Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pembinaan Tasawuf dalam Kegiatan Bimbingan Konseling Santri Putri Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya Hanif, Abdulloh; Silviana
Khidmatuna: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat STAI Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/khidmatuna.v1i1.344

Abstract

Pendidikan di era kontemporer banyak menghadapi tantangan moralitas. Pendidikan formal konvensional, terutama, menanggulangi persoalan tersebut dengan mengadakan program konseling. Pendidikan pesantren menjadi satu-satunya sistem pendidikan yang sejak awal dibentuk salah satunya adalah untuk mengatasi persoalan etika dan moralitas. Santri diberikan waktu belajar yang intens bersama dengan guru atau kiyai, termasuk juga dalam lingkungan tempat tinggal yang sama. Sehingga dapat lebih mudah mengontrol perkembangan santri baik secara etika maupun intelektualnya. Namun dalam konteks konseling modern, belum banyak yang menerapkannya dalam pendidikan pesantren, yang akhirnya membuat pendidikan pesantren terkesan sangat tradisional, sementara persoalan moral peserta didik mulai kompleks. Salah satu pesantren yang menerapkan program bimbingan konseling adalah Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya. Sebagai pesantren yang berdasar ada ajaran-ajaran tasawuf, terutama tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyyah, program bimbingan konseling di pondok tersebut memasukkan pemahaman-pemahaman tasawuf dalam konseling. Bimbingan konseling di pesantren tersebut juga tidak hanya berbasis pada masalah, tetapi juga pencegahan. Meskipun menjadi program yang aplikatif dalam menanaman nilai-nilai tasawuf, program konseling di pondok tersebut masih dalam tahap pengembangan, dan masih berjalan hanya di pesantren putri saja.
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE (TTW) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA Silviana; Yulis Jamiah; Bistari; Sugiatno; Revi Lestari Pasaribu
JUMLAHKU: Jurnal Matematika Ilmiah STKIP Muhammadiyah Kuningan Vol 10 No 2 (2024): JUMLAHKU VOL.10 NO.2 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jumlahku.v10i2.4241

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh strategi pembelajaran Think Talk Write (TTW) terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa pada materi barisan dan deret aritmatika. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif jenis pre-eksperimen dengan desain one group pretest-posttest, untuk menganalisis perubahan kemampuan siswa sebelum dan sesudah penerapan strategi TTW. Subjek penelitian terdiri dari 32 siswa kelas X di SMKN 2 Pontianak yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pemilihan sampel ini didasarkan pada pertimbangan tertentu yang sesuai dengan tujuan penelitian. Data dikumpulkan melalui tes tertulis yang dirancang khusus untuk mengukur kemampuan berpikir kritis matematis siswa dengan menggunakan instrumen yang telah valid dan reliabel. Tes ini diberikan dua kali, yaitu pretest dan posttest penerapan strategi TTW dalam pembelajaran materi barisan dan deret aritmatika. Teknik analisis data penelitian ini meliputi uji normalitas, uji homogenitas, paired sample T-Test, dan uji N-Gain dengan menggunakan SPSS dan excel pada tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi TTW secara signifikan meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Analisis data menunjukkan rata-rata skor posttest meningkat dari kategori rendah menjadi sedang setelah penerapan strategi. Peningkatan ini mengindikasikan bahwa strategi TTW efektif dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa dalam konteks matematika, khususnya pada materi barisan dan deret aritmatika. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa strategi TTW merupakan metode yang efektif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis matematis siswa. Strategi TTW direkomendasikan bagi guru matematika karena dapat memperkuat kemampuan berpikir kritis siswa, mengembangkan pemahaman konsep matematika, dan meningkatkan kemampuan memecahkan masalah kompleks.