Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Perbaikan Keterlambatan Kedatangan Material Proyek Kereta 5TSK3 (Studi Kasus: PT. INKA) Aqidawati, Era Febriana; Sutopo, Wahyudi
Jurnal Rekayasa Sistem & Industri Vol 5 No 01 (2018): Jurnal Rekayasa Sistem & Industri - Juni 2018 (In Press)
Publisher : School of Industrial and System Engineering, Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/jrsi.v5i01.289

Abstract

PT. INKA merupakan perusahaan yang memproduksi kereta api, baik untuk dipasarkan ke dalam negeri maupun diekspor ke luar negeri. Pada periode tahun 2016, keterlambatan kedatangan material yang paling banyak pada proyek 5TSK3. Hal ini akan menghambat proses produksi kereta. Dalam studi kasus ini, akar penyebab keterlambatan dianalisi menggunakan cause-effect diagram dan metode kipling untuk menghasilkan usulan perbaikan guna mengurangi resiko terjadinya keterlambatan datangnya barang untuk proyek di masa depan. Dari hasil identifikasi masalah, diperoleh lima faktor yang menjadi penyebab keterlambatan kedatangan material proyek kereta 5TSK3, yaitu faktor material, manusia, metode, mesin dan lingkungan. Selain itu, dari faktor-faktor yang menyebabkan keterlambatan kedatangan material, diperoleh beberapa usulan perbaikan yang dianalisis menggunakan pendekatan tools teknik industri dan aliran aktivitas pengadaan material. Berdasarkan analisis, diperoleh Standard Operation Procedure (SOP) usulan untuk pengadaan material. Kata kunci: keterlambatan, pengadaan material, SOP
Improving The User Interface of a Dealer Management System (DMS) via Design Thinking: A Case Study at Wuling Motors Indonesia Putra, Perdana Suteja; Brilianti, Grahita Prisca; Istiqomah, Silvi; Aqidawati, Era Febriana; Afraah, Sayyidah Maulidatul
Teknoin Vol. 30 No. 2 (2025)
Publisher : Faculty of Industrial Technology Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/teknoin.vol30.iss2.art3

Abstract

PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors) has used a Dealer Management System (DMS) for over five years; however, users report a cumbersome interface, non‑functional menus, and suboptimal task efficiency. This study applies a Design Thinking approach (empathize, define, ideate, prototype, test) to redesign the DMS user interface and improve user experience. We conducted interviews in the empathize stage (n=20) to build personas and journey maps, and performed formative usability testing with three user roles—dealer administrators, sales staff, and IT support—(n=9; 3 per role). Usability was evaluated using the System Usability Scale (SUS) and cognitive walkthroughs. Results show a quantitative improvement in usability (SUS: existing = XX.X, prototype = YY.Y; Δ = YY.Y − XX.X), alongside reduced steps for key tasks and clearer navigation. The study contributes a sector‑specific DMS redesign for the Indonesian automotive context and a transparent DT‑based process that other enterprise systems can replicate.
Analisis Pola Kecacatan dan Kinerja Proses Perakitan Produk Kursi Kuliah Menggunakan Metode Statistical Process Control Aqidawati, Era Febriana; Nugraha, Isna; Khofiyah, Nida An; Istiqomah, Silvi; Putra, Perdana Suteja
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 9 No. 2 (2026): April
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v9i2.56387

Abstract

The furniture manufacturing industry is required to consistently produce products that meet dimensional and functional specifications to minimize rework, scrap, and resource waste. This study applies Statistical Process Control (SPC) to assess the quality performance of lecture chair production in a furniture company. Pareto analysis identified the seat and table board as the main sources of defects. The -R control chart and p and np charts indicate a stable process, and the Cp value (1.01–2.07) indicates that the process is capable. However, the average defect proportion of 0.46 per lot indicates that the defect rate is still operationally high. The data suggests that most quality problems are caused by general process variations related to people, methods, and machines. Therefore, improvements should focus on making work more consistent and better controlling processes. 
Pelatihan Pengenalan Dasar Produk Berbasis Kecerdasan Buatan untuk Membekali Siswa Sekolah Menegah Atas Solo Raya Menyosong Era Revolusi Industri 5.0 Laksono, Pringgo Widyo; Rosyidi, Cucuk Nur; Damayanti, Retno Wulan; Jauhari, Wakhid Ahmad; Pujiyanto, Eko; Hendix, Andreas Wegiq Adia; Aqidawati, Era Febriana
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 14, No 2 (2025): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v14i2.94863

Abstract

Revolusi Industri 5.0 membawa dampak yang signifikan bagi masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan. Meskipun demikian, pendidikan di Indonesia masih belum siap untuk beradaptasi dengan teknologi kunci dari revolusi ini, seperti kecerdasan buatan, energi terbarukan, dan keberlanjutan. Salah satu hambatannya adalah kurangnya fasilitas dan materi yang memadahi dalam pembelajaran. Oleh karena itu, sebuah pengabdian dilakukan untuk membantu sekolah- sekolah di sekitar UNS, khususnya SMA dan SMK di Solo Raya, dalam memulai pembelajaran berorientasi Revolusi Industri 5.0. Kegiatan pengabdian meliputi workshop, sosialisasi, pelatihan singkat, dan pemberian paket trainer. SMANRA dipilih sebagai sekolah pertama yang akan menerima pengabdian ini. Permasalahan yang dihadapi oleh SMANRA adalah kurangnya fasilitas yang memadahi dan sumber daya manusia yang belum menguasai dasar-dasar kecerdasan buatan dan internet of things. Solusi yang ditawarkan meliputi workshop dan sosialisasi tentang Revolusi Industri 5.0, serta pemberian paket trainer yang berisi perangkat keras, perangkat lunak, buku, dan materi pembelajaran terkait. Metode pelaksanaan kegiatan tersebut meliputi identifikasi kebutuhan, perencanaan kegiatan, pelaksanaan workshop dan sosialisasi, pemberian paket trainer, dan pendampingan teknis.Kata kunci : revolusi  industri 5.0, kecerdasan buatan, internet of things, inovasi, pembelajaran.