Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

INFLUENCE OF APPLICATION OF STEM LEARNING MODEL WITH SOSIOEMOTIONAL APPROACH TO IMPROVE LOGICAL THINKING ABILITY Luluk Fuadah; Ulum Fatmahanik
INSECTA: Integrative Science Education and Teaching Activity Journal Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Science Education, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/insecta.v3i1.4198

Abstract

The ability to think logically is one of the complex skills of the 21st century that is important to prepare for the world of work. But in fact students' logical thinking skills tend to be low because the learning model applied by the teacher tends to be monotonous so that understanding of the material and student activity becomes less. The STEM learning model with the socioemotional approach is one model that can solve these problems because it is an innovative learning model that is also integrated from several socioemotional-based disciplines that emphasizes student activity and is based on real-world problems so that it is suitable for improving logical thinking skills. This study aims to determine the relationship between the STEM learning model and the socioemotional approach in improving logical thinking skills. This research uses quantitative method with Quasi Experimental Design research type . Data were obtained from class VIII MTs Ma'arif Al-Mukarrom through observation and tests. The instruments used are learning tools (syllabus, lesson plans, and LKPD), observation sheets of student activities and implementation, and written tests of logical thinking skills. Data analysis using T test and N-Gain. The results showed that the implementation of the STEM learning model with a socioemotional approach was 89.50% and student activity was 90.84% in very good criteria. The T test results show a significance of 0.003 less than 0.005 so it can be concluded that there is a significant effect between the STEM learning model with the Socioemotional approach in improving logical thinking skills, also the N-Gain Test proves that the STEM learning model with the Socioemotional approach is more effective than the conventional model in improving logical thinking skills.
Penelusuran Miskonsepsi Operasi Bilangan Bulat dalam Pembelajaran Matematika Pada Mahasiswa PGMI dengan Menggunakan Cri (Certainty of Respon Index) Ulum Fatmahanik
Cendekia: Kependidikan dan Kemasyarakatan Vol 16, No 1 (2018)
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.783 KB) | DOI: 10.21154/cendekia.v16i1.1201

Abstract

Abstract: The academic anxiety in this paper is the misconception of MI prospective teachers at IAIN Ponorogo in understanding the concept of integer operations. This study aims to trace the misconception of integer operations which includes addition, subtraction, multiplication and division by using a number line. The research method used is descriptive qualitative. The subjects of this study are students of GMI.D class of PGMI IAIN Ponorogo who are taking the course of mathematics learning MI which amounted to 32 students. To trace the misconception of students used Certainty of Response Index (CRI) so as to distinguish between students who have misconception with students who do not understand the concept. The instrument used in this study is a test in the form of a diagnostic test in the form of essays accompanied by Certainty of Response Index (CRI), and interviews conducted on students who experience misconception. Based on the results of the search for misconceptions of integer operations the causes of such misconceptions are 1) the principle of using the number lines in inconsistent integer operations; 2) count operation and type of number; 3) the interpretation of the form a + (-b); a - (-b); a x b and a: b, 4) the number of irrelevant reference books; 5) wrong concept of integer operation. ملخص: المشكلة الدافعة لإجراء هذه الدراسة هي المفاهيم الخاطئة لدى طلاب قسم التربية لإعداد مدرسي المدارس الابتدائية الجامعة الإسلامية الحكومية فونوروغو في فهم مفهوم عملية عدد صحيح. هدف هذا البحث إلى العثور على المفاهيم الخاطئة عن عملية عدد صحيح المحتوية على الجمع، والطرح، والتقسيم باستخدام الخط العددي. استخدم هذا البحث طريقة البحث الوصفي الكيفي. وموضوعات البحث هي طلاب  الصف  GMI.D   قسم إعداد معلمي المدارس الإبتدائية الجامعة الإسلامية الحكومية فونوروغو وهم يدرسون تعليم الرياضيات للمدارس الإبتدائية، وعددهم 32 طالبا. وللعثور على المفاهيم الخاطئة لدى الطلاب استخدمت أداة Certainty of Response Index (CRI) حتى يمكن التفريق بين الطلاب المصابون بالمفاهيم الخاطئة والطلاب غير الفاهمين للمفاهيم. وأداة البحث المستخدمة هي الاختبار التشخيصي وفيه الأسئلة الاستيعابية ومعها Certainty of Response Index (CRI)، والمقابلة التي تجرى على الطلاب المصابين بالمفاهيم الخاطئة. ونتائج البحث دلت على أن أسباب وقوع المفاهيم الخاطئة لدى الطلاب هي : 1) أساس استخدام الخط العددي في عملية عدد صحيح الغير المنضبط، 2) عملية الحساب وأنواع العدد، 3) تفسير الشكل a + (-b);  a – (-b);  a x b dan a : b, ، 4) كثرة المراجع غير المناسبة، 5) المفهوم الخاطئ عن عملية العدد الصحيح.
Dongeng Anak Berbahasa Jawa “si Jlitheng” dan Relevansinya dengan Pembelajaran Bahasa Jawa Sekolah Dasar Restu Yulia Hidayatul Umah; Ulum Fatmahanik
el-Ibtidaiy:Journal of Primary Education Vol 5, No 2 (2022): el-ibtidaiy
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/ejpe.v5i2.19433

