Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Jurnal ABDIMAS MUTIARA

PENYULUHAN DAN PEMERIKSAAN IVA TEST DI AULA KANTOR DESA KOLAM Resti Tarigan, Suci Nanda; Simanjuntak, Netti Meilani; Parapat, Friska Margareth
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 2 No. 1 (2021): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan adalah suatu hal yang penting bagi manusia, tanpa Kesehatan manusia tidak dapat melakukan aktivitas sehari-harinya. Keadaan sehat menurut WHO merupakan suatu keadaan sejahtera meliputi fisik, mental dan social yang bebas dari penyakit atau kecacatan. Kesehatan merupakan factor yang penting untuk meningkatkan kualitas hidup manusia secara social dan ekonomi. Jumlah penduduk yang sangat besar harus diimbangi dengan upaya peningkatan kualitas hidup penduduk. Salah satu yang menjadi perhatian dalam masyarakat adalah Kesehatan reproduksi (Kespro). Banyak permasalahan yang menyangkut tentang Kesehatan reproduksi, salah satunya adalah kanker serviks yang merupakan jenis kanker pembunuh nomor dua (2) setelah kanker payudara pada wanita. Menurut WHO dalam Departemen Kesehatan Republik Indonesia ada sekitar 490.000 wanita diseluruh dunia didiagnosa menderita kanker serviks dan 240.000 kasus kematian wanita akibat kanker serviks dan 80% kasus terjadi di negara berkembang. Salah satu factor penyebab tingginya angka kejadian kanker serviks pada wanita akibat rendahnya cakupan deteksi dini akibat kurangnya informasi pada masyarakat. Deteksi dini pada kanker serviks ini merupakan sebuah terobosan yang inovatif dalam Kesehatan untuk mengurangi angka kematian dan kesakitan akibat kanker tersebut. Sebagian besar wanita yang didiagnosis kanker leher Rahim tidak melakukan skrinning test atau menindaklanjuti setelah ditemukan hasil yang abnormal, selain itu biaya untuk pemeriksaan dini kanker serviks tersebut tidak murah, sehingga keterlambatan pemeriksaan pun terjadi akibat kurangnya pengetahuan pada masyarakat tentang kanker serviks, sehingga kesadaran untuk melakukan deteksi dini kanker serviks tidak dilaksanakan. Test IVA merupakan salah satu Tindakan pencegahan kanker serviks metode IVA ini merupakan sebuah metode skrinning yang praktis dan murah, sehingga diharapkan temuan kanekr servisk dapat diketahui secara dini. Penyebab yang menjadi kendala pada wanita dalam melakukan deteksi dini kanker serviks adalah keraguan akan pentingnya pemeriksaan, kurang pengetahuan dan takut akan rasa sakit serta keengganann karena malu saat dilakukannya pemeriksaan. Kesadaran yang rendah pada masyarakat tersebut menjadi salah satu factor yang berkontribusi terhadap tingginya angka kejadian kanker leher Rahim di Indonesia. Kegiatan ini dihadiri oleh ibu-ibu yang tinggal di wilayah kerja Puskesmas Kolam.
