliputi perencanaan SOP (Standar Operasional Prosedur) dan perencanaan program kerja laboratorium IPA telah dilaksanakan cukup baik namun perlu ditingkatkan lagi; (2) pengorganisasian yang telah dilaksanakan sudah cukup baik namun perlu ditingkatkan kembali seperti pengelola laboratorium belum memiliki sertifikat, tidak adanya deskripsi tugas pengelola, dan beberapa administrasi belum dibuatkan; (3) pelaksanaan program kerja laboratorium IPA masih belum berjalan dengan baik seperti tidak terlaksananya praktikum didalam laboratorium karena pengalihan fungsi ruang laboratorium sebagai ruang kelas dan ruang guru, serta keterbatasan alat dan bahan; (4) pengawasan dan evaluasi belum berjalan dengan baik seperti pengawasan dan evaluasi yang dilakukan secara intern oleh sekolah, tidak adanya laporan program kerja setiap tahun atau semester, dan belum adanya pengawasan dari pemerintah terkait laboratorium.
Pengembangan Modul IPA Berorientasi Profil Pelajar Pancasila Materi Ekologi dan Keanekaragaman Hayati Indonesia untuk Siswa SMP/MTs Dewi, Ni Putu Diah Loriana; Juniartina, Putu Prima; Priyanka, Luh Mitha
Jurnal Biotek Vol 12 No 2 (2024): DESEMBER
Publisher : Department of Biology Education of Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jb.v12i2.51588

Abstract

The teaching materials in the form of modules used by students in learning are not yet fully linked to the Pancasila Student Profile as required by the Merdeka curriculum. The research aimed to develop a science module oriented to the Pancasila Student Profile for junior high schools that is valid, practical, and readable, focusing on ecology and Indonesian biodiversity. The development of the research model chosen, namely 4D (Define, Design, Develop, and Disseminate), because of time constraints, is limited to the development stage. Content, media, language, observations, and validity test subjects were each carried out by 2 expert validators from the Ganesha University of Education, and the practicality and readability test subjects involved 3 science teachers and 15 class VII students at SMPN 1 Sukasada. The research instruments are interview sheets, observations, and questionnaires. Characteristics of the science module, namely (1) The form of the science module is as a textbook in PDF and printed format. (2) Module activities use the Discovery Learning model. (3) The syntax of the Discovery Learning model in the module contains the Pancasila Student Profile dimensions. The results showed a validity test with calculations using the Gregory formula with a score of 1.00 in the very high validity category. Practicality and readability were assessed at 94% and 93%, respectively, demonstrating a high level of both attributes. Based on these results, it can be concluded that the Pancasila Student Profile-oriented science module that was developed meets the criteria of being very valid, very practical, and very readable, so it is worth continuing to the effectiveness testing stage.
Kajian Etnosains dalam Proses Pembuatan Batu Bata Tradisional di Desa Tukadmungga sebagai Penunjang Pembelajaran IPA SMP Setiawan, I Putu Krisna Divayana; Suardana, I Nyoman; Priyanka, Luh Mitha
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol. 7 No. 2 (2024): JPPSI, Oktober 2024
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPA, FMIPA Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppsi.v7i2.86085

