Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Edukasi Perpajakan Bagi UMKM dan OP: Penerapan Self-Assesment System PPh Pasal 21 di Kecamatan Bojongsari Sunarto, Sunarto; Mohammad Mahsun; Hendrik Napitupulu; Yunita Kwartarani; Abdul Hadi; Ruhiyat, Endang; Widiyati, Dian
Abdimisi Vol. 6 No. 1 (2024): Abdimisi
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/abms.v6i1.45928

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dengan tema edukasi perpajakan yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Organisasi Pemerintah (OP) terkait penerapan Self-Assessment System dalam kewajiban perpajakan, khususnya pada PPh Pasal 21. PPh Pasal 21 merupakan pajak yang dikenakan atas penghasilan yang diterima oleh karyawan atau penerima penghasilan lainnya. Dalam sistem Self-Assessment, wajib pajak memiliki kewajiban untuk menghitung, melaporkan, dan membayar pajak secara mandiri tanpa intervensi langsung dari otoritas pajak. Melalui pendekatan edukasi yang berbasis pada workshop, seminar, dan bimbingan teknis, kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi para pelaku UMKM dan OP mengenai mekanisme perhitungan, pelaporan, serta kewajiban perpajakan yang harus dipenuhi berdasarkan ketentuan yang berlaku. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan pemahaman tentang pentingnya kepatuhan pajak dalam meningkatkan pendapatan negara dan kontribusi UMKM terhadap pembangunan ekonomi nasional. Diharapkan dengan adanya edukasi ini, pelaku UMKM dan OP dapat lebih memahami hak dan kewajiban perpajakan mereka, serta dapat menerapkan sistem self-assessment dengan lebih baik, yang pada gilirannya akan mendukung transparansi dan efektivitas sistem perpajakan di Indonesia. Kata Kunci: UMKM; OP; self-assessment; PPh Pasal 21
Peningkatan Ekonomi Rumah Tangga melalui Pengembangan UMKM di Dusun Bojongsari Islam Ali Akbar; Amar Galih; Faza Anggrainiy; Prilian Catur N.; Yuliandi Akbar; Holiawati; Ruhiyat, Endang
Abdimisi Vol. 6 No. 1 (2024): Abdimisi
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/abms.v6i1.47479

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan perekonomian rumah tangga ibu-ibu di Dusun Bojongsari melalui pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dusun ini memiliki potensi sumber daya manusia yang tinggi, namun keterbatasan pengetahuan manajemen keuangan dan pemasaran menjadi kendala utama. Pendekatan yang digunakan meliputi pelatihan manajemen keuangan dasar, strategi pemasaran digital, dan pelatihan pengemasan produk. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman ibu-ibu dalam mengelola usaha, dengan 80% peserta mulai menerapkan teknik pemasaran digital. Kesimpulan menunjukkan pentingnya pendampingan berkelanjutan untuk memastikan keberlanjutan program. Kata Kunci: UMKM; ekonomi rumah tangga; pelatihan pemasaran digital; manajemen keuangan
Transformasi Pemasaran UMKM dengan Digital Marketing: Solusi Pemasaran di Era Modern di Kecamatan Bojongsari Setianingsih, Setia; Hakim, Dzaki Taufiqul; Hardila, Ika; Nurrizqi, Siti Aisyah; Putra, Topan ade; Holiawati; Ruhiyat, Endang
Abdimisi Vol. 6 No. 2 (2025): Abdimisi
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/abms.v6i2.48890

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dengan tema Peningkatan Kapasitas UMKM Melalui Inovasi Pembukuan Sederhana: Solusi Penguatan Keuangan Usaha Mikro di Era Digital. UMKM merupakan sektor dominan dalam perekonomian Indonesia, namun masih menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan keuangan, khususnya pada aspek pencatatan yang sistematis dan terdokumentasi. Banyak pelaku UMKM belum memiliki pemahaman dan keterampilan dasar dalam pembukuan, yang berdampak pada terbatasnya akses permodalan dan rendahnya profesionalitas usaha. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan pelatihan dan pendampingan pencatatan keuangan sederhana, baik manual maupun digital, kepada pelaku UMKM dan individu masyarakat. Metode kegiatan meliputi penyuluhan, pelatihan interaktif, serta simulasi pembuatan laporan keuangan dasar menggunakan media sederhana seperti buku kas, Excel, dan aplikasi seperti BukuWarung. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta tentang pentingnya pencatatan keuangan, keterampilan dalam menggunakan alat pembukuan, serta kesadaran untuk memisahkan keuangan pribadi dan usaha. Inovasi pembukuan sederhana terbukti menjadi solusi strategis bagi UMKM dalam meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan daya saing usaha mereka di tengah tantangan digitalisasi ekonomi. Kata Kunci: UMKM; pembukuan sederhana; literasi keuangan; digitalisasi;
The Capitalization Training for MSMEs Actors in Waringin Jaya Village, Bojonggede Subdistrict, Bogor Regency Ruhiyat, Endang; Sugiyanto, Sugiyanto; Sukmana, Eka; Mariati, Mariati; Hayati, Siti; Muliawati, Kristina Ika
The Future of Education Journal Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/tofedu.v5i1.1573

