Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Motivasi Belajar IPA pada Kurikulum Merdeka di Kelas VII SMP Negeri 2 Singaraja Supartama, I Nyoman Wahyu; Pujani, Ni Made; Priyanka, Luh Mitha
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol. 6 No. 2 (2023): JPPSI, Oktober 2023
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPA, FMIPA Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis motivasi belajar siswa dan menganalisis faktor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa terhadap pembelajaran IPA dengan kurikulum merdeka di kelas VII SMP Negeri 2 Singaraja. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Lokasi penelitian ini di SMP Negeri 2 Singaraja. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa kelas VII SMP Negeri 2 Singaraja dengan penentuan subjek penelitian yang dilakukan dengan teknik purposive sampling, yang didasarkan oleh pertimbangan data yang telah diperoleh peneliti saat melaksanakan kegiatan PLP II. Jumlah sampel yang digunakan yaitu 68 siswa dari kelas VII 3 dan VII 5 serta 1 orang guru IPA SMP Negeri 2 Singaraja. Metode pengumpulan data menggunakan teknik observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan yaitu menggunakan teknik analisis data Model Miles and Huberman dengan tahap analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa motivasi belajar siswa kelas VII SMP Negeri 2 Singaraja dalam pembelajaran IPA dengan persentase rata-rata yaitu 71,00% yang termasuk ke dalam kategori tinggi. Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa kelas VII SMP Negeri 2 Singaraja yaitu faktor internal yang terdiri dari cita-cita atau aspirasi, kemampuan belajar, kondisi siswa, dan unsur-unsur dinamis dalam belajar, faktor eksternal yaitu kondisi lingkungan dan upaya guru membelajarkan siswa, sudah cukup berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa.
Analisis Kesulitan Belajar IPA Siswa pada Materi Usaha dan Pesawat Sederhana dalam Kehidupan Sehari-hari Putri, I Gusti Ayu Agung Intan Widyanti; Priyanka, Luh Mitha; Juniartina, Putu Prima
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol. 7 No. 1 (2024): JPPSI, April 2024
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPA, FMIPA Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppsi.v7i1.77736

