Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Perancangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas pada Knalpot Motor Hadied Hadiansyah; Emilia Roza; Rosalina Rosalina
Prosiding Seminar Nasional Teknoka Vol 3 (2018): Prosiding Seminar Nasional Teknoka ke - 3
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1351.835 KB) | DOI: 10.22236/teknoka.v3i0.2827

Abstract

Handphone sebagai penunjang bisnis ojek on line tidak bisa kehabisan daya, sehingga dibutuhkan suatu pembangkit listrik yang bisa mengisi baterai tanpa harus berhenti terlebih dahulu. Metode yang dilakukan adalah merancang prototype pembangkit listrik tenaga panas pada knalpot yang merubah energi panas pada knalpot sepeda motor menjadi energi listrik. Apakah tegangan keluaran dari peltier bisa mencapai 2-3 volt. Mana yang lebih stabil antara menggunakan 1 peltier atau 2 peltier. Metode yang dilakukan adalah mengukur tegangan output pada 1 peltier dan tegangan keluaran 2 peltier yang dirangkai seri. Pengujian dilakukan pada perancangan pembangkit listrik tenaga panas saat knalpot motor yang dinyalakan selama 60 menit dengan mengukur tegangan output peltier dan modul chnager. Tegangan yang dihasilkan pada peltier saat menggunakan 1 peltier dan pada saat tegangan keluaran 2 peltier dirangkai seri > 2 volt yaitu 2.05 Volt dan 2.46 Volt. Tegangan keluaran pada 2 peltier yang dirangkai seri > 1 peltier tetapi pada modul charger tegangan yang dihasilkan lebih stabil pada saat menggunakan 1 peltier dari pada 2 peltier.
Perancangan Sequencing Chiller untuk Menstabilkan Temperatur Suhu Ruangan Menggunakan Programmable Logic Control (PLC) Dendy Achmad Septian; Emilia Roza; Rosalina Rosalina
Prosiding Seminar Nasional Teknoka Vol 3 (2018): Prosiding Seminar Nasional Teknoka ke - 3
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3154.813 KB) | DOI: 10.22236/teknoka.v3i0.2829

Abstract

Penggunaan chiller sebagai pendingin ruangan sudah banyak digunakan di perkantoran maupun industri. Belum adanya automatisasi pada alat pendingin menyebabkan muncul kendala suhu yang dihasilkan pendingin masih naik turun tergantung keadaan cuaca. Selain itu jumlah chiller yang digunakan juga tidak bisa dikontrol sehingga kalori yang digunakan menjadi maksimal yang menyebabkan pemakaian listrik menjadi besar juga. Perancangan sequenching chiller menggunakan PLC ini, bertujuan agar suhu yang dihasilkan oleh sequencing chiller stabil pada 27oC dan energy yang digunakan berkurang hingga 50%. Hasil pengujian dari perancangan bahwa setelah menggunakan PLC suhu dalam ruang dapat dikontrol stabil pada 27 derajat celcius.Dari 3 chiller yang tersedia pada mesin pendingin dengan PLC bisa dikontrol jumlah yang dipakai sehingga dapat menghemat 50% energy listrik yang digunakan.
PENERAPAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA DI LAHAN PERTANIAN TERPADU CISEENG PARUNG-BOGOR Rosalina; Estu Sinduningrum
Prosiding Seminar Nasional Teknoka Vol 4 (2019): Prosiding Seminar Nasional Teknoka
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (868.658 KB) | DOI: 10.22236/teknoka.v4i0.4188

Abstract

Tenaga Surya atau sistem photovoltaic dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan tenaga listrik. Modul surya dibuat dari bahan semikonduktor yang mengandung partikel electron dan akan meloncatkan arus listrik saat menerima energy kinetic dari cahaya matahari yang mengandung gelombang elektromagnetik. Dalam periode penelitian kali ini prioritas kearah penerapan teknologi konversi energy listrik dari energy cahaya matahari diubah ke listrik, matahari akan mengisi baterai DC dan kemudian akan diubah oleh inverter menjadi AC, metode yang akan digunakan dalam penelitian adalah perhitungan besar sudut matahari terhadap sel matahari persatuan waktu maka akan diketahui lamanya pengisian baterai secara kontinu, sehingga secara otomatis output AC dari baterai sebagai sumber energy listrik yang akan dipakai untuk menyalakan lampu jalan dan perangkat listrik lainnya. Hasil pengujian modul surya (photovoltaic) diharapkan akan mengahasilkan daya perjam = Wh dengan memakai baterai DCMF 12V 70Ah sebesar 840Wh, ini berarti baterai bisa menyediakan ±840 W selama 1 jam.
TEKNIK MENENTUKAN WAKTU HILANGNYA SYAFAQ (CAHAYA MERAH) MENGGUNAKAN SQY QUALITY METER (SQM) DENGAN METODE TITIK POTONG (CUTOFF) M. Asep Rizkiawan; Rosalina Rosalina; Emilia Roza
Jurnal Kumparan Fisika Vol 4, No 2: Agustus 2021
Publisher : Unib Press, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jkf.4.2.103-111

