Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Kontrol Diri dan Impulsive Buying Remaja (Studi Pada Pengguna Tiktokshop) Khairiyah, Miftahul
Jurnal Humanipreneur Vol 2 No 3 (2023): Jurnal Humanipreneur
Publisher : Ikatan Dosen Katolik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53091/hum.v2i3.47

Abstract

Impulsive buying is a person's behavior when they buy something without planning or spontaneously. This research uses quantitative methods to explain the role of self-control on impulsive buying in teenagers through Tiktokshop media. The sample in this study amounted to 154 respondents, the sampling technique used was purposive sampling and snowball sampling. The measuring instrument used in this research uses two variables, namely self-control compiled by Tangney et al., the purchasing section compiled by Verplanken & Herabadi (2001). The research results show that there is a negative and significant influence of self-control on impulsive buying among teenage TikTok users, and vice versa. Self-control plays a role in impulse buying by 2.7%.
CARING ANTAR PERAWAT DI RUMAH SAKIT PENDIDIKAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA Khairiyah, Miftahul; mayasari, putri; Maurissa, Andara
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawat berperan sangat penting dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas kepada pasien, terutama menerapkan perilaku caring selama memberikan pelayanan kesehatan. Perilaku caring tidak hanya diberikan kepada pasien, tetapi ditujukan juga kepada perawat atau rekan kerja lainnya untuk menciptakan kerjasama dalam melakukan asuhan keperawatan. Tidak optimalnya perilaku caring kepada perawat disebabkan oleh adanya beban kerja sehingga menimbulkan stress kerja yang tinggi. Tingkat stress kerja yang tinggi pada perawat dapat mempengaruhi perilaku caring yang ditunjukkan khususnya pada sesama teman perawat. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran caring antar perawat di Rumah Sakit Pendidikan Universitas Syiah Kuala. Jenis penelitian adalah kuantitatif, dengan desain deskriptif. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisa data yaitu analisa univariat. Populasi penelitian yaitu seluruh perawat yang bekerja di Rumah Sakit Pendidikan Universitas Syiah Kuala yang berjumlah 36 orang.Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa caring antar perawat di Rumah Sakit Pendidikan Universitas Syiah Kuala berada pada kategori baik (77,7%) dengan kesimpulan subvariabel caring antar perawat melalui membantu dan mendukung (83,3%), caring antar perawat dengan menghargai (69,4%), dan caring antar perawat dalam mengakui caring yang tidak dihargai (75%). Saran bagi tempat penelitian yaitu pihak manajemen rumah sakit diharapkan dapat terus memotivasi serta memberikan reinforcement positif terkait caring perawat.
Analysis of Pros and Cons of New Province Expansion in Papua Afisa, Afisa; Habibullah, Akhmad; Khairiyah, Miftahul; Widodo, Agus Setio
Humanus Vol 23, No 2 (2024)
Publisher : Pusat Kajian Humaniora FBS Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/humanus.v23i2.124397

Abstract

This study aims to examine the analysis of mass media coverage sentiment about the division of a new province in Papua. Using qualitative analysis with Q-DAS software, namely Nvivo 12Plus, this research collects data from online news and previous research related to the expansion of the Papua Province. The results show that there are pro and contra sentiments, where activists and citizens are more critical of it and reject it, while the government is more supportive of it. This analysis also uncovers various narratives in the media that highlight the potential benefits of regional expansion, such as development, better public services, and preserving local culture. However, there are also concerns about financial and economic inefficiencies and a lack of representation of indigenous people's voices. Relations between the different actors are complex, with decentralization principles governing interactions between the central government and the newly created local governments. This research emphasizes the need for a thorough evaluation, considering social, economic, political, and cultural impacts, and involving all relevant stakeholders in the decision-making process.
A PENILAIAN KINERJA FISIK SUNGAI SEBAGAI UPAYA PERBAIKAN BADAN SUNGAI : (Studi Kasus: Desa Betung Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu) Khairiyah, Miftahul; Agoes, Herliyani Farial; Hayati, Fitriani
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol. 20 No. 1 (2025): Menara : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jmenara.v20i1.52528

Abstract

Sungai Pahari yang terletak di Desa Betung, Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu merupakan sungai yang dapat dikatakan kurang produktif karena terjadinya berbagai kerusakan di sepanjang  sungai seperti longsor, penyempitan palung sungai, penumpukan sampah, pendangkalan, serta rusaknya prasarana sungai dan  pengelolaan sumber daya air yang kurang tepat yang mengakibatkan terjadinya pencemaran air. Sebagai upaya perbaikan diperlukan identifikasi kondisi di lapangan agar dapat menentukan arah perbaikan yang diperlukan, melalui  penilaian kinerja fisik sungai dilakukan berdasarkan Surat Edaran No. 05/SE/D/2016 tentang Operasi dan Pemeliharaan Prasarana Sungai serta Pemeliharaan Sungai. Hasil penilaian dapat disimpulkan terdapat 1000 m daerah sungai yang dikategorikan dalam rekomendasi Korektif dengan usulan perencanaan bangunan bronjong sepanjang bantaran sungai, dan 1500 m yang lain dikategorikan dalam rekomendasi Preventif dengan usulan pemeliharaan pengerukan tahunan dasar sungai, pembersihan ranting dan rumput liar, serta perbaikan prasarana sungai yang mengalami kerusakan. Pengeloaan sumber daya air yang bersumber dari sungai Pahari belum terlaksana sesuai dengan PP No. 38 Tahun 2011 Tentang Sungai namun pemerintah terus berusaha melakukan pantauan terhadap masyarakat untuk terus menjaga kelestarian dan fungsi sungai sebagaimana mestinya.
Pro dan Kontra Penerapan Sistem Informasi Partai Politik pada Pemilu 2024 di Indonesia Khairiyah, Miftahul; Rahmawati, Dian Eka; Purwaningsih, Titin
Jurnal Review Politik Vol. 12 No. 2 (2022): December
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jrp.2022.12.2.243-260

Abstract

This research looks at the Pros and Cons that occur due to the use of SIPOL in the Registration of Political Parties in the 2024 Election in the mass media. What substance is being debated and how are the actors involved? Qualitative descriptive research method by means of literature studies. The research findings show that the pros and cons involved actors, namely the election organizers of the KPU and Bawaslu, then political and election observers as well as election contestants, namely political parties. Actors who are pro against SIPOL think that this is a necessity as a modernization of political parties and elections following technological advances, while those who are against SI-POL focus on transparency and openness carried out by the KPU in presenting data so that it is more transparent to the public. Penelitian ini melihat Pro dan Kontra yang terjadi  karena pengunaan SIPOL dalam Pendaftaran Partai Politik pada Pemilu ta­hun 2024 di media masa. subtansi apa yang menjadi perdebatan dan bagai­ma­na keterlibatan para aktor. Metode Penelitian deskriptif kuali­ta­tif dengan cara studi literatur. Temuan penelitian bahwan pro kontra terjadi melibatkan aktor yaitu pihak penyelenggara Pe­mi­lu KPU dan BAWASLU kemudian pihak pengamat Politik dan Pemilu ser­ta Peserta Pemilu yaitu Partai Politik. Aktor Yang Pro tehadap SIPOL menggangap ini merupakan keharusan sebagai modernisasi Partai Politik dan Pemilu mengikuti kemajuan Teknologi sedangkan yang Kontra terhadap SI­POL menitikberatkan bagaimana transparansi dan keterbukaan yang dila­ku­kan KPU dalam menyajikan data agar lebih transparan kepada publik