Hak, Pendais
Unknown Affiliation

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PERKEMBANGAN INDUSTRI SARUNG TENUN PADA MASYARAKAT DI KELURAHAN SULAA KECAMATAN BETOAMBARI KOTA BAUBAU Indriani, Noni; Hak, Pendais
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jpps.v5i1.14094

Abstract

ABSTRACT: The main problem in this journal is how the development of the woven sarong industry in Sulaa Village, Betoambari District, Baubau City, and how the social and economic impacts of woven sarongs on the community in Sulaa Village, Betoambari District, Baubau City. This research method is a qualitative descriptive research method. The data collection techniques used were observation, interview and documentation. The data analysis used in this study is to summarize data, present data, and draw conclusions. The results showed that: (1) The weaving sarong in Sulaa Subdistrict, Betoambari District, Baubau City has experienced a small part of the development both in terms of equipment and materials used, in terms of motifs, weaving craftsmen, to marketing of woven sarongs, (2) woven sarongs have an impact social and economic impacts on people's lives. The resulting social impact is the woven sarong as self-identity and social stratification in society. Meanwhile, the resulting economic impact is that Sulaa is used as a tourist destination for colorful weaving villages that can increase the income of weaving craftsmen.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SEJARAH MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH PADA SISWA KELAS 〖XI〗^B IPS DI SMA NEGERI 2 PARIGI Indomanan, Nurfardila; Mursidin T, Mursidin T; Hak, Pendais
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jpps.v3i1.13170

Abstract

ABSTRAK: Tujuan dari penelitian ini yaitu Untuk meningkatkan aktivitas mengajar guru Sejarah kelas IPS di SMA Negeri 2 Parigi melalui model pembelajaran kooperatif Tipe Make A Match. Untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran Sejarah di kelas IPS di SMA Negeri 2 Parigi model pembelajaran kooperatif Tipe Make A Match. Untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Sejarah di kelas IPS di SMA Negeri 2 Parigi melalui model pembelajaran kooperatif Tipe Make A Match. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif Make A Match. Penelitian ini dilaksanakan dua siklus. Penelitian ini terdiri dari beberapa tahap, yaitu: (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan, (3) Pengamatan, (4) Refleksi. Subyek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas IPS SMA Negeri 2 Parigi dengan jumlah siswa 21 peserta didik, yang terdiri dari 15 peserta didik laki-laki dan 6 peserta didik perempuan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan peningkatan pada aktivitas mengajar guru, aktifitas belajar siswa dan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II. Aktivitas mengajar guru pada siklus I mencapai persentase keberhasilan 64,28% meningkat pada siklus II menjadi 92,85%, aktifitas belajar siswa dari siklus I mencapai persentase keberhasilan 54,54% meningkat pada siklus II dengan persentase keberhasilan mencapai 90,90%, kemudian hasil belajar siswa dari siklus I mencapai persentase ketuntasan yang diperoleh 47,61%, pada siklus II meningkat dengan persentase ketuntasan 85,71% atau sebanyak 18 dari 21 siswa yang tuntas (mencapai nilai KKM) secara individual dengan mendapat nilai ≥75. Kata Kunci: Kooperatif Tipe Make A Match, Hasil Belajar SiswaABSTRAC: The purpose of this study is to improve teaching activities of the class history teacher (XI) ^ B IPS in SMA Negeri 2 Parigi through the cooperative learning model Type Make A Match. To increase student learning activities on the history subject in class (XI)^ B IPS in SMA Negeri 2 Parigi Cooperative learning model Type Make A Match. To improve student learning outcomes in the subject of History in the class (XI) ^ B IPS in SMA Negeri 2 Parigi through the cooperative learning model Type Make A Match. This type of research is Classroom Action Research (CAR) by applying the Make A Match cooperative learning model. This research was conducted in two cycles. This research consists of several stages, namely: (1) Planning, (2) Implementation, (3) Observation, (4) Reflection. The subjects of this study were the teacher and students of class XI IPS B Public High School 2 Parigi with a total of 21 students, consisting of 15 male students and 6 female students. Based on the results of the study showed an increase in teacher teaching activities, student learning activities and student learning outcomes from cycle I to cycle II. Teacher teaching activities in the first cycle reached a percentage of success 64.28% increased in the second cycle to 92.85%, student learning activities from the first cycle reached a percentage of success 54.54% increased in the second cycle with a percentage of success reaching 90.90%, then student learning outcomes from the first cycle reached the percentage of completeness obtained 47.61%, in the second cycle increased with a percentage of completeness 85.71% or as many as 18 of 21 students who completed (reaching KKM scores) individually by getting a value of ≥75.Keywords: Cooperative Type Make A Match, Student Learning Outcomes 
ADAT PERKAWINAN SUKU MORONENE DI DESA LANGKEMA DALAM PERSPEKTIF SEJARAH Darmayanti, Dila; Hak, Pendais
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 6, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jpps.v6i1.19228

