Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Strategi Pengembangan Agribisnis Kopi di Kabupaten Bangka Tengah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Novandri, Ogi; karsiningsih, Eni; Astuti, Rufti Puji
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 11, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v11i1.15757

Abstract

This study aims to formulate coffee agribusiness development strategies in Central Bangka Regency and formulate priority strategies for coffee agribusiness development strategies in Central Bangka Regency. This research was conducted from November to January 2024 in Central Bangka Regency. The research method used in this research is survey. The sampling method used was purposive sampling with a sample of 30 respondents. The analysis method used descriptive qualitative and Strengths, Weakness, Opportunities, and Threats (SWOT) analysis and Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). The results showed that the overall internal factor value was 2.57 and the external factor value was 2.77. Three alternative strategies that are appropriate to be selected as the main strategy are the development of coffee agribusiness systems based on local resources and culture, utilization of environmentally friendly technology and market orientation with a TAS value of 6.31 (Rank I). Development of coffee-based integrated agribusiness in each major coffee-producing region with a TAS value of 6.09 (Rank II). Development of coffee agribusiness systems directed at increasing competitiveness through fostering improvements in the quality and appearance of coffee and processed products with a TAS value of 6.01 (Rank III).
POTENSI SOLUSI DAN PELUANG IMPLEMENTASI KONSEP AGROMARITIM MELALUI PENGGEMUKKAN KOMODITAS KEPITING BAKAU (SCYLLA SP.) DI SUB-DAERAH ALIRAN SUNGAI SELINDUNG BANGKA BELITUNG Adibrata, Sudirman; Wahidin, La Ode; Astuti, Rufti Puji
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i2.2265

Abstract

Pemberdayaan kelompok pembudidaya ikan melalui penggemukkan kepiting bakau (Scylla sp.) di Sub-DAS Selindung berpotensi dapat meningkatkan kesejahteraan pembudidaya. Oleh karena itu, diperlukan implementasi budidaya kepiting bakau berupa penggemukkan. Hal ini dapat menjadi mata rantai dari nelayan penangkap kepiting bakau, dengan rantai pasok perantara yaitu Pokdakan Kulong Kelat Sukses untuk menuju ke konsumen. Kegiatan ini bertujuan untuk mengimplementasikan konsep agromaritim melalui penggemukkan kepiting bakau yang berkelanjutan. Kegiatan ini dimulai bulan Juni hingga November 2024, bertempat di Kelompok Pembudidaya Ikan Kulong Kelat Sukses (Pokdakan KKS) Desa Pagarawan, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kegiatan ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif termasuk diseminasi dan implementasi penggemukkan komoditi kepiting bakau. Hasil menunjukkan bahwa implementasi konsep agromaritim dapat dilakukan melalui budidaya pepaya California dan penggemukkan kepiting bakau dibantu suplemen teknologi probiotik “Probio_FmUBB”. Penggunaan suplemen probiotik terbukti efektif dalam efisiensi pakan, pertumbuhan kepiting, dan hasil produksi kepiting bakau organik, serta dapat menjadi bagian integral dari implementasi konsep agromaritim. Probiotik ini dicampurkan pada pakan ikan selanjutnya diberikan ke bibit kepiting bakau di kolam. Bibit kepiting bakau ukuran 8 – 10 ekor/kg berasal dari nelayan bubu kepiting terdekat di Desa Pagarawan. Pengukuran kualitas air yang penting terutama adalah DO, pH, suhu, nitrat, fosfat dan amonia. Penggemukkan kepiting selama 2 bulan mencapai ukuran 4 – 5 ekor/kg dan dipanen secara bertahap. Penerapan suplemen teknologi probiotik perlu terus disosialisasikan dan didukung melalui program-program pemerintah yang fokus pada pengembangan sektor perikanan dan maritim. Implementasi konsep agromaritim dapat menjadi solusi model pemberdayaan yang berkelanjutan khususnya di Sub-DAS Selindung.
PENERAPAN PROBIOTIK DAN TEKNOLOGI IOT UNTUK PEMBERDAYAAN KELOMPOK PEMBUDIDAYA BERBASIS AGROMARITIM DI POKDAKAN MINA BERKAH MANDIRI, PULAU BANGKA Wahidin, La Ode; Gustomi, Andi; Astuti, Rufti Puji
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 4 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i4.2384

