Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search
Journal : Majamecha

Analisis Efektivitas Media Pendingin Otomotif Dalam Meningkatkan Kekerasan Material ST-41 Fahreza, Dheris Agung; Rijanto, Achmad; Dyah, Atika Isnaining
Majamecha Vol. 7 No. 2 (2025): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v7i2.4318

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media pendingin berbeda terhadap kekerasan Besi ST 41 setelah proses quenching. Tiga jenis media digunakan: oli SAE 20, solar, dan minyak rem. Spesimen dipanaskan hingga suhu 850°C selama 40 menit lalu didinginkan dengan masing-masing media. Hasil pengujian kekerasan menunjukkan bahwa solar menghasilkan kekerasan tertinggi (57.56 HRB), diikuti oleh minyak rem (54.89 HRB), dan oli (41.56 HRB). Hasil uji ANOVA dua arah menunjukkan bahwa perbedaan media pendingin memberikan pengaruh signifikan terhadap nilai kekerasan. Penelitian ini menegaskan bahwa pemilihan media pendingin sangat memengaruhi hasil perlakuan panas logam, khususnya pada baja karbon rendah seperti ST 41.
Analisis Eksperimental Efektivitas Media Quenching Tradisional dan Modern terhadap Kekerasan Baja ST42 Alfaros, Muhammad Azzam Nizar; Ahmad, Nuril; Dyah, Atika Isnaining
Majamecha Vol. 7 No. 2 (2025): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v7i2.4319

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan nilai kekerasan baja ST42 setelah proses quenching menggunakan dua jenis media pendingin yang berbeda, yaitu air biasa (tradisional) dan air coolant radiator (modern). Spesimen baja ST42 dipanaskan hingga suhu austenitisasi 850°C dan selanjutnya didinginkan cepat menggunakan masing-masing media. Pengujian kekerasan dilakukan dengan metode Rockwell skala B (HRB). Hasil pengujian menunjukkan bahwa spesimen yang didinginkan dengan air biasa memiliki nilai kekerasan rata-rata 96,44 HRB, sedangkan spesimen yang didinginkan dengan air coolant memiliki rata-rata kekerasan 94,22 HRB. Uji statistik t-test menunjukkan bahwa perbedaan nilai kekerasan tersebut signifikan secara statistik (p < 0,001). Oleh karena itu, air biasa dinilai lebih cocok untuk aplikasi yang membutuhkan kekerasan tinggi, sementara air coolant radiator lebih sesuai untuk kebutuhan proses dengan pendinginan yang lebih terkendali.
Pengaruh Variasi Campuran Etanol-Pertalite Terhadap Performa Mesin Honda Vario 125cc: Studi Daya dan Torsi Wijaya, Johan Hadista Bagus; Ahmad, Nuril; Dyah, Atika Isnaining
Majamecha Vol. 7 No. 2 (2025): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v7i2.4320

Abstract

Krisis energi global dan meningkatnya kesadaran akan lingkungan mendorong pemanfaatan bahan bakar alternatif, salah satunya etanol. Etanol memiliki angka oktan tinggi dan sifat pembakaran bersih, sehingga berpotensi meningkatkan performa mesin. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh campuran etanol dalam bahan bakar Pertalite terhadap daya dan torsi mesin Honda Vario 125CC. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan variasi campuran etanol 0% (Pertalite murni), 5%, 10%, dan 20%. Pengujian dilakukan menggunakan dynamometer untuk mengukur daya (HP) dan torsi (Nm) pada berbagai putaran mesin. Hasil penelitian menunjukkan campuran etanol 5% (E5) memberikan performa optimal dengan daya maksimum 8,05 HP dan torsi maksimum 9,07 Nm, meningkat dibandingkan Pertalite murni (7,64 HP dan 8,72 Nm). Campuran 10% (E10) masih menunjukkan peningkatan, namun lebih rendah dari E5, sedangkan 20% (E20) justru menurunkan performa. Kesimpulannya, campuran etanol optimal pada Vario 125CC berada pada kisaran 5–10%.
Perbandingan Kinerja Pengisian Aki 12V Menggunakan Solar Cell Monocrystalline dan Polycrystalline dengan Beban Lampu 5VDC Roibi, Mochamad; Ahmad, Nuril; Dyah, Atika Isnaining
Majamecha Vol. 7 No. 2 (2025): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v7i2.4324

Abstract

Krisis energi dan dampak negatif dari bahan bakar fosil mendorong pemanfaatan energi terbarukan seperti energi surya. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja panel surya monocrystalline dan polycrystalline berdaya 10 WP dalam proses pengisian aki 12 V. Pengujian dilakukan selama sehari pada Mei 2025 di Dusun Kendalsari, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang. Metode dilakukan dalam satu kondisi, yaitu dengan beban lampu 5V DC. Parameter yang diamati meliputi tegangan, arus, daya, dan efisiensi selama proses pengisian aki. Hasil menunjukkan bahwa panel polycrystalline lebih unggul dalam pengisian aki, karena menghasilkan arus dan daya lebih tinggi, sehingga tegangan aki meningkat lebih cepat dan lebih besar dibandingkan monocrystalline. Meski begitu, panel monocrystalline lebih stabil saat intensitas cahaya rendah. Berdasarkan hasil pengujian, panel polycrystalline 10 WP lebih direkomendasikan untuk aplikasi pengisian aki 12 V.
Pengaruh Karbon Rendah Terhadap Uji Tarik Besi Beton D-13 Hasil Proses Thermo Mechanical Treatment Ardiansyah , Firman Ari; Rijanto, Achmad; Dyah, Atika Isnaining
Majamecha Vol. 7 No. 2 (2025): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v7i2.4326

Abstract

Dalam beberapa dekade terakhir, perkembangan teknologi besi beton mengalami perkembangan yang sangat pesat. Salah satu teknologi yang dikembangkan adalah proses Thermo Mechanical Treatment (TMT). Proses TMT dapat meningkatkan sifat mekanik besi beton, seperti kekuatan tarik, kekerasan, dan ketahanan terhadap korosi. Kandungan karbon dalam besi beton juga mempengaruhi sifat mekaniknya. Penelitian ini dilakukan di PT Universal Steelindo Dinamika yang bertempat di Ngoro Mojokerto dan bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi kandungan karbon terhadap kekuatan tarik besi beton ulir D13. Metode eksperimen digunakan untuk mengetahui pengaruh variasi kandungan karbon rendah <0,25% terhadap uji tarik besi beton D13 setelah melalui proses Thermo Mechanical Treatment. SNI 2017 adalah standart yang menjadi acuan untuk produksi besi beton di Indonesia. Hasil dari penelitian ini didapatkan nilai uji tarik setelah proses Thermo Mechanical Treatment pada karbon rendah 0,23% untuk kekuatan tariknya sebesar 560 Mpa sedangan kekuatan luluhnya sebesar 430 Mpa, dan nilai elongationnya adalah 17,5% dan nilai Rasionya adalah 1,30. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi karbon semakin besar kekuatan tariknya. Namun, material getas mudah putus dan nilai keuletan sangat rendah.