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah: Untuk menjelaskan proses pelaksanaan, perubahan dan nilai adat perkawinna Suku Moronene di Desa Langkema Kecamatan Kabaena Selatan Kabupaten Bombana dalam perspektif sejarah. Jenis penelitian ini adalah penelitian sejarah dengan pendekatan antropologis, metode yang digunakan adalah metode sejarah yang terdiri atas (heuristik), verifikasi data, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Proses pelaksanaan adat perkawinan Suku Moronene di Desa Langkema terdiri dari 3 tahap yaitu: 1) Podioha ninyapi (pelamaran), dalam tahap ini terbagi menjadi 2 bagian yang pertama, modio hartia (menyampaikan maksud) dan kedua mongapi (melamar). 2) Pontangkia hamopompetukanaiha (membawa bahan makanan dan penanyaan). Tahap ini terbagi menjadi 4 bagian, yang pertama waktu pelaksanaan pontangkia, kedua pontangkia (membawa bahan makanan), ketiga pompetukanaiha (penanyaan), keempat totolea (penentuan mahar). Dan terakhir tahap ke 3) Lumanga (penyerahan mahar adat/benda adat), tata cara pelaksanaan lumanga, pertama morongo kompe, kedua mesua bolo raha (masuk dalam rumah pengantin perempuan), ketiga montunu peahu (membakar rokok), keempat tuduako langa (penyerahan benda adat), kelima akad nikah, keenam molangarako (membawa pengantin perempuan kerumah pengantin pria) dan terakhir mohuletako alo (pasangan pengantin kembali kerumah pengantin perempuan).  2). Perubahan adat perkawinan Suku Moronene di Desa Langkema yaitu: (a) Disepakati adanya Rumpantole (adat dipersingkat) yaitu Pompetukanaiha dan Lumanga dapat dilaksanakan dalam waktu/hari yang sama. Sedangkan sebelumnya antara Pompetukanaiha dan Lumanga jarak waktunya sampai 7 tahun. (b) Pada saat Modio Ninyapi ada bungkusan yang ditampilkan. Bungkusan tersebut memakai kertas putih polos yang ikatannya terbuat dari daun agel yang diberi warna kasumba merah, setelah diadakannya seminar tahun 2006 kesepakatan itu dirubah, bungkusan yang diikat pakai daun agen itu dirubah dengan menggunakan benang wol berwarna merah.  3). Nilai-nilai yang terkandung dalam adat perkawinan Suku Moronene di Desa Langkema adalah: (1) Nilai religius (agama) adalah suatu nilai yang terkait dengan keberadaan manusia itu sebagia hamba Allah. (2) Nilai kekeluargaan yaitu setiap kegiatan yang melibatkan keluarga melalui kerja sama. (3) Nilai pendidikan yaitu nilai yang dapat meningkatkan kecerdasan dalam meraih sukses. (4) Nilai estetika yaitu dipandang dari segi keindahan. Kata Kunci: Perkawinan, Masyarakat dan Sejarah. ABSTRACT: The objectives of this study are: To explain the process of implementation, change and the customary values of the Moronene tribe of