Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Eksplorasi Aktivitas Antimikroba Bakteri Endofit Daun Betadine (Jatropha multifida L.) terhadap Patogen Staphylococcus aureus Arfiandi, Arfiandi; Fadjria , Neri; Nofita, Dewi; Rahmadini, Mutia
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 8 Nomor 3 (2025)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v8i3.899

Abstract

Background: Antibiotic resistance has spurred the exploration of novel antibacterial agents, including endophytic bacteria from medicinal plants like Jatropha multifida L. (Betadine leaves), traditionally used as antiseptics. Objective: To assess the antibacterial activity of endophytic bacterial isolates from Betadine leaves against Staphylococcus aureus. Methods: A laboratory-based experimental study employing the paper disc diffusion method. Endophytic isolates were cultured in Nutrient Broth, and centrifuged supernatants were tested for inhibition zones compared to positive (chloramphenicol) and negative (Na.CMC) controls. Results: The endophytic isolate produced a 16.11 mm inhibition zone (moderate activity), while chloramphenicol showed 27.63 mm (strong activity). No inhibition was observed in the negative control. Conclusion: Endophytic bacteria from Betadine leaves exhibit potential as natural antibacterial agents, though their efficacy is lower than standard antibiotics. Further development requires active compound characterization and toxicity studies.
Analisis kadar amilosa pada pati jagung manis (Zea Mays L. Var. Saccharata) secara spektrofotometri UV-Vis Fadjria, Neri; Arfiandi, Arfiandi; Auliyah, Nabila Dhiyaul
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 7 Nomor 2 (2024)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v7i2.494

Abstract

Sweet Corn Starch (Zea mays L. var. saccharata) is composed of two fractions: amylose and amylopectin. The determination of amylose content in Sweet Corn Starch is carried out using the spectrophotometric method. This method employs a 2% iodine solution as a reagent, which reacts with starch to generate a coloured solution that can be measured using a spectrophotometer. The amylose content is quantified through visible spectrophotometry, resulting in a regression equation of y ̂ = 0.006 + 25.2x, with a coefficient of determination (R2) = 0.998 and a correlation coefficient (r) = 0.9989. The amylose content in Sweet Corn Starch is determined to be 28.65%, whereas the amylopectin content is found to be 71.35%. Furthermore, the analysis provides additional parameters: Standard Deviation (SD) = ± 0.0044, Detection Limit (BD) = 0.0005 mg/ml, and Quantity Limit (BK) = 0.0018 mg/ml. These parameters offer valuable insights into the quality and properties of the sweet corn starch sample.
AROMATIK LITERASI: REVITALISASI RUMAH BACA FLC SEBAGAI CREATIVE HUB ATSIRI UNTUK KEWIRAUSAHAAN GEN Z Fadjria, Neri; Afryandes, Amelya; Elfasyari, Trie Yuni; Fathurrahman, Fathurrahman; Adha, Jaya
Taroa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Januari
Publisher : LPPM IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/taroa.v5i1.6489

Abstract

Pascapandemi COVID-19 fungsi utama Rumah Baca FLC mengalami penurunan, sehingga perlu adanya revitalisasi untuk menarik kembali Gen Z dalam melakukan kegiatan aplikatif dan bernilai ekonomi. Program pengabdian "Aromatik Literasi" bertujuan melakukan revitalisasi rumah baca FLC menjadi Creative Hub Atsiri dengan memanfaatkan potensi tanaman aromatik lokal, seperti sereh wangi menjadi minyak atsiri bernilai ekonomi tinggi. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan 30 peserta, meliputi pengembangan kebun percontohan tanaman aromatik, instalasi mini laboratorium distilasi uap sederhana, dan mengadakan pelatihan komprehensif dari budidaya, distilasi, hingga produk turunan. Hasil program memperlihatkan berdasarkan pre-test dan post-test bahwa transfer pengetahuan mengalami peningkatan dengan skor teknis sebesar lebih dari 100% . Selain itu, FLC kini memiliki fasilitas distilasi permanen yang mampu memproduksi minyak atsiri batch awal dengan rendemen 1.5% dari Sereh Wangi. Program ini efektif mengubah FLC menjadi pusat edukasi, produksi, dan inkubator kewirausahaan yang dinamis, menumbuhkan kemandirian ekonomi Gen Z berbasis sumber daya alam lokal.
PELATIHAN PEMBUATAN KERIPIK PISANG COKLAT UNTUK MENINGKATKAN EKONOMI KREATIF MAHASISWA Fadjria, Neri; Claudia Wardani, Rizqi
Taroa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Januari
Publisher : LPPM IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/taroa.v5i1.6550

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi masyarakat Kampung Arar melalui pelatihan pembuatan keripik pisang coklat berbasis potensi lokal. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh melimpahnya hasil panen pisang yang belum dimanfaatkan secara optimal serta rendahnya nilai jual pisang segar di pasaran. Pelatihan dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yaitu sosialisasi mengenai pemberdayaan masyarakat dan peluang usaha, demonstrasi langsung proses pembuatan keripik pisang coklat, dan pendampingan branding serta pengemasan produk. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengolah pisang menjadi produk bernilai tambah, terbentuknya prototype keripik pisang coklat, serta meningkatnya minat berwirausaha di kalangan peserta. Program ini juga memperkuat ekonomi kreatif masyarakat dengan memanfaatkan inovasi produk kuliner sederhana yang memiliki potensi pasar luas. Secara keseluruhan, kegiatan ini mampu mendorong kemandirian ekonomi keluarga dan membuka peluang terbentuknya UMKM baru berbasis potensi lokal.