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menjelaskan kesulitan belajar IPA dan faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan belajar IPA siswa pada materi usaha dan pesawat sederhana dalam kehidupan sehari-hari di SMP Negeri 4 Singaraja. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek pada penelitian ini adalah 1 orang guru IPA kelas VIII dan 62 orang siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Singaraja. Objek penelitian ini adalah kesulitan belajar siswa dan faktor-faktor penyebab kesulitan belajar siswa pada materi usaha dan pesawat sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah tes, kuesioner, dan wawancara. Metode analisis data pada penelitian ini adalah dengan statistik deskriptif untuk menganalisis kesulitan belajar siswa, sedangkan analisis data faktor penyebab kesulitan belajar dilakukan dengan deskriptif kualitatif, serta melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) sebanyak 32 siswa dengan persentase 51,61% terindikasi mengalami kesulitan belajar dengan kategori tinggi. Materi usaha dan pesawat sederhana dibagi beberapa indikator, indikator yang masuk kategori sulit adalah indikator menghitung jumlah katrol yang digunakan mengangkat beban pada katrol majemuk (68,95%) dan indikator menghitung keuntungan mekanis pesawat sederhana (63,71%), dengan bentuk kesulitan antara lain pemahaman konsep, penerapan rumus, literasi, penulisan simbol, dan kemampuan matematis; (2) faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan belajar yang paling tinggi adalah dari faktor internal yaitu aspek intelegensi dengan rata-rata skor (3,15) dan minat dengan rata-rata skor (3,04), sedangkan dari faktor eksternal yaitu aspek lingkungan sekolah dengan rata-rata skor (5,33). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa siswa SMP Negeri 4 Singaraja mengalami kesulitan belajar IPA khususnya pada materi usaha dan pesawat sederhana dalam kehidupan sehari-hari yang disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.
Kajian Etnosains pada Tradisi Pemakaman di Desa Adat Terunyan Sebagai Suplemen Pembelajaran IPA SMP Sukayasa, I Made; Suardana, I Nyoman; Priyanka, Luh Mitha
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol. 6 No. 2 (2023): JPPSI, Oktober 2023
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPA, FMIPA Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menjelaskan kajian etnosains pada tradisi pemakaman di Desa Adat Terunyan sebagai suplemen pembelajaran IPA SMP. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnosains dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian di Banjar Terunyan, Desa Adat Terunyan Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali karena masalah yang dipecahkan berkaitan dengan lokasi tersebut. Penentuan sumber data dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling karena subjek yang ditentukan memiliki data dan informasi yang dibutuhkan peneliti dengan melibatkan  pemangku dan tokoh adat sebanyak 3 orang serta guru IPA di SMP Negeri 1 Kintamani sebanyak 2 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket. Teknik analisis data yang digunakan berupa reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Desa Adat Terunyan memiliki prosesi yang unik dalam memakamkan jenazah yaitu dengan diletakkan di atas permukaan tanah (Mepasah). Desa Adat Terunyan memiliki empat jenis tempat pemakaman yang berbeda yaitu Setra Wayah, Setra Nguda, Setra Salah Pati, dan Setra Ari-Ari. Tata cara memakamkan jenazah dilakukan dengan penentuan hari baik, persiapan sarana dan prasarana, proses pemandian, pengiringan ke tempat pemakaman, penyiapan  lahan, peletakkan jenazah dan pemakaian pagar yang disebut ancak saji. Sarana yang digunakan dalam prosesi pemakaman adalah banten pejati, saanan, dan ancak saji serta prasarana yang digunakan adalah perahu boat. Hasil kajian sains ilmiah dari tradisi pemakaman di Desa Adat Terunyan relevan dapat dijadikan suplemen dalam pembelajaran IPA SMP seperti klasifikasi makhluk hidup, perubahan fisika dan kimia, tanah dan keberlangsungan kehidupan, pesawat sederhana, ekologi dan keanekaragaman hayati Indonesia dan pencemaran lingkungan.
Analisis Motivasi Belajar IPA pada Kurikulum Merdeka di Kelas VII SMP Negeri 2 Singaraja Supartama, I Nyoman Wahyu; Pujani, Ni Made; Priyanka, Luh Mitha
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol. 6 No. 2 (2023): JPPSI, Oktober 2023
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPA, FMIPA Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis motivasi belajar siswa dan menganalisis faktor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa terhadap pembelajaran IPA dengan kurikulum merdeka di kelas VII SMP Negeri 2 Singaraja. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Lokasi penelitian ini di SMP Negeri 2 Singaraja. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa kelas VII SMP Negeri 2 Singaraja dengan penentuan subjek penelitian yang dilakukan dengan teknik purposive sampling, yang didasarkan oleh pertimbangan data yang telah diperoleh peneliti saat melaksanakan kegiatan PLP II. Jumlah sampel yang digunakan yaitu 68 siswa dari kelas VII 3 dan VII 5 serta 1 orang guru IPA SMP Negeri 2 Singaraja. Metode pengumpulan data menggunakan teknik observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan yaitu menggunakan teknik analisis data Model Miles and Huberman dengan tahap analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa motivasi belajar siswa kelas VII SMP Negeri 2 Singaraja dalam pembelajaran IPA dengan persentase rata-rata yaitu 71,00% yang termasuk ke dalam kategori tinggi. Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa kelas VII SMP Negeri 2 Singaraja yaitu faktor internal yang terdiri dari cita-cita atau aspirasi, kemampuan belajar, kondisi siswa, dan unsur-unsur dinamis dalam belajar, faktor eksternal yaitu kondisi lingkungan dan upaya guru membelajarkan siswa, sudah cukup berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa.
Analisis Kesulitan Belajar IPA Siswa pada Materi Usaha dan Pesawat Sederhana dalam Kehidupan Sehari-hari Putri, I Gusti Ayu Agung Intan Widyanti; Priyanka, Luh Mitha; Juniartina, Putu Prima
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol. 7 No. 1 (2024): JPPSI, April 2024
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPA, FMIPA Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppsi.v7i1.77736

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menjelaskan kesulitan belajar IPA dan faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan belajar IPA siswa pada materi usaha dan pesawat sederhana dalam kehidupan sehari-hari di SMP Negeri 4 Singaraja. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek pada penelitian ini adalah 1 orang guru IPA kelas VIII dan 62 orang siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Singaraja. Objek penelitian ini adalah kesulitan belajar siswa dan faktor-faktor penyebab kesulitan belajar siswa pada materi usaha dan pesawat sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah tes, kuesioner, dan wawancara. Metode analisis data pada penelitian ini adalah dengan statistik deskriptif untuk menganalisis kesulitan belajar siswa, sedangkan analisis data faktor penyebab kesulitan belajar dilakukan dengan deskriptif kualitatif, serta melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) sebanyak 32 siswa dengan persentase 51,61% terindikasi mengalami kesulitan belajar dengan kategori tinggi. Materi usaha dan pesawat sederhana dibagi beberapa indikator, indikator yang masuk kategori sulit adalah indikator menghitung jumlah katrol yang digunakan mengangkat beban pada katrol majemuk (68,95%) dan indikator menghitung keuntungan mekanis pesawat sederhana (63,71%), dengan bentuk kesulitan antara lain pemahaman konsep, penerapan rumus, literasi, penulisan simbol, dan kemampuan matematis; (2) faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan belajar yang paling tinggi adalah dari faktor internal yaitu aspek intelegensi dengan rata-rata skor (3,15) dan minat dengan rata-rata skor (3,04), sedangkan dari faktor eksternal yaitu aspek lingkungan sekolah dengan rata-rata skor (5,33). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa siswa SMP Negeri 4 Singaraja mengalami kesulitan belajar IPA khususnya pada materi usaha dan pesawat sederhana dalam kehidupan sehari-hari yang disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.
AN EXPLORATION OF THE INDIGENOUS SCIENCE OF NGERUPUK LOCAL CULTURE IN PETANG INDIGENOUS VILLAGE AND ITS RELEVANCE TO SCIENCE I Gusti Ayu Mutiara Sandhy; Kompyang Selamet; luh Mitha Priyanka
Jurnal IPA Terpadu Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/ipaterpadu.v8i1.59517

