Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Wisata Religi Berbasis Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Adat Kampung Dukuh Ai Juju Rohaeni; Nia Emilda
PANGGUNG Vol 31 No 3 (2021): Budaya Ritual, Tradisi, dan Kreativitas
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v31i3.1716

Abstract

Wisata religi merupakan aktivitas perjalanan atau kunjungan yang dilakukan untuk menambahwawasan keagamaan. Salah satu wisata religi yang biasa dilakukan oleh masyarakat Indonesiaadalah ziarah. Ziarah dilakukan sebagai penghormatan kepada yang dianggap mempunyaikelebihan ilmu, terutama ilmu agama, menjadi panutan, atau mengabdikan dirinya untukbangsa dan negara selama hidupnya. Ziarah juga dilakukan ke situs atau tempat yang dianggapsakral. Kampung Adat Dukuh banyak dikunjungi wisatawan untuk melihat keunikan jugamelaksanakan ziarah ke Makom Syekh Abdul Jalil, orang yang pertama menemukan danmemberi nama kampung Dukuh dan juga ulama yang ikut menyebarkan agama Islam diJawa Barat. Wisata religi ini ternyata tidak hanya berdampak pada bertambahnya wawasankeagamaan dan keilmuan, tetapi juga memiliki dampak positif bagi pemberdayaan ekonomimasyarakat setempat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metodedeskriptif. Hasil penelitian menggambarkan secara komprehensif tentang aktifitas wisatareligi serta dampaknya terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat Kampung Adat DukuhKecamatan Cikelet Kabupaten Garut.Kata Kunci: Wisata Religi, Kearifan Lokal, Pemberdayaan Ekonomi, Masyarakat kampungAdat Dukuh
PEWARISAN BUDAYA SEBAGAI SUMBER PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT ADAT MIDUANA KABUPATEN CIANJUR Rohaeni, Ai Juju; Emilda, Nia
Jurnal Budaya Etnika Vol. 8 No. 2 (2024): ETNOGRAFI BUDAYA DAN SUBBUDAYA DI KOTA-KOTA INDONESIA
Publisher : Institute of Indonesia Arts and Culture (ISBI) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/jbe.v8i2.2697

Abstract

ABSTRAK Pewarisan budaya dapat memberikan dampak positif dalam berbagai aspek termasuk pada perekonomian masyarakat adat Miduana, karena  ketaatan melaksanakan budaya leluhurnya yang masih terjaga menjadi daya tarik dan obyek   wisata, dengan demikian pewarisan budaya bukan hanya memperkaya identitas masyarakatnya, tetapi juga dapat  menjadi sumber  bagi pertumbuhan dan peningkatan  ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakatnya. Tujuan dari penelitian ini yaitu menggali potensi yang dimiliki untuk dapat dikembangkan menjadi sumber pendapatan dan lapangan pekerjaan baru, yang akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Penelitian kualitatif dengan metode deskriftif analitis, dengan tahapan pengumpulan data observasi, wawancara, dan studi literatur, adapun hasil penelitian ini dapat menggali potensi dan budaya lokal, sebagai sumber pemberdayaan ekonomi masyarakat adat. Kata kunci: Budaya Lokal, Pemberdayaan Ekonomi, Masyarakat Adat   ABSTRACT Cultural inheritance can have a positive impact in various aspects, including on the economy of the Miduana indigenous people, among others. It is because adherence to the ancestral culture shown by its people has attracted tourists and becomes a tourist destination. Regarding this, cultural inheritance not only enriches the identity of the people but also becomes a source of sustainable economic growth for its people. The research aims to explore the Miduana indigenous people's potentials that can be a source of income and for jobs that eventually will contribute to people's welfare. It uses a qualitative method along with an analytical descriptive technique. The data were collected through observation, interviews, and literature studies. The results of this research are the potential and local culture as a source of economic empowerment for indigenous people. Key words: Local Culture, Economic Empowerment, Indigenous People
PERANCANGAN PACKAGING PAKAIAN RAMAH LINGKUNGAN Handayani, Arini Nur; Nurhayati, Dyah; Emilda, Nia
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 9 No 3 (2021): EKSPLORASI DAN IMPLEMENTASI POTENSI RUPA
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v9i3.1769