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a vital role in the Indonesian economy, contributing significantly to GDP and employment. However, MSMEs, particularly in West Java Province, still face serious challenges, particularly related to financial management and access to capital. Many MSMEs fail due to limited capital and knowledge in financing and preparing simple financial reports. Adequate financial reports are essential for obtaining financing and business expansion. This Community Service (PKM) activity aims to increase the scale of MSME businesses in Waringin Jaya Village, Bojonggede District, Bogor Regency, by providing assistance in accessing capital and preparing simple financial reports. The PKM implementation method involves an initial survey to identify MSME needs, followed by direct assistance using a prepared module. This assistance is divided into four sessions: an explanation of capital access requirements, preparing simple financial reports, preparing simple sales reports, and a question and answer session. The results of the activity indicate that MSMEs gain a better understanding of credit requirements, capital sources, and how to prepare efficient financial reports and simple sales reports. The positive response from participants indicated that the information and insights provided were very helpful in developing their businesses. It is hoped that this increased understanding will facilitate MSMEs' access to capital, enable business expansion, create new jobs, and ultimately support local economic growth.
MODEL PENILAI SAHAM: SEBUAH SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Aulia, Irsyad Haryono; Ruhiyat, Endang; Nofryanti, Nofryanti
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 9 No. 1 (2026): COSTING : Journal of Economic, Bussines and Accounting
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/h9z2wf13

Abstract

This study aims to review and synthesize empirical findings on the use of asset pricing models in portfolio analysis, including the Capital Asset Pricing Model (CAPM), Fama–French models (three- and five-factor), the Carhart four-factor model, and the Arbitrage Pricing Theory (APT), over the period 2014–2025. The research employs a Systematic Literature Review (SLR) with a qualitative approach, conducted through systematic identification, selection, quality assessment, and synthesis of relevant national and international scholarly articles. The results indicate that no single asset pricing model demonstrates universal superiority across all market conditions. CAPM remains widely applied due to its simplicity and ease of implementation, although its explanatory power is often limited in dynamic markets. Multifactor models such as Fama–French and Carhart generally provide stronger explanatory power, particularly in developed markets, but yield inconsistent results in emerging markets, including Indonesia. Meanwhile, APT offers greater flexibility in factor selection but faces challenges in identifying empirically stable and relevant risk factors. This study concludes that differences in market characteristics, investor behavior, macroeconomic conditions, and research methodologies are the main sources of empirical inconsistency across asset pricing models. These findings imply that the selection of asset pricing models should be context-dependent and aligned with analytical objectives, highlighting the importance of comparative and contextual approaches in portfolio analysis within the Indonesian capital market.
SELF-EFFICACY MODERATES THE RELATIONSHIP BETWEEN ACCOUNTING UNDERSTANDING AND BUSINESS EXPERIENCE ON THE INTEREST IN IMPLEMENTING SAK EMKM Ade Putra, Topan; Ruhiyat, Endang; Suripto, Suripto; Nugroho, Prilian Catur
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 8 No. 6 (2025): COSTING : Journal of Economic, Bussines and Accounting
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/fbdq9758

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran self efficacy dalam memoderasi hubungan antara pemahaman akuntansi dan pengalaman pemilik usaha terhadap minat pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam menerapkan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM) di Kota Tangerang Selatan. Pendekatan penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) 4.0 terhadap 97 responden UMKM yang telah beroperasi minimal dua tahun. Hasil penelitian menunjukkan nilai R² sebesar 0,804, yang berarti 80,4% variasi minat menerapkan SAK EMKM dijelaskan oleh pemahaman akuntansi, pengalaman usaha, dan self efficacy. Pemahaman akuntansi dan pengalaman usaha tidak berpengaruh signifikan terhadap minat menerapkan SAK EMKM, sementara self efficacy berpengaruh positif dan signifikan. Namun, self efficacy tidak memoderasi hubungan antara kedua variabel independen dengan minat penerapan SAK EMKM. Hasil ini menegaskan pentingnya faktor psikologis, terutama keyakinan diri pelaku UMKM, dalam mendorong adopsi standar akuntansi. Program pelatihan akuntansi bagi UMKM perlu menekankan peningkatan kompetensi teknis sekaligus membangun kepercayaan diri untuk mendukung penerapan SAK EMKM secara berkelanjutan.