Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Gambaran Faktor Kejadian ISPA pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Pijoan Baru Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Tanjung Jabung Barat Tahun 2019 Sondang Siahaan; Supriatna Supriatna
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 22, No 3 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jiubj.v22i3.2241

Abstract

ISPA in Indonesia often occupies the first sequence of todler pain.  Data of P2 ISPA management in Puskesmas Tanjung Jabung Barat in January-August 2018, the number of ISPA cases found in the city was quite high, namely in Puskesmas Pijoan Baru with a total of 1,132 visitors.  The aim of this research is to find out the impact of the ISPA on toddlers which include the occupancy of sleep, ventilation, air conditioning, humidity, room humidity, smoking habits, family habits and the use of burned-mosquito repellent. The type of research was descriptive research with a survey approach. This research was implemented in March until May 2019. The population in this researh were toddlers who were positive infected with ISPA and recorded in Puskesmas Pijoan Baru during October-December 2018 that addresed at the work area of Puskesmas Pijoan Baru. The results of the study showed that 80 respondent homes, the occupancy density of sleeping rooms that filled the population was as big as 3.75%, the habit of ventilation which filled the population as much as 15% of the patients, the total age was as much as 65% of the patients, the majority of patients were filled with 25% of total age, and as much as 3.75% of toddlers did not have ISPA. The community is advised to open windows every morning regularly, not smoke inside the house, provide adding ventilation such as fan, using mosquito nets or anti-comfort packages as replacements for burned-mosquito repellent.
Analisis Kejadian Diare Pada Balita di Puskesmas II Kecamatan Tungkal Ilir Suparmi, Suparmi; Fauziah, Rina; Siahaan, Sondang
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 15 No 2 (2024): JUNI
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v15i2.2038

Abstract

Diarrhea disease is a major problem as it can cause extraordinary events leading to death. The purpose of this study was to determine the factors associated with the incidence of diarrhea in children. This study used a descriptive analytic research method with a cross-sectional study approach conducted at Puskesmas II, Tungkal Ilir Subdistrict, Tanjung Jabung Barat District, involving 88 participants. The results of this study showed that 60 participants (68.2%) had primary education and 28 participants (31.8%) had education ≥ junior high school level. Among the mothers of children under five, 42 (47.7%) exhibited good behavior while 46 (52.3%) exhibited poor behavior. Regarding knowledge about diarrhea, 37 mothers (42%) had good knowledge and 51 (58%) had poor knowledge. Among mothers with primary education, 43 children suffered from diarrhea while 17 did not. The Chi-Square test results indicated that the incidence of diarrhea was not related to the level of education (p-value 0.740) and behavior (p-value 0.220), but it was related to knowledge (p-value 0.002). The incidence of diarrhea in children under five was not related to the level of education and behavior. There is a relationship between knowledge and the incidence of diarrhea in children under five in the Sriwijaya Subdistrict, Tungkal Ilir District, Puskesmas II Work Area.
Pengendalian Demam Berdarah Dengue Berbasis Anak Sekolah SD Negeri No. 98/IV Kota Jambi Sondang Siahaan; Fauziah, Rina; Suparmi
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v3i1.79

Abstract

Upaya pengendalian DBD di sekolah perlu menekankan pada upaya pencegahan melalui pemberdayaan dan peran serta kepala sekolah, guru dan siwa-siswi dalam gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di lingkungan sekolah. Kader Jumantik Anak Sekolah yang diharapkan sebagai penggerak dan motivator selain bagi teman-temannya di sekolah, juga mampu menerapkannya di lingkungan keluarga, dan masyarakat. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan informasi dan pelatihan kepada kader jumantik anak sekolah sehingga mampu secara mandiri untuk melakukan pemantauan jentik di lingkungan sekolah dan rumah masing-masing. Metode yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian ini adalah sosialisasi, pembentukan dan pelatihan kepada kader jumantik anak sekolah. Sasaran dalam kegiatan pengabdian ini adalah kelompok anak kisaran umur 9-12 tahun, tepatnya perwakilan siswa kelas 5 SD di No. 98/IV Kota Jambi. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan peran serta anak sekolah sebagai jumantik anak sekolah dalam pelaksanaan PSN sebagai change agent penyebar informasi dan juga sebagai salah satu upaya pembinaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sejak usia dini dalam mendukung upaya penurunan kasus DBD. Program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M plus di lingkungan sekolah dapat menjadikan lingkungan sekolah terbebas dari jentik nyamuk sehingga pada akhirnya dapat terhindar dari kemungkinan terkena penyakit DBD.
GAMBARAN SANITASI LINGKUNGAN DI PONDOK PESANTREN AL-HIDAYAH KENALI ASAM BAWAH KOTA JAMBI Siahaan, Sondang; Fauziah, Rina
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 16 No 4 (2024): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v16i4.2505