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menjelaskan kajian etnosains dalam proses pembuatan batu bata tradisional di Desa Tukadmungga sebagai penunjang pembelajaran IPA SMP. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian etnosains. Penelitian dilaksanakan di Dusun Dharma Kerti, Desa Tukadmungga karena masih mempertahankan eksistensi pembuatan batu bata secara tradisional. Sumber data penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan subjek yang dilibatkan, yaitu 2 orang pengrajin dan seorang pengusaha batu bata tradisional di Desa Tukadmungga serta 2 orang Guru IPA di SMP Negeri 4 Singaraja. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan angket. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan simpulan. Berdasarkan hasil penelitian alat-alat yang digunakan dalam pembuatan batu bata tradisional di Desa Tukadmungga, diantaranya tambah (cangkul), sidi (saringan/pengayak), jangka (alat cetak bata), pengautan (rautan), tulud/pengeteban (alat penghentak), dan tiuk (pisau). Selain alat, bahan-bahan yang dibutuhkan diantaranya adalah tanah liat, air, abu, kemudian bahan bakar seperti, sambuk (sabut kelapa) dan saang (kayu bakar). Proses pembuatan batu bata di Desa Tukadmungga terbagi atas beberapa tahapan. Tahap pertama adalah ngekum (penyiapan adonan), dilanjutkan tahap nyangka (pencetakan), kemudian nyemuh (penjemuran tahap I), ngetebin (penghentakan), ngerikin (pengikisan), nyemuh (penjemuran tahap II), dan terakhir nunjel (pembakaran). Hasil kajian sains ilmiah berdasarkan sains asli masyarakat dalam proses pembuatan batu bata tradisional di Desa Tukadmungga yang dapat digunakan sebagai bahan penunjang pembelajaran IPA SMP diantaranya adalah klasifikasi materi dan perubahannya, kalor dan perpindahannya, pencemaran lingkungan, sistem gerak pada manusia, usaha dan pesawat sederhana, tekanan zat, dan tanah dan keberlangsungan kehidupan.
Analisis Pengelolaan Laboratorium IPA di SMP Negeri 8 Singaraja Wicitradari, I Gusti Ayu Putu; Sudiatmika, Anak Agung Istri Agung Rai; Priyanka, Luh Mitha
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol. 7 No. 2 (2024): JPPSI, Oktober 2024
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPA, FMIPA Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppsi.v7i2.86086

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pengelolaan laboratorium IPA di SMP Negeri 8 Singaraja yang meliputi (1) perencanaan, (2) pengorganisasian, (3) pelaksanaan, (4) pengawasan dan evaluasi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik yang digunakan dalam penentuan pelaku adalah teknik purposive sampling, didasarkan pada responden yang paling mengetahui masalah yang akan diteliti. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi, angket yang diberikan kepada siswa VII.1, VIII.7, VIII.8 yang seluruhnya berjumlah 106 orang siswa, serta wawancara yang dilakukan dengan Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana, Ketua Laboratorium, Laboran, dan Guru IPA sebanyak dua orang. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data Model Miles and Huberman meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut. (1) perencanaan yang meliputi perencanaan SOP (Standar Operasional Prosedur) dan perencanaan program kerja laboratorium IPA telah dilaksanakan cukup baik namun perlu ditingkatkan lagi; (2) pengorganisasian yang telah dilaksanakan sudah cukup baik namun perlu ditingkatkan kembali seperti pengelola laboratorium belum memiliki sertifikat, tidak adanya deskripsi tugas pengelola, dan beberapa administrasi belum dibuatkan; (3) pelaksanaan program kerja laboratorium IPA masih belum berjalan dengan baik seperti tidak terlaksananya praktikum didalam laboratorium karena pengalihan fungsi ruang laboratorium sebagai ruang kelas dan ruang guru, serta keterbatasan alat dan bahan; (4) pengawasan dan evaluasi belum berjalan dengan baik seperti pengawasan dan evaluasi yang dilakukan secara intern oleh sekolah, tidak adanya laporan program kerja setiap tahun atau semester, dan belum adanya pengawasan dari pemerintah terkait laboratorium.
Preview-Review Bilingual Instructional Tools Development with Discovery Learning Model Setting to Enhancing Student’s Conceptual Understanding and Speaking Ability Priyanka, Luh Mitha; Selamat, I Nyoman
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 10 No 3 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.896 KB) | DOI: 10.23887/jpi-undiksha.v10i3.32029

Abstract

This study aimed to analyze the validity categories and the effectiveness of preview-review bilingual instructional tools with discovery learning model setting in enhancing conceptual understanding and speaking ability. This study was research and development (R & D) using ADDIE developmental model consisting of analyzing, design, develop, implementation, and evaluation. The data collection was done through non-test techniques using product validation sheets, learning observational sheet, and observational sheet for speaking ability and test techniques using an assessment sheet for measuring conceptual understanding. The validity of preview-review bilingual instructional tools with discovery learning model setting was analyzed qualitatively based on 5-point scale conversion table. The effectiveness of preview-review bilingual instructional tools with discovery learning model setting in the implementation stage was analyzed based on the average of the gain score. The result showed that the validity of preview-review bilingual instructional tools with discovery learning model setting was 3.60 for the content and 3.55 for the language which is in very good category and the developed of preview-review bilingual instructional tools with discovery learning model setting was effective in enhancing conceptual understanding and speaking ability based on average gain score.
PELATIHAN DAN BIMBINGAN TEKNIS MANAJEMEN USAHA KERIPIK ENAK KEMBANGSARI Priyanka, Luh Mitha; Selamat, I Nyoman; Sumadi Putra, Komang Endrawan
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 11 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.717 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v11i1.39140