Penyuluhan dan Pelaksanaan Pemberian Kompres Hangat Dengan Pengurangan Nyeri Dismenorhoe Primer Pada Remaja Putri Di SMP Usia Tama Tarigan, Suci Nanda Resti; Simanjuntak, Netti Meilani
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 2 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja merupakan suatu periode peralihan dari masa anak ke masa dewasa, biasanya mulai usia 10-19 tahun. Remaja tersebut mengalami perubahan tiga aspek yaitu perkembangan psikososial yang menyatakan bahwa remaja berusaha untuk mencari jati diri, perkembangan kognitif yang merupakan kemampuan berfikir dan perubahan fisik. Perubahan fisik pada remaja merupakan tanda-tanda pubertas yang terjadi karena perubahan hormonal, sehingga dapatm engakibatkan terjadinya perubahan penampilan pada remaja. Disemnorea dapat menimbulkan dampak bagi kegiatan atau aktifitas para Wanita khsusunya remaja. Jika seorang siswi mengalami dismenorea, aktifitas belajar mereka disekolah terganggu dan tidak masuk sekolah. Angka kejadiannyeri menstruasi (dismenorea) di dunia sangat besar. Rata-rata lebih dari 50% perempuandi setiap Negara mengalami nyeri menstruasi (dismenorea). Di Amerika angka persentasenya sekitar 60% dan di Swedia sekitar 72%. Sementara di Indonesia angkanya diperkirakan 55% perempuan usia produktif yang tersiksa oleh nyeri selama menstruasi. Angka kejadian (Prevalensi) nyeri menstruasi berkisar 45-95% di kalangan Wanita usia reproduktif. Angka kejadian dismenorea tipe primer di Indonesia adalah sekitar 54,89% sedangkan sisanya adalah penderita dengan tipe sekunder. Walaupun tidak berbahaya namun sering kali dirasa menganggu bagi Wanita yang mengalaminya. Pemberian kompres hangat merupakan salah satu tindakan mandiri. Efek hangat dari kompres dapat menyebabkan vasodilatasi pada pembuluh darah yang nantinya akan meningkatkan aliran darah ke jaringan penyaluran zat asam dan makanan ke sel-sel di perbesar dan pembuangan dari zaat-zat di perbaiki yang dapat mengurangi rasa nyeri haid primer yang di sebabkan suplai darah ke endometrium kurang, Pemberian kompres hangat memakai prinsip pengantaran panas melalui cara konduksi yaitu dengan menempelkan botol yang berisi air hangat pada perut sehingga akan terjadi perpindahan panas dari botol tersebut kedalam perut, sehingga akan menurunkan nyeri pada wanita dengan dismenore primer, karena pada wanita dengan dismenore ini mengalami kontraksiuterus dan kontraksi otot polos. Kompres air hangat ini sangat efektif dalam menurunkan nyeri menstruasi (dismenore). Pemberian Peningkatan suhu dapat melebarkan pembuluh darah dan meningkatkan aliran darah lokal. Oleh karena itu, peningkatan suhu yang disalurkan melalui kompres hangat dapat meredakan nyeri menstruasi (dismenore)dengan menyingkirkan produk-produk inflamasi, seperti bradikinin, histamin dan prostaglandin yang akan menimbulkan rasa nyeri lokal.
Penyuluhan Imunisasi Pada Bayi Usia 0-9 Bulan Di Klinik Mariana Kecamatan Medan Sunggal Simanjuntak, Netti Meilani; Simanjuntak, Eva Hotmaria; Tarigan, Suci Nanda Resti
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 2 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya untuk meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit adalah dengan pemberian imunisasi. Imunisasi merupakan hal yang wajib diberikan pada bayi usia 0-9 bulan.usaha untuk memberikan kekebalan pada bayi dan anak dengan memasukkan vaksin ke dalam tubuh bertujuan untuk merangsang pembuatan antibody terhadap penyakit tertentu. Imunisasi yang telah diwajibkan oleh pemerintah sebagaimana juga yang telah diwajibkan WHO antara lain : imunisasi BCG, DPT, Hepatitis, Campak dan Polio.pelayanan imunisasi dapat diperoleh di unit pelayanan Kesehatan milik pemerintah, seperti rumah sakit, puskesmas bahkan posyandu yang tersebar diseluruh tanah air. Imunsasi DPT merupakan salah satu imunisasi yang wajib diberikan pada bayi,imunisasi bermanfaat mencehaj infeksi penyakit difteri dan pertusis atau batuk 100 hari. Posyandu berperan penting untuk membantu menurunkan permasalahan pada ibu dan bayi. Posyandu diselenggarakan untuk kepentingan masyarakat, sehingga masyarakat sendiri yang aktif membentuk, menyelenggarakan dan memanfaatkan posyandu. Keterlibatan dalam kegiatan posyandu yang tinggi jarang dijumpai di semua tempat. Karena partisipasi masyarakat sangat dipengaruhi oleh karakteristik lingkungan dan masyarakat sendiri. Oleh sebab itu, Sebagian besar masyarakat bekerja di sector informal dan memiliki tingkat Pendidikan yang rendah. Diharapkan dengan adanya kegiatan penyuluhan tentang imunisasi dan pemeriksaan rutin, maka dapat meningkatkan Kesehatan bayi baik kekebalan tubuh bayi lewat pemberian vaksinasi.