Abstract

Sanitation in public places, which has the potential for disease transmission, is one of the critical issues in Islamic boarding schools (pondok pesantren). Based on a survey conducted at Pondok Pesantren Al-Hidayah, the environmental sanitation did not meet health standards. Environmental sanitation is a part of environmental health science that includes methods and efforts by individuals or communities to control and manage external environments that are hazardous to health and may threaten human survival. The purpose of this study was to describe the environmental sanitation conditions at Pondok Pesantren Al-Hidayah, Kenali Asam Bawah, Jambi City. This research employed a descriptive method with an observational approach to describe or illustrate phenomena that occurred within the community. The subject of this study was environmental sanitation, which included general conditions, building construction, sanitation facilities, and the requirements for food and beverage management at Pondok Pesantren Al-Hidayah in Kelurahan Kenali Asam Bawah, Jambi City. The results showed that the building construction was categorized as not meeting standards, with a score of 868 or 40%. Sanitation facilities were also categorized as not meeting standards, with a score of 775 or 41.33%. Similarly, the requirements for food and beverage management were categorized as not meeting standards, with a score of 880 or 44.44%.
Edukasi dan Pembinaan Hygiene Sanitasi Makanan Jajanan di MTsS Jauharul Iman Pada Wilayah Kerja Puskesmas Penyengat Olak Sondang Siahaan; Fauziah, Rina; Supriatna
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v1i2.25

Abstract

Pengelolaan kesehatan lingkungan merupakan suatu hal yang harus dilaksanakan agar dapat hidup sehat. Lingkungan yang sehat dapat memengaruhi perilaku hidup sehat dan baik kesehatan jasmani maupun rohani serta terhindar dari pengaruh negatif yang dapat merusak kesehatan. Tujuan pengabdian adalah mengupayakan pemberian pengetahuan bagi pedagang makanan jajanan, bagaimana berperilaku sehat dalam menyajikan makanan jajanan yang sehat dan hygienis, dengan menggunakan etalase tempat makanan jajanan yang hygienes. Kegiatan pengabdian masyarakat  ini dilaksanakan selama 100 hari mulai tanggal 22 Agustus s/d 30 November 2019. Tempat pelaksanaan di MTsS Jauharul Iman Pada Wilayah Kerja Puskesmas Penyengat Olak Kecamatan Jambi Luar Kota Kabupaten Muaro Jambi. Hasil pengabdian adalah melakukan Edukasi dan Pembinaan tentang pengetahuan hygiene sanitasi makanan jajanan di sekolah dan menyediakan sarana etalase tempat makanan jajanan dan alat penjepit makanan. Simpulan pengabdian adalah para penjual makanan jajanan di lingkungan MTsS Jauharul Iman pada Wilayah Kerja Puskesmas Penyengat Olak  Kec. Jambi Luar Kota Kabupaten Muaro Jambi masih kurang memiliki pengetahuan hygiene sanitasi dalam menyajikan makanan jajanan secara baik.
Edukasi dan Pembinaan Penerapan Pengelolaan Sampah Berbasis 3R di MTSS Jauharul Islam Desa Penyengat Olak Fauziah, Rina; Sondang Siahaan
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v1i2.26

Abstract

Kondisi lingkungan yang sehat dapat mendukung tumbuh kembangnya perilaku hidup sehat dan dapat memengaruhi kesehatan jasmani maupun rohani serta terhindar dari pengaruh negatif yang dapat merusak kesehatan. Tujuan pengabdian adalah melakukan edukasi dan pembinaan pengelolaan sampah berbasis 3 R, membentuk kader kebersihan lingkungan sekolah, memberikan cinderamata berupa tempat sampah, sapu ijuk, sapu lidi dan sekop, melakukan gotong royong bersama kader kebersihan lingkungan sekolah di MTSS Jauharul Islam Desa Penyengat Olak Kabupaten Muaro Jambi, melakukan evaluasi kegiatan.    Metode kegiatan pengabdian dilakukan secara bertahap yakni dimulai survey pendahuluan dilokasi, pemberian edukasi dan pembinaan, melakukan deteksi faktor risiko lingkungan, penerapan pengelolaan sampah berbasis 3R dan melakukan evaluasi. Hasil Penilaian MTSS Jauharul Islam Desa Penyengat Olak Kabupaten Muaro Jambi penilaian sekolah diklasifikasikan SEHAT dengan hasil penilaian 600. Berdasarkan Kepmenkes No. 1429 Tahun 2006 skore penilaian sehat apabila memiliki skore 400-850. Hasil penilaian faktor risiko kesehatan lingkungan % FR yang berpotensi menimbulkan gangguan sebesar 28%. Berdasarkan Kepmenkes No. 1429 Tahun 2006 bahwa % FR yang berpotensi menimbulkan gangguan 20-39 % tingkat resiko LOW (Rendah). Simpulan pengabdian adalah telah terbentuk perilaku mengelola sampah menggunakan metode 3R.
Analisis Pengelolaan Sampah di Pondok Pesantren Desa Tangkit Kecamatan Sungai Gelam Kabupaten Muaro Jambi Siahaan, Sondang; Erris, Erris; Rina, Rina; Supriatna, Supriatna
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 25, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jiubj.v25i1.6016

