Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Optimasi Keseimbangan Volume Sumber Tandon terhadap Distribusi Air pada Perumahan Masyarakat Berbasis Sistem Cerdas dan Internet of Things Jusdi, Jusdi; Wardi, Wardi; Sahibu, Supriadi
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 8 No. 1 (2025): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/rrj.v8i1.1897

Abstract

Pengelolaan distribusi air yang efisien di kawasan perumahan menjadi salah satu tantangan utama dalam memastikan ketersediaan air bersih yang cukup bagi masyarakat. Kekurangan air bersih sering kali menjadi masalah kritis, terutama pada jam-jam sibuk. Ketergantungan pada pengisian tandon air secara manual juga sering menyebabkan permasalahan lain, seperti pemborosan akibat pengisian berlebih atau kekurangan air akibat keterlambatan pengisian. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengembangkan kendali cerdas berbasis IoT untuk mengoptimalkan pengisian dan distribusi air dalam tandon perumahan agar keseimbangan volume air tetap terjaga; (2) Mengimplementasikan sistem kendali otomatis yang mampu menyesuaikan pengisian dan pelepasan air dalam tandon secara real-time berdasarkan pola konsumsi pengguna; (3) Mengintegrasikan sensor ketinggian air dan sensor kekeruhan air untuk meningkatkan efektivitas kendali cerdas dalam menjaga kualitas dan volume air dalam tandon. Penelitian ini menggunakan model ADDIE dengan lima tahapan analisis kebutuhan, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem berhasil mengatur pengisian tandon secara otomatis dengan akurasi tinggi (deviasi sensor ultrasonik 0 cm), serta mendistribusikan air secara efisien dengan rata-rata debit aliran air sebesar ±16 liter/menit dari lima jalur distribusi. Sistem juga mampu menghentikan distribusi air secara otomatis ketika sensor turbidity mendeteksi kekeruhan melebihi ambang batas, dan melanjutkan distribusi setelah air kembali jernih. Notifikasi real-time melalui platform ThingSpeak dan Telegram terbukti membantu pengguna dalam pengawasan sistem. Dengan demikian, seluruh tujuan penelitian dapat dikatakan telah tercapai dengan baik.
Monitoring dan Kendali Fokus Pergerakan Panel Surya Menggunakan Algoritma Dual-Axis Tracking Berbasis IoT Jawati, Jawati; Zainuddin, Zahir; Sahibu, Supriadi
Jurnal Teknologi Elektro Vol 17, No 1 (2026)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jte.2026.v17i1.005

Abstract

Kebutuhan energi listrik di sektor pertanian semakin meningkat seiring dengan perkembangan teknologi pendukung produksi pangan. Namun, keterbatasan akses listrik di daerah pedesaan masih menjadi kendala, khususnya bagi petani bawang yang membutuhkan penerangan malam hari untuk mengendalikan hama. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menguji sistem dual-axis solar tracker berbasis Internet of Things sebagai sumber energi alternatif yang digunakan untuk menyalakan lampu perangkap hama di kebun bawang. Perancangan sistem melibatkan perangkat keras berupa panel surya 10 Wp, baterai 12 V 10 Ah, sensor Light Dependent Resistor untuk mendeteksi intensitas cahaya, motor servo sebagai penggerak panel, serta mikrokontroler ESP32 yang dikombinasikan dengan modul ESP8266 untuk pemantauan berbasis Internet of Things. Pengujian dilakukan dengan mengukur kinerja panel surya, kapasitas penyimpanan baterai, serta durasi operasi lampu beban sebesar 6 Watt pada kondisi penyinaran optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem solar tracker mampu mengarahkan panel surya secara adaptif terhadap posisi matahari sehingga pengisian baterai menjadi lebih optimal. Panel dengan sistem dual-axis menghasilkan energi rata-rata harian sebesar 66,44 Wh, sedangkan panel konvensional hanya menghasilkan 49,83 Wh. Dengan demikian, terjadi peningkatan efisiensi sebesar 33,33% yang membuktikan bahwa penerapan sistem solar tracker berbasis Internet of Things dapat meningkatkan kinerja konversi energi matahari serta mendukung kebutuhan energi pedesaan untuk aplikasi pertanian berkelanjutan.
Aspect-Based Sentiment Analysis of Tourist Attractions in Labuanbajo Using the Transformer Model as a Recommendation for Improving Service Quality Nur, Sadikah; Sahibu, Supriadi; Razak, Mashur
Journal of Applied Informatics and Computing Vol. 10 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30871/jaic.v10i1.11565

Abstract

Labuan Bajo as super-priority destinations experience improvement visit in a number of year lastly, however quality service Not yet fully fulfil expectation tourists . Study This analyze perception traveler through Aspect-Based Sentiment Analysis (ABSA) approach using the IndoBERT model. A total of 2,564 reviews multilingual from Google Maps and TripAdvisor processed through translation, pre-processing, extraction aspects, sentiment labels automatic, and model training. Four aspects analyzed based on framework SERVQUAL theory and Tourism Destination Quality: attractions, amenities, accessibility, and price. Model evaluation was conducted using precision, recall, and F1-score per aspect. The results show performance best The amenity and attraction aspects obtained the highest and most consistent scores across all metrics (around 0.83–0.88), indicating that reviews for these two aspects were more explicit and easily mapped by the model. In contrast, the access and price aspects showed lower scores (around 0.65–0.72), indicating linguistic challenges such as implicit aspects, variations in the context of the travel experience, and figurative complaints . The study This give recommendation policy connected data based direct with model findings. Limitations such as translation noise, biased datasets dominated by review positive-neutral, and not existence baseline comparison also discussed. These results confirm that ABSA approach can help stakeholder’s policy, however Still need improvement through other models such as IndoBERTweet, mBERT, or IndoBART.