Dermawan, Very
Brawijaya University

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Perencanaan Sistem Distribusi Air Bersih dengan Bantuan Aplikasi WaterCAD v8i di Desa Permanu Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang Akbar, Muhammad Rizqi; Yuliani, Emma; Dermawan, Very
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Permanu Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang merupakan pedesaan yang terletak di lereng Gunung Kawi. Sudah ada dua alternatif yang sudah dicoba masyarakat Desa Permanu untuk pemenuhan kebutuhan air bersih, namun masing-masing memiliki kekurangan, seperti membuat sumur galian yang rawan terkontaminasi limbah serta memakai jasa PDAM dengan tarif air yang dirasa masyarakat Desa Permanu masih kurang terjangkau. Tujuan dilakukan studi ini adalah untuk merencanakan jaringan perpipaan yang layak secara hidraulika. Data yang digunakan dalam perencanaan ini adalah peta wilayah dan data topografi untuk perencanaan jaringan pipa, data jumlah penduduk dari tahun 2009 - 2018 untuk memproyeksikan jumlah kebutuhan air, data debit sumber mata air dengan potensi debit ± 10 liter/detik untuk menganalisa kondisi hidraulik di dalam pipa, dan data harga satuan bahan bangunan serta analisa harga satuan pekerjaan untuk menghitung Rencana Anggaran Biaya (RAB). Dalam studi ini, metode proyeksi yang digunakan adalah metode aritmatika dengan jumlah penduduk ditahun 2038 sebanyak 8.864 jiwa, dan kebutuhan air rata-rata ditahun 2038 adalah 8,14 liter/detik. Analisa hidraulik menggunakan aplikasi WaterCAD v8i menunjukan kondisi hidraulik sebagai berikut, kecepatan aliran berkisar antara 0,504 – 1,326 m/dt, kemiringan garis hidrolis berkisar antara 1,603 – 14,562 m/km, dan tekanan berkisar antara 1,014 - 3,915 atm. RAB yang akan dibutuhkan adalah Rp 996.537.000,00. Permanu Village, Pakisaji District, Malang Regency is a village located on the slopes of Mount Kawi. There are already two alternatives that have been tried by the people of Permanu Village to meet their clean water demand. But it has disadvantages, such as making dug wells (prone to contamination by waste) and using local water company services (less affordable water rates). The purpose of this study is to plan a proper pipeline network that is hydraulically feasible. The data used in this plan are area maps and topographic data for pipeline network planning, population data from 2009 – 2018 to project the amount of water demand, spring data with a potential discharge of 10 liters/second to analyze hydraulic conditions in the pipeline, and unit price data of building materials as well as analysis of the unit price of work to calculate the Budget Plan. In this study, the projected population used arithmetic method with a population of 2038 is 8,864 people, and the average water demand in 2038 is 8.14 liters/second. Hydraulic analysis using the WaterCAD v8.i software shows the following hydraulic conditions, velocity is between 0.504 - 1.326 meters/second, headloss gradient is between 1.603 - 14.562 m/km, and pressure is between 1.014 - 3.915 atm. The budget plan in this study will need Rp 996,537,000.00.
