Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Psikologi Humanistik Novel “Biang Terbunuh Berkali-kali” Karya Ni Nyoman Ayu Suciartini Shufi, Sayyida Nuriyana; Taufiq, Akhmad; Murti, Fitri Nura
Widyantara Vol 2 No 1 (2024)
Publisher : Ikaprobsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63629/widyantara.v2i1.87

Abstract

Penelitian ini membahas tentang psikologi humanistik novel Biang Terbunuh Berkali-kali karya Ni Nyoman Ayu Suciartini dan pemanfaatannya sebagai alternatif materi pembelajaran sastra di SMA. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hierarki kebutuhan Abraham Maslow yang dipenuhi oleh tokoh utama dalam novel Biang Terbunuh Berkali-kali. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan rancangan penelitian psikologi sastra. Data dalam penelitian ini berupa kutipan kalimat, paragraf dan dialog tokoh. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menemukan lima kebutuhan bertingkat yang dimiliki oleh tokoh utama dalam novel Biang Terbunuh Berkali-kali karya Ni Nyoman Ayu Suciartini, yang meliputi kebutuhan fisiologis, kebutuhan rasa aman, kebutuhan cinta dan kepemilikan, kebutuhan harga diri, dan kebutuhan aktualisasi diri. Hasil penelitian ini dapat dijadikan alternatif materi pembelajaran sastra di SMA untuk membentuk dan memperkuat karakter siswa.   Humanistic Psychology of the Novel "Biang Terbunuh Berkali-kali" By Ni Nyoman Ayu Suciartini This research discusses the humanistic psychology of the novel Biang Terbunuh Berkali-kali by Ni Nyoman Ayu Suciartini and its use as an alternative literature learning material in high school. The research aims to describe Abraham Maslow's hierarchy of needs which is fulfilled by the main character in the novel Biang Killed Many Times. This research uses qualitative research with a literary psychology research design. The data in this research is in the form of quotations from sentences, paragraphs, and character dialogue. Data collection techniques use documentation techniques. Data analysis techniques include data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this research found five multilevel needs possessed by the main character in the novel Biang Terbunuh Berkali-kali by Ni Nyoman Ayu Suciartini, which include physiological needs, security needs, love and belonging needs, self-esteem needs, and self-actualization needs. The results of this research can be used as an alternative literature learning material in high school to shape and strengthen student character.
MITOLOGI DAN EKSPRESI SIMBOLIK KEPEMIMPINAN: CASE PADA MOTIF BATIK JOYOBINANGUN BANYUWANGEN Siswanto, Siswanto; Sukatman, Sukatman; Taufiq, Akhmad; Husniah, Furoidatul; Murti, Fitri Nura
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 42 No. 1 (2025): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v42i1.8561

Abstract

Beberapa dekade terakhir penelitian-penelitian tentang batik mewarnai narasi kebudayaan Indonesia. Motif-motif batik kian berkembang dengan tetap membawa kekhasan motif kawinya. Banyaknya motif ternyata tidak menggeser kuatnya filosofis motif-motif yang berkembang di Indonesia. Hal itu menunjukkan bahwa masyarakat masih memiliki local genius yang berdasar pada memori kolektifnya. Di antara melimpahnya penelitian tentang batik, salah satu motif yang jarang sekali dibicarakan ialah motif Joyobinangun. Pada ranas batik Banyuwangen, Joyobinangun merupakan salah satu motif tertua. Tujuan penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan mitologi dan ekspresi simbolik kepemimpinan yang hadir dalam batik motif Joyobinangun. Penelitian ini menggunakan rancangan kualitatif-etnografi dengan pendekatan multiinterdisipliner mencakup mitologi, semiotika, dan politik. Metode pengumpulan data penelitian mencakup (a) metode observasi (b) metode wawancara etnografis, (c) metode dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan analisis etnografi Spradley. Memori kolektif hadir melalui mitos dan simbol-simbol tradisi, salah satunya motif batik. Motif batik Joyobinangun memiliki simbol yang mencitrakan mitologis raja-raja Blambangan. Nilai-nilai dan citra diwariskan kepada rakyat sebagai simbol kekuasaan dan melanggengkan kepemimpinan. Motif Joyobinangun melalui citra Gatot Kaca, Ontorejo, dan Gajah Oling secara simbolik terkait dengan mitologi kepemimpinan raja-raja Dinasti Blambangan.