Abstract

ABSTRAK Dalam penelitian ini akan diukur tingkat kecerahan langit untuk mengetahui waktu hilangnya syafaq ( cahaya merah ) yang ada dilangit pada waktu malam hari. Imam Syafi’I dan mayoritas ulama berpendapat bahwa awal waktu Isya’ ialah Ketika hilangnya mega merah, sedangkan Imam Hanafi berpendapat bahwa awal waktu Isya’ ialah Ketika munculnya mega hitam atau disaat langit benar benar gelap, artinya langit benar-benar dalam keadaan gelap. Dalam melakukan pengukuran tingkat kecerahan langit peneliti menggunakan teknologi sesnsor non image yaitu Sky Quality Meter (SQM). Sky Quality Meter (SQM) merupakan alat untuk mengukur tingkat kecerahan langit. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan fotometer portabel, ringan, dan r­elative murah dengan koneksi USB yaitu Unihedron Sky Quality Meter (SQM). Metode pengolahan data menggunakan MATLAB dan Microsoft office excel untuk menampilkan grafik dan melakukan pendekatan persamaan polynomial 5. Data percobaan diperoleh dari perekaman oleh sky Quality meter (SQM). Hasil penelitian dalam data yang telah diolah dan diproses menunjukan bahwa waktu hilangnya syafaq (cahaya mega merah) paling awal muncul pada pukul 18:29:33 WIB dan paling terakhir muncul pada pukul 18:51:54 WIB. Dapat disimpulkan bahwa waktu hilangnya syafaq (cahaya mega merah) itu tidak pasti waktunya atau tidak menentu dalam tiap harinya, tapi dalam penelitian ini dapat diketahui bahwa hilangnya syafaq (cahaya mega merah) berdasarkan data yang diperolah serta diproses menggunakan microsoft office excel dan matlab menunjukan range waktu yaitu pukul 18:29:33 sampai 18:51.54 Kata  kunci : MATLAB, Microsoft office excel, Sky Quality Meter (SQM), waktu syafaq ABSTRACT In this study, the brightness of the sky will be measured to determine the time of loss of syafaq (red light) in the sky at night. Imam Syafi'i and the majority of scholars are of the opinion that the beginning of Isha' is when the red mega disappears, while Imam Hanafi is of the opinion that the beginning of Isha' is when the black mega appears or when the sky is really dark, meaning that the sky is really dark. In measuring the brightness of the sky, the researchers used non-image sensor technology, namely Sky Quality Meter (SQM). Sky Quality Meter (SQM) is a tool to measure the brightness of the sky. Measurements were carried out using a portable, lightweight, and relatively inexpensive photometer with a USB connection, namely the Unihedron Sky Quality Meter (SQM). The data processing method uses MATLAB and Microsoft office excel to display graphs and approach polynomial 5 equations. Experimental data is obtained from recording by sky Quality meter (SQM). The results of the study in data that have been processed and processed show that the time of the disappearance of the syafaq (mega red light) appears the earliest at 18:29:33 WIB and the last time appears at 18:51:54 WIB. It can be concluded that the time of the disappearance of syafaq (mega red light) is uncertain or erratic in each day, but in this study it can be seen that the loss of syafaq (mega red light) based on data obtained and processed using Microsoft Office Excel and Matlab shows a range time is 18:29:33 to 18:51.54. Keywords: MATLAB, Microsoft office excel, Sky Quality Meter (SQM), Syafaq time.
The Effect of the Shape of a Laboratory Scale Wind Power Generator in Generating Energy Muhammad Yoga Amiansyah; Harry Ramza; Rosalina Rosalina
Energi & Kelistrikan Vol 13 No 2 (2021): Energi dan Kelistrikan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Teknik PLN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33322/energi.v13i2.1535

