Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI PENDUKUNG MAHASISWA PENDIDIKAN TINGGI JARAK JAUH Bintarti, Arifah; Rahardjo, Djoko
Jurnal Ilmu Komunikasi UHO : Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi dan Informasi Vol 7, No 1 (2022): Edisi Januari
Publisher : Laboratorium Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Ha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.397 KB) | DOI: 10.52423/jikuho.v7i1.22101

Abstract

Pandemi Covid-19 berdampak besar pada berbagai sektor, salah satunya proses pembelajaran di perguruan tinggi jarak jauh. Tutorial online merupakan layanan pembelajaran yang dimanfaatkan oleh Universitas Terbuka. Selama pandemi, hampir semua orang mengakses internet sehingga kinerja teknologi dalam tutorial online menjadi lebih rendah. Kuantitas mahasiswa dalam mengikuti tutorial online cenderung meningkat namun kualitas aktivitas mahasiswa dalam mengakses tutorial belum optimal. Penelitian ini akan mengidentifikasi beberapa faktor penyebab belum optimalnya kualitas dalam mengakses tutorial online. Menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif berupa wawancara, dengan sampel sebanyak 118 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa membutuhkan media sosial untuk meningkatkan proses belajar mereka dalam tutorial online. Media Sosial akan digunakan sebagai media tambahan untuk berkomunikasi dalam pelaksanaan tutorial online. Kata-kata Kunci: pendidikan tinggi jarak jauh; media sosial; tutorial online
Reaching the Unreachable: UT Bandarlampung's Marketing Communication Strategy to Increase the Number of New Students Novaria, Sarah Ayu Putri; Bintarti, Arifah
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 8, No 3 (2025): July, Social Studies, Educational Research and Humanities Research.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v8i3.48661

Abstract

The purpose of this research is to investigate the marketing communication strategy employed by the Open University of Bandarlampung to increase the number of new students. This research is considered important due to the increase in the number of new UT Bandarlampung students over the past two years, during which the trend has remained stable. UT Bandarlampung managed to increase the number of new students by 214.39% compared to the 2023 registration period, and 58.47% compared to the previous year. The success of UT Bandarlampung in increasing the number of new students is inseparable from the marketing communication strategy that has been carried out. This research was conducted with descriptive qualitative research methods. Data collection techniques involve semi-structured interviews with informants selected through purposive sampling techniques. In this study, it is known that UT Bandarlampung carries out a marketing communication strategy with the Integrated Marketing Communication (IMC) Mix. In this mix, UT Bandarlampung's marketing activities are dominated by advertising through social media. Data leads from these advertisements are then followed up with personal selling via WhatsApp. This research is expected to be useful for UT Bandarlampung to optimize marketing communication strategies in an effort to increase the number of students. This research can also serve as a contribution of thought for other UT regions in applying marketing communication strategies.
Pendampingan peningkatan public speaking melalui storytelling dalam kehumasan kementerian Ayuningtyas, Fitria; Tayibnapis, Radita Gora; Intyaswati, Drina; Istiyanto, S Bekti; Bintarti, Arifah
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Mei
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v7i2.2015

Abstract

Kemampuan berkomunikasi merupakan syarat terpenting yang harus ada pada masa ini. Komunikasi yang baik dapat meningkatkan hubungan, dan begitu hubungan itu terjalin, itu dapat membuka pintu ke lebih banyak kemungkinan. Public speaking sebagai salah satu bentuk komunikasi sangat penting untuk dikuasai. Berbicara di depan umum memungkinkan seseorang untuk berinteraksi dengan audiens dan menyampaikan ide dengan lebih efektif. Bercerita atau istilah kerennya storytelling tersebut bukan sekedar bercerita atau mendongeng. Storytelling lebih dari hal tersebut, yaitu menjadi sebuah alat yang penting untuk menarik perhatian pendengar. Storytelling adalah proses menggabungkan fakta dan cerita untuk menyampaikannya kepada konsumen agar mereka lebih tertarik dengan apa yang ditawarkan. Tujuan untuk berbicara di depan umum ini bisa untuk mendidik, menghibur atau mempengaruhi pendengar. Kegiatan yang merupakan pendampingan peningkatan Public Speaking melalui Storytelling ini dilaksanakan selama 3 hari yaitu tanggal 6-8 Oktober 2022 di Harris Hotel Bekasi yang dihadiri oleh +/- 80 orang di Bagian Humas dari berbagai Rumah Sakit di Indonesia yang berada dibawah naungan Kementerian Kesehatan RI. Adapun pendekatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan menggunakan PAR (participatory action research). PAR pada dasarnya adalah upaya untuk melakukan perbaikan dan perubahan dimana dalam prosesnya melibatkan pihak-pihak yang menjadi sasaran perubahan berdasarkan pengalaman kelompok tertentu.
The Relationship Between Religiosity, Media Literacy, And Psychological Resilience of Gen Z Dewi, Danar Kristiana; Bintarti, Arifah
Jurnal Mamangan Vol 14, No 2 (2025): Special Issue
Publisher : LPPM Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/mamangan.v14i2.10453

Abstract

Generation Z lives in a digital environment that presents psychological challenges due to information overload, misinformation, and social media pressure. This study aims to examine the relationship between religiosity and media literacy with the psychological resilience of Generation Z in the digital era. This research applied a quantitative associative approach through questionnaires distributed to 100 Generation Z respondents in Central Java. The data were analyzed using SPSS with validity tests, reliability, correlation, and multiple linear regression. The findings reveal that religiosity and media literacy have a positive and significant effect on psychological resilience, with an R Square value of 0.679. This means that 67.9% of the variation in psychological resilience can be explained by these two independent variables. In conclusion, religiosity and media literacy are crucial factors in strengthening the psychological resilience of Generation Z in the digital era.