Abstract

The design of this environmentally friendly clothing packaging will use Brown kraft paper, which is paper that uses materials that are easily decomposed, can be recycled, and are not harmful to the environment, this paper can use the bleaching process or not. If not bleached, the paper will turn brown. The concept of this work is environmentally friendly clothing packaging. Packaging with illustrations with the theme of water signs or water elements, because it was inspired by the Girl magazine which lists the zodiacs of Pisces, Cancer, and Scorpio. The initial methods used in this work are literature studies, pictorials, and interviews. The design of this work went through several stages of work, starting from the stages of data collection, pictorial studies, sketching, inking process, Layout process and the final stage of finishing.Keywords: packaging, environmentally friendly, clothing------------------------------------------------------------------------------------------Perancangan packaging pakaian ramah lingkungan ini akan menggunakan brown craft paper. Brown kraft paper adalah kertas yang menggunakan bahan-bahan yang mudah diurai, bisa didaur ulang, serta tidak berbahaya bagi lingkungan, kertas ini bisa menggunakan proses pemutihan (bleaching) atau tidak. Bila tidak diputihkan maka hasil kertas berwarna coklat. Konsep karya ini yaitu packaging pakaian ramah lingkungan. Packaging dengan gambar ilustrasi yang bertemakan water sign atau elemen air, karena terinspirasi dari  majalah Gadis yang mencantumkan zodiak pisces, cancer, dan scorpio. Metode awal yang digunakan dalam pengaryaan ini adalah studi literatur, piktorial, dan wawancara. Perancangan karya ini melewati beberapa tahap pengerjaan, dari mulai tahapan pengumpulan data, studi piktorial, pembuatan sketsa, proses inking, proses Layout dan tahap akhir finishing.Kata Kunci: packaging, ramah lingkungan, pakaian
PERANCANGAN ILUSTRASI NOVEL GARIS WAKTU: SEBUAH PERJALANAN MENGHAPUS LUKA KARYA FIERSA BESARI Akbar, Rangga Farhan; Hanif, Wildan; Emilda, Nia
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 10 No 1 (2022): MEDIA PENERAPAN KARYA RUPA DALAM TEKNIK DAN TEKNOLOGI
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v10i1.1937

Abstract

Ilustrasi buku novel dibuat dengan maksud merefleksikan isi dari buku. Teknik ilustrasi pada cover buku maupun isi buku bisa berupa hasil fotografi, gambar tangan, atau olahan grafis menggunakan perangkat lunak. Dengan berbagai teknik tersebut, ilustrasi pada cover buku maupun isi buku memiliki fungsi sebagai daya tarik dan penjelas isi buku, serta membentuk image buku tersebut. Buku Garis Waktu ini menceritakan tentang sosok "aku" dan "kamu" dengan tentu saja dinarasikan oleh "aku", yang menurut penulis adalah sudut pandang dan pengalaman nyata Fiersa Besari sebagai penulis novel tersebut. Metode penciptaan karya ini meliputi studi literatur dan studi piktorial. Studi literatur untuk mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan peroses perancangan ilustrasi novel Garis Waktu: Sebuah Perjalanan Menghapus Luka karya Fiersa Besari. Studi piktorial dilakukan dengan mencari gambar-gambar yang ada dengan memanfaatkan internet sebagai bahan referensi bagi penulis. Hasil dari penciptaan ini berupa buku ilustrasi yang menggambarkan kisah di dalam novel yang menjadi objek penciptaan.Kata Kunci: Perancangan, Ilustrasi, Novel Garis Waktu, Fiersa Besari------------------------------------------------------------------------------------------The illustration of the novel is made with the intention of reflecting the contents of the book. Illustration techniques on book covers and book contents can be in the form of photographic results, hand drawings, or graphic processing using software. With these various techniques, the illustrations on the cover of the book and the contents of the book have a function as an attraction and explanation of the contents of the book, as well as to form the image of the book. This Timeline book tells about the figures of "me" and "you" with of course narrated by "me", which according to the author is Fiersa Besari's point of view and real experience as the author of the novel. The method of creating this work includes literature study and pictorial study. Literature study to collect information related to the process of designing the illustration of the novel Timeline: A Journey to Erase Wounds by Fiersa Besari. The pictorial study was carried out by searching for existing pictures by using the internet as reference material for writers. The result of this creation is in the form of an illustration book that describes the story in the novel which is the object of creation.Keywords: Design, Illustration, Timeline Novel, Fiersa Besari
BUDAYA VISUAL SEBAGAI IDENTITAS KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT PULAU SAMOSIR Desanto, Didik; Emilda, Nia; Cahyana, Agus
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 10 No 3 (2022): EKSISTENSI SENI DAN BUDAYA DALAM INTERPRETASI VISUAL
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v10i3.2320