Abstract

In this study, the influence of the shape of the propellers of a laboratory-scale wind power plant on the energy produced will be measured. It is known that the number of propellers and wind speed greatly affect the energy produced. With this, researchers will conduct research on the influence of the shape of the propeller on the energy produced. with the aim of knowing the effect of the shape of the propeller on the energy produced. The methods used are literature studies and experiments where literature studies are carried out to find references to the problems raised, experimental research is to design tools and try out to find causal data. The results of this study indicate that flat-shaped propellers get or produce higher energy compared to thin and curved propellers. By experimenting on the fan in "LOW" mode with the RPM value of 461.7, the voltage value is 5.32 Volts, Ampere 0.552 and power (Watt) 2.937. in "MEDIUM" mode the RPM value is 461.7, the voltage value is 5.44 Volts, the Ampere value is 0.556 and the power value (Watt) is 3.025, in the "HIGH" mode the RPM value is 366.4 With the highest voltage is 5.49 Volts, Ampere 0.558 and power (watts) 3,063. The conclusion obtained shows that the shape of the propeller affects the energy produced.
PROTOTYPE PEMARKIRAN MOBIL MELINGKAR OTOMATIS Akbar Sanjani; Rosalina Rosalina; Harry Ramza
Jurnal Kajian Teknik Elektro Vol 4, No 1 (2019): JKTE Vol 4 No 1 (Maret-Agustus 2019)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (733.576 KB)

Abstract

Keterbatasan area parkir membuat pengemudi memasukkan kendaraannya ke gedung bertingkat. Area parkir ruang sempit memiliki banyak masalah ketika kondisi penuh dari sistem parkir dan itu menciptakan kerusakan kendaraan ketika mereka melakukan parkir dan mengambilnya kembali. Tidak tersedianya informasi dari slot parkir menyebabkan waktu parkir lama. Berdasarkan masalah ini, telah dibuat prototipe sistem parkir melingkar otomatis yang mirip dengan bangunan melingkar. Prototipe dapat menampung delapan kendaraan roda empat dengan empat kendaraan di setiap lantai. Sistem parkir bekerja secara otomatis ketika pengguna hanya memasukkan kendaraan ke dalam slot parkir pertama (siaga), dan aktivasi sistem parkir dengan menggunakan RFID (identifikasi frekuensi radio). Hasil pengujian sistem parkir melingkar otomatis menunjukkan dan menginformasikan ketersediaan slot parkir. Waktu penempatan kendaraan sampai pengambilan adalah 469,5875 detik. Prototipe dirancang dengan menerapkan mikrokontroler Arduino dan aktuator lainnya. Skala komparatif antara prototipe dengan jumlah ukuran nyata 1: 1222 cm3 telah ditemukan.
Perancangan Prototipe Alat Pengurai Asap Rokok Menggunakan Electrostatic Precipitator Emilia Roza; Yogi Sugiharto; Rosalina Rosalina
Jetri : Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Jetri, Volume 19, Nomor 2, Februari 2022
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.094 KB) | DOI: 10.25105/jetri.v19i2.10288

Abstract

One of the causes of poor air quality is the high number of smokers in Indonesia. A smoking room in public places equipped with cigarette smoke decomposers is important. The purpose of this study was to determine the ratio of the percentage decomposition of smoke levels in tests using and without using ESP. The tool is made to be able to monitor air quality based on ISPU using an MQ2 sensor with an output in the form of a blower that functions to direct smoke out of the room, then the smoke will be processed into clean air using an electrostatic precipitator (ESP). The simulation results show that by using ESP (electrostatic precipitator) the smoke content can be decomposed up to 92.867%, while without ESP, it is not more than 5% so that it can pollute the environment around the smoking room. Salah satu penyebab buruknya kualitas udara adalah tingginya jumlah perokok di Indonesia. Adanya smoking room di tempat umum yang dilengkapi dengan alat pengurai asap rokok menjadi penting. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah menentukan perbandingan persentase penguraian kadar asap pada pengujian menggunakan dan tanpa menggunakan ESP. Alat dibuat agar dapat memantau kualitas udara bersadarkan ISPU menggunakan sensor MQ2 dengan output berupa blower yang berfungsi mengarahkan asap keluar ruangan,  selanjutnya asap akan diolah menjadi udara bersih menggunakan electrostatic precipitator (ESP). Hasil simulasi menunjukkan bahwa dengan menggunakan ESP (electrostatic precipitator) kadar asap dapat terurai hingga 92,867%, sedangkan tanpa ESP,  tidak lebih dari 5% sehingga dapat mencemari lingkungan sekitar smoking room. 
Pengembangan Kompor Induksi Berbasis Solar Panel Di SMK Muhammadiyah Cariu Rosalina Rosalina; Akhmad Haqiqi Ma’mun; Nunik Pratiwi
Jurnal SOLMA Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v11i2.8853

