Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Konsep Desain Alat Penghasil Coco Coir Terintegrasi Pemisah Cocopeat dan Cocofiber Stieven Netanel Rumokoy; I Gede Para Atmaja; Christopel H. Simanjuntak; Leony A. Wenno; Stanley B. Dodie; Karlah Lifie R. Mansauda
Jurnal Elektrik Vol. 4 No. 1 (2025): Vol.4 No.1 1 Juni 2025
Publisher : Jurusan Teknik Elektro - Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65485/elektrik.v4i1.1223

Abstract

Pemanfaatan sabut kelapa sebagai produk yang memiliki nilai jual lebih masih terbatas. Sabut kelapa mengandung komponen bernilai tinggi, yaitu serat (cocofiber) dan serbuk (cocopeat), yang berpotensi digunakan dalam industri, hortikultura, dan produk bernilai tambah lainnya. Namun, pengolahan sabut kelapa secara konvensional masih manual, terpisah, dan kurang efisien, sehingga produktivitas rendah dan kualitas produk tidak seragam. Penelitian ini bertujuan merancang konsep alat penghasil coco coir terintegrasi yang mampu memisahkan cocopeat dan cocofiber secara otomatis untuk mendukung UMKM. Metode yang digunakan meliputi studi literatur dan studi deskriptif. Studi literatur fokus pada karakteristik sabut kelapa, teknik pengolahan, dan analisis desain alat yang ada. Studi deskriptif dilakukan melalui wawancara mendalam dengan ahli, teknisi, dan pelaku UMKM untuk memvalidasi kebutuhan pengguna, aspek ergonomi, keamanan, serta potensi ekonomi alat. Hasil rancangan konsep alat terdiri dari dua komponen utama: tabung pencacah dan kerucut pemisah. Tabung pencacah menghancurkan sabut kelapa menjadi coco coir, sedangkan kerucut pemisah memisahkan campuran menjadi cocopeat dan cocofiber. Sistem ini meningkatkan efisiensi proses, kualitas produk seragam, serta mendukung pemanfaatan limbah sabut kelapa secara ekonomis dan ramah lingkungan.
PENGEMBANGAN KONSEP EARLY WARNING SYSTEM UNTUK STOK MEDISINAL PADA APOTEK Christopel Hamonangan Simanjuntak; Stenly B. Dodie; Stieven N. Rumokoy; Leony A. Wenno; Deby A. Mpila; Yonal Supit
Simtek : jurnal sistem informasi dan teknik komputer Vol. 11 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : STMIK Catur Sakti Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51876/simtek.v11i1.1726

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi konsep sistem peringatan dini yang dirancang untuk memantau ketersediaan stok obat pada jaringan apotek yang saling terafiliasi. Sistem ini diharapkan meningkatkan efisiensi pengelolaan stok obat serta memberikan infromasi yang tepat ke user dalam mendapatkan obat di berbagai sarana farmasi yang berafiliasi. Konsep sistem ini bisa digunakan untuk beberapa apotek yang memiliki afiliasi dalam satu sistem. Metodologi penelitian terdiri atas enam tahapan utama. Tahap pertama adalah studi literatur yang mempelajari berbagai sumber terkait pemecahan masalah pengelolaan stok obat, meliputi buku, jurnal, dan manuskrip. Tahap kedua adalah pengumpulan data dan analisis masalah untuk mengidentifikasi kebutuhan sistem serta menentukan solusi yang tepat. Tahap ketiga adalah perumusan konsep berdasarkan data dan analisis yang telah dilakukan. Tahap keempat meliputi perancangan diagram alir dan sequence diagram yang memvisualisasikan proses kerja sistem dan aliran informasi antaraktor. Tahap kelima adalah perancangan topologi jaringan yang menggambarkan struktur komunikasi dan mekanisme pengiriman pesan peringatan. Tahap terakhir adalah evaluasi sistem melalui simulasi skenario untuk menilai kinerja dan keefektifan sistem. Hasil penelitian menghasilkan konsep sistem peringatan dini yang melibatkan empat aktor utama: Admin, Pemilik Sarana Apotek (PSA), Pedagang Besar Farmasi (PBF), dan Apotek/Sarana Farmasi yang berafiliasi. Sistem ini mendeteksi stok obat yang mencapai batas minimum dan secara otomatis mengirimkan pesan peringatan kepada apotek yang berafiliasi. Respon dari apotek-afiliasi diseleksi berdasarkan waktu tanggap tercepat sehingga Admin dan PSA dapat menentukan informasi sumber pasokan yang paling tepat untuk diberikan ke user/pasien.
Konsep Model Revitalisasi Sawah Non-Produktif melalui Sistem Akuakultur Bertenaga Surya Rumokoy, Stieven Netanel; Warokka, Adriyan; Atmaja, I Gede Para; Walukow, Stephy B.; Simanjuntak, Christopel H.
Jurnal Elektrik Vol. 5 No. 1 (2026): Vol.5 No.1 1 Juni 2026
Publisher : Jurusan Teknik Elektro - Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65485/elektrik.v5i1.1285

