Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Analisis Perubahan Permukiman Akibat Pariwisata di Kawasan Wisata Situ Cileunca Kabupaten Bandung Aqilah N. K. Latif; Wiwik D. Pratiwi; Samsirina
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 8 No. 3 (2019): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.8.2.70

Abstract

Sektor pariwisata di Indonesia masih menduduki peranan yang sangat penting dalam menunjang pembangunan nasional sekaligus merupakan salah satu faktor yang sangat strategis untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dan devisa Negara. Meningkatnya sektor pariwisata mendorong perubahan guna lahan yang mempengaruhi perubahan permukiman di sekitar kawasan pariwisata. Seperti yang terjadi di Situ Cileunca di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Metode untuk artikel ini bersifat eksploratif dengan pengambilan data secara observasi langsung terhadap perubahan permukiman Situ Cileunca. Baik dari kondisi fisik bangunan kawasan maupun perumahan warga yang berada di sekitar kawasan. Hasil penelitian menunjukkan perubahan baik perubahan fungsi lahan, perumahan masyarakat, maupun bangunan di kawasan Situ Cileunca akibat pariwisata.
PENDAMPINGAN ON-FARM TEKNOLOGI KOMPOS TRICHODERMA, PUPUK NANO SILIKA, DAN BIOENZIM PADA PRODUKSI SORGUM MANIS DI KABUPATEN PANGKEP Farid, Muh.; Ridwan, Ifayanti; Anshori, Muhammad Fuad; Adzima, Ahmad Fauzan; Latif, Aqilah Nurul Khaerani; Nur, Amin
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 9 No. 1 (2023): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 9 NO. 1 OKTOBER 2023
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v9i1.31444

Abstract

melibatkan mitra kelompok tani pada Desa Bantimurung Kecamatan Tondong Tallasa dan Desa Bara Batu Kecamatan Labakkang, CV. Sorgum, dan Dinas Pertanian Kabupaten Pangkep. Kegiatan pengabdian bertujuan untuk diseminasi teknologi kompos Trichoderma, pupuk nano silika, dan pupuk cair Bioenzim pada budidaya Sorgum manis sebagai pangan fungsional. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat adalah sekolah lapang pembuatan pupuk kompos berbahan dasar cendawan Trichoderma, pembuatan pupuk nano silika, dan pembuatan pupuk organik cair bioenzim. Selain itu juga dilakukan demplot penanaman sorgum manis untuk kebutuhan produksi benih unggul dan beras sorgum. Kegiatan terlaksana dengan lancar dan diikuti oleh anggota kelompok tani dari kedua lokasi dan mitra dari dunia usaha dan industri serta pemda setempat. Dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra terhadap pembuatan dan aplikasi pupuk kompos Trichoderma, nano silika dan bioenzim. Selain itu, melalui demplot percobaan dihasilkan benih sorgum dari varietas unggul untuk kebutuhan penanaman sorgum oleh kelompok tani. Selama kegiatan penanaman berlangsung terdapat kendala musim kemarau yang berkepanjangan sehingga produktivitas yang dihasilkan dari demplot produksi benih dan beras sorgum hanya mencapai masing-masing 3 ton/ha dan 4 ton/ha yang lebih tinggi dari produktivitas normal petani sorgum di Kabupaten Pangkep. Selain itu, dari penggunaan teknologi ketiga jenis pupuk yang diperkenalkan dihasilkan batang sorgum dengan kandungan brix sebesar 18-21%. Kata kunci: Sorghum bicolor L., Trichokompos, Nano Silika, Bioenzim. ABSTRACT A community service activity was carried out in Pangkep Regency involving farmer group partners in Bantimurung Village, Tondong Tallasa District and Bara Batu Village, Labakkang District, CV. Sorghum, and the Pangkep District Agriculture Service. The service activity aims to disseminate Trichoderma compost technology, nano silica fertilizer, and Bioenzyme liquid fertilizer in the cultivation of sweet sorghum as functional food. The method of implementing community service activities is a field school for making compost fertilizer made from the Trichoderma fungus, making nano silica fertilizer, and making bioenzyme liquid organic fertilizer. Apart from that, a sweet sorghum planting demonstration plot was also carried out for the production of superior seeds and sorghum rice. The activity was carried out smoothly and was attended by members of farmer groups from both locations and partners from the world of business and industry as well as the local government. From this community service activity, it can be concluded that there has been an increase in partners' knowledge and skills regarding the manufacture and application of Trichoderma compost fertilizer, nano silica and bioenzymes. In addition, through experimental demonstration plots, sorghum seeds from superior varieties were produced for the needs of sorghum planting by farmer groups. During the planting activities, there was a long dry season so that the productivity resulting from the sorghum seed and rice production demonstration plots only reached 3 tons/ha and 4 tons/ha respectively, which was higher than the normal productivity of sorghum farmers in Pangkep Regency. Apart from that, using the technology of the three types of fertilizer introduced produces sorghum stalks with a Brix content of 18-21%. Keywords: Sorghum bicolor L., Trichokompos, Nano Silica, Bioenzym.
PEMBERDAYAAN POKDARWIS SEBAGAI PENGGERAK DAN PENGEMBANGAN PARIWISATA DI DESA BULU CINDEA BUNGORO KABUPATEN PANGKAJENE DAN KEPULAUAN Saleh, Firman; Kadir, Burhan; Latif, Aqilah Nurul Khaerani; Limola, Fajar Sidiq
Jurnal Ruhui Rahayu: Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Humaniora Vol 3 No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ruhuirahayu.v3i2.138