Abstract

Samosir Island, located in North Sumatra Province is one of the tourist destinations because it is known for its natural beauty, not only that Samosir Island is also known for its visual cultural diversity, as evidenced by the existence of visual culture centers on Samosir Island such as Huta Siallagan Village, Tourism Village The Sigale-gale Tomok culture, as well as the Tomok Batak museum make Samosir Island a local wisdom identity for the people of Samosir Island, especially those in the visual culture. This paper is part of the scope of Community Service activities carried out on Samosir Island which describes visual culture. The approach used is a qualitative approach with a descriptive method with the aim of describing the existing visual culture as the identity of the local wisdom of the people of Samosir Island.Keywords: visual culture, identity, local wisdom, Samosir island community----------------------------------------------------------------------------------Pulau Samosir terletak di Provinsi Sumatera Utara merupakan salah satu destinasi wisata karena dikenal dengan keindahan alamnya, tidak hanya itu Pulau Samosir juga dikenal dengan keragaman budaya visual yang dimiliki, terbukti dengan adanya sentra budaya visual yang ada di Pulau Samosir seperti Kampung Huta Siallagan, Desa Wisata Budaya Sigale-gale Tomok, serta museum Batak Tomok menjadikan Pulau Samosir memiliki identitas kearifan lokal bagi masyarakat Pulau Samosir khususnya yang ada pada budaya visual tersebut. Tulisan ini merupakan bagian dari cakupan kegiatan Pengabdian pada Masyarakat yang dilakukan di Pulau Samosir yang mendeskripsikan tentang budaya visual. Adapun pendekatan yang digunakan ialah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dengan tujuan untuk mendeskripsikan budaya visual yang ada sebagai identitas dari kearifan lokal masyarakat Pulau Samosir.Kata Kunci: budaya visual, identitas, kearifan lokal, masyarakat pulau Samosir.
PERANCANGAN ALAT MUSIK OKARINA DENGAN TEMA BEBEGIG SUKAMANTRI Fauzi, Adnan; Alif, Mohamad Zaini; Emilda, Nia
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 11 No 1 (2023): INOVASI DAN APLIKASI PADA KARYA VISUAL
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v11i1.2512

Abstract

The musical instrument that is made is the okarina wind instrument using ceramic materials, the ocarina made is the ocarina with 4 sound holes, and is oval in shape. Okarina is now widely sold in the market, especially in online shops with different forms in each product from one another, but the lack of application of local culture to the ocarina as a product that has more value in society, by elevating local cultural elements to this musical instrument is aimed at in order to better introduce to the public about the local Sundanese culture, namely Bebegig Sukamantri.The ornament applied to this wind instrument is the Bebegig Sukamantri mask from the Ciamis region of West Java. Bebegig is used to ward off people who have evil intentions against a village. In general, the Bebegig art performance will be danced by several actors who wear the spooky masks typical of Sukamantri. The spooky Bebegig mask was simplified again in order to make it more acceptable in society, especially children. Keywords: Okarina, Mask, Bebegig, Musical Instruments, Culture. ------------------------------------------------------------------------------------ Alat musik yang dibuat yaitu alat musik tiup okarina dengan menggunakan bahan keramik. Okarina yang dibuat yaitu okarina dengan 4 lubang suara dan berbentuk oval. Okarina kini sudah banyak dijual di pasaran khususnya di online shop dengan bentuk yang berbeda di setiap produk satu dengan lainnya. Namun kurangnya penerapan budaya lokal kepada okarina tersebut sebagai produk yang memiliki nilai lebih di masyarakat, dengan mengangkat unsur budaya lokal kepada alat musik ini bertujuan agar dapat lebih mengenalkan kepada masyarakat tentang budaya lokal sunda yaitu Bebegig Sukamantri. Ornamen yang diterapkan pada alat musik tiup ini yaitu topeng Bebegig Sukamantri yang berasal dari wilayah Ciamis Jawa Barat. Bebegig digunakan untuk mengusir orang-orang yang berniat jahat terhadap sebuah desa. Secara umum, penampilan kesenian Bebegig akan ditarikan oleh beberapa orang lelakon yang menggunakan topeng seram khas Sukamantri. Topeng Bebegig yang seram disederhanakan kembali bentuknya karena agar dapat lebih diterima di masyarakat khususnya anak-anak. Kata Kunci : Okarina, Topeng, Bebegig, Alat Musik, Budaya
Wisata Religi Berbasis Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Adat Kampung Dukuh Rohaeni, Ai Juju; Emilda, Nia
PANGGUNG Vol 31 No 3 (2021): Budaya Ritual, Tradisi, dan Kreativitas
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v31i3.1716

Abstract

Wisata religi merupakan aktivitas perjalanan atau kunjungan yang dilakukan untuk menambahwawasan keagamaan. Salah satu wisata religi yang biasa dilakukan oleh masyarakat Indonesiaadalah ziarah. Ziarah dilakukan sebagai penghormatan kepada yang dianggap mempunyaikelebihan ilmu, terutama ilmu agama, menjadi panutan, atau mengabdikan dirinya untukbangsa dan negara selama hidupnya. Ziarah juga dilakukan ke situs atau tempat yang dianggapsakral. Kampung Adat Dukuh banyak dikunjungi wisatawan untuk melihat keunikan jugamelaksanakan ziarah ke Makom Syekh Abdul Jalil, orang yang pertama menemukan danmemberi nama kampung Dukuh dan juga ulama yang ikut menyebarkan agama Islam diJawa Barat. Wisata religi ini ternyata tidak hanya berdampak pada bertambahnya wawasankeagamaan dan keilmuan, tetapi juga memiliki dampak positif bagi pemberdayaan ekonomimasyarakat setempat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metodedeskriptif. Hasil penelitian menggambarkan secara komprehensif tentang aktifitas wisatareligi serta dampaknya terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat Kampung Adat DukuhKecamatan Cikelet Kabupaten Garut.Kata Kunci: Wisata Religi, Kearifan Lokal, Pemberdayaan Ekonomi, Masyarakat kampungAdat Dukuh