Abstract

This research aims to explore the indigenous science of the Ngerupuk tradition as local culture in the Petang Traditional Village and analyze its relevance to junior high school science materials. This type of research is descriptive qualitative, with an ethnoscience approach. The research was conducted in the Petang Traditional Village, Badung. Through purposive sampling and snowball sampling techniques, a total of 6 research subjects were obtained, including the Community component consisting of stakeholders, Serati Banten, community leaders, and science teachers at SMP Negeri 1 Petang. Data collection techniques were carried out using observation, interviews, documentation and questionnaires. The data analysis technique uses Milles and Huberman which consists of collecting data, reduction, data display, and conclusion. The results are a number of indigenous knowledge of the community about the Siat Api ritual or fire war and Mecaru panca sata which is the main activity of the Ngerupuk tradition of the Evening Traditional Village. Based on scientific analysis, it was found that the findings are relevant and have a great opportunity to be studied in Phase D Middle School Science, namely in the material of classifying living things, heat and movement, organization of life, air pollution, vibrations, waves and sound.
ETHNOSCIENCE STUDIES IN THE PROCESS OF MAKING LAKLAK IN SADING VILLAGE AS SUPPORTING MATERIAL FOR JUNIOR HIGH SCHOOL SCIENCE LEARNING Ni Luh Gede Nindiana Sephia Dewi; Putri Sarini; Luh Mitha Priyanka
Jurnal IPA Terpadu Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/ipaterpadu.v8i2.61977

Abstract

This research aims to describe and explain ethnoscience studies in the process of making laklak in Sading Village as support for junior high school science learning materials. This research uses qualitative research with an ethnography approach. The research was carried out in Sading Village, Badung. Determining the respondents in this study used purposive sampling and snowball sampling techniques obtained from 3 laklak producers and using techniques purposive sampling obtained 3 science teachers at SMP Negeri 5 Mengwi. The data collection techniques used were observation, interviews, documentation and questionnaires. Data analysis techniques use the Miles and Huberman model, including data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the research show that the process of making laklak in Sading Village consists of several stages, including making suji leaf water, making laklak dough, baking laklak and serving laklak. The results of scientific studies from making laklak in Sading Village can be supporting material in junior high school science learning, that is classification of living things, pressure of substances, classification of matter and its changes, heat and its displacement, simple businesses and planes, movement systems in humans, food and the human digestive system, additives, and air pollution.
Kajian Etnosains dalam Proses Pembuatan Batu Bata Tradisional di Desa Tukadmungga sebagai Penunjang Pembelajaran IPA SMP Setiawan, I Putu Krisna Divayana; Suardana, I Nyoman; Priyanka, Luh Mitha
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol. 7 No. 2 (2024): JPPSI, Oktober 2024
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPA, FMIPA Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppsi.v7i2.86085

