Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PREPARATION OF ACTIVATED CHARCOAL FROM Terminalia catappa L. SEED SHELL AS AN ADSORBENT OF LIQUID WASTE OF TOFU INDUSTRY Ola, Pius D.; Bria, Apriance M.; Gauru, Imanuel; Rozari, Philiphi De
Chemistry Notes Vol 5 No 1 (2023): Chem Notes 2023, 5(1)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/cn.v5i1.11851

Abstract

A research on preparing activated charcoal from Terminalia catappa L. seed shell has been done. This study aimed to determine the characteristics of activated charcoal from Terminalia catappa L.seed shells and test its ability to reduce COD and TSS from a liquid waste of the tofu industry. The parameters studied in characterizing activated charcoal included moisture content, ash content, absorption of I2 and surface area using methylene blue. Analysis of the COD parameter used the redox titration method, while the TSS parameter used the gravimetric method. he optimum time for applying activated charcoal to liquid tofu waste was by measuring COD and TSS levels after interaction with activated charcoal. Results of activated charcoal characterization showed a moisture content of 5%, ash content of 2.10%, an absorption capacity of I2 761.4 mg/g and a surface area of ​​26.74 m²/g. The highest decrease in COD levels occurred at 90 minutes of contact time from initial levels of 2,976 mg/L to 2,304 mg/L, with a reduction efficiency of 22.6%, and the highest decrease in TSS levels occurred at 90 minutes of contact time from initial levels of 1,440 mg/L to 334 mg/L, with a reduction efficiency of 76.8%. Generally, activated charcoal from Terminalia catappa L. seed shells showed an ability to reduce the COD and TSS from the liquid waste of the tofu industry.
PENENTUAN KANDUNGAN FENOLAT DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN FRAKSI DIKLOROMETANA EKSTRAK KULIT BATANG TUMBUHAN Sterculia foetida L. Lulan, Theodore Y. K.; Asanab, Fitriani; Gauru, Imanuel; Rozari, Philipi D.
Chemistry Notes Vol 7 No 2 (2025): Chem. Notes, 7(2), 2025
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/cn.v7i2.26455

Abstract

Sterculia foetida L. diketahui memiliki kandungan senyawa fenolat yang berpotensi sebagai sumber bahan baku obat dan sebagai agen antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui total kandungan fenolat tumbuhan S. foetida serta mengetahui kemampuan aktivitas antioksidan fraksi diklorometana tumbuhan S. foetida. Total kandungan fenolat ditentukan dengan metode Follin- Ciocalteu. Pengujian aktivitas antioksidan S. foetida dilakukan secara kuantitatif menggunakan metode 1,1-difenil-2- pikrilhidrazil (DPPH). Prinsip dari metode ini adalah penurunan intensitas warna atau absorbansi larutan DPPH yang sebanding dengan kenaikan konsentrasi senyawa antioksidan. Hasilnya dinyatakan dengan nilai Inhibition Concentration 50 (IC50) yang menunjukkan konsentrasi suatu senyawa antioksidan yang mampu menangkal 50% radikal DPPH. Hasil penelitian menunjukan bahwa total kandungan fenolat sebesar 87.76 ± 0.85 mg GAE/g dan fraksi diklorometana ekstrak kulit batang tumbuhan S. foetida memiliki aktivitas antioksidan yang kuat dengan nilai IC50 sebesar 45.4521µg/mL.
ANALISIS PENGARUH ION Na+, K+, DAN Ca2+ PADA UJI KREATININ MENGGUNAKAN SENSOR BERBASIS KERTAS Tambaru, David; Merna, Diana; Gauru, Imanuel; Benu, Marlon J.R.
Chemistry Notes Vol 7 No 2 (2025): Chem. Notes, 7(2), 2025
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/cn.v7i2.27313

Abstract

Kreatinin adalah suatu senyawa yang terdapat dalam tubuh dan telah digunakan sebagai indikator gangguan fungsi ginjal. Kadar kreatinin yang tinggi baik dalam darah maupun urin menunjukkan adanya gangguan fungsi ginjal. Pengukuran kreatinin umumnya dilakukan berdasarkan reaksi Jaffe dimana adanya kreatinin direaksikan dengan asam pikrat dalam suasana basa yang menghasilkan senyawa berwarna merah-orange. Intensitas warna yang dihasilkan berbading lurus dengan kreatinin yang terdapat dalam sampel. Namun kompoisi sampel yang biasanya mengandung berbagai senyawa atau ion lain, berpotensi menyebabkan bias pada pengukuran. Oleh karena itu, dalam penelitian ini, pengaruh ion Na+, K+ dan Ca2+ dalam analisis kreatinin dengan menggunakan sensor kertas diamati. Sensor kertas terbuat dari kertas saring Whatman 42 dibuat berbentuk lingakran berdiameter 0.6 cm menggunakan pelubang kertas, dan ditetesi dengan asam pikrat 0.04 M dