Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PERLUASAN AREAL PEMASARAN MINUMAN INSTAN VITEPLUS PRODUKSI UD MAJU JAYA SUMENEP Ismawati, Ismawati; Wibisono, Aryo; Yuniastri, Ratih
Jurnal Terapan Abdimas Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v6i2.7961

Abstract

Abstract. Partners in PKM activities is UD Maju Jaya with the product soursop leaf instans drink  called viteplus. Viteplus is a instan drink from powder product made from sugar which is formulated with soursop leaf exstract and traditional herbal ingredients. In  running a business, partners have been able to increase production capacity. Increasing production capacity also needs to be supported by increased marketing so that businesses can continue to run and be profitable. Through PKM activities, the team provides assistance to partners in solving problems faced, namely increasing marketing. Marketing increase is measured based on the product marketing area. Activities carried out as an effort to provide solutions to partners, namely training, mentoring and monitoring. The results of PKM activities indicate an increase in the product marketing area of> 50%, where before the activity the product was only marketed in 3 districts and after PKM activities increased the marketing area to 5 districts, namely Gapura, Sumenep City District, Bluto, Ganding and Guluk - Guluk. Abstrak. Mitra dalam kegiatan PKM adalah UD Maju Jaya denga n produk minuman instan daun sirsak dengan nama produk viteplus. Viteplus merupakan produk yang minuman dalam bentuk bubuk yang terbuat dari gula pasir yang diformulasi dengan sari daun sirsak dan bahan jamu tradisional. Dalam menjalankan usaha, mitra telah mampu mennigkatkan kapasitas produksi. Peningkatan kapasitas produksi perlu didukung juga oleh peningkatan pemasaran agar usaha dapat terus berjalan dan profitable. Melalui kegiatan PKM tim melakukan pendampingan terhadap mitra dalam menyelesaikan permsalahan yang dihadapi yaitu peningkatan pemasaran. Peningkatan peasaran diukur  berdasarkan areal pemasaran produk. Kegiatan yang dilakukan sebagai upaya memberikan solusi terhadap mitra yaitu pelatihan, pendampingan dan monitoring. Hasil kegiatan PKM menunjukkan adanya peningkatan areal pemasaran produk >50%, dimana sebelum kegiatan produk hanya dipasarkan di 3 kecamatan dan setelah kegiatan PKM meningkat areal pemasarannya menjadi 5 kecamatan antara lain Gapura, Kecamatan Kota Sumenep, Bluto, Ganding dan Guluk – Guluk.  
PRODUK INOVASI OLAHAN TOMAT SEBAGAI ALTERNATIF PENINGKATAN PENDAPATAN PETANI TOMAT DAERAH PESISIR Ratih Yuniastri; Ismawati Ismawati; Rika Diananing Putri; R. Amilia Destryana
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3: Agustus 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v2i3.3042

Abstract

Desa Kertabarat merupakan salah satu desa di Kecamatan Dasuk Kabupten Sumenep, tergolong daerah pesisir dengan potensi bidang pertanian. Salah satu komoditas yang sering dibudidayakan adalah tanaman tomat dan cabe rawit. Pada musim panen raya, umumnya harga tomat akan mengalami penurunan harga cukup drastis. Upaya yang dapat dilakukan agar harga jual tomat tetap tinggi adalah mengolah tomat menjadi produk olahan bernilai ekonomis. Program pengabdian ini bertujuan untuk: 1) membentuk dan mengembangkan masyarakat inovatif dan mampu bersaing, 2) meningkatkan pengetahuan/ keterampilan khususnya diversifikasi olahan pangan, 3) menambah pengetahuan manajemen produksi dan pemasaran. Kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui 3 tahapan utama, yaitu sosialisasi, pelatihan, pendampingan. Pengolahan selai tomat dipilih sebagai salah satu olahan tomat dengan umur simpan lebih lama dan nilai ekonomis lebih tinggi. Kegiatan pelatihan dan pendampingan oleh tim PKM ini mampu menambah pengetahuan masyarakat dan nilai jual tomat, serta menjadi alternatif solusi pada saat harga jual tomat murah. Proses pengolahannya relatif mudah dan menggunakan peralatan yang sederhana
Nutritional status and safety assessment on adible insect reared in Indonesia Syabana, Rizal Andi; Yuniastri, Ratih; Matlubah, Helliyatul; Wise, Nur
Majalah Kesehatan Indonesia Vol. 6 No. 1: 2025
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/makein.2025220