Abstract

Indonesia memiliki potensi besar di sektor perikanan dan pertanian, terutama melalui pendekatan agromaritim yang mengintegrasikan kedua sektor tersebut. Namun, pembudidaya ikan skala kecil menghadapi tantangan seperti keterbatasan akses terhadap teknologi dan manajemen pasar. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan probiotik Probio_FmUBB dan teknologi IoT dalam budidaya lele di Pokdakan Mina Berkah Mandiri, Desa Balunijuk. Dengan mengintegrasikan inovasi dalam akuakultur, program ini meningkatkan produktivitas, diversifikasi pendapatan, dan keberlanjutan, serta mendukung indikator kinerja perguruan tinggi. Kegiatan ini bertujuan memberdayakan Pokdakan Mina Berkah Mandiri, Desa Balunijuk, Pulau Bangka, melalui penerapan probiotik Probio_FmUBB dan teknologi Internet of Things (IoT) untuk meningkatkan efisiensi budidaya ikan lele berbasis agromaritim. Latar belakang kegiatan adalah tantangan pembudidaya ikan skala kecil dalam mengakses teknologi dan mengelola usaha secara optimal, sehingga diperlukan solusi berbasis teknologi modern. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan partisipatif yang berfokus pada pengenalan probiotik serta instalasi dan penggunaan alat IoT untuk pemantauan kualitas air. Hasil menunjukkan peningkatan kapasitas mitra dalam mengelola budidaya, dengan adanya efisiensi pakan dan pengendalian parameter air seperti suhu dan pH menjadi lebih efektif melalui sistem IoT. Selain itu, probiotik Probio_FmUBB mendukung pertumbuhan ikan yang optimal dan mengurangi biaya operasional. Kesimpulannya, penerapan probiotik dan teknologi IoT berhasil meningkatkan produktivitas, keberlanjutan usaha, dan memberdayakan masyarakat lokal dengan pendekatan berbasis teknologi yang dapat direplikasi.
Analisis Pendapatan Usahatani Sawi Caisim Pada Berbagai Pola Tanam Di Desa Balunijuk Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka Evahelda, Evahelda; Utami, IKa Tridiana; Astuti, Rufti Puji
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2024.008.03.6

Abstract

Penelitian ini bertujuan : (1) Menganalisis pola tanam sawi caisim yang ada di Desa Balunijuk Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka (2) Menghitung tingkat pendapatan petani sawi caisim dengan berbagai pola tanam di Desa Balunijuk Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2023 hingga bulan Oktober 2023 di Desa Balunijuk. Metode yang digunakan adalah metode survei. Teknik pengambilan sampel yaitu Purposive Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 32 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, kuisioner, dan observasi. Metode analisis data yang digunakan deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif dimana pendapatan pendapatan dihitung dengan rumus pendapatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Pola tanam sawi caisim yang diterapkan di Desa Balunijuk meliputi pola tanam Monokultur (sawi caisim) dengan persentase sebesar 62,5 persen dengan rata-rata luas lahan 2.050m2 dengan pengalaman usahatani rata-rata selama 10 tahun. Pada pola tanam polikultur sawi caisim-bayam diperoleh persentase sebesar 18,75 persen dengan luas lahan rata-rata sebesar 2.717m2 dan pengalaman usahatani rata-rata selama 20 tahun. Kemudian, pola tanam sawi caisim-kangkung dengan persentase sebesar 18,75 persen dengan luas lahan rata-rata sebesar 3.383m2 serta lama pengalaman usahatani rata-rata selama 20 tahun. (2) Tingkat pendapatan rata-rata petani sawi caisim dengan berbagai pola tanam di Desa Balunijuk yaitu pada pola tanam monokultur sebesar Rp 4.792.473/2 bulan termasuk kedalam golongan rendah, pola tanam polikultur (sawi caisim-bayam) sebesar Rp 5.427.722/2 bulan termasuk kedalam golongan tinggi, dan pola tanam polikultur (sawi caisim-kangkung) yaitu sebesar Rp 6.327.794/2 bulan sehingga masuk kedalam golongan pedapatan tinggi. Perbedaan tingkat pendapatan pada pola tanam disebabkan perbedaan luas lahan, hasil produksi, serta biaya produksi yang di keluarkan oleh masing-masing pola tanam.
Pemberdayaan Masyarakat dalam Penerapan Teknologi Probio_FM pada Usaha Budidaya Itik Petelur di Lahan Sekitar Pesantren Daarul Hasanah Adibrata, Sudirman; Bahtera, Novyandra Ilham; Arkan, Fardhan; Astuti, Rufti Puji
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2023): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.9.3.326-332