marriage in Langkema Village, Kabaena Selatan District, Bombana Regency from a historical perspective. This type of research is historical research with an anthropological approach, the method used is the historical method consisting of (heuristics), data verification, and historiography. The results showed that: 1) The process of implementing the Moronene tribe's marriage customs in Langkema Village consists of 3 stages, namely: 1) Podioha ninyapi (application), in this stage it is divided into 2 parts, the first, modio hartia (conveying intent) and the second mongapi (apply). 2) Pontangkia hamopompetukanaiha (bring groceries and questions). This stage is divided into 4 parts, the first is the pontangkia implementation, the second is the pontangkia (bringing food ingredients), the third is pompetukanaiha (questions), the fourth is totolea (determining the dowry). And finally the third stage) Lumanga (handover of a customary dowry / customary object), the procedure for implementing the lumanga, first morongo kompe, second mesua bolo raha (entering the house of the bride), third montunu peahu (burning cigarettes), fourth tuduako langa (submission customary objects), the five marriage contracts, the six molangarako (bringing the bride to the groom's house) and finally the mohuletako alo (the bride and groom returning to the bride's house). 2). Changes in the marriage custom of the Moronene Tribe in Langkema Village, namely: (a) It is agreed that a Rumpantole (abbreviated tradition), namely Pompetukanaiha and Lumanga, can be carried out within the same time / day Whereas previously between Pompetukanaiha and Lumanga the time gap was up to 7 years. (b) At the time of Modio Ninyapi a package was displayed. The package used plain white paper tied with agel leaves colored with red kasumba. After the 2006 seminar the agreement was changed, the package tied with agent leaves was changed using red wool yarn. 3). The values contained in the marriage customs of the Moronene Tribe in Langkema Village are: (1) Religious value (religion) is a value related to human existence as a servant of God. (2) Family values, namely any activity that involves the family through cooperation. (3) The value of education is the value that can increase intelligence in achieving success. (4) Aesthetic value, namely in terms of beauty.  Keywords: Marriage, Society and History.
PENGARUSUTAMAAN GERAKAN MODERASI BERAGAMA PADA ORGANISASI KEPEMUDAAN DI KOTA KENDARI Hak, Pendais; abas, muh.; Marhini, la Ode; Rohani, siti
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 6, No 4 (2021): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jpps.v6i4.21804

