Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Develop

DAMPAK PENUTUPAN LOKALISASI TERHADAP PENDAPATAN MASYARAKAT SEKITAR LOKALISASI DI BANYUWANGI Sutarmin, Sutarmin; Budiarti, Wiwik
Develop Vol 2 No 1 (2018): Vol 2, No 1 Tahun 2018
Publisher : Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.844 KB) | DOI: 10.25139/dev.v2i1.956

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak daripada penutupan Lokalisasi Padang Bulan,  Turian, Gempol Porong, Bomo Waluyo, Padang Pasir  dan LCM  yang begitu terkenal di Kabupaten Banyuwangi. Bahkan praktik prostitusi di Lokalisasi tersebut  merupakan 6 lokalisasi dengan jumlah penghuni yang paling banyak dari 11 lokalisasi yang berada di Kabupaten Banyuwangi.Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengunakan pendekatan diskritif  dengan Teknik analisis kualitatif untuk menggambarkan deskripsi dampak multiplier effect praktik Eks Lokalisasi Padang Bulan,  Turian, Gempol Porong, Bomo Waluyo, Padang Pasir  dan LCM  terhadap kehidupan masyarakat daerah sekitarnya. Dalam penelitian ini, teknik pengumpulan data yang dilakukan menggunakan teknik indepth interview (wawancara mendalam), sehingga data yang dihasilkan berbentuk uraian panjang tentang realitas sosial yang diteliti.Hasil dari penelitian ini bahwa dengan ditutupnya 11  lokalisasi tersebut maka berdampak pada bidang usaha ,kegiatan ekonomi dan pendapatan usaha masyarakat di sekitar lokalisasi mengalami penurunan
DAMPAK PENUTUPAN LOKALISASI TERHADAP PENDAPATAN MASYARAKAT SEKITAR LOKALISASI DI BANYUWANGI Sutarmin, Sutarmin; Budiarti, Wiwik
Develop Vol. 2 No. 1 (2018): Vol 2, No 1 Tahun 2018
Publisher : Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.844 KB) | DOI: 10.25139/dev.v2i1.956

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak daripada penutupan Lokalisasi Padang Bulan,  Turian, Gempol Porong, Bomo Waluyo, Padang Pasir  dan LCM  yang begitu terkenal di Kabupaten Banyuwangi. Bahkan praktik prostitusi di Lokalisasi tersebut  merupakan 6 lokalisasi dengan jumlah penghuni yang paling banyak dari 11 lokalisasi yang berada di Kabupaten Banyuwangi.Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengunakan pendekatan diskritif  dengan Teknik analisis kualitatif untuk menggambarkan deskripsi dampak multiplier effect praktik Eks Lokalisasi Padang Bulan,  Turian, Gempol Porong, Bomo Waluyo, Padang Pasir  dan LCM  terhadap kehidupan masyarakat daerah sekitarnya. Dalam penelitian ini, teknik pengumpulan data yang dilakukan menggunakan teknik indepth interview (wawancara mendalam), sehingga data yang dihasilkan berbentuk uraian panjang tentang realitas sosial yang diteliti.Hasil dari penelitian ini bahwa dengan ditutupnya 11  lokalisasi tersebut maka berdampak pada bidang usaha ,kegiatan ekonomi dan pendapatan usaha masyarakat di sekitar lokalisasi mengalami penurunan
DAMPAK KEBERADAAN PASAR MODERN TERHADAP PEDAGANG PASAR TRADISIONAL DI KOTA BALIKPAPAN Sugiyanto; Budiarti, Wiwik; Sutarmin
Develop Vol 9 No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/dev.v9i1.9583

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak keberadaan pasar modern terhadap pedagang pasar tradisional di Kota Balikpapan. Pasar modern, yang menawarkan fasilitas dan kenyamanan yang lebih baik, telah berkembang pesat dan berpotensi mengubah dinamika perdagangan di pasar tradisional. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini mengumpulkan data dari pedagang, pengelola pasar modern, serta pengunjung pasar, untuk mengidentifikasi perubahan yang terjadi dalam aspek ekonomi, sosial, dan budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pasar modern memberikan kontribusi baik kepada pemerintah maupun masyarakat Kota Balikpapan. Kontribusi keberadaan pasar modern tersebut berupa peningkatan PAD, penyerapan tenaga kerja, penyediaan alternatif sarana belanja, peningkatan PDRB dan daya beli masyarakat. Selain itu juga keberadaan pasar modern juga mempunyai dampak negatif terhadap keberadaan pasar tradisional, seperti terjadinya penurunan pengunjung pasar tradisional, yang akhirnya akan terjadi penurunan omset penjualan pedagang pasar tradisional. Banyak masalah yang dihadapi oleh pasar tradisional seperti adanya keterbatasan modal, kebersihan pasar, keamanan dan ketertiban pasar, tata letak stand kurang teratur, keterbatasan sarana penunjang pasar, pengetahuan pedagang pengelolaan usaha kurang. Meskipun demikian, beberapa pedagang pasar tradisional juga masih mempertahankan eksistensinya dengan menawarkan barang-barang yang tidak tersedia di pasar modern. Penelitian ini memberikan gambaran tentang bagaimana pasar tradisional dan pasar modern dapat berjalan berdampingan serta rekomendasi kebijakan yang dapat mendukung keberlanjutan pasar tradisional tanpa menanggalkan daya saingnya.
Branding Lokal Berbasis Kearifan Budaya Membangun Resonansi Merek dan Dampaknya terhadap Daya Saing Ekonomi Regional di Jawa Timur sutarmin, sutarmin; budiarti, wiwik; sugiyanto, sugiyanto; Kurniawan, Taufik
Develop Vol 10 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/dev.v10i1.11619

Abstract

Globalisasi memicu paradoks pasar di mana konsumen kini lebih mencari identitas autentik berbasis lokalitas. Namun, kekayaan budaya Jawa Timur sering kali hanya menjadi artefak historis daripada aset strategis branding. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi mekanisme transformasi kearifan budaya menjadi resonansi merek dan dampaknya terhadap daya saing ekonomi regional di Jawa Timur. Menggunakan pendekatan kualitatif-interpretif dengan logika induktif, penelitian ini menerapkan strategi studi kasus jamak pada Batik Aroma Teraphy (Madura), Batik Bambu Mujur (Lumajang), dan Gerabah Dinoyo (Malang). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pemilik merek, pakar, serta konsumen. Analisis dilakukan menggunakan model analisis tematik Braun & Clarke. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi kearifan lokal membangun resonansi merek melalui tiga mekanisme: (1) Inovasi Budaya, yakni dekonstruksi tradisi menjadi solusi fungsional-sensorik seperti batik aromaterapi dan estetika minimalis; (2) Konstruksi Identitas, melalui "Self-Identity Congruity" yang menciptakan cultural capital dan loyalitas premium di mata konsumen ; serta (3) Koneksi Geografis, menggunakan filosofi lokal (misal: Pring Sedapur) yang selaras dengan nilai keberlanjutan global. Dampak ekonomi regional termanifestasi dalam efek multiplier berupa revitalisasi rantai pasok lokal, spesialisasi tenaga kerja, dan penguatan place branding. Penelitian menyimpulkan bahwa daya saing regional Jawa Timur bertumpu pada keseimbangan antara integritas warisan budaya dan inovasi pasar. Model ini memvalidasi Resource-Based View (RBV) di mana keunikan budaya yang bersifat path-dependent menjadi mesin pertumbuhan ekonomi yang resilien.