Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Hibrid Sistem Biofilter dan Hidroponik Sebagai Alternatif Pengolahan Limbah Pemukiman Low Income People Gultom, Tumpal
SAINTEK: Jurnal Sains dan Teknologi Industri Vol 3 No 2 (2019): Saintek: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi Industri
Publisher : Universitas katolik Musi Charitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.412 KB) | DOI: 10.32524/saintek.v3i2.599

Abstract

Limbah domestik akan menimbulkan permasalahan lingkungan, apabila tidak adanya pengolahan limbah baik secara komunal maupun skala rumah tangga atau dengan kata lain masyarakat langsung membuang limbah mereka ke badan air. Ada beberapa sistem pengolahan limbah yang ramah lingkungan dan terbilang murah yaitu dengan sistem biofilter. Pengolahan limbah domestik dengan sistem biofilter pada beberapa penelitian menghasilkan penurunan parameter limbah yang sangat baik. Penelitian ini tidak hanya menggunakan biofilter, karena dimungkinkan masih ada sisa senyawa anorganik seperti nitrat dan fosfat yang tersisa dari pengolahan sistem biofilter. Sehingga diperlukan tertiary treatment menggunakan sistem hidroponik. Hasil penelitian ini yaitu sistem tertiary treatment dengan hidroponik dapat menurunkan sisa senyawa anoganik kadar fosfat yaitu outlet kangkung (76,13%), bayam (44,9%) dan selada (45,95%), sedangkan nitrat tidak mengalami penurunan. Parameter suhu, TDS, TSS, pH, COD dan BOD sangat efisien diturunkan dengan efisiensi penurunan TDS sebesar (15,15-19,60%), TSS (51,20-88,52%), COD (49,00-63,27%) dan BOD (30,49-58,68%).
Studi Komparatif Kondisi Geoteknik dan Respon Seismik Lokal untuk Perencanaan Pondasi Radar Cuaca S-Band di Wilayah Kepulauan Riau Habibi, Muhamad; Pramono, Sigit; Nugraha, Hanif Andi; Octantyo, Ardian Yudhi; Sativa, Oriza; Gultom, Tumpal; Putra, Maulana
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3444

Abstract

Kondisi geoteknik dan karakteristik seismik lokal menjadi faktor penting dalam menentukan desain pondasi bangunan radar cuaca. Kajian ini membandingkan dua lokasi pembangunan radar cuaca S-Band di Kepulauan Riau—Natuna dan Tanjung Pinang—yang memiliki perbedaan geotektonik dan komposisi tanah. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara parameter geoteknik (CPT dan SPT) dan parameter seismik (MASW dan SPAC) untuk menentukan kelas situs, kapasitas tanah, serta rekomendasi pondasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa kedua lokasi tergolong kelas tanah sedang (SD) berdasarkan SNI 1726:2019, tetapi Natuna memiliki lapisan tanah lebih kaku dan kedalaman lapisan keras yang lebih dangkal dibanding Tanjung Pinang. Temuan utama menunjukkan bahwa amplifikasi percepatan tanah di Tanjung Pinang (≈1,6 kali) lebih tinggi dibanding Natuna (≈1,16 kali), menandakan kerentanan seismik yang lebih besar, ), sehingga risiko penguatan gelombang gempa lebih dominan pada lokasi tersebut. Implikasi teknis penelitian ini menunjukkan bahwa kedua lokasi direkomendasikan menggunakan pondasi tiang, namun Tanjung Pinang memerlukan kedalaman dan kapasitas tiang yang lebih besar agar beban struktur dapat dialirkan ke lapisan keras serta meminimalkan dampak amplifikasi seismik. Dengan demikian, kajian ini tidak hanya memberikan rekomendasi desain pondasi, tetapi juga mendukung penyusunan standar teknis pembangunan radar cuaca di wilayah rawan gempa. Secara keseluruhan, kajian ini memberikan landasan teknis bagi BMKG dalam pengembangan jaringan radar cuaca yang lebih aman, efisien, dan sesuai karakteristik geologi wilayah kepulauan.