Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Reliabilitas dan validitas Self-Compassion Scale versi Bahasa Indonesia Dicky Sugianto; Christiany Suwartono; Sandra Handayani Sutanto
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 7 No 2 (2020)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu107

Abstract

Welas diri (self-compassion) merupakan sebuah sikap yang sehat terhadap diri dan berkaitan dengan kesehatan mental.Self-Compassion Scale (SCS) merupakan instrumen yang umum digunakan untuk mengukur welas diri, tetapi belum ada penelitian yang melihat kualitas psikometrik dari adaptasi SCS Bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan adaptasi dan uji psikometrik SCS Bahasa Indonesia. Partisipan dalam penelitian ini adalah 329 mahasiswa aktif di salah satu universitas di Jakarta dan sekitarnya yang direkrut dengan convenience sampling. Instrumen yang digunakan adalah SCS yang diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia dan diberi nama Skala Welas Diri (SWD). Berdasarkan hasil uji psikometrik menggunakan confirmatory factor analysis (CFA), uji validitas konstruk, dan koefisien Cronbach’s Alpha, ditemukan bahwa SWD memiliki validitas dan reliabilitas yang baik, serta memiliki model teoretis yang sama dengan SCS. Disimpulkan bahwa SWD dapat digunakan sebagai skala yang mumpuni untuk mengukur welas diri.
Keterlibatan Ayah dan Strategi Regulasi Emosi pada Remaja Tunarungu Mayong, Trisya Christine; Sutanto, Sandra Handayani
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 15, No 2 (2023): November 2023
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v15i2.30198

Abstract

Tunarungu adalah individu yang memiliki keterbatasan dalam pendengaran. Gangguan pendengaran yang dialami seringkali menjadi sumber dari berbagai masalah dalam aspek kehidupan sosial individu akibat kesulitan dalam berkomunikasi. Akibatnya hal ini dapat mengakibatkan gangguan relasi yang menciptakan masalah pada regulasi emosi. Hal ini dapat memengaruhi kesejahteraan hidup penyandang tunarungu. Satu hal yang dapat membantu mengatasi hal ini adalah keterlibatan ayah. Penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan ayah, melalui dimensi-dimensinya yang mencakup engagement, accessibility, dan responsibility dapat membantu perkembangan strategi regulasi emosi – yang terdiri atas cognitive reappraisal dan expressive suppression. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau hubungan antara keterlibatan ayah pada strategi regulasi emosi pada remaja tunarungu dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif yang dilakukan terhadap 84 partisipan dengan karakteristik penyandang tunarungu berusia 10 sampai 21 tahun. Hasil uji statistika menunjukkan bahwa keterlibatan ayah memiliki hubungan positif dengan strategi cognitive reappraisal pada remaja tunarungu, dan tidak memiliki hubungan dengan strategi expressive suppression. Selain itu, dalam penelitian ini, peneliti juga melakukan uji korelasi antar dimensi variabel, serta uji beda terhadap data demografis.
Pengaruh Kepuasan Pernikahan terhadap Kepuasan Hidup Pasien Kanker Dewasa Muda Chantika, Shelly; Sutanto, Sandra Handayani
Jurnal Online Psikogenesis Vol 11 No 2 (2023): Desember
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v11i2.3073

Abstract

Cancer diagnoses are affecting physical health as well as someone’s mental health, especially in young-adult patients who’s on a phase to build their career and family. The purpose of this study is to understand the influence of marital satisfaction on life satisfaction among cancer patients in young adulthood (20-40 years old) in Jakarta. This research is quantitative research with correlational study design with linear regression analysis. A total of 31 participants took part in this study and were collected through convenience sampling. This study uses self report questionnaire with Relationship Assesment Scale (α = 0.84) and Satisfaction with Life Scale (α = 0.88). This study states that there is a significant influence of marital satisfaction through deep love and more support from partners to their life satisfaction among young adult cancer patients (R2= 0,499, F (1,29) = 28,930, p<0,01).
Pelatihan Kesiapan Diri menuju Pernikahan bagi Dewasa Muda di Gereja GKI Gejayan Christina Claudia; Sandra Handayani Sutanto; Giofanny Jessica Kaparang; Vanessa Celesta
Devotion : Jurnal Pengabdian Psikologi Vol 3 No 02 (2024): November
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Young adulthood is a life stage where one develops romantic relationships culminating in marriage and forming one’s own family. However, recent trends suggest that starting and maintaining healthy marriage relationships may be challenging in Indonesia, indicating a low marital readiness amongst young adults. Several factors that impact one’s marital readiness include family life knowledge, coming to terms with family-of-origin issues, emotional intelligence and communication skills. Therefore, training that addresses these factors amongst young adults can help prepare them for a healthy marriage. Komisi Dewasa Muda at GKI Gereja Gejayan, who serves young adults in the Sleman area found this issue in their young adult community. Through this training, the young adults in the Sleman area may be equipped to enter marriage well and to develop, as well as maintain a healthy marriage relationship moving forward. The evaluation of the training also indicates that the materials provided were relevant to adult marriage preparation, had a positive impact, and were delivered using an engaging approach.
A “Know Thyself!”: Kejelasan konsep diri meningkatkan hubungan berkualitas pada dewasa awal yang berpacaran Kurniawan, Esther Josephine; Sutanto, Sandra Handayani
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 12 No 1 (2025)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu955