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menjelaskan kajian etnosains dalam proses pembuatan batu bata tradisional di Desa Tukadmungga sebagai penunjang pembelajaran IPA SMP. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian etnosains. Penelitian dilaksanakan di Dusun Dharma Kerti, Desa Tukadmungga karena masih mempertahankan eksistensi pembuatan batu bata secara tradisional. Sumber data penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan subjek yang dilibatkan, yaitu 2 orang pengrajin dan seorang pengusaha batu bata tradisional di Desa Tukadmungga serta 2 orang Guru IPA di SMP Negeri 4 Singaraja. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan angket. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan simpulan. Berdasarkan hasil penelitian alat-alat yang digunakan dalam pembuatan batu bata tradisional di Desa Tukadmungga, diantaranya tambah (cangkul), sidi (saringan/pengayak), jangka (alat cetak bata), pengautan (rautan), tulud/pengeteban (alat penghentak), dan tiuk (pisau). Selain alat, bahan-bahan yang dibutuhkan diantaranya adalah tanah liat, air, abu, kemudian bahan bakar seperti, sambuk (sabut kelapa) dan saang (kayu bakar). Proses pembuatan batu bata di Desa Tukadmungga terbagi atas beberapa tahapan. Tahap pertama adalah ngekum (penyiapan adonan), dilanjutkan tahap nyangka (pencetakan), kemudian nyemuh (penjemuran tahap I), ngetebin (penghentakan), ngerikin (pengikisan), nyemuh (penjemuran tahap II), dan terakhir nunjel (pembakaran). Hasil kajian sains ilmiah berdasarkan sains asli masyarakat dalam proses pembuatan batu bata tradisional di Desa Tukadmungga yang dapat digunakan sebagai bahan penunjang pembelajaran IPA SMP diantaranya adalah klasifikasi materi dan perubahannya, kalor dan perpindahannya, pencemaran lingkungan, sistem gerak pada manusia, usaha dan pesawat sederhana, tekanan zat, dan tanah dan keberlangsungan kehidupan.
Analisis Pengelolaan Laboratorium IPA di SMP Negeri 8 Singaraja Wicitradari, I Gusti Ayu Putu; Sudiatmika, Anak Agung Istri Agung Rai; Priyanka, Luh Mitha
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol. 7 No. 2 (2024): JPPSI, Oktober 2024
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPA, FMIPA Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppsi.v7i2.86086

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pengelolaan laboratorium IPA di SMP Negeri 8 Singaraja yang meliputi (1) perencanaan, (2) pengorganisasian, (3) pelaksanaan, (4) pengawasan dan evaluasi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik yang digunakan dalam penentuan pelaku adalah teknik purposive sampling, didasarkan pada responden yang paling mengetahui masalah yang akan diteliti. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi, angket yang diberikan kepada siswa VII.1, VIII.7, VIII.8 yang seluruhnya berjumlah 106 orang siswa, serta wawancara yang dilakukan dengan Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana, Ketua Laboratorium, Laboran, dan Guru IPA sebanyak dua orang. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data Model Miles and Huberman meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut. (1) perencanaan yang meliputi perencanaan SOP (Standar Operasional Prosedur) dan perencanaan program kerja laboratorium IPA telah dilaksanakan cukup baik namun perlu ditingkatkan lagi; (2) pengorganisasian yang telah dilaksanakan sudah cukup baik namun perlu ditingkatkan kembali seperti pengelola laboratorium belum memiliki sertifikat, tidak adanya deskripsi tugas pengelola, dan beberapa administrasi belum dibuatkan; (3) pelaksanaan program kerja laboratorium IPA masih belum berjalan dengan baik seperti tidak terlaksananya praktikum didalam laboratorium karena pengalihan fungsi ruang laboratorium sebagai ruang kelas dan ruang guru, serta keterbatasan alat dan bahan; (4) pengawasan dan evaluasi belum berjalan dengan baik seperti pengawasan dan evaluasi yang dilakukan secara intern oleh sekolah, tidak adanya laporan program kerja setiap tahun atau semester, dan belum adanya pengawasan dari pemerintah terkait laboratorium.
Pengembangan Modul IPA Berorientasi Profil Pelajar Pancasila Materi Ekologi dan Keanekaragaman Hayati Indonesia untuk Siswa SMP/MTs Dewi, Ni Putu Diah Loriana; Juniartina, Putu Prima; Priyanka, Luh Mitha
Jurnal Biotek Vol 12 No 2 (2024): DESEMBER
Publisher : Department of Biology Education of Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jb.v12i2.51588

Abstract

The teaching materials in the form of modules used by students in learning are not yet fully linked to the Pancasila Student Profile as required by the Merdeka curriculum. The research aimed to develop a science module oriented to the Pancasila Student Profile for junior high schools that is valid, practical, and readable, focusing on ecology and Indonesian biodiversity. The development of the research model chosen, namely 4D (Define, Design, Develop, and Disseminate), because of time constraints, is limited to the development stage. Content, media, language, observations, and validity test subjects were each carried out by 2 expert validators from the Ganesha University of Education, and the practicality and readability test subjects involved 3 science teachers and 15 class VII students at SMPN 1 Sukasada. The research instruments are interview sheets, observations, and questionnaires. Characteristics of the science module, namely (1) The form of the science module is as a textbook in PDF and printed format. (2) Module activities use the Discovery Learning model. (3) The syntax of the Discovery Learning model in the module contains the Pancasila Student Profile dimensions. The results showed a validity test with calculations using the Gregory formula with a score of 1.00 in the very high validity category. Practicality and readability were assessed at 94% and 93%, respectively, demonstrating a high level of both attributes. Based on these results, it can be concluded that the Pancasila Student Profile-oriented science module that was developed meets the criteria of being very valid, very practical, and very readable, so it is worth continuing to the effectiveness testing stage.