Abstract

Karya sastra berciri khas tersendiri yang berhubungan dengan kehidupan anak-anakdisebut dengan sastra anak. Dongeng anak “si Jlitheng” merupakan sastra anak berbahasa Jawa yangdikarang oleh Impian Nopitasari diterbitkan oleh Babon tahun 2020 yang berjumlah 52 halaman dan terdiri dari 4 dongeng anak. Dongeng ini merupakan dongeng fabel sederhana berbahasa Jawa. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan tentang dongeng anak berbahasa Jawa “si Jlitheng” dan mendeskripsikan relevansinya dengan pembelajaran Bahasa Jawa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian Library Research. Hasilnya keempat dongeng dalam buku dongeng anak berbahasa Jawa si Jlitheng memiliki 5 nilai karakter Pendidikan yang dapat dipelajari oleh anak sekolah dasar, di antaranya karakter religius, peduli sosial, mandiri, bersahabat, dan tolong menolong. Kemudian keempat dongeng dalam buku Dongeng Anak berbahasa Jawa Si Jlitheng memiliki unsur instrinsik masing-masing yang mana dapat diintegrasikan dan disesuaikan ke dalam kompetensi pembelajaran Bahasa Jawa yang akan dicapai.
Identifikasi Kemampuan Pemecahan Masalah Kontekstual Ditinjau dari Gaya Belajar Siswa Muhammad Zulqarnain; Ulum Fatmahanik
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Tadris IPA IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/jtii.v2i3.1172

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah kontekstual adalah salah satu kemampuan siswa yang harus dikembangkan dalam pembelajaran karena berkaitan dengan kehidupan nyata. Penyebab perbedaan kemampuan siswa salah satunya adalah perbedaan gaya belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah kontekstual yang dimiliki oleh siswa yang bergaya belajar belajar visual, auditori dan kinestetik kelas VII di MTs Darul Huda Ponorogo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Sedangkan untuk Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar angket gaya belajar siswa, lembar tes soal pemecahan masalah kontekstual dan lembar wawancara. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan bahwa 1) Siswa yang bergaya belajar visual dapat menguasai dengan baik indikator memahami masalah, merencana pemecahan masalah, melaksana rencana pemecahan masalah, dan memeriksa kembali hasil yang ditemukan. 2) Siswa yang bergaya belajar auditori tidak dapat memahami masalah dengan baik, cenderung dapat merencana pemecahan masalah, dapat melaksana rencana pemecahan masalah dengan baik dan cenderung tidak memeriksa hasil yang ditemukan. 3) Siswa bergaya belajar kinestetik dapat memahami masalah dengan baik, cenderung dapat merencana pemecahan masalah, dapat melaksana rencana pemecahan masalah dengan baik dan cenderung tidak memeriksa hasil yang ditemukan.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR TEORI BILANGAN BERBASIS MACROMEDIA FLASH Ulum Fatmahanik
Pi: Mathematics Education Journal Vol. 3 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (743.055 KB) | DOI: 10.21067/pmej.v3i2.4828