Abstract

Stunting in children, pregnancy complications, and osteoporosis in the elderly remain prevalent in Indonesia, often linked to protein deficiency. This issue is particularly common among lower socio-economic groups, where limited purchasing power reduces protein consumption. The availability of protein sources is further threatened by climate change and declining environmental quality. Conventional protein sources also contribute to environmental degradation. Hence, there is a pressing need for sustainable, affordable, and environmentally friendly protein alternatives. The FAO has recognized edible insects as a viable future protein source. This study focuses on evaluating the nutritional content and food safety of three types of edible insects: mealworms, superworms, and Black Soldier Fly Larvae (BSFL). The research uses a Completely Randomized Design (CRD) with two factors: species (S) and larval condition (K). Six treatments are tested, each with three replications. Nutritional parameters assessed include carbohydrates, fats, proteins, antioxidants, and vitamins, while food safety is evaluated through microbial contamination and heavy metal analysis. Edible insects, such as mealworms, superworms, and BSFL, offer a varied nutritional profile, including protein, fat, carbohydrates, vitamin E, and antioxidants, making them a promising alternative protein source. Abstrak: Stunting pada anak, komplikasi kehamilan, dan osteoporosis pada lansia masih menjadi masalah prevalen di Indonesia, yang sering kali terkait dengan kekurangan protein. Masalah ini terutama terjadi pada kelompok masyarakat dengan status sosial ekonomi rendah, di mana keterbatasan daya beli mengurangi konsumsi protein. Ketersediaan sumber protein semakin terancam oleh perubahan iklim dan penurunan kualitas lingkungan. Sumber protein konvensional juga berkontribusi pada kerusakan lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan alternatif protein yang berkelanjutan, terjangkau, dan ramah lingkungan. FAO telah mengakui serangga yang dapat dimakan sebagai sumber protein yang layak di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kandungan gizi dan keamanan pangan dari tiga jenis serangga yang dapat dimakan: mealworm, superworm, dan Black Soldier Fly Larvae (BSFL). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor: spesies (S) dan kondisi larva (K). Enam perlakuan diuji, masing-masing dengan tiga replikasi. Parameter gizi yang dianalisis meliputi karbohidrat, lemak, protein, antioksidan, dan vitamin, sementara keamanan pangan dinilai melalui kontaminasi mikroba dan analisis logam berat. Serangga yang dapat dimakan, seperti mealworm, superworm, dan BSFL, menawarkan profil gizi yang bervariasi, termasuk protein, lemak, karbohidrat, vitamin E, dan antioksidan, menjadikannya sumber protein alternatif yang menjanjikan.
Peningkatan Kualitas Jual Gula Merah Desa Candi Kecamatan Dungkek Kabupaten Sumenep Kurniawan, Dody Tri; Yuniastri, Ratih; Pramasari, Ika Fatmawati; Tukiran; Imron, Ali; Ruhana, Amalia
Journal of Empowerment Indonesia Vol. 1 No. 1: Juni 2025
Publisher : PT. Sativa Publishing Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64118/jei.v1i1.68

Abstract

Luas lahan mencapai 317,917 Ha, desa Candi, daerah di Kecamatan Dungkek Kabupaten Sumenep, memiliki potensi pengembangan gula merah. KT Sumber Rejeki Candi dirintis oleh bapak Hartoyo tahun 2017, sebagai pengrajin gula merah, menjual hasil produknya dengan kemasan sederhana, tanpa ada label/merk serta sebagai pensuplai bahan baku pembuatan gula semut KWT Al Cholifah. Peningkatan kualitas dilakukan melalui pelatihan di KT Sumber Rejeki Candi meliputi 1) pembuatan gula merah tanpa bahan kimia 24 Oktober 2024, 2) Pelatihan penggunaan mesin kristalisasi dan vakum sealer 11 November 2024, 3) Pelatihan kemasan produk 4 November 2024, serta pendampingan pengajuan legalisasi produk dan pengoperasian alat TTG. Kegiatan pelatihan dan pendampingan telah terlaksana dengan baik dan hasilnya dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam menggunakan teknologi selama proses pengolahan nira siwalan menjadi gula merah menggunakan teknologi (75%), legalisasi usaha (75%). Peningkatan produksi gula merah sebesar 60%.
Pengaruh Jenis Pemanis yang Berbeda terhadap Sifat Kimia Kopi Lengkuas R. Amilia Destryana; Ratih Yuniastri; Aryo Wibisono
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 4 No. 2 (2019): Oktober
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA.2019.v04.i02.p03