Abstract

Background: SMK Muhammadiyah Cariu memiliki dua pilihan kejuruan yaitu TataBoga dan OtoTronik, yang mana memiliki kendala dalam fasilitas yang kurang memadai. Kegiatan ini bertujuan membantu pelaksanaan praktikum Tataboga dalam hal penyediaan fasilitas pendukung kegiatan dengan merancang sumber energi listrik terbarukan dengan membangun PLTS dan memfasilitasi kompor induksi. Metode: pengabdian ini dilakukan dengan penyampaian materi mengenai sistem pembangkit listrik tenaga surya, kerja kompor induksi dan perawatannya. Pembangunan PLTS mini juga dilakukan guna mendukung kegiatan praktikum kejuruan Tataboga. Hasil: Telah terpasangnya sumber energi listrik (PLTS) yang mampu menyalakan kompor induksi sebagai pendukung praktikum siswa, sehingga dapat menghemat tagihan listrik sekolah. Kesimpulan: Energi yang didapatkan dari sistem PLTS ini akan jauh lebih hemat jika digunakan disiang hari karena baterai akan terus terisi karena ada gelombang elektromagnetik dari matahari.
Desain Sudut Elevasi Panel Surya Untuk Penerangan Jalan Rosalina
Prosiding Seminar Nasional Teknoka Vol 5 (2020): Prosiding Seminar Nasional Teknoka ke - 5
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sun light that appears in the morning carries electron molecules which will radiate its rays across the surface of the earth. Utilizing this radiation from the sun, we will get the electric power carried by electromagnetic waves if we put it on the solar panel that we have prepared by directing it perpendicular to the rotating motion of the sun. The design of the solar panel elevation angle uses the Arduino ATmega2560 as a system controller and solar panel sensors to sense the direction of the sun's moti on. The purpose of this design is to find the maximum radiation based on the time of sunrise and sunset as well as the azimuth and elevation angles so as to increase battery charge. The results of the solar panel testing by making a computer programming application and assembling a rotary device using a motor and solar sensor were obtained the greatest power in the second test, which was 1.01867Watt, so that the battery charging time took ± 7 hours. The maximum radiation received on the solar panel is at an angle of 110o for azimuth, while for an elevation of 1o, it is 1233.0 (MJ / m2 / day). The amount of total radiation received by the solar panels for one day is 10690.2448Wms-2 in the third test. This means that directing the solar panels perpendicularly can maximize the work of the solar panels.
Perancangan Alat Proses Distilasi Air Laut menggunakan Pemanas Elektrik Bayu Buana Taqwa; Rosalina; Harry Ramza
Prosiding Seminar Nasional Teknoka Vol 5 (2020): Prosiding Seminar Nasional Teknoka ke - 5
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas hasil air proses distilasi air laut, berapa banyak volume air yang di keluarkan jika suhu dan input voume air yang penulis inginkan, dan berapa lama waktu proses distilasi air laut dengan perbandingan input air laut dan ketetapan suhu yang telah ditetapkan.Masih banyak masyarakat indonesia yang ada di pesisir pantai kekurangan air bersih. Inovasi teknologi yang diperlukan untuk upaya penyediaan air bersih pada masyarakat di sekitar pesisir pantai. Proses distilasi tersebut memerlukan teknologi untuk keefektifan dalam memperoleh air bersih dalam penyediaan air bersih. Tabung evaporator menggunakan pemanas elektrik agar efektif dalam perebusan air laut di dalam tabung evaporator, dan juga di dalam tabung evaporator terdapat sensor suhu yang berfungsi memantau suhu pada tabung evaporator yang mana suhu pada tabung evaporator akan dijaga oleh Arduino dan terhubung ke relay dengan cara memutus dan menghubungkan tegangan yang tersambung ke pemanas elektrik. Hasil percobaan menunujukan jika input 5 liter air laut dengan ketetapan suhu 102.00°C menghasilkan 600 ml dengan waktu 5 jam 5 menit dan Jika input 5 liter air laut dengan ketetapan suhu 92.00°C menghasilkan 200 ml dengan waktu 15 jam 7 menit. Kadar air hasil porses distilasi air laut memiliki ph air 7,4 dan kadar 16 ppm, yang berarti air dari hasil proses distilasi layak dikonsumsi sehari hari.