Abstract

Keanekaragaman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara  merupakan ”Anugrah” yang maha indah yang patut disyukuri. Namun demikian, hasil observasi dan riset para peneliti menunjukan bahwa keanekaragaman tersebut berpotensi memicu konflik di kota Kendari misalnya masih adanya penolakan pembangunan rumah ibadah kelompok minoritas, intimidasi dan penghakiman pada kelompok dan aliran tertentu, pelecehan agama tertentu baik secara verbal maupun melalui media social, munculnya komunitas-komunitas sektarian baru berbasis etnis, dan munculnya kelompok new puritanisme Islam dan kelompok politik Islam. Oleh karena itu, tujuan pelaksanaan kegiatan ini Pertama, mengidentifikasi tantantangan moderasi beragama serta membangun basis pengetahuan dan komitmen organisasi kepemudaan berbasis keagamaan dan Etnik dalam memahamkan konsep dan strategi moderasi beragama di Kota Kendari. Kedua, merancang strategi gerakan dan kolaborasi kelompok umat beragama dan organisasi berbasis etnik dalam melakukan reideologisasi dan internalisasi “Moderasi Beragama” khususnya pada kawasan rentan konflik di Kota kendari. Ketiga, Mengawal pelaksanaan/implementasi gerakan “Moderasi Beragama” dalam menguatkan kerukunan dan pencegahan radikalisme di Kota kendari. pelaksanan kegiata ini dalam bentuk workshop dan pendampingan. Workshop dilaksanakan selama 3 hari dengan pola dialog. Setelah pelaksanaan workshop, dilanjutkan dengan pendampingan dalam bentuk kolaborasi Ormas/OKP dalam mengawal tindak lanjut (TL) hasil workshop secara berkelanjutan selama tahun 2021. Hasil dari workshop ini menunjukan bahwa (1) tantangan moderasi beragama yaitu adanya sikap yang tidak saling menghargai karena perbedaan keyakinan dan aliran, komitmen kebangsaan anak-anak muda yang mengalami degradasi, dan kecendurungan meninggalkan peran budaya dan kearifan local, (2) Strategi yang dirumuskan yaitu; pertama, penguatan nilai-nilai kebangsaan, kedua penguatan pemahaman keagamaan. Ketiga penguatan nilai-nilai kearifan lokal, dan (3) pada aspek tindak lanjut yang dilakukan antara lain pertama Membangun budaya dialog secara berkala. Kedua,  Membangun wadah bersama sebagai pusat pertemuan baik organisasi informal maupun di media sosial. Ketiga mengoptimalkan road show kerukunan.
MEMBANGUN KERUKUNAN ANTAR MASYARAKAT TRANSMIGRAN JAWA DENGAN MASYARAKAT LOKAL DI DESA LAEYA KECAMATAN WAKORUMBA UTARA Busri, Busri; Hak, pendais
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 6, No 3 (2021): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jpps.v6i3.23052

Abstract

ABSTRAK: penelitian ini bertujuan untuk (1) Untuk menjelaskan latar belakang adanya modal sosial dalam membangun kerukunan masayarakat suku Jawa dengan masyarakat lokal di UPT Laeya Kecamatan Wakorumba Utara Kabupaten Buton Utara. (2) Untuk mendekskripsikan fungsi dan peran modal sosial masing-masing etnik membangun kerukunan masyarakat di UPT Laeya Kecamatan Wakorumba Utara Kabupaten Buton Utara. (3) Untuk mengetahui Pola Interaksi Antara Masyarakat Lokal dan Masyarakat Pendatang (Suku Jawa) di UPT Laeya dalam Membangun Hubungan Harmonis. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi, teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan pengamatan. Analisis data dilakukan melalui model interaktif yang terdiri dari 1) reduksi, 2) penyajian data, 3) penarikan kesimpulan. Validitas, data yang terdiri dari 1) Kepercayaan, 2) Transferabilitas, 3) Dependabilitas, 4) Konfirmabilitas dan Triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa modal sosial yang terjadi antara masyarakat lokal dan masyarakat pendatang di UPT Laeya berjalan dengan harmonis, dimana masyarakat lokal dan masyarakat pendatang lebih mengutamakan hubungan dalam hal kerja sama. Tidak ada diskrimasi dalam interaksi sosial yang terjadi. Terdapat banyak bentuk interkasi sosial yang terjadi antara masyarakat lokal dan masyarakat pendatang di UPT Laeya Kecamatan Wakorumba Utara Kabupaten Buton Utara, diantaranya adalah membangun masjid, membuka lahan baru, pesta penen serta membantu diacara hajatan. Semua ini dilakukan secara bersama-sama dengan tujuan untuk mempererat persaudaraan antara masyarakat lokal dan masyarakat pendatang di UPT Laeya. Tidak ditemukan sama sekali kendala dalam interaksi sosial yang terjadi antara masyarakat lokal dan masyarakat pendatang di UPT Laeya Kecamatan Wakorumba Utara Kabupaten Buton Utara. Hal ini dikarenakan pada dasarnaya baik masyarakat lokal dan masyarakat pendatang telah paham bagaimana cara bermasyarakat yang baik. Â