Abstract

Tourism plays an important role in driving the village economy, with a focus on sustainability. One effective approach in tourism development is through the Tourism Awareness Movement. This concept involves various parties to create a favorable environment for tourism development, with an emphasis on education and awareness of the importance of preserving natural resources and local culture. The movement is realized through the formation of Tourism Awareness Groups (Pokdarwis), which play a role in managing tourism destinations at the village level by promoting cleanliness, safety, and environmental sustainability. Through collaboration between Pokdarwis, village governments, and local communities, village tourism can grow sustainably while providing economic and social benefits to the community. The Pangkep District Government develops tourism villages to improve economic growth, and community welfare, and preserve nature and local culture. Tourism villages not only provide tourist attractions but also integrate community life with local ordinances and traditions. Amidst challenges such as environmental management and infrastructure development, close collaboration between Pokdarwis, village governments, and local communities is key to success in optimally realizing the village's tourism potential. With the active participation of all relevant parties, village tourism can attract more tourist visits while preserving the culture and environment, by the principles of sustainable development that focus on the welfare of local communities.
Penguatan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir melalui Bumdesa: Studi Kasus Pengembangan Wisata Bahari Pantai Punagaan, Kabupaten Kepulauan Selayar Latif, Aqilah Nurul Khaerani; Aidin, Nur; Kuswarini, Prasuri; Asmayanti, Asmayanti
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.582

Abstract

Pantai Punagaan di Desa Patilereng, Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar, merupakan salah satu destinasi pesisir yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai wisata bahari berkelanjutan. Namun, pengelolaannya yang berada di bawah BUMDesa Baloka Mandiri masih menghadapi sejumlah kendala, antara lain rendahnya kapasitas sumber daya manusia, lemahnya tata kelola kelembagaan, minimnya strategi pemasaran, serta belum adanya pengemasan produk wisata tematik yang menarik. Kondisi ini berdampak pada rendahnya jumlah kunjungan wisatawan dan terbatasnya kontribusi ekonomi bagi masyarakat sekitar. Artikel ini membahas program penguatan pemberdayaan masyarakat pesisir melalui BUMDesa Baloka Mandiri dengan pendekatan partisipatif dan kolaboratif. Intervensi dilakukan melalui pelatihan manajemen usaha wisata, pengenalan bahasa asing dasar, pengembangan produk ekonomi kreatif, serta transformasi pemasaran digital berbasis media sosial dan website reservasi. Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan, memperluas jangkauan promosi, serta mengintegrasikan konsep slow and mindful coastal tourism dalam pengelolaan destinasi. Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah peningkatan keterampilan pengelola, terbentuknya paket wisata tematik yang sesuai dengan potensi lokal, serta tersedianya sarana promosi digital yang mendukung keberlanjutan pengelolaan destinasi. Selain memberi dampak ekonomi bagi masyarakat, program ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi serta poin 14 tentang pelestarian ekosistem laut. Dengan demikian, penguatan BUMDesa Baloka Mandiri dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat pesisir dalam pengembangan wisata bahari berbasis komunitas dan teknologi digital.