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan dan mengetahui kualitas bahan ajar teori bilangan berbasis macromedia flash serta untuk mengetahui respon mahasiswa terhadap bahn ajar yang telah dikembangkan. Bahan ajar ini disusun menggunakan program Macromedia Flash Professional 8. Model pengembangan dalam penelitian ini menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation) dalam menghasilkan produk. Hasil penilaian ahli materi menunjukkan bahwa bahan ajar teori bilangan berbasis macromedia flash yang telah dikembangkan mempunyai kualitas baik dengan diperoleh skor 80,63%. Sedangkan hasil penilaian ahli media menunjukkan bahwa bahan ajar teori bilangan berbasis macromedia flash mempunyai kualitas baik dengan diperoleh skor 84,17%. Sedangkan respon mahasiswa 52% menyatakan baik dan 40,06% mahasiswa menatakan sangat baik. Berdasarkan penilaian tersebut berarti bahan ajar teori bilangan berbasis macromedia flash layak digunakan sebagai sumber belajar mandiri dalam pembeljaran teori bilangan
Efektivitas Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) Berbasis STEM terhadap Kemampuan Berpikir Logis Siswa pada Pembelajaran IPA Ariana Amalia Annisa; Ulum Fatmahanik
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Tadris IPA IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/jtii.v3i1.693

Abstract

Pembelajaran IPA adalah pembelajaran yang menghubungkan materi dengan kehidupan sehari-hari sehingga kemampuan berpikir logis sangat diperlukan sebagai tolak ukur keberhasilan dalam pembelajaran. Peralihan sistem pembelajaran daring menuju luring menyebabkan kemampuan berpikir logis siswa dalam pembelajaran IPA cenderung rendah. Sehingga upaya yang dilakukan untuk memperbaiki pembelajaran adalah dengan menerapkan model pembelajaran CTL berbasis STEM, karena model ini dapat membantu siswa dalam memahami materi dengan menghubungkan pada kehidupan sehari-hari serta meningkatkan aktivitas siswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana keterlaksanaan pembelajaran dan aktivitas siswa, mengetahui efektivitas model pembelajaran CTL berbasis STEM terhadap kemampuan berpikir logis siswa. Metode penelitian menggunakan penelitian kuantitatif, jenis penelitian quasi eksperimen dengan non equivalent control group design. Instrumen penelitian menggunakan lembar keterlaksanaan dan aktivitas siswa serta soal tes kemampuan berpikir logis. Analisis penelitian menggunakan uji-t dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan keterlaksanaan pembelajaran dan aktivitas siswa berjalan lancar dengan kategori baik. Kemudian pada hasil uji-t dapat disimpulkan H0 ditolak dan H1 diterima artinya terdapat perbedaan kemampuan berpikir logis siswa pada kelas eksperimen dan kontrol. Berdasarkan uji N-Gain menghasilkan rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi dibanding kelas kontrol yaitu sebesar 57,2496. Sehingga model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) berbasis STEM berpengaruh dan cukup efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir logis siswa
Pemberdayaan Aset Melalui Penyuluhan Fermentasi Pakan Ternak dan Kawin Suntik Sapi dalam Peningkatan Ekonomi Warga di Dusun Jambangan Ulum Fatmahanik
Dedication : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/dedication.v4i2.361