Abstract

Galangal coffee is a local agricultural commodity food product in Sumenep Regency. This product is produced based on the preference of people for coffee drinks. Galangal coffee is a mixture of coffee powder and galangal powder which has a different aroma and taste. The use of sugar as an additional ingredient in galangal coffee product is used to increase product quality in the composition of nutrients, storability, and health effects on the body. Sweetener commonly used in food products is sucrose, such as cane sugar, palm sugar, and corn sugar which are sweeteners but have a lower glycemic index than cane sugar. The purpose of this study was to determine the effect of the use of sweetener: cane sugar, palm sugar and corn sugar on the chemical properties of galangal coffee product. The design used in this study is a completely randomized design (CRD) non-factorial pattern with 3 replications. The method used is an experimental method of chemical parameters: carbohydrate content, water content, fat content, protein content, and ash content. Result of ANOVA at a significance level of 5% showed that the use of different types of sweeteners significantly affected total carbohydrate content, water content, ash content, and fat content. The parameter values ??of the chemical properties of the product in this study were: carbohydrate content of 64.47-82.60%, the water content of 5.19-17.08%, the ash content of 1.74 - 4.17%, fat content of 3.25 - 6.79%, and protein content from 4.96 to 7.5%.
INOVASI KEMASAN DAN DIVERSIFIKASI PRODUK OLAHAN IKAN BANDENG Yuniastri, Ratih; Herowati, Herowati; Wibisono, Aryo
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.26764

Abstract

Abstrak: Produk olahan ikan bandeng masih terbatas jenis dan ragamnya, untuk itu perlu diversifikasi olahan sebagai bentuk inovasi produk berbahan ikan bandeng. Poklahsar Melati merupakan salah satu kelompok wanita yang memanfaatkan ikan bandeng menjadi produk olahan, beranggotakan 10 orang wanita produktif. Melalui pelatihan dan pendampingan serta penerapan teknologi pada Poklahsar Melati dapat menambah keterampilan, pengetahuan dan jenis produk olahan ikan bandeng yang lebih variatif, disukai konsumen dan lebih terjamin keamanannya. Evaluasi ketercapaian kegiatan dilakukan melalui wawancara dan pemberian kuisioner. Berdasarkan hasil kegiatan pelatihan dan pendampingan dapat meningkatkan keterampilan pengolahan mitra dalam rangka diversifikasi dan inovasi produk khususnya olahan ikan bandeng menerapkan teknologi pengolahan dan teknologi kemasan. Peningkatan pengetahuan dan ketermpilan mitra mencapai 80% dari 10 orang anggota. Kegiatan keberlanjutan untuk pendampingan selanjutnya dapat berupa pelatihan dan pendampingan digital marketing menggunakan e-commerce untuk memperluas cakupan daerah pemasaran mitra khususnya produk olahan kering ikan bandeng, dalam upaya menjaga dan menjamin keberlanjutan dan pengembangan produk menyesuaikan dengan pesatnya perkembangan iklim usaha yang khususnya di bidang pangan.Abstract: Milkfish prcessed products are still limited in type and variety, therefore it is necessary to diversify the processing as a aform of innovation of milkfish-based products. Poklahsar Melati is one of the women’s groups that utlize milkfish into processed products, consisting of 10 productive women. Through training and mentoring as well as the application of technology, Poklahsar Melati can increase skills, khowledge and types of processed milkfish products that are more varied, preferred by consumers and more secure. Evaluation of the achievement of activities is carried out through interviews and quetionnaires. Training and mentoring activities can improve the processing skills of partners in the context of product diversification and innovation, especially milkfish processed products applying processing technology and packaging technology. The increase in knowledge and skills of partners reached 80% of 10 members. Sustainable activities for further mentoring can be in the form of digital marketing training and mentoring using e-commerce to expand the scope of partner marketing areas, especially dried milkfish processed products, in an effort to maintain and ensure product sustainability and development in accordance with the rapid development of the business climate, especially in the food sector.