Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PENINGKATAN PRODUKTIVITAS JAMU SERBUK MELALUI PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA Salat, Sri Yunita Suraida; Yuniastri, Ratih; Pramasari, Ika Fatmawati; Tukiran, Tukiran; Ruhana, Amalia; Imron, Ali
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20318

Abstract

Abstrak: Indonesia kaya akan sumber daya alam yang melimpah, termasuk jenis tanaman herbal yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, seperti jahe, temulawak, kunyit, kencur, dan lainnya. Banyak orang memanfaatkan tanaman ini menjadi jamu, salah satunya seperti Kelompok Wanita Tani (KWT) Mawar dan Kelompok Tani Hutan (KTH) Bukit Lestari yang terletak di kecamatan ganding kabupaten Sumenep yang selanjutnya menjadi mitra dalam kegiatan ini dengan jumlah total 60 anggota. Kedua mitra ini telah merintis usaha sejak tahun 2019, namun ketidakseimbangan antara penawaran dan permintaan di pasar menjadikan usaha ini terbatas. Pengolahan yang dilakukan secara sederhana juga berkontribusi terhadap rendahnya produktivitas jamu yang dihasilkan. Melalui kegiatan pengabdian kepada Masyarakat program Kosabangsa, tim mengajak kedua kelompok ini untuk bermitra dan menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi. Melalui pembimbingan dari tim pembimbing, tim pelaksana kegiatan kosabangsa melakukan kegiatan pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan pemahaman diukur melalui pemberian pretest-postest dan keterampilan mitra serta penerapan teknologi tepat guna yang dimiliki tim pendamping diukur dengan mengisi checklist dan observasi langsung. Kegiatan pelatihan dan pendampingan oleh tim pelaksana beserta tim pendamping telah terlaksana dengan baik, mendapat dukungan penuh dari mitra. Hasil kegiatan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam menerapkan teknologi selama proses pembuatan jamu sebesar 88,89% dan inovasi produk jamu cair sebesar 88,6%, serta peningkatan produktivitas jamu sebesar 80%. Kegiatan keberlanjutan dapat berupa pendampingan pengajuan izin edar BPOM dan pengembangan produk sesuai dengan iklim usaha bidang pangan yang dinamis.Abstract: Indonesia is rich in abundant natural resources, including types of herbal plants that have many health benefits, such as ginger, turmeric, galangal, and others. Many people use this plant as herbal medicine, one of which is the Mawar,s Farming Group (KWT) and Bukit Lestari’s Farming Group (KTH) which are located in Ganding Sub-district, Sumenep district which later became partners in this activity with 60 members. These two partners have been starting a business since 2019, but the imbalance between supply and demand in the market means this business is limited. Simple processing also contributes to the low productivity of the herbal medicine produced. Through community service activities for the Kosabangsa program, the team invites these two groups to partner and solve the problems being faced by parnerts. Through guidance from the supervisory team, the Kosabangsa activity implementation team carries out training and mentoring activities to improve partners’ understanding, measured through administering a pretest-posttest, and skills as well as the application of appropriate technology owned by the accompanying team, measured by filling in a checklist and direct observation. Training and mentoring activities by implementing team and accompanying team have been carried out well, receiving full support from partners. The results oh the activity can increase partners’ knowledge and skills in applying technology during the herbal medicine manufacturing process by 88,89% and liquid herbal medicine productivity by 80%. Sustainability activities can take the form assistance in applying for BPOM distribution permits and product development in accordance with the dynamic business climate in the food sector.
PERLUASAN AREAL PEMASARAN MINUMAN INSTAN VITEPLUS PRODUKSI UD MAJU JAYA SUMENEP Ismawati, Ismawati; Wibisono, Aryo; Yuniastri, Ratih
Jurnal Terapan Abdimas Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v6i2.7961