Abstract

Masyarakat di dusun Jambangan mayoritas memperoleh pendapatan yang berasal dari hasil pertanian dan peternakan. Akan tetapi para peternak masih banyak mengalami kegagalan dalam proses kawin suntik hewan ternak. Sehingga dirasa perlu melakukan penyuluhan pembuatan pakan ternak sapi dengan cara fermentasi dan juga sosialisasi terkait pelaksanaan kawin suntik sapi yang baik dan benar dengan harapan masyarakat dusun Jambangan dapat meningkatkan ekonomi dari hasil ternak sapi yang dipelihara karena dapat meminimalisir kegagalan dalam proses kawin suntik sapi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD). Kegiatan pengabdian ini dapat berjalan dengan dan baik baik. Hal tersebut dilihat dari antusiame masyarakat yang tinggi dalam bertanya terkait problematika yang dihadapi selama memelihara sapi. Selain itu dampak lain yaitu masyarakat dapat memanfaatkan bahan-bahan yang ada di sekitar untuk membuat fermentasi pakan ternak sapi.
ANALISIS MISKONSEPSI SISWA PADA BILANGAN BERPANGKAT DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF SISWA DENGAN MENGGUNAKAN CERTAINTY OF RESPONSE INDEX (CRI) Rixsa Pramudya Galistiani; Ulum Fatmahanik
AL-THIFL : Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 3 No. 1 (2023): Pengembangan Literasi Bahasa dan Matematika di Jenjang Pendidikan Dasar
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/thifl.v3i1.1591

Abstract

Miskonsepsi adalah suatu konsepsi seseorang yang tidak sesuai dengan konsep ilmah yang diakui oleh pada ahli. Miskonsepsi biasanya diartikan sebagai suatu konsepsi atau struktur kognitif yang melekat dengan kuat dan stabil dibenak siswa yang sebenarnya menyimpang dari konsepsi yang dikemukakan para ahli. Sehingga miskonsepsi itu sangat erat berkaitan dengan gaya kognitif yang dimiliki seseorang. Dari bermacam kecenderungan–kecenderungan dalam belajar mereka bisa diidentifikasi serta setelah itu dikelompokan apakah anak tersebut termasuk gaya kognitif field independent (cenderung memiliki pandangan sendiri) ataukah field dependet (pandangan bergantung pada lingkungan). Penelitian ini bertujuan untuk (1) Untuk mengetahui miskonsepsi siswa pada materi bilangan berpangkat dan penyebabnya pada siswa SD Ma’arif Ponorogo dengan gaya kognitif Field Independent. (2) Untuk mengetahui miskonsepsi siswa pada materi bilangan berpangkat dan penyebabnya pada siswa SD Ma’arif Ponorogo dengan gaya kognitif Field Dependent. Untuk menjawab permasalahan diatas, maka penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Ma’arif Ponorogo. Subjek penelitian terdiri dari 2 siswa dengan gaya kognitif dan 2 siswa dengan gaya kognitif subjek dipilih berdasarkan hasil tes diagnostik miskonsepsi. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik angket, tes dan wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan analisis data ditemukan bahwa Miskonsepsi siswa field independent dan field dependent berupa miskonsepsi pada konsep awal bilangan berpangkat yang dimana siswa mengalikan bilangan pokok dengan bilangan eksponennya. Penyebab miskonsepsi yang dialami subjek ada dua faktor, yaitu siswa dan guru. Miskonsepsi yang disebabkan oleh siswa adalah karena pemikiran asosiatif dan pengalaman belajar siswa yang kurang menjadi salah satu penyebab miskonsepsi sehingga membuat siswa lupa dalam beberapa materi. Sedangkan faktor peyebab miskonsepsi yang disebabkan oleh guru adalah kurangnya penekanan materi pada siswa
The impact of online learning toward social skills of prospective teachers with different thinking styles Fauzi, Mohamad Nur; Hadi, Sofwan; Fatmahanik, Ulum
Beta: Jurnal Tadris Matematika Vol. 16 No. 2 (2023): Beta November
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/betajtm.v16i2.503

