Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penggunaan Data Sondir dan Mikrozonasi untuk Interpretasi Parameter Tanah dan Perencanaan Pondasi Gedung Radar Cuaca S-Band Putra, Maulana; Romadhon, Hanif Cahyo; Pramono, Sigit; Nugraha, Hanif Andi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus - October
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i3.2761

Abstract

Kondisi tanah berperan penting dalam perencanaan fondasi bangunan tahan gempa. Di wilayah pesisir seperti Cilacap, Indonesia, yang memiliki potensi amplifikasi gempa tinggi, evaluasi kondisi tanah yang akurat sangat penting untuk mendukung ketahanan infrastruktur. Penelitian ini mengatasi tantangan perencanaan fondasi gedung Radar Cuaca S-Band di wilayah pesisir rawan gempa, dengan integrasi data uji sondir dan survei mikrozonasi menggunakan metode MASW dan SPAC. Hasil menunjukkan adanya lapisan tanah keras pada kedalaman 3,4 m dengan nilai qc hingga 230 kg/cm², karakteristik lempung plastis tinggi, dan nilai Vs30 yang mengklasifikasikan lokasi sebagai tanah sedang (SD). Metode terpadu ini mengungkap adanya amplifikasi lokal yang meningkatkan nilai PGA dari 0,43 g (batuan dasar) menjadi 0,50 g (permukaan tanah) dengan intensitas guncangan simulasi 6–7 MMI, menekankan pentingnya mempertimbangkan respons dinamis tanah dalam desain fondasi. Temuan ini memberikan dasar teknis untuk mendukung kebutuhan desain sistem fondasi tahan gempa pada infrastruktur penting di wilayah pesisir Indonesia. Integrasi penilaian geoteknik dan seismik ini dapat menjadi acuan dalam praktik konstruksi bangunan yang lebih aman di daerah rawan gempa.
Studi Komparatif Kondisi Geoteknik dan Respon Seismik Lokal untuk Perencanaan Pondasi Radar Cuaca S-Band di Wilayah Kepulauan Riau Habibi, Muhamad; Pramono, Sigit; Nugraha, Hanif Andi; Octantyo, Ardian Yudhi; Sativa, Oriza; Gultom, Tumpal; Putra, Maulana
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3444

Abstract

Kondisi geoteknik dan karakteristik seismik lokal menjadi faktor penting dalam menentukan desain pondasi bangunan radar cuaca. Kajian ini membandingkan dua lokasi pembangunan radar cuaca S-Band di Kepulauan Riau—Natuna dan Tanjung Pinang—yang memiliki perbedaan geotektonik dan komposisi tanah. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara parameter geoteknik (CPT dan SPT) dan parameter seismik (MASW dan SPAC) untuk menentukan kelas situs, kapasitas tanah, serta rekomendasi pondasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa kedua lokasi tergolong kelas tanah sedang (SD) berdasarkan SNI 1726:2019, tetapi Natuna memiliki lapisan tanah lebih kaku dan kedalaman lapisan keras yang lebih dangkal dibanding Tanjung Pinang. Temuan utama menunjukkan bahwa amplifikasi percepatan tanah di Tanjung Pinang (≈1,6 kali) lebih tinggi dibanding Natuna (≈1,16 kali), menandakan kerentanan seismik yang lebih besar, ), sehingga risiko penguatan gelombang gempa lebih dominan pada lokasi tersebut. Implikasi teknis penelitian ini menunjukkan bahwa kedua lokasi direkomendasikan menggunakan pondasi tiang, namun Tanjung Pinang memerlukan kedalaman dan kapasitas tiang yang lebih besar agar beban struktur dapat dialirkan ke lapisan keras serta meminimalkan dampak amplifikasi seismik. Dengan demikian, kajian ini tidak hanya memberikan rekomendasi desain pondasi, tetapi juga mendukung penyusunan standar teknis pembangunan radar cuaca di wilayah rawan gempa. Secara keseluruhan, kajian ini memberikan landasan teknis bagi BMKG dalam pengembangan jaringan radar cuaca yang lebih aman, efisien, dan sesuai karakteristik geologi wilayah kepulauan.