Abstract

Establishing committed romantic relationships is one of the developmental tasks during emerging adulthood. However, low relationship quality can lead to short-lived romantic relationships. Erikson's theory suggests that the development of romantic relationships in emerging adulthood is influenced by the identity formation tasks in adolescence. Therefore, this quantitative study aims to examine the role of self-concept clarity in relationship quality among emerging adults in a romantic relationship. The Self-Concept Clarity Scale and Quality of Relationship Inventory were used to measure self-concept clarity and relationship quality in 215 emerging adults aged 18-29 who were in a relationship (MAge = 23.619; SD = 2.425), selected through convenience sampling. Results showed that self-concept clarity significantly influences (8.1%) relationship quality among emerging adults in romantic relationships in Jakarta. The result highlights the need to adopt  a multicultural approach and balance between collectivist and individualistic values to achieve a more stable self-concept and enhanced relationship quality.
Program Pembekalan Materi Psikologi bagi Guru di Yayasan Transformasi Bagimu Negeri Sutanto, Sandra; Handayani Sutanto, Sandra; Natacia, Edeline; Untawidjaja, Jovanka
Devotion : Jurnal Pengabdian Psikologi Vol. 1 No. 02 (2022): November
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/devotion.v1i02.3551

Abstract

Pendidik dan kompetensi pendidik merupakan hal yang krusial bagi proses pembelajaran. Pendidik dalam hal ini guru yang memiliki kompetensi dan juga pembekalan yang memadai akan membantu proses pengajaran berjalan dengan lebih baik. Kompetensi yang dimiliki oleh guru bisa didapat dari bidang keilmuan yang sudah dipelajari dalam perkuliahan, maupun dari pelatihan atau pembekalan bidang ilmu lain. Yayasan Transformasi Bagimu Negeri merupakan Yayasan yang terpanggil untuk memperlengkapi dan juga melakukan program pembinaan bagi guru-guru yang akan ditempatkan pada area 3T (tertinggal, terluar dan terpencil) dan sudah memasuki tahun ke-5. Pembekalan yang dimaksud berupa Teacher Transformation Center, dengan salah satu programnya yaitu pembekalan mengenai Psikologi Perkembangan, Psikologi Belajar dan integrasi antara iman Kristen dan ilmu Psikologi. Pembekalan dilakukan selama dua hari berturut-turut dengan menggunakan metode campuran antara pemberian materi konseptual dengan aktivitas bagi 17 orang peserta. Hasil evaluasi yang dilakukan menyebutkan bahwa pembekalan ini relevan dengan tugas yang akan mereka jalani sebagai guru. Pembicara juga dinilai menguasai topik, berinteraksi dengan peserta serta memberikan dorongan untuk melakukan aplikasi pembelajaran di masa yang akan datang.guru; pembekalan; pelatihan psikologi.
Pelatihan Kesiapan Diri menuju Pernikahan bagi Dewasa Muda di Gereja GKI Gejayan Claudia, Christina; Sutanto, Sandra Handayani; Kaparang, Giofanny Jessica; Celesta, Vanessa
Devotion : Jurnal Pengabdian Psikologi Vol. 3 No. 02 (2024): November
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/devotion.v3i02.7409

Abstract

Young adulthood is a life stage where one develops romantic relationships culminating in marriage and forming one’s own family. However, recent trends suggest that starting and maintaining healthy marriage relationships may be challenging in Indonesia, indicating a low marital readiness amongst young adults. Several factors that impact one’s marital readiness include family life knowledge, coming to terms with family-of-origin issues, emotional intelligence and communication skills. Therefore, training that addresses these factors amongst young adults can help prepare them for a healthy marriage. Komisi Dewasa Muda at GKI Gereja Gejayan, who serves young adults in the Sleman area found this issue in their young adult community. Through this training, the young adults in the Sleman area may be equipped to enter marriage well and to develop, as well as maintain a healthy marriage relationship moving forward. The evaluation of the training also indicates that the materials provided were relevant to adult marriage preparation, had a positive impact, and were delivered using an engaging approach.
KETIDAKPUASAN TUBUH DAN FAMILY FAT TALK: STUDI PADA PEREMPUAN DEWASA MUDA TIONGHOA DI INDONESIA: Body Dissatisfaction and Family Fat Talk: A Study on Young Adult Chinese Women in Indonesia Michella Hany; Sandra Handayani Sutanto
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 18 No. 1 (2025): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN 18.1
Publisher : Department of Family and Consumer Sciences, Faculty of Human Ecology, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24156/jikk.2025.18.1.80