Abstract

The existence of pesantren today, apart from being an educational institution in the religious field, is also expected to be able to provide an example towards creativity, innovation, and entrepreneurship to students. The purpose of this service activity is to empower the application of probio_Fm technology in laying duck cultivation, transfer knowledge of laying duck cultivation, and build an entrepreneurial spirit for students and the community around the boarding school. The service method uses an active participatory approach, starting with preparation and socialization activities, training, mentoring in duck cultivation, harvesting, and data collection. Data analysis was carried out by qualitative descriptive analysis. The results show that the pesantren community has been empowered to apply probio_FM technology for duck cultivation, both through drinking water and feed. The application of probio_FM technology in the cultivation of laying ducks makes the cultivation method easy, does not cause odors around the pesantren environment, and egg productivity reaches 87.5%.
Pemanfaatan limbah tempurung kelapa untuk pembuatan asap cair menggunakan metode pirolisis: Utilization of coconut shell waste to make liquid smoke using the pyrolysis method Evahelda, Evahelda; Astuti, Rufti Puji; Aini, Sitti Nurul; Nurhadini
AGROMIX Vol 14 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/agx.v14i2.3123

Abstract

Introduction: In the Bangka Belitung Islands Province, the use of coconuts is currently limited to the fruit only. Whether consumed fresh (young coconut water and young fruit flesh), or processed as food (grated coconut and coconut milk), the coconut shell and husk have not been utilized optimally. Efforts to optimize coconut shells can be used as raw material for making liquid smoke. The aim of this research is to describe the process of making liquid smoke from coconut shell waste by utilizing the resulting shell waste and classifying liquid smoke based on its color. Methods: The process of making liquid smoke in this research is by utilizing solid coconut shell waste from coconut milk presses around campus, then processing it into liquid smoke, using a pyrolysis equipment (Grant from the Ministry of Research, Technology and Higher Education in 2009) at a temperature of 300°C for 8 hours . Results: The results of the research show that the liquid smoke produced is blackish brown in color with an L value, smaller than grades 2 and 1, while the a and b values are greater than grades 2 and 1, so it can be classified into grade 3. Conclusion: Liquid smoke Grade 3 cannot be used for food preservatives, because it still contains a lot of tar which is carcinogenic. The use of liquid smoke can only be used as a coagulant and odor remover in rubber processing because liquid smoke has anti-fungal and anti-bacterial properties, pesticides, wood and bamboo preservatives to make it resistant to termites.
Tingkat Persepsi Petani Padi Sawah terhadap Perubahan Iklim di Desa Banyuasin Kecamatan Riau Silip Rindiani, Rindiani; Sitorus, Rostiar; Astuti, Rufti Puji
Jurnal Agribisnis Vol. 25 No. 1 (2023): Jurnal Agribisnis
Publisher : UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/agr.v25i1.11829

Abstract

This study aims: (1) To describe farmers' perceptions of climate change with lowland rice production in Banyuasin Village (2) To describe the setting of the planting season and management of lowland rice farming in Banyuasin Village from 2018 to 2021. This study started from the preparation stage in the month of 2018 March 2022 until the data collection stage in June 2022 in Banyuasin Village. The method used in this research is a survey method. The sampling technique used in this study is probability sampling with sample selection using proportionate stratified random sampling. Data collection methods used are interviews, questionnaires, and observation. The data analysis method used in this research is the analysis with the perception index. The perception of lowland rice farmers in Banyuasin Village regarding climate change on the indicators of knowledge, attitudes and expectations is considered good. It can be seen that the total value of perception is 60.6 percent. However, the perception of lowland rice farmers on climate change is not good because the knowledge indicator has a score of 58.5 percent and the attitude indicator has a score of 48.5 percent. The timing of planting by farmers is determined by deliberation, namely once a year and the management of lowland rice farming in Banyuasin Village from 2018 to 2021 includes planning, organization, implementation and supervision. Keywords: Paddy, Perception, Farm Management