Abstract

[English]: This article discusses the impact of an online learning using Edmodo application on prospective teachers’ (PTs) social skills based on their thinking styles. A quasi-experimental research was used to examine the impact. Social skill and thinking style questonannires were administered to 100 PTs. The data were analysed using analyis of variances (Anova). The results show that PTs’ social skills with four thinking styles: concrete sequential (CS), abstract sequential (AS), concrete random (CR) and abstract random (AR) through the online learning are better than using a direct learning. Moreover, PTs’ social skills within each thinking style do not show any difference. However, in the direct learning, PTs’ social skills with abstract random thinking are better than PTs’ with abstract sequential. [Bahasa]: Artikel ini membahas pengaruh model pembelajaran online dengan aplikasi Edmodo terhadap keterampilan sosial mahasiswa calon guru berdasarkan gaya berpikir. Penelitian kuantitatif dengan jenis eksperimen semu digunakan untuk menguji pengaruh tersebut. Pengumpulan data menggunakan angket yaitu angket keterampilan sosial dan angket karakteristik gaya berfikir yang diberikan kepada 100 calon guru. Uji Anova digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keterampilan sosial mahasiswa calon guru dengan empat gaya berpikir: sekuensial konkret (CS), sekuensial abstrak (AS), acak konkret (CR), dan acak abstrak (AR) yang menggunakan pembelajaran online edmodo lebih baik daripada pembelajaran langsung. Selain itu, keterampilan sosial mahasiswa calon guru pada masing-masing karakteristik gaya berpikir saat pembelajaran online tidak berbeda. Namun, pada pembelajaran langsung, keterampilan sosial calon guru dengan gaya berfikir acak abstrak lebih baik daripada sekuensial abstrak.
Development of a Supplementary Geometry Book Integrating Realistic Mathematics Education and Reog Ponorogo Ethnomathematics to Improve Elementary Students’ Numeracy Literacy Fatmahanik, Ulum; Afifah, Anis; Fauziah, Hanin Niswatul; David, Martinez
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 12, No 1 (2025): June 2025
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v12i1.20103

Abstract

AbstractThis study presents the development of a supplementary geometry book for elementary students by integrating Reog Ponorogo ethnomathematics into the Realistic Mathematics Education (RME) approach to enhance numeracy literacy. The research employed a Research and Development (R&D) methodology using the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Validation instruments involved expert evaluations in content, pedagogy, media, and language, alongside practicality questionnaires and numeracy literacy assessments. The developed book achieved high validity across expert domains: 89.8% (content), 91% (media), 94% (learning), and 90% (language). Student response also indicated high practicality (82.3%). A one-sample t-test and N-gain analysis showed a significant improvement in numeracy literacy, with an N-gain score of 0.6461 (categorized as moderate), reflecting a “quite effective” level. These findings suggest that incorporating ethnomathematical elements from local culture within an RME framework can provide meaningful, contextual learning experiences and foster mathematical understanding in early-grade students.Keywords: supplementary books, realistic mathematics education, ethnomathematics, numeracy literacy.AbstrakPenelitian ini menyajikan pengembangan buku suplemen geometri untuk siswa sekolah dasar dengan mengintegrasikan etnomatematika Reog Ponorogo ke dalam pendekatan Pendidikan Matematika Realistik (RME) untuk meningkatkan literasi numerasi. Penelitian ini menggunakan metodologi Penelitian dan Pengembangan (R&D) dengan menggunakan model ADDIE (Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, Evaluasi). Instrumen validasi melibatkan evaluasi ahli dalam konten, pedagogi, media, dan bahasa, di samping kuesioner praktikalitas dan penilaian literasi numerasi. Buku yang dikembangkan mencapai validitas tinggi di seluruh domain ahli: 89,8% (konten), 91% (media), 94% (pembelajaran), dan 90% (bahasa). Respon siswa juga menunjukkan kepraktisan tinggi (82,3%). Uji-t satu sampel dan analisis N-gain menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam literasi numerasi, dengan skor N-gain sebesar 0,6461 (dikategorikan sebagai sedang), yang mencerminkan tingkat "cukup efektif". Temuan ini menunjukkan bahwa menggabungkan unsur-unsur etnomatematika dari budaya lokal dalam kerangka RME dapat memberikan pengalaman belajar yang bermakna dan kontekstual serta menumbuhkan pemahaman matematika pada siswa kelas awal.Kata kunci: buku suplemen, realistic mathematics education, etnomatematika, literasi numerasi.