Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PROSES PERAWATAN BADAN KAPAL TERHADAP KOROSI DENGAN MENGGUNAKAN METODE COATING DI WORKSHOP PT. DOK & PERKAPALAN KODJA BAHARI (PERSERO) CIREBON Hendi Herdiyana; Asep Rachmat
Seminar Nasional Teknologi dan Multidisiplin Ilmu (SEMNASTEKMU) Vol 1 No 1 (2021): SEMNASTEKMU
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/semnastekmu.v1i1.97

Abstract

Kegiatan reparasi kapal adalah hal penting yang harus dilakukan secara rutin dan terjadwal untuk memastikan setiap kapal bisa berlayar dan beroperasi dengan baik sehingga tujuan untuk membawa orang atau mengirim barang-barang dapat berjalan lancar. Pengecatan adalah salah satu hal sangat penting pada reparasi lambung kapal. Hal ini dilakukan untuk menghindari plat dari karat atau korosi. Kajian ini dihitung untuk menghitung konsumsi cat pada reparasi lambung kapal dimana hal ini sangat bermanfaat bagi pemilik kapal, bagi galangan pembangun maupun para kontraktor yang berkecimpung pada kegiatan reparasi lambung kapal. Pada kajian ini mengambil stadi kasus reparasi perawatan badan kapal terhadap korosi dengan menggunakan metode coating pada kapal KM Sriwijaya Makmur, dilakukan dengan menghitung/estimasi konsumsi cat yang digunakan, sehingga diperoleh hasil: kebutuhan cat pada reparasi lambung (pengecatan ulang) KM Sriwijaya Makmur adalah 8 kaleng (20) pada pengecatan bottom, 4 kaleng (20) pada pengecatan bottop, 7 kaleng (20) pada pengecatan topside, serta 6 kaleng pada water deck dan uper deack.
RANCANG BANGUN ALAT PENGERING KERUPUK UBI UNGU UNTUK MENINGKATKAN KAPASITAS PRODUKSI Whydiantoro; Engkos Koswara; Budiman; Asep Rachmat
Jurnal Ilmiah Teknologi Infomasi Terapan Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Widyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33197/jitter.vol11.iss2.2025.2415

Abstract

The raw cracker dryer is designed against several problem identifications found in the surrounding environment so that it can be utilised and used as effectively and efficiently as possible, the tool made takes less than 50 minutes as a whole in the roasting room to reach a temperature of more than 43°C streamline the time and place of heating crackers. In this research, it will be studied how to design a purple sweet potato cracker dryer that suits the needs of the community, which does not require excessive electrical energy. Because the capacity of electrical energy owned by umkm is very limited at a maximum of 900 VA. The heating device is designed with the main frame using Stinles Steel 400 can also be called hollow iron connected with a welding process with a size of 1200 mm long, 700 mm wide, 900 mm high and the distance between the pans is 300 mm. The test results show that the heating device takes less than 60 minutes as a whole in the heating chamber to reach a temperature of more than 43°C.
Design Of A Coconut Shell Charcoal Briquette Mixer Machine With A Capacity Of 50kg Asep Rachmat; Gilang dwi Saputra; Alwi Albaar
J-ENSITEC (Journal of Engineering and Sustainable Technology) Vol. 12 No. 02 (2026): June 2026
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/j-ensitec.v12i02.17946

Abstract

Coconut shell waste has not been optimally utilized, despite its potential to be processed into charcoal briquettes with higher economic value. One of the critical stages in briquette production is the mixing process, which requires an efficient and reliable mixing system to ensure homogeneity. This study aims to design a coconut shell charcoal briquette mixer machine with a capacity of 50 kg. The design methodology includes determining the mixer drum capacity, frame dimensions, and shaft specifications, followed by mechanical analysis to evaluate the torsional load acting on the shaft. Simulation analysis was conducted to assess the structural performance of the machine. The results indicate that the maximum stress due to torsional loading is 1.714 × 10⁵ Pa, while the resulting deformation is 3.306 × 10⁻⁵ m. These results demonstrate that the designed mixer machine meets the required safety criteria and is capable of operating effectively in the briquette mixing process. The proposed design is expected to improve efficiency and consistency in coconut shell charcoal briquette production.
Pelatihan Dan Pendampingan Digitalisasi Persuratan Desa Kepuh Untuk Meningkatkan Efisiensi Layanan Administrasi Harun Sujadi; Dony Susandi; Engkos Koswara; Budiman Budiman; Whydiantoro Whydiantoro; Ardi Mardiana; Ade Bastian; Asep Rachmat; Dipa Subandi; Tsaqib Ilham Nur; Jujun Badrujaman
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v7i3.15985

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Kepuh, Kecamatan Lemahsugih, Kabupaten Majalengka, dengan tujuan mengatasi permasalahan layanan administrasi desa yang selama ini masih dilakukan secara manual. Permasalahan utama yang dihadapi adalah keterbatasan akses layanan karena warga harus datang langsung ke kantor desa, proses birokrasi yang panjang, risiko kehilangan arsip fisik, serta keterampilan digital aparatur yang masih perlu ditingkatkan. Solusi yang ditawarkan adalah penerapan sistem digitalisasi persuratan berbasis web yang memungkinkan warga mengajukan permohonan surat secara daring. Sistem ini dilengkapi fitur login menggunakan email, autentikasi identitas dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan verifikasi selfie dengan KTP, serta persetujuan dokumen melalui tanda tangan digital. Metode pelaksanaan meliputi survei lapangan, studi literatur, identifikasi kebutuhan, perencanaan sistem, instalasi aplikasi, sosialisasi, pelatihan, serta evaluasi keberlanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan efisiensi pelayanan, transparansi administrasi, serta kepuasan warga yang lebih tinggi terhadap kinerja aparatur desa. Aparatur desa juga mengalami peningkatan keterampilan digital setelah mengikuti pelatihan, sehingga sistem dapat dikelola secara mandiri. Selain manfaat teknis, kegiatan ini juga mendorong partisipasi masyarakat dalam mendukung inovasi layanan publik berbasis teknologi. Program ini diharapkan dapat menjadi model penerapan Smart Village yang berkelanjutan, mendukung tata kelola desa yang lebih efektif, serta dapat direplikasi di desa lain dengan kondisi serupa.