Abstract

Abstract. Partners in PKM activities is UD Maju Jaya with the product soursop leaf instans drink  called viteplus. Viteplus is a instan drink from powder product made from sugar which is formulated with soursop leaf exstract and traditional herbal ingredients. In  running a business, partners have been able to increase production capacity. Increasing production capacity also needs to be supported by increased marketing so that businesses can continue to run and be profitable. Through PKM activities, the team provides assistance to partners in solving problems faced, namely increasing marketing. Marketing increase is measured based on the product marketing area. Activities carried out as an effort to provide solutions to partners, namely training, mentoring and monitoring. The results of PKM activities indicate an increase in the product marketing area of> 50%, where before the activity the product was only marketed in 3 districts and after PKM activities increased the marketing area to 5 districts, namely Gapura, Sumenep City District, Bluto, Ganding and Guluk - Guluk. Abstrak. Mitra dalam kegiatan PKM adalah UD Maju Jaya denga n produk minuman instan daun sirsak dengan nama produk viteplus. Viteplus merupakan produk yang minuman dalam bentuk bubuk yang terbuat dari gula pasir yang diformulasi dengan sari daun sirsak dan bahan jamu tradisional. Dalam menjalankan usaha, mitra telah mampu mennigkatkan kapasitas produksi. Peningkatan kapasitas produksi perlu didukung juga oleh peningkatan pemasaran agar usaha dapat terus berjalan dan profitable. Melalui kegiatan PKM tim melakukan pendampingan terhadap mitra dalam menyelesaikan permsalahan yang dihadapi yaitu peningkatan pemasaran. Peningkatan peasaran diukur  berdasarkan areal pemasaran produk. Kegiatan yang dilakukan sebagai upaya memberikan solusi terhadap mitra yaitu pelatihan, pendampingan dan monitoring. Hasil kegiatan PKM menunjukkan adanya peningkatan areal pemasaran produk >50%, dimana sebelum kegiatan produk hanya dipasarkan di 3 kecamatan dan setelah kegiatan PKM meningkat areal pemasarannya menjadi 5 kecamatan antara lain Gapura, Kecamatan Kota Sumenep, Bluto, Ganding dan Guluk – Guluk.  
PRODUK INOVASI OLAHAN TOMAT SEBAGAI ALTERNATIF PENINGKATAN PENDAPATAN PETANI TOMAT DAERAH PESISIR Ratih Yuniastri; Ismawati Ismawati; Rika Diananing Putri; R. Amilia Destryana
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3: Agustus 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v2i3.3042

Abstract

Desa Kertabarat merupakan salah satu desa di Kecamatan Dasuk Kabupten Sumenep, tergolong daerah pesisir dengan potensi bidang pertanian. Salah satu komoditas yang sering dibudidayakan adalah tanaman tomat dan cabe rawit. Pada musim panen raya, umumnya harga tomat akan mengalami penurunan harga cukup drastis. Upaya yang dapat dilakukan agar harga jual tomat tetap tinggi adalah mengolah tomat menjadi produk olahan bernilai ekonomis. Program pengabdian ini bertujuan untuk: 1) membentuk dan mengembangkan masyarakat inovatif dan mampu bersaing, 2) meningkatkan pengetahuan/ keterampilan khususnya diversifikasi olahan pangan, 3) menambah pengetahuan manajemen produksi dan pemasaran. Kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui 3 tahapan utama, yaitu sosialisasi, pelatihan, pendampingan. Pengolahan selai tomat dipilih sebagai salah satu olahan tomat dengan umur simpan lebih lama dan nilai ekonomis lebih tinggi. Kegiatan pelatihan dan pendampingan oleh tim PKM ini mampu menambah pengetahuan masyarakat dan nilai jual tomat, serta menjadi alternatif solusi pada saat harga jual tomat murah. Proses pengolahannya relatif mudah dan menggunakan peralatan yang sederhana
Nutritional status and safety assessment on adible insect reared in Indonesia Syabana, Rizal Andi; Yuniastri, Ratih; Matlubah, Helliyatul; Wise, Nur
Majalah Kesehatan Indonesia Vol. 6 No. 1: 2025
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/makein.2025220

