Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Journal of Applied Transintegration Paradigm

Paradigma Transintegritas Ilmu:: Mendekati Islam dari Sisi Sosiologi Islam Juparno Hatta
Journal of Applied Transintegration Paradigm Vol. 3 No. 2 Desember (2023): Journal of Applied Transintegration Paradigm
Publisher : LPPM UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paradigma transintegritas ilmu adalah penanda peristiwa transformasi lembaga untuk UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Paradigma ini, menandai runtuhnya tembok antara disipilin keilmuan Islam dan sains. Sebagai paradigma, pergeseran ini merupakan suatu keniscayaan. Kajian ini menggunakan teori paradigma dari Thomas S. Khun dan perspektif Konstrusi dari Peter L Berger. Selain itu, paradigma transintegritas ilmu membawa dampak dalam melihat dan memahami Islam secara objek kajian akademis. Islam tidak hanya lagi dilihat secara normatif, malainkan juga secara historis. Pasalnya, agama ini memiliki sejarah, bukan yang mengatasi sejarah. Makna dan praktik Islam tidak hanya tercermin dari ajaran agama itu sendiri, tetapi juga melalui perjalanan sejarah yang panjang. Dalam perjalanan itu ditemukan evolusi pemikiran, perubahan sosial, dan interaksi budaya yang mempengaruhi pemahaman umat Islam terhadap agama mereka. Selalu ada interaksi antara agama, individu, dan masyarakat. pemahaman tentang Islam tidak hanya melibatkan aspek keagamaan, tetapi juga menggali aspek-aspek seperti struktur kekuasaan, stratifikasi sosial, identitas kelompok, serta respons terhadap perubahan sosial dan politik.
Paradigma Transintegritas Ilmu: Mendekati Islam dari Sisi Sosiologi Islam Hatta, Juparno
Journal of Applied Transintegration Paradigm Vol. 3 No. 2 (2023): Journal of Applied Transintegration Paradigm
Publisher : LPPM UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/y07y5w82

Abstract

Paradigma transintegritas ilmu adalah penanda peristiwa transformasi lembaga untuk UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Paradigma ini, menandai runtuhnya tembok antara disipilin keilmuan Islam dan sains. Sebagai paradigma, pergeseran ini merupakan suatu keniscayaan. Kajian ini menggunakan teori paradigma dari Thomas S. Khun dan perspektif Konstrusi dari Peter L Berger. Selain itu, paradigma transintegritas ilmu membawa dampak dalam melihat dan memahami Islam secara objek kajian akademis. Islam tidak hanya lagi dilihat secara normatif, malainkan juga secara historis. Pasalnya, agama ini memiliki sejarah, bukan yang mengatasi sejarah. Makna dan praktik Islam tidak hanya tercermin dari ajaran agama itu sendiri, tetapi juga melalui perjalanan sejarah yang panjang. Dalam perjalanan itu ditemukan evolusi pemikiran, perubahan sosial, dan interaksi budaya yang mempengaruhi pemahaman umat Islam terhadap agama mereka. Selalu ada interaksi antara agama, individu, dan masyarakat. pemahaman tentang Islam tidak hanya melibatkan aspek keagamaan, tetapi juga menggali aspek-aspek seperti struktur kekuasaan, stratifikasi sosial, identitas kelompok, serta respons terhadap perubahan sosial dan politik.
IDENTITAS YANG TERKURUNG LAYAR: HIPEREALITAS DAN FRAGMENTASI CITRA PEREMPUAN DI MEDIA SOSIAL Hatta, Juparno; Nilyati, Nilyati
Journal of Applied Transintegration Paradigm Vol. 6 No. 1 (2026): Journal of Applied Transintegration Paradigm
Publisher : LPPM UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/37gvpd52

Abstract

Media sosial, khususnya Instagram, telah menjadi arena visual dominan yang membentuk bagaimana perempuan merepresentasikan dan memahami identitas mereka di era digital. Meskipun menawarkan ruang untuk ekspresi dan kreativitas, teknologi estetika digital seperti filter kecantikan, penambah tampilan wajah, dan pengaturan visual yang terkurasi secara bersamaan menumbuhkan kondisi hiperrealitas yang menempatkan identitas perempuan dalam standar kecantikan yang tidak realistis. Artikel ini menunjukkan bahwa fitur-fitur Instagram berkontribusi pada pengurangan identitas, menjadikan perempuan sebagai objek visual yang dievaluasi melalui performativitas estetika daripada subjek otonom dengan beragam pengalaman sosial. Dengan menggunakan pendekatan etnografi virtual, studi ini mengeksplorasi bagaimana perempuan membangun citra diri mereka melalui praktik pengeditan foto, kurasi konten, dan adaptasi terhadap algoritma platform. Temuan mengungkapkan dominasi logika visual yang menormalisasi tubuh ideal, menghasilkan tekanan representasional dan memicu ketidakpuasan tubuh, kecemasan sosial, stres performatif, dan krisis otentisitas. Lebih lanjut, studi ini mengidentifikasi munculnya "diri ganda" di mana persona digital hiperrealistis semakin menutupi identitas nyata yang lebih rapuh. Artikel ini berpendapat bahwa Instagram bukan hanya media untuk ekspresi diri, tetapi juga mekanisme budaya yang mereproduksi komodifikasi tubuh perempuan dan ikut campur dalam cara perempuan menafsirkan eksistensi mereka sendiri.