Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Nilai dan Makna Sejarah Baju Kurung Labuh Sebagai Baju Adat Khas Riau Prayoga, Ari; Bunari, Bunari; Yuliantoro, Yuliantoro
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2022): 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v6i1.3331

Abstract

Indonesia memiliki begitu banyak keberagaman, baik itu keberagaman pada suku, bahasa daerah juga kebudayaan dan adat istiadat tempatan, salah satu kebudayaan yang ada adalah budaya dalam berpakaian. Baju kurung labuh adalah baju kurung khas Riau yang dipakai kaum perempuan Melayu, memiliki arti mengurung yang memakainya, baik mengurung dalam Adat juga dalam Syariat, baju kurung ini biasanya dipakai pada upacara adat, acara resmi, juga pakaian harian. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu 1) Untuk mengetahui bentuk, warna, dan motif Baju Kurung Labuh Khas Riau, 2) Untuk mengetahui nilai, makna dan filosofi dalam bentuk, warna, dan motif Baju Kurung Labuh, 3) Untuk mengetahui peran pemerintah dalam melestarikan Baju Kurung Melayu khas Riau. Pada penelitian ini penulis menggunakan metode Kualitatif. Baju Kurung Labuh adalah pakaian Melayu yang khususnya dipakai oleh kaum perempuan, baju kurung labuh ini sudah ada pada zaman kerajaan-kerajaan yang ada di Riau, salah satunya adalah kerajaan Siak Sri Indrapura, pada masa kerajaan baju kurung labuh ini dikenakan oleh istri raja serta anggota keluarga kerajaan, bahkan bisa dipakai oleh masyarakat luas akan tetapi penggunaan warna dan aksesoris seperti tanjak dan kain pada pakaian disesuaikan dengan aturan adat yang ada. Baju kurung labuh ini juga terkandung makna dalam bentuk pakaiannya, yakni makna mengurung orang yang memakainya agar terhindar dari aib dan malu, juga dari fitnah dan malapetaka.
Manajemen Jejaring Kerjasama Pondok Pesantren Prayoga, Ari; Jahari, Jaja
AL MA'ARIEF : Jurnal Pendidikan Sosial dan Budaya Vol 1 No 2 (2019): Al Ma'arief: Jurnal Pendidikan Sosial dan Budaya
Publisher : Program Studi Tadris IPS Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/almaarief.v1i2.1107

Abstract

This paper aims to uncover the management study of the pesantren cooperation network which discusses: (1) the pattern of internal cooperation between pesantren, and (2) the pattern of external cooperation of pesantren in pondok pesantren Al-Istiqomah. This study uses a qualitative method with a case study based on intrinsic design. Data collection was carried out using interviews, documentation, and participatory observation. The data that has been collected is tested for its truth, compatibility, and compatibility through the triangulation method and other sources. Then the data is compiled, analyzed, and integrated in each case study case, and compared with other data. Then conclusions can be drawn from the findings of this study that the Collaborative Management implemented at pondok pesantren Al-Istiqomah always cooperates with the government, donors and the community because it prioritizes in the field of education with the aim of assisting the development of school building infrastructure, maintenance and care of pondok pesantren. This was done so that the pondok pesantren Al-Istiqomah could develop and could support the learning facilities of the students.