Abstract

Stunting in children, pregnancy complications, and osteoporosis in the elderly remain prevalent in Indonesia, often linked to protein deficiency. This issue is particularly common among lower socio-economic groups, where limited purchasing power reduces protein consumption. The availability of protein sources is further threatened by climate change and declining environmental quality. Conventional protein sources also contribute to environmental degradation. Hence, there is a pressing need for sustainable, affordable, and environmentally friendly protein alternatives. The FAO has recognized edible insects as a viable future protein source. This study focuses on evaluating the nutritional content and food safety of three types of edible insects: mealworms, superworms, and Black Soldier Fly Larvae (BSFL). The research uses a Completely Randomized Design (CRD) with two factors: species (S) and larval condition (K). Six treatments are tested, each with three replications. Nutritional parameters assessed include carbohydrates, fats, proteins, antioxidants, and vitamins, while food safety is evaluated through microbial contamination and heavy metal analysis. Edible insects, such as mealworms, superworms, and BSFL, offer a varied nutritional profile, including protein, fat, carbohydrates, vitamin E, and antioxidants, making them a promising alternative protein source. Abstrak: Stunting pada anak, komplikasi kehamilan, dan osteoporosis pada lansia masih menjadi masalah prevalen di Indonesia, yang sering kali terkait dengan kekurangan protein. Masalah ini terutama terjadi pada kelompok masyarakat dengan status sosial ekonomi rendah, di mana keterbatasan daya beli mengurangi konsumsi protein. Ketersediaan sumber protein semakin terancam oleh perubahan iklim dan penurunan kualitas lingkungan. Sumber protein konvensional juga berkontribusi pada kerusakan lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan alternatif protein yang berkelanjutan, terjangkau, dan ramah lingkungan. FAO telah mengakui serangga yang dapat dimakan sebagai sumber protein yang layak di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kandungan gizi dan keamanan pangan dari tiga jenis serangga yang dapat dimakan: mealworm, superworm, dan Black Soldier Fly Larvae (BSFL). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor: spesies (S) dan kondisi larva (K). Enam perlakuan diuji, masing-masing dengan tiga replikasi. Parameter gizi yang dianalisis meliputi karbohidrat, lemak, protein, antioksidan, dan vitamin, sementara keamanan pangan dinilai melalui kontaminasi mikroba dan analisis logam berat. Serangga yang dapat dimakan, seperti mealworm, superworm, dan BSFL, menawarkan profil gizi yang bervariasi, termasuk protein, lemak, karbohidrat, vitamin E, dan antioksidan, menjadikannya sumber protein alternatif yang menjanjikan.
Peningkatan Kualitas Jual Gula Merah Desa Candi Kecamatan Dungkek Kabupaten Sumenep Kurniawan, Dody Tri; Yuniastri, Ratih; Pramasari, Ika Fatmawati; Tukiran; Imron, Ali; Ruhana, Amalia
Journal of Empowerment Indonesia Vol. 1 No. 1: Juni 2025
Publisher : PT. Sativa Publishing Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Luas lahan mencapai 317,917 Ha, desa Candi, daerah di Kecamatan Dungkek Kabupaten Sumenep, memiliki potensi pengembangan gula merah. KT Sumber Rejeki Candi dirintis oleh bapak Hartoyo tahun 2017, sebagai pengrajin gula merah, menjual hasil produknya dengan kemasan sederhana, tanpa ada label/merk serta sebagai pensuplai bahan baku pembuatan gula semut KWT Al Cholifah. Peningkatan kualitas dilakukan melalui pelatihan di KT Sumber Rejeki Candi meliputi 1) pembuatan gula merah tanpa bahan kimia 24 Oktober 2024, 2) Pelatihan penggunaan mesin kristalisasi dan vakum sealer 11 November 2024, 3) Pelatihan kemasan produk 4 November 2024, serta pendampingan pengajuan legalisasi produk dan pengoperasian alat TTG. Kegiatan pelatihan dan pendampingan telah terlaksana dengan baik dan hasilnya dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam menggunakan teknologi selama proses pengolahan nira siwalan menjadi gula merah menggunakan teknologi (75%), legalisasi usaha (75%). Peningkatan produksi gula merah sebesar 60%.