Abstract

Sawah non-produktif merupakan lahan pertanian yang belum dimanfaatkan secara optimal sehingga berpotensi menurunkan produktivitas dan nilai ekonomi kawasan pedesaan. Pemanfaatan kembali lahan tersebut melalui sistem akuakultur berbasis energi terbarukan menjadi salah satu alternatif solusi yang dapat mendukung ketahanan pangan dan pengembangan kawasan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang konsep revitalisasi sawah non-produktif melalui sistem akuakultur yang terintegrasi dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode studi literatur dan wawancara ahli. Studi literatur dilakukan melalui pengumpulan referensi terkait revitalisasi lahan, akuakultur, dan pemanfaatan energi surya, sedangkan wawancara dilakukan kepada ahli dan praktisi bidang pertanian, akuakultur, energi surya, dan sistem kelistrikan untuk memperoleh masukan mengenai kebutuhan dan pengembangan sistem. Hasil penelitian menghasilkan rancangan sistem akuakultur terintegrasi PLTS pada lahan sawah seluas 200 m² yang terdiri dari area kolam budidaya ikan, instalasi PLTS, jalur inspeksi, dan area pendukung lainnya. Kolam budidaya dengan volume efektif 140 m³ dirancang untuk budidaya ikan nila. Berdasarkan hasil perhitungan, sistem mampu menghasilkan ikan sekitar 2,86 ton per siklus panen atau 5,72 ton per tahun. Kebutuhan energi sebesar 15,4 kWh per hari dipenuhi menggunakan PLTS berkapasitas 4000 Wp untuk mendukung operasional aerator, pompa air, pencahayaan, dan sistem monitoring.  Konsep ini menunjukkan bahwa integrasi akuakultur dan PLTS berpotensi menjadi solusi revitalisasi sawah non-produktif yang produktif, mandiri energi, dan ramah lingkungan.
RANCANG BANGUNG SMART TUTOR STEM BERBASIS LEARNING ANALYTICS UNTUK MENDUKUNG SDG 4 PENDIDIKAN BERKUALITAS DI SD GMIM 23 MANADO Bertrand Ifanema Zega; Abel Enricko Dominique Sugiantho; Hendriko Mauliate Maraden Pakpahan; Christopel Hamonangan Simanjuntak; Marike Amelda Silvia Kondoj
INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science Vol. 9 No. 2 (2026): INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/bwf2c449

