Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENINGKATAN PRODUKSI KOPI MELALUI PERAWATAN TANAMAN DAN REKAYASA PENYIRAMAN OTOMATIS Suparman, Suparman; Dharmawati, Nuraeni Dwi; Santoso, Tri Nugroho Budi; Deworo P, Dimas; Putri, Ayunda Gustiani; Susilo, Ade Bagus
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 6 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i6.2145-2156

Abstract

Produksi tanaman kopi telah mendominasi menjadi produk utama perkebunan di wilayah kecamatan Gemawang. Permasalahan petani kopi adalah kurangnya pengetahuan tentang upaya pengembangan dari hasil kualitas dan produksi tanaman kopi. Pada kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat dalam mengatasi masalah tersebut dapat dilakukan melalui penyebaran informasi tertulis tentang praktik budidaya kopi yang baik dan informasi tentang teknik budidaya dan bibit yang digunakan, melalui perawatan tanaman dan rekayasa penyiraman ototmatis pada masa pembungaan. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan mulai bulan  Juni 2021 sampai tanggal 19 Nopember 2021. Sasaran dalam kegiatan ini adalah para petani kopi yang berlokasi di dusun Mandang, desa Sucen, kecamatan Gemawang, Kabupaten Temanggung. Hasil kegiatan yang telah terlaksana berupa kegiatan penyuluhan dan pendampingan tentang teknis budidaya kopi perawatan tanaman, diskusi tentang hama, penyuluhan pemasaran digital, penyuluhan materi organisasi kelembagaan, dan pemasang serta peragaan alat instalansi penyiraman otomatis. Kesimpulan kegiatan inia dalah kegiatan berjalan lancar petani kopi sangat antusias dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini, sehingga hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan ke arah yang positif setelah dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini.
PELATIHAN PENGOLAHAN BUAH KAKAO MENJADI BIJI KAKAO KERING TERFERMENTASI UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PRODUK Ngatirah, Ngatirah; Nurjanah, Danik; Dharmawati, Nuraeni Dwi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.19908

Abstract

Abstrak: Kelompok Wanita tani (KWT) Mekar Tani merupakan salah satu kelompok tani yang ada di Pedukuhan Sladi, Umbulrejo, Ponjong, Gunung Kidul yang membudidayakan tanaman kakao. Permasalah selama ini adalah sebagian besar kakao yang dihasilkan dijual dalam bentuk biji kakao basah tanpa fermentasi, sehingga harga jual dan mutunya lebih rendah. Oleh karena itu diperlukan pelatihan untuk pasca panen dan fermentasi kakao untuk meningkatkan mutu biji kakao. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah (1) meningkatan softskill dan hardskill anggota KWT Mekar Tani di dusun Sladi, desa umbulrejo dalam menerapkan teknologi fermentasi kakao, (2) untuk meningkatkan kualitas biji kakao melalui perbaikan proses pasca panen kakao dengan cara fermentasi. Mitra kegiatan pengabdian masysarakat ini adalah anggota KWT Mekar Tani berjumlah 20 orang. Metode kegiatan yang digunakan yaitu ceramah dan praktek fermentasi kakao. Sedangkan evaluasi kegiatan dilakukan melalui pengisian kuisioner yang berisi 5 buah pertanyaan. Hasil pelatihan teknologi dan fermentasi kakao menunjukkan bahwa peningkatan skill anggota KWT dalam pengolahan kakao terfermentasi dan pengetahuan tentang standar mutu biji kakao meningkat sebesar 90%. Hasil fermentasi kakao menunjukan bahwa bahwa mutu biji kakao kering terfermentasi yang dihasilkan mempunyai mutu yang lebih baik dibanding biji kakao tanpa fermentasi. Biji kakao hasil fermentasi lebih bersih berwarna coklat sedangkan biji kakao tanpa fermentasi berwarna coklat kehitaman dengan bau asam yang lebih menyengat. Hasil pengujian penggolongan biji menunjukan bahwa biji kakao yang dihasilkan oleh KWT Mekar tani termasuk dalam golongan A (jumlah biji 86-100 biji/100 gram).Abstract: The Mekar Tani Women'’s Group (KWT Mekar Tani) is one of the farmer groups in Sladi Village, Umbulrejo, Ponjong, Gunung Kidul that cultivates cocoa plants. The problem is the low quality of cocoa beans because without fermentation the selling price is lower. Therefore, training is needed for post-harvest and fermentation of cocoa to improve the quality of cocoa beans. The aim of this community service are (1) to improve the soft skills and hard skills of KWT Mekar Tani members in Sladi hamlet, Umbulrejo village in implementing cocoa fermentation technology, (2) to improve the quality of cocoa beans by improving the post-harvest process of cocoa by fermentation. The partners for this community service activity are 20 members of KWT Mekar Tani. The activity methods used were lectures and cocoa fermentation practice. Meanwhile, activity evaluation is carried out by filling out a questionnaire containing 5 questions. The results of cocoa technology and fermentation training showed that the skills of KWT members in processing fermented cocoa and knowledge about cocoa bean quality standards increased by 90%. The results of cocoa fermentation show that the quality of fermented dry cocoa beans produced is better than cocoa beans without fermentation. Fermented cocoa beans are cleaner brown while unfermented cocoa beans are blackish brown with a more pungent sour odor. The results of the bean classification test show that the cocoa beans produced included in group A (the number of beans is 86-100 seeds/100 grams).
Efisiensi Efisiensi Kinerja Pekerja Penggunaan Galah Bahan Karbon dan Aluminium Setiawan, Fajar Dwi; Supriyanto, Gani; Dharmawati, Nuraeni Dwi
Journal of Agricultural and Biosystem Engineering Research Vol 6 No 2 (2025): Journal of Agricultural and Biosystem Engineering Research: Regular Issue
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jaber.2025.6.2.15711

Abstract

Harvesting is the activity of picking fresh fruit bunches from trees, collecting loose fruits, as well as gathering and transporting the fruits to a collection point (TPH) to be taken to the palm oil mill (PKS). The tools used in this harvesting process are poles made of carbon and aluminum. Carbon composite is a material that uses carbon fibers, which are strong and lightweight, though expensive. Aluminum is a metal with low strength and soft properties. This research uses a descriptive method with primary data collection directly from the field. The results show that the use of carbon and aluminum poles varies based on age (young <35 years, old >35 years). For young harvesters using carbon poles, the average workload is 20.84%, productivity is 37.25 bunches/hour, and efficiency is 95.60%. For young harvesters using aluminum poles, the average workload is 22.75%, productivity is 30.56 bunches/hour, and efficiency is 94.40%. For older harvesters using carbon poles, the average workload is 23.67%, productivity is 35.38 bunches/hour, and efficiency is 94.32%. For older harvesters using aluminum poles, the average workload is 27.22%, productivity is 28.99 bunches/hour, and efficiency is 92.57%.