Pemodelan Hidrolik Sistem Kanal Larona Akibat Perbaikan Dasar Saluran Menggunakan Aplikasi HEC-RAS Khoiruddin, Muhammad Fahmi; Dermawan, Very; Wicaksono, Prima Hadi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelapisan dasar kanal pada Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Larona menggunakan material geomembran menyebabkan perubahan kinerja akibat peningkatan kapasitas pengaliran air menuju kolam penenang. Studi ini akan memodelkan dan mengkaji kinerja hidrolik sistem kanal air kondisi eksisting sehingga dapat memberikan usulan bukaan pintu pada bagian pengambilan agar debit yang dialirkan melalui kanal menjadi optimal. Pemodelan hidrolik sistem kanal air Larona menggunakan aplikasi HEC-RAS versi 5.0.7 dengan 2 alternatif pendekatan. Panel kanal air dimodelkan cross section berjumlah 469 buah. Kalibrasi menggunakan estimasi nilai Manning dengan pencocokan data pengukuran kecepatan dan kedalaman aliran. Evaluasi kinerja menggunakan hasil pemodelan dengan melihat elevasi air kolam penenang kemudian memberikan usulan bukaan pintu pengambilan. Model hidrolik menunjukkan hasil kalibrasi cukup baik menggunakan pendekatan alternatif 1. Diperoleh nilai Manning 0.016 untuk kondisi kanal sebelum lining dan 0.013 kondisi setelah lining, dengan kesalahan relatif rerata terkecil yaitu 4,39 %. Usulan bukaan pintu pengambilan mengacu pada pengaliran debit dengan waktu tempuh yang sama sebelum dan sesudah lining sehingga memberikan waktu pengisian yang sama saat aliran menuju headpond. Untuk operasional maksimum maka perlu pengusulan debit masuk dari intake 131.98 m3/detik, sedangkan untuk operasional normal perlu pengusulan debit masuk intake 103.80 m3/detik. Usulan debit yang masuk intake menghasilkan bukaan pintu yang lebih rendah daripada bukaan pintu eksisting. Hasil evaluasi kinerja peluap samping menunjukkan hasil operasional debit maksimum yang tidak optimal menggunakan bukaan pintu eksisting. Hasil komputasi hidrolik menunjukkan debit melimpas di atas peluap samping sebesar 5.15 m3/detik. Usulan bukaan pintu menunjukkan pengoperasian optimal, diketahui dari elevasi muka air hasil running program tidak ada yang lebih tinggi dari elevasi puncak peluap samping. Lining of the bottom canal on Larona Hydropower Plant using geomembrane material caused a change of performance due to increased water flow capacity to the headpond. This study will be modeling and examine the hydraulic performance of the existing water canal system so that it can present the proposed opening gates at the canal intake to pass the operating discharge optimally. The hydraulic modeling of the Larona water canal system uses HEC-RAS software version 5.0.7 with 2 alternative approaches. The canal panels are modeled as a cross-section as many as 469 pieces. The calibration uses the estimated Manning value with matching measurement data of velocity and flow depth. Performance evaluation uses modeling results by checking at the elevation of the headpond and then giving the proposed opening gates at intake. The hydraulic model shows calibration results using alternative approach 1 were quite good. Acquired the value of Manning 0.016 for canal conditions before lining and 0.013 conditions after lining, with the smallest average error of 4.39%. The proposed opening gates at intake refers to the same stream time as the flow of the discharge before and after the lining, thus giving the same charging time as the stream to the headpond. For maximum operation, it is necessary to propose incoming discharge from intake 131.98 m3/sec, while for normal operation need to be the discharge of incoming intake of 103.80 m3/sec. The proposed discharge that enters the intake results in lower opening gates than the existing opening gates. The results of the side weir performance evaluation showed optimal on maximum discharge operational results using existing opening gates. Hydraulic computing results show a spill discharge over a side weir of 5.15 m3/sec. Proposed opening gates indicate optimal operation, known from the elevation of water in the results running program does not exist higher than the crest elevation of the side weir.