Abstract

Pada situasi pandemi Covid-19 saat ini, home industry menjadi salah satu alternatif untuk menambah pendapatan rumah tangga. “Keripik Enak Kembangsari” merupakan salah satu industri rumah tangga yang berlokasi di Banjar Kembangsari, Desa Satera, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli-Bali. Secara umum, permasalahan utama yang dialami home industry “Keripik Enak Kembangsari” berhubungan dengan sumber daya manusia (tenaga kerja). Melalui pelatihan dan bimbingan teknis manajemen usaha diharapkan keterampilan mitra meningkat dalam hal merancang branding kemasan, menyusun strategi bisnis, dan membuat pembukuan modern. Evaluasi pelaksanaan pelatihan berupa evaluasi terhadap keterampilan mitra dalam aspek manajemen usaha. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa skor rata-rata keterampilan peserta dalam merancang branding kemasan, menyusun strategi bisnis, dan membuat pembukuan modern berturut-turut yaitu 4,2;3,9 dan 3,7 yang berada pada kategori baik
Integrating Local Wisdom and Socio-Scientific Issues: The Impact of the Ethno-SSI Module on Students' Problem-Solving Skills Selamat, I Nyoman; Priyanka, Luh Mitha
Thinking Skills and Creativity Journal Vol. 7 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/tscj.v7i2.93461

Abstract

Problem-solving skills in science learning remain low due to ineffective instructional methods, necessitating innovative designs such as the ethno-SSI module, which integrates local wisdom and socioscientific issues to enhance students' motivation and higher-order thinking skills. This study aims to analyze the differences in problem-solving skills between classes using the ethno-SSI module and those employing conventional teaching materials. This research adopts an experimental approach with a pretest-posttest control group design. The developed ethno-SSI module is implemented in the experimental class, while the control class utilizes conventional instructional materials. At the end of the learning process, students' problem-solving skills are assessed using a problem-solving test. The findings reveal a significant difference between the two groups, with the experimental class achieving an average problem-solving skill score of 70, compared to only 50 in the control class. The use of the ethno-SSI module in science learning has proven to be more effective in enhancing students' problem-solving skills than conventional teaching materials, as evidenced by the significant difference in scores between the two groups.
Kursus Kilat Bahasa Belanda untuk Anak-Anak Sintiari, Ni Luh Dewi; Priyanka, Luh Mitha; Savitri, Ni Nyoman Ayu Hari; Nathalia, Ni Putu Nita; Nugraha, Gede Bagus
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 14 No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v14i1.86099

Abstract

Banyak anak dan remaja dari kelompok rentan belum mendapatkan akses terhadap pendidikan bahasa asing yang memadai. Keterbatasan ini berdampak pada rendahnya motivasi dan kesiapan mereka dalam menghadapi tantangan global. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pelatihan bahasa asing berbasis komunitas dalam meningkatkan pemahaman dasar, motivasi, dan kepuasan belajar peserta. Subjek kegiatan ini adalah 50 anak dan remaja dari Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) dengan latar belakang usia dan kemampuan yang beragam. Data dikumpulkan melalui angket post-test yang mengukur aspek pemahaman bahasa, kualitas pengajaran, dan kepuasan belajar, dengan menggunakan instrumen berupa kuesioner skala Likert. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif kuantitatif. Hasil menunjukkan bahwa pemahaman dasar peserta terhadap bahasa asing berada pada kategori positif, dengan respon sangat positif terhadap kualitas pengajaran dan materi pelatihan. Simpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan pelatihan berbasis komunitas dan metode “belajar sambil bermain” efektif dalam meningkatkan motivasi dan kepuasan belajar anak dari kelompok rentan. Implikasinya, pelatihan nonformal berbasis komunitas dapat menjadi alternatif strategis dalam memperluas akses pendidikan bahasa asing secara inklusif.