Abstract

The low proportion of elementary school students achieving minimum proficiency in STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) learning has become a significant challenge to achieving Sustainable Development Goal (SDG) 4 on Quality Education, particularly Indicator 4.1.1. PISA 2022 data placed Indonesia 70th out of 79 participating countries in mathematics performance, while the 2023 National Assessment showed that more than 60% of elementary school students had not achieved minimum numeracy competency. This study aims to design and develop a Smart Tutor STEM platform based on learning analytics using the K-Means Clustering algorithm to provide personalized adaptive learning experiences for students in grades 4–6 at SD GMIM 23 Manado. The method employed is Design Science Research (DSR), consisting of six stages: problem identification, definition of solution objectives, design and development, demonstration, evaluation, and communication. The platform is developed using React.js as the frontend, Python FastAPI as the backend, PostgreSQL as the database, and Scikit-learn for implementing K-Means Clustering. The K-Means algorithm groups students into three clusters based on five learning feature vectors: average STEM scores, task completion time, frequency of material repetition, answer accuracy level, and learning consistency. Clustering quality is validated using the Silhouette Score and Davies-Bouldin Index. Platform effectiveness is measured using pre-post tests with paired t-tests and N-Gain analysis, while usability is assessed using the System Usability Scale (SUS). The expected outcomes are: (1) a functional and adaptive Smart Tutor STEM platform with a Silhouette Score ≥ 0.5; (2) a significant increase in the proportion of students achieving the Minimum Mastery Criteria (KKM) in STEM (p-value < 0.05); (3) an SUS score ≥ 70 (Good category), indicating that the platform is easy to use; and (4) a tangible contribution to achieving SDG Indicator 4.1.1 at SD GMIM 23 Manado. Kata Kunci: Smart Tutor, STEM Education, Learning Analytics, K-Means Clustering, Design Science Research, SDG 4, Pendidikan Adaptif.  
Perancangan Konsep Modul Penuntun Praktikum pada Alat Uji Kompetensi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Rooftop System Rumokoy, Stieven Netanel; Warokka, Adriyan; Atmaja, I Gede Para; Joroh, Adelaida; Kumaat, Arief P.; Simanjuntak, Christopel H.
Prosiding Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan Vokasi Vol 5 No 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan Vokasi Ke-6 Politeknik Negeri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai bagian dari transisi energi terbarukan menuntut ketersediaan sumber daya manusia yang kompeten, khususnya dalam aspek instalasi, operasi, dan pemeliharaan sistem. Namun, proses pembelajaran di pendidikan vokasi masih menghadapi keterbatasan dalam penyediaan modul penuntun praktikum yang terstruktur dan selaras dengan kebutuhan uji kompetensi. Kondisi ini menyebabkan belum optimalnya pencapaian keterampilan praktis peserta didik sesuai standar industri. Penelitian ini bertujuan untuk merancang konsep modul penuntun praktikum pada alat uji kompetensi PLTS yang sistematis, aplikatif, dan berbasis kebutuhan industri. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif dengan tahapan analisis kebutuhan, studi literatur, serta perancangan konseptual modul. Analisis kebutuhan dilakukan melalui identifikasi kompetensi utama yang harus dikuasai, meliputi instalasi sistem PLTS, pengujian kinerja, troubleshooting, serta penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Hasil analisis kemudian digunakan sebagai dasar dalam menyusun struktur dan isi modul praktikum yang terintegrasi dengan alat uji kompetensi. Berdasarkan hasil perancangan, topik-topik pembahasan dalam modul penuntun praktikum disusun secara bertahap dari aspek dasar hingga lanjutan, meliputi: (1) pengukuran karakteristik panel surya, yang mencakup identifikasi parameter listrik seperti tegangan, arus, dan daya; (2) instalasi panel surya pada blok instalasi atap, sebagai representasi pemasangan modul secara mekanik; (3) instalasi sistem PLTS tipe on-grid, yang mencakup integrasi dengan jaringan listrik; (4) instalasi sistem PLTS tipe off-grid, termasuk konfigurasi sistem dengan baterai; (5) pengoperasian sistem PLTS on-grid dan off-grid untuk memahami aliran daya dan performa sistem; (6) pemeliharaan sistem PLTS, yang mencakup pemeriksaan komponen, pengujian kinerja, dan identifikasi gangguan.
Rancangan Konsep Laboratorium PLTS dengan konsep Teaching Factory Lumentut, Ventje M. A.; Rumokoy, Stieven Netanel; Langie, Maureen; Warokka, Adriyan; Atmaja, I Gede Para; Simanjuntak, Christopel H.
Prosiding Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan Vokasi Vol 5 No 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan Vokasi Ke-6 Politeknik Negeri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan laboratorium Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berbasis Teaching Factory (TeFa) menjadi kebutuhan penting dalam pendidikan vokasi untuk menjawab tuntutan kompetensi industri energi terbarukan. Fasilitas laboratorium yang masih bersifat konvensional dan belum terintegrasi dengan kondisi kerja nyata menyebabkan keterbatasan pengalaman praktis peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk merancang konsep laboratorium PLTS berbasis Teaching Factory yang mampu mengintegrasikan pembelajaran, praktik, dan produksi dalam satu sistem yang terpadu. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif melalui tahapan analisis kebutuhan, studi literatur, perancangan konseptual, serta validasi desain. Analisis kebutuhan dilakukan untuk mengidentifikasi kompetensi utama yang dibutuhkan industri, meliputi instalasi, operasi, maintenance, dan troubleshooting, serta soft skills seperti keselamatan dan kesehatan kerja (K3), kerja tim, dan dokumentasi teknis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis proyek dengan alur kerja perencanaan, instalasi, pengujian, dan evaluasi mampu mendukung penerapan learning by doing serta menghasilkan produk nyata. Rancangan fasilitas laboratorium mencakup infrastruktur fisik, peralatan utama, sistem pendukung berbasis teknologi, fasilitas pembelajaran, dan aspek K3 yang terintegrasi.