Abstract

This study aims to analyze waste management in Islamic boarding schools in Tangkit Village, Sungai Gelam District, Muaro Jambi Regency. The type of research conducted is quantitative research with data collection methods using questionnaires and observations. The sample in this study was 6 Islamic Boarding Schools. The results of this study found that waste management in the Islamic Boarding School was still far from optimal.
Gambaran Sarana Sanitasi di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Luhur Jambi Sondang Siahaan; Rina Fauziah; Suparmi
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 5 No. 1 (2025): Nursing and Health Care Technology-January to June Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v5i1.97

Abstract

Kesenjangan studi ini dengan studi sebelumnya terletak pada fokus penelitian terhadap kondisi sarana sanitasi di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Luhur Jambi, yang belum banyak dibahas dalam penelitian sebelumnya. Sebagian besar penelitian sebelumnya lebih banyak menyoroti aspek kesehatan fisik dan psikososial lansia di panti sosial, sementara studi tentang sarana sanitasi sebagai salah satu determinan penting kualitas hidup lansia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi sarana sanitasi di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Luhur Jambi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan observasional. Data dikumpulkan melalui observasi langsung menggunakan lembar checklist yang disusun berdasarkan Permenkes Nomor 2 Tahun 2023. Variabel yang diamati meliputi ketersediaan air bersih, sarana toilet, sarana cuci tangan pakai sabun, tempat pengelolaan sampah, dan tempat pengelolaan limbah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan air bersih memenuhi syarat 100%, sarana toilet memenuhi syarat 76.9%, sarana cuci tangan pakai sabun tidak memenuhi syarat 76.9%, tempat pengelolaan sampah memenuhi syarat 76.9%, dan tempat pengelolaan limbah tidak memenuhi syarat 61.5%. Secara umum, kondisi sarana sanitasi di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Luhur Jambi sudah cukup baik, namun masih diperlukan perbaikan khususnya pada penyediaan sarana cuci tangan pakai sabun dan pengelolaan limbah cair. Peningkatan sarana sanitasi perlu dilakukan untuk menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan nyaman bagi para lansia.
Gambaran Pengelolaan Sampah di Pondok Pesantren Darul Muhtadin Kota Jambi Siahaan, Sondang; Fauziah, Rina; Supriatna, Supriatna; Novitasari, Jessy
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 24, No 2 (2024): Juli
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jiubj.v24i2.4953

Abstract

Waste is the solid residue of daily human activities or natural processes. Waste management is a form of environmental education that can raise awareness of the importance of protecting the environment and carrying out good waste management. The purpose of this study was to determine the description of waste management at the Darul Muhtadin Islamic Boarding School in Jambi City. The scope of this study is waste management at the Darul Muhtadin Islamic Boarding School in Jambi City, which includes the amount of waste generation, waste sorting, waste packaging, waste collection, waste transportation, and waste storage. This research is quantitative, and the research design used in this study is descriptive by means of direct observation and interviews. The results of the research at the Darul Muhtadin Islamic Boarding School in Jambi City show that 50% of the time there is a trash can at the location of the source of waste, 100% of waste sorting is not carried out in waste management, 100% of waste containers do not meet health requirements in waste management, 50% of waste collection does not meet health requirements in waste management, 75% of waste transportation does not meet health requirements in waste management at the boarding school, and 25% of waste containment places in their location and buildings do not meet the requirements, namely less than 30 meters in waste management at the boarding school.
Faktor Penyebab Kejadian Penyakit Dermatitis Kontak di Wilayah Puskesmas Nipah Panjang Suparmi; Rina Fauziah; Sondang Siahaan
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 5 No. 2 (2025): Nursing and Health Care Technology-July to December Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v5i2.214

Abstract

Dermatitis kontak merupakan salah satu masalah kesehatan kulit yang sering terjadi dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama perilaku kebersihan diri dan kondisi sanitasi lingkungan. Kasus dermatitis kontak di wilayah kerja Puskesmas Nipah Panjang cukup tinggi, sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui faktor penyebabnya. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan faktor personal hygiene, sarana air bersih, dan jamban sehat terhadap kejadian dermatitis kontak. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Sampel sebanyak 204 responden penderita dermatitis kontak usia 20–54 tahun ditentukan dengan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui kuesioner checklist, observasi, dan data sekunder dari Puskesmas. Analisis dilakukan secara univariat untuk melihat distribusi frekuensi dan persentase masing-masing variabel. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki personal hygiene yang buruk (78%), sarana air bersih yang tidak memenuhi syarat (90%), dan jamban yang tidak sehat (71%). Proporsi responden dengan keluhan dermatitis kontak mencapai 90%. Kesimpulan penelitian bahwa personal hygiene yang rendah, keterbatasan akses air bersih, dan kondisi jamban yang tidak sehat merupakan faktor dominan penyebab tingginya kejadian dermatitis kontak..