Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Comic Media in Learning of Elementary Schools: Systematic Literature Review Puspitasari, Wina Dwi; Rodiyana, Roni
Journal of Innovation and Research in Primary Education Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.27 KB) | DOI: 10.56916/jirpe.v1i1.29

Abstract

Comics are alternative media that can be used by teachers in carrying out learning in elementary schools. Learning comics are stories made by teachers with certain characters with the aim of making it easier for students to understand the material. This research using the concept of literature review uses the Systematic Literature Review (SLR) technique. The Systematic Literature Review technique is carried out by reviewing articles that are in accordance with the topic of the research question and then making an in-depth study of the articles that have been reviewed. The results of the data analysis that has been carried out are that the use of comics can improve students' understanding of the material which results in improving student learning outcomes in elementary schools. In addition, the cultivation of good character values can be done through the use of comics. Another result is that the local culture of the local area in the elementary school can be used as a good alternative in setting up comic stories. It is necessary to choose a good topic so that the comics used can make it easier for students to understand the material.
STUDI LITERATUR MEDIA QUICKLY-EDU UNTUK MENDUKUNG KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SD Agustine, Nadyah Pramudita; Puspitasari, Wina Dwi; Damayanti, Indani
Al-Irsyad: Journal of Education Science Vol 4 No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/aijes.v4i2.381

Abstract

Penelitian ini merupakan kajian literatur yang bertujuan untuk mengidentifikasi peran media pembelajaran digital, khususnya Quickly-Edu, dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar pada pembelajaran IPAS. Studi dilakukan melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis berbagai artikel dan jurnal terkait media pembelajaran interaktif, keterampilan berpikir kritis, serta tantangan implementasinya di kelas. Hasil sintesis menunjukkan bahwa media digital seperti Quickly-Edu memiliki potensi besar untuk menciptakan suasana belajar yang interaktif, menarik, dan kontekstual, sehingga mendorong siswa untuk terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Indikator berpikir kritis seperti Focus, Reason, Inference, Clarity, dan Overview dapat dilatih melalui media ini. Namun, tantangan seperti rendahnya literasi digital guru dan keterbatasan infrastruktur masih menjadi hambatan dalam implementasi optimal di sekolah dasar. Selain itu, variasi materi IPAS yang tersedia dalam media digital juga masih terbatas. Implikasi dari temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan media pembelajaran digital seperti Quickly-Edu tidak hanya ditentukan oleh kualitas teknisnya, tetapi juga oleh kesiapan guru, relevansi konten dengan kebutuhan lokal siswa, serta sinergi antar pemangku kepentingan pendidikan dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendorong berpikir kritis sejak dini. Oleh karena itu, pengembangan media seperti Quickly-Edu harus disertai pelatihan guru dan penyesuaian konten dengan konteks lokal. Studi ini merekomendasikan kolaborasi antara pendidik, pengembang media, dan peneliti untuk memastikan efektivitas penerapan media pembelajaran digital yang mampu menumbuhkan kemampuan berpikir kritis siswa sejak dini.
Pengaruh Model Project Based Learning Berbantuan Media Pop Up terhadap Keterampilan Berpikir Kreatif pada Siswa Sekolah Dasar Rohani, Putri Ariffa; Puspitasari, Wina Dwi; Cahyaningsih, Ujiati
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 10, No 3 (2025): Social, Cultural and Historical Studies
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v10i3.35547

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) berbantuan media Pop Up terhadap keterampilan berpikir kreatif siswa kelas V pada mata pelajaran IPAS. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya kemampuan berpikir kreatif siswa yang disebabkan oleh kurangnya variasi model pembelajaran dan minimnya penggunaan media pembelajaran yang menarik. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasi eksperimen dengan nonequivalent control group design. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN Cipinang III sebagai kelas eksperimen dan SDN Cipinang I sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes, observasi, dan dokumentasi. Instrumen tes berpikir kreatif disusun berdasarkan empat indikator menurut Torrance: fluency, flexibility, originality, dan elaboration. Hasil analisis menggunakan uji independent sample t-test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan nilai sig. (2-tailed) = 0,000 0,05. Selain itu, hasil uji paired sample t-test juga menunjukkan perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest kelas eksperimen dengan nilai sig. = 0,000 0,05. Dengan demikian, model pembelajaran Project Based Learning berbantuan media Pop Up berpengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa.
Studi Literatur: Pengaruh Model Problem Based Learning (PBL) dalam Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Pembelajaran IPAS Ahsanty, Nur Alfiyah; Mahpudin, Mahpudin; Puspitasari, Wina Dwi
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 10, No 3 (2025): Social, Cultural and Historical Studies
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v10i3.35507

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model Problem Based Learning (PBL) terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas IV SDN Heuleut I, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka, yang disebabkan oleh pemilihan model pembelajaran yang kurang sesuai. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan kuasi eksperimen jenis Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian terdiri atas dua kelas, yaitu kelas IV A dan IV B, yang dipilih menggunakan teknik nonprobability sampling. Instrumen utama dalam penelitian ini berupa soal uraian yang dirancang untuk mengukur aspek-aspek berpikir kritis. Hasil observasi menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan penerapan model PBL oleh guru mencapai 81,25%, masuk kategori sangat tinggi. Analisis data menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,001 ( 0,05), yang menandakan adanya pengaruh signifikan model PBL terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini merekomendasikan penerapan model PBL sebagai alternatif strategis dalam pembelajaran IPAS Muatan IPS di sekolah dasar untuk menumbuhkan keterampilan berpikir kritis siswa secara optimal.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GAME-BASE LEARNING DENGAN MEDIA POKEMON TCG UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERHITUNG ARITMATIKA DASAR DI SD Anggi, Muhamad; Puspitasari, Wina Dwi; Cahyaningsih, Ujiati
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Build
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.34749

Abstract

This study was motivated by the importance of innovative learning media that can help elementary school students understand basic arithmetic operations. The Pokemon Trading Card Game (TCG) was chosen as a game-based medium that is expected to make learning mathematics more enjoyable. The purpose of this study was to determine the effect of using Pokemon TCG on students' arithmetic skills and to compare the learning outcomes between classes that used this medium and conventional classes. The research used a quasi-experimental method with a pretest–posttest control group design. The research subjects were second-grade students at SDN Karamat 1 (23 students) as the control class and SDN Tenjolayar 3 (27 students) as the experimental class. The instrument used was a valid and reliable 10-question descriptive test on basic arithmetic operations. Data analysis included descriptive tests, Wilcoxon, Mann-Whitney, and N-Gain calculations. The results showed a significant increase in the experimental class after using Pokemon TCG (p < 0.05). Although there was no significant difference in the posttest results between classes (p > 0.05), the N-Gain values of both classes were high, with the experimental class slightly superior.