ANALISIS NILAI EVAPORASI WADUK KARANGKATES MENGGUNAKAN PENDEKATAN EMPIRIS DAN ARTIFICIAL NEURAL NETWORK (ANN) Akbar, Wan Nazli; Wahyuni, Sri; Dermawan, Very
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pola operasi pada waduk merupakan faktor penting untuk mengatur kebutuhan air dengan kondisi ketersediaan air yang ada. Pola operasi waduk tidak terlepas dari proses evaporasi. Evaporasi berperan penting dalam pola operasi waduk, namun tidak semua waduk memiliki alat untuk mengukur evaporasi yang terjadi. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui evaporasi pada Waduk Karangkates sebagai perbandingan sekaligus referensi untuk menghitung evaporasi yang terjadi pada waduk dengan menggunakan rumus empiris Penman dan DeBruin – Keijman, serta pemodelan Artificial Neural Network (ANN). Hasil dari evaporasi dengan rumus empiris dan pemodelan Artificial Neural Network kemudian dibandingkan dengan evaporasi pengamatan dengan uji kalibrasi untuk mendapatkan metode terpilih. Uji kalibrasi menggunakan parameter Nash–Sutchliffe Efficiency (NSE), Mean Absolute Error (MAE), Koefisien Korelasi (R), Koefisien Determinasi (R2), dan Kesalahan Relatif (KR). Berdasarkan uji kalibrasi, didapatkan evaporasi hasil pemodelan Artificial Neural Network merupakan metode terpilih dengan nilai NSE 0,825, nilai MAE 0,111, nilai R 0,917, nilai R2 0,840, dan nilai KR 3,792%. Kemudian dilakukan uji verifikasi dan disimpulkan pasangan data 16 tahun kalibrasi – 1 tahun verifikasi mendapatkan hasil verifikasi terbaik dengan nilai NSE 0,672, nilai MAE 0,232, nilai R 0,888, nilai R2 0,788, dan nilai KR 7,271%.Operation pattern of reservoir is an important factor to manage water demand with existing water availability conditions. Operation pattern of reservoir cannot be separated from evaporation process. Evaporation plays an important role in operation pattern of reservoir, however not all reservoirs have a tool to measure evaporation. The purpose of this research is to find the evaporation value in Karangkates Reservoir for comparison and reference to calculate evaporation in reservoir using empirical formula of Penman and DeBruin – Keijman, and using Artificial Neural Network modeling. The result of evaporation using empirical formulas and Artificial Neural Network modeling then compared with observational evaporation with calibration test to obtain chosen method. The calibration test uses parameters Nash–Sutchliffe Efficiency (NSE), Mean Absolute Error (MAE), Correlation Coefficient (R), Determination Coefficient (R2), and Relative Error (KR). Based on calibration test, obtained evaporation result of Artificial Neural Network modeling is selected method with value of NSE is 0,825, value of MAE is 0,111, value of R is 0,917, value of R2 is 0,840, and value of KR is 3,792%. Then the verification test was carried out and it was concluded that the data pair of 16 years of calibration – 1 year of verification obtained the best verification results with value of NSE 0,672, value of MAE 0,232, value of R 0,888, value of R2 0,788, and value of KR 7,271%.
KAJIAN HIDROLIKA PELIMPAH BENDUNGAN JRAGUNG KABUPATEN SEMARANG JAWA TENGAH DENGAN UJI MODEL FISIK 1:50 Putra, Kresna Wisika; Dermawan, Very; Sumiadi, Sumiadi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu permasalahan yang terdapat di beberapa wilayah Kabupaten Semarang serta Demak adalah meluapnya Sungai Jragung yang menyebabkan banjir di daerah tersebut pada saat musim penghujan. Salah satu pekerjaan untuk menyempurnakan dan memantapkan perencanaan Bendungan Jragung adalah melalui uji model fisik hidrolika. Hasil pengujian debit rencana Q100th, Q1000th, dan QPMF dapat dialirkan dengan baik. Pada saluran Peluncur dilakukan analisa kavitasi dan aliran getar,dengan analisa diperoleh adanya aliran getar pada Q100 dan adanya indikasi tekanan negatif yang dapat menimbulkan gejala kavitasi dan Peredam tipe endsill efektif untuk meredam energi variasi debit rancangan.One of problem in several district in Semarang and Demak is overflow of Jragung River that makes flood in that places when rains come. One of requirement for accomplish and complete Jragung Dam design is hydraulics physical model test. The result of Q100, Q1000, and QPMF is can be streamed well. In Chuteway carried out an analysis of Cavitation and Flow Vibrate, with the result are any flow vibrate in Q100 and any indicator of negative pressure that can make cavitation and for Stilling Basin type Endsill is effective for reduce energy from all of variant debit.