Pelaksanaan Penyuluhan Tentang Hipertensi dan Indeks Massa Tubuh Dalam Kehamilan Pada Ibu Hamil di Puskesmas Hutapaung Simanjuntak, Netti Meilani; Tarigan, Suci Nanda Resti
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 4 No. 1 (2023): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses kehamilan merupakan hal yang fisiologis sepanjang daur kehidupan wanita. Sebagian besar kehamilan berlangsung dengan aman akan tetapi terdapat 15% ibu hamil mengalami komplikasi. Salah satu komplikasi yang dialami pada kehamilan adalah peningkatan tekanan darah. Peningkatan tekanan darah selama kehamilan merupakan penyebab kesakitan dan kematian ibu di negara berkembang. Salah satu faktor yang berkaitan erat dengan terjadinya hipertensi dalam kehamilan adalah berat badan. Selain masalah gizi berlebih atau obesitas juga ditemukan adanya keterkaitan antara kejadian pre eklamsia dengan gizi buruk. Prevalensi kegemukan meningkat pada negara yang berpenghasilan tinggi maupun rendah. Sekitar 20 – 25 % perempuan menderita hipertensi kronik akan mengalami pre eklamsia pada saat hamil. Tingginya kasus kematian ibu akibat pre eklamsia mencapai 2,3 – 3 %. Pada penduduk usia ≥15 tahun yang obesitas, prevalensi lebih tinggi pada perempuan (29,3%) dibandingkan pada laki- laki (14,5%). Prevelansi lebih tinggi di perkotaan (25,1%) daripada perdesaan (17,8%). Sedangkan menurut kelompok umur, obesitas tertinggi pada kelompok umur 40-44 tahun (29,6%). Ibu hamil yang memiliki kelebihan berat badan saat kehamilan dapat meningkatkan risiko komplikasi selama hamil dan saat persalinan, seperti hipertensi gestasional (tekanan darah tinggi saat hamil). Demikian eratnya kaitan antara IMT dan kejadian preeklampsia, sehingga pemeriksaan IMT secara rutin mutlak diperlukan. Pemeriksaan secara rutin dan berkala diharapkan dapat digunakan sebagai sumber data dalam mengetahui kondisi ibu hamil dari waktu ke waktu.
Penyuluhan Kesehatan Tentang Kepatuhan Konsumsi Tablet Zat Besi (Fe) di Puskesmas Besitang Friska Margareth Parapat; Simanjuntak, Netti Meilani
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 4 No. 1 (2023): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya angka anemia pada ibu hamil merupakan suatu permasalahan yang kini dihadapi oleh pemerintah Indonesia. Di daerah Wilayah Indonesia bagian barat tergolong tinggi, anemia di Aceh sebesar 56,6%, Sumatera Barat 8,9%, Riau 65,6%, Jambi 74,2%, Sumatera Selatan 58,3%, Lampung 60,7%. Pengetahuan merupakan salah satu faktor yang salah satu faktor yang berpengaruh dalam kepatuhan ibu hamil terhadap terwujudnya sebuah perilaku kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu hamil dengan kepatuhan konsumsi tablet zat besi (Fe) di PMB Dusun Lestari Desa Kampung Padang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dalam bentuk korelasional dengan pendekatan study cross sectional.populasi penelitian ini sebesar 32 ibu hamil. Sampel penenlitian ini menggunakan total populasi dimana seluruh ibu hamil dijadikan sampel.pengumpulan data berupa lembar observasi dan kuesioner yang di analisa dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa p-value hubungan pengetahuan dengan kepatuhan sebesar 0,020 dimana p< 0,05. Sedangkan hasil uji statistic hubungan sikap dengan kepatuhan konsumsi zat besi sebesar p=0,029 (< 0.05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan pengetahuan dan sikap ibu hamil dengan kepatuhan konsumsi tablet zat besi (Fe) Di Puskesmas Besitang. Untuk itu diharapkan kepada ibu yang akan bersalin agar menjaga pola makannya sehingga dapat mencegah terjadinya kehammilan dengan komplikasi salah satunya anemia.