Abstract

Rendahnya kesadaran keluarga Tionghoa di Indonesia terhadap diskusi penampilan fisik dapat mengarah pada percakapan negatif terkait bentuk tubuh (family fat talk) yang dapat memberikan dampak negatif terhadap persepsi citra tubuh individu berupa risiko ketidakpuasan tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh family fat talk terhadap ketidakpuasan tubuh pada perempuan dewasa muda Tionghoa di Indonesia. Studi menggunakan desain kuantitatif dengan analisis regresi linear sederhana untuk mengolah data. Sebanyak 154 partisipan didapat dengan menggunakan teknik convenience sampling menggunakan Family Fat Talk Questionnaire dan Body Shape Questionnaire. Hasil penelitian menunjukkan bahwa family fat talk dapat memprediksi ketidakpuasan tubuh pada perempuan dewasa muda Tionghoa di Indonesia sebesar 62,6 persen. Analisis tambahan juga memperlihatkan korelasi positif masing-masing dimensi family fat talk—yaitu self dan family terhadap ketidakpuasan tubuh. Implikasi studi menekankan pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat mengenai risiko yang dapat ditimbulkan oleh percakapan negatif terkait bentuk tubuh. Upaya ini diperlukan untuk mengurangi dampak negatif family fat talk terhadap citra tubuh perempuan dewasa muda dan kesejahteraan mental secara keseluruhan.
Between Hope and Reality: A Qualitative Exploration of Single Men’s Attitudes Toward Romantic Relationships Sutanto, Sandra Handayani; Pratiwi, Pradipta Christy; Himawan, Karel Karsten; Dewi, Kartika Sari
Journal of Educational, Health and Community Psychology VOL 15 NO 1 MARCH 2026
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jehcp.vi.31705

Abstract

This study explores how single men in Indonesia make sense of romantic relationships amid competing expectations of intimacy and culturally embedded gender norms. Prior scholarship on singleness and relationship experiences has predominantly centred women’s perspectives, leaving men’s meanings and negotiations of romantic involvement less examined in depth. Using a qualitative design, we conducted a focus group discussion with five single men in Jakarta and analysed the data through reflexive thematic analysis. The findings indicate that participants generally endorsed relational ideals characterised by reciprocity, mutual support, and egalitarian partnership. However, these ideals were frequently complicated by the persistent influence of traditional gender-role expectations within their social environment, creating tensions between what participants regarded as desirable relationship practices and what they anticipated as normative—particularly in the transition from dating to marriage. Overall, the study highlights how patriarchal cultural scripts remain salient in shaping men’s expectations, role imaginaries, and relational negotiations. These insights suggest the value of relationship education and gender-awareness initiatives that address not only individual skills (e.g., communication and emotional openness) but also broader normative pressures that structure intimate life.  
Meningkatkan Kemampuan Membaca Awal Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Permainan Hubung Kata di TK Bhakti Pertiwi Puspita Sandra Dewi Handayani; Melvi Lesmana Alim; Rizki Amalia
Jurnal Pendidikan Tuntas Vol. 2 No. 1 (2024): Edisi Maret 2024
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was motivated by the low initial reading ability of children aged 5-6 years at TK Bhakti Pertiwi, Kampar Regency. For this reason, a concrete application is needed to be able to find the right way to relate to children's early reading abilities, namely the application of word connection games. This type of research is classroom action research which is an examination of learning activities in the form of actions, which are deliberately created and occur in a class together with a total of 12 children consisting of 6 boys and 6 girls. . Data collection techniques for data collection in this research are observation and documentation. The data analysis technique used in this research is the percentage technique. From the results of classroom action research and discussions as described, a conclusion was drawn regarding the results of this research, namely that through the application of word connection games, it can improve the early reading skills of children aged 5-6 years at TK Bhakti Pertiwi, Kampar Regency. The early reading ability of children aged 5-6 at TK Bhakti Pertiwi, Kampar Regency through word connection games has increased every cycle. In the pre-cycle, an average score of 39.06% was obtained with the BB (Not Yet Developed) criteria. After improvements were made in cycle I, a score of 57.03% was obtained with MB (Starting to Develop) and in cycle II a score of 78.13% was obtained with BSB (Very Well Developing) criteria. Keywords: Word Connection Games, Early Reading Ability of Children, Aged 5-6 Years.