Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Terapi Musik terhadap Depresi pada Lansia Widyastuti, Theresia
Jurnal Ilmiah Psyche Vol 13 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Psyche
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Universitas Bina Darma Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.055 KB) | DOI: 10.33557/jpsyche.v13i2.702

Abstract

Depression is a mood disorder that is generally characterized by hopelessness, excessive helplessness, and lack of enthusiasm for life. Starting from stress that is not overcome, then a person can fall into a phase of depression. This study aims to look at the effect of providing music therapy in reducing depression in the elderly before and after being given a commitment. To achieve this goal, this study uses a quasi-experimental method (Quasi Experiment). The type of research design used is Quasi Experiment with one group pretest and posttest design. The sampling technique was purposive sampling where participants based on population criteria obtained a sample of 16 people. Data collection methods using tests with a scale measuring instrument namely Geriatric Depression Scale (GDS) consisting of 30 item questions, observation methods and interview methods .. Based on data analysis it was concluded that the results obtained were Man Whitney Test U = 0.500 with a value of p = 0.001 ( p <0.01) where the mean ranks on the gain score is 12.44 and the sum of ranks is 99.50, this shows the difference in effectiveness of the effects of music therapy before and after treatment and to test the difference in levels of depression before and after being given music therapy using Wilcoxon Sign Rank test analysis . the results obtained z value = -2.539 with a value of p = 0.11 (p <0.01) so that it can be concluded that there are differences in changes in the level of depression in the elderly before and after given treatment.
Perancangan PERANCANGAN MOTIF DENGAN TEKNIK IKAT CELUP UNTUK KEBAYA MENGGUNAKAN PEWARNA ALAM Safitri, Yuliana Dwi; Widyastuti, Theresia
Hastagina : Jurnal Kriya Seni Vol 4 No 01 (2024): Hastagina : Jurnal Kriya dan Industri Kreatif
Publisher : Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/hastagina.v4i01.3586

Abstract

Abstrak Perancangan dengan teknik ikat celup yang menggunakan pewarna alam ini merupakan perancangan motif ikat celup untuk menambah alternatif produk ikat celup dipasar dengan motif yang berbeda dari biasanya. Ide ikat celup merupakan salah satu dari tiga kain khas Jawa, yakni batik dan tenun lurik. Umumnya motif yang dihasilkan bulatan kecil atau kotak segi empat. Dalam perancangan ini motif dibuat agar memiliki bentuk lain, yaitu meniru bentuk serangga capung. Selain itu menggunakan pewarna alam Indigo Strobilanthes Cusia. Metode perancangan yang digunakan adalah teori penciptaan menurut Gustami dengan tiga tahap, yang diawali dengan kegiatan eksplorasi dengan cara mengumpulkan data, data visual, dan observasi pembuatan celup ikat. Perancangan menghasilkan beberapa alternatif motif baru hasil celup ikat yang diaplikasikan untuk kebaya.
Pengembangan Minat dan Kepercayaan Diri Siswa SMK dalam Kegiatan Sketching dan Describing Bangunan Sederhana Winda Artha Mustika, Suzzana; Adi Pratama B, A. Bayu; Ronauli Hasibuan, Anastasia; Irzawati, Ira; Widyastuti, Theresia
Wahana Dedikasi: Jurnal PkM Ilmu Kependidikan Vol. 7 No. 2 (2024): Wahana Dedikasi : Jurnal PkM Ilmu Kependidikan
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/wdk.v7i2.17793

Abstract

Misi utama Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah membekali siswanya agar berkompeten pada bidang sesuai dengan kejuruannya. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini digagas guna mengembangkan minat dan kepercayaan diri para siswa dalam kegiatan sketching dan describing bangunan sederhana berupa rumah panggung yang diharapkan dapat berkontribusi dalam menunjang peningkatan pengetahuan para siswa mengenai sketching bangunan sederhana dan mempertajam kemampuan berbahasa Inggris mereka dengan mendeskripsikan bangunan tersebut dalam bahasa Inggris. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat membantu para siswa dalam meningkatkan minat dan kepercayaan diri mereka untuk menuangkan ide pada kegiatan sketching dan mempresentasikan sketch bangunan sederhana yang dibuat dalam bahasa Inggris. Sebanyak dua puluh satu siswa SMK jurusan Desain Visual Komunikasi turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Adapun kegiatan ini dilaksanakan dalam enam fase, yaitu: pre-test, pemaparan materi, tanya jawab, praktek, post-test, dan feedback siswa melalui kuisioner. Hasil tes dan kuisioner menunjukkan bahwa kegiatan ini membantu para siswa dalam meningkatkan kemampuan mereka membuat sketsa dan mempresentasikan rumah panggung sederhana dengan berbahasa Inggris serta meningkatkan minat dan kepercayaan diri mereka dalam belajar.
PERUBAHAN NILAI DAN FILOSOFIS BUSANA KEBAYA DI JAWA TENGAH santoso, ratna endah; widyastuti, Theresia; Sakuntalawati, LV Ratna Devi; Josef, Adji Isworo; Affanti, Tiwi Bina
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 11 No. 1 (2019)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.81 KB) | DOI: 10.33153/brikolase.v11i1.2479

Abstract

The Javanese who live in the Central Java region are known for their cultural strength. This can be seen from how they uphold the heritage traditions of their ancestors. Besides that, Central Javanese people are easily known through their typical costume. Kebaya and its equipment from head to toe, it is said that initially only used by the royal community had a quite interesting value and philosophy. For decades kebaya as part of history, experienced various changes in line with the era that continues to run. The most important thing is that kebaya is no longer an everyday outfit like in the past.This research paper uses qualitative research using a cultural approach. This study aims to find out (1) changes in values and philosophies such as what happened to kebaya clothing specifically used in the Central Java region; (2) whether today's kebaya can still be called traditional clothing, especially with various changes caused by current conditions.
Perancangan PERANCANGAN MOTIF DENGAN TEKNIK IKAT CELUP UNTUK KEBAYA MENGGUNAKAN PEWARNA ALAM Safitri, Yuliana Dwi; Widyastuti, Theresia
Hastagina : Jurnal Kriya Seni Vol 4 No 01 (2024): Hastagina : Jurnal Kriya dan Industri Kreatif
Publisher : Pusat Penerbitan LPPM ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/hastagina.v4i01.3586

Abstract

Abstrak Perancangan dengan teknik ikat celup yang menggunakan pewarna alam ini merupakan perancangan motif ikat celup untuk menambah alternatif produk ikat celup dipasar dengan motif yang berbeda dari biasanya. Ide ikat celup merupakan salah satu dari tiga kain khas Jawa, yakni batik dan tenun lurik. Umumnya motif yang dihasilkan bulatan kecil atau kotak segi empat. Dalam perancangan ini motif dibuat agar memiliki bentuk lain, yaitu meniru bentuk serangga capung. Selain itu menggunakan pewarna alam Indigo Strobilanthes Cusia. Metode perancangan yang digunakan adalah teori penciptaan menurut Gustami dengan tiga tahap, yang diawali dengan kegiatan eksplorasi dengan cara mengumpulkan data, data visual, dan observasi pembuatan celup ikat. Perancangan menghasilkan beberapa alternatif motif baru hasil celup ikat yang diaplikasikan untuk kebaya.
PERUBAHAN NILAI DAN FILOSOFIS BUSANA KEBAYA DI JAWA TENGAH santoso, ratna endah; widyastuti, Theresia; Sakuntalawati, LV Ratna Devi; Josef, Adji Isworo; Affanti, Tiwi Bina
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 11 No. 1 (2019)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/brikolase.v11i1.2479

Abstract

The Javanese who live in the Central Java region are known for their cultural strength. This can be seen from how they uphold the heritage traditions of their ancestors. Besides that, Central Javanese people are easily known through their typical costume. Kebaya and its equipment from head to toe, it is said that initially only used by the royal community had a quite interesting value and philosophy. For decades kebaya as part of history, experienced various changes in line with the era that continues to run. The most important thing is that kebaya is no longer an everyday outfit like in the past.This research paper uses qualitative research using a cultural approach. This study aims to find out (1) changes in values and philosophies such as what happened to kebaya clothing specifically used in the Central Java region; (2) whether today's kebaya can still be called traditional clothing, especially with various changes caused by current conditions.
PEMBEKALAN BAGI ANAK PARA MIGRAN DARI TIMOR LESTE Wahyu Anggraeni, Dhita; Winda Artha Mustika, Suzzana; Widyastuti, Theresia; Regina Devi, Natalia
Jurnal Abdimas Musi Charitas Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal Abdimas Musi Charitas
Publisher : Universitas katolik Musi Charitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.828 KB)

Abstract

Para migran perantau Timor Leste berada di daerah Sungai Jarum dan Sungai Lilin Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan. Kehidupan mereka yang masih harus berpindah-pindah untuk mencari kehidupan yang lebih baik dengan menjadi pekerja atau buruh di daerah perantauan. Sebagai perantau tentunya mereka tidak mempunyai pekerjaan dan tempat tinggal yang tetap, mereka tinggal di mess pabrik atau di perkebunan kelapa sawit. Maka hidup kemasyarakatan dan pergaulan mereka pada umumnya terbatas pada lingkungan kerja. Kondisi tersebut menyebabkan anak-anak terbatas dalam minat, bakat dan kreativitas. Unika Musi Charitas, saat ini memiliki sumber daya manusia yang dapat dilibatkan dalam mencari solusi terkait masalah anak para migran Timor Leste. Oleh sebab itu, tim dosen UKMC mengusulkan suatu kegiatan yang diharapkan dapat memberikan jawaban dari masalah yang dihadapi saat ini. Pembekalan bagi anak para migran dari Timor Leste ini rencananya akan dilakukan dalam kegiatan tersebut. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah aktivitas yang bersifat Brain Gym dan dinamika kelompok, dimana kegiatan tersebut dapat merangsang otak kiri dan kanan (Brain Gym) sehingga menimbulkan kreativitas pada anak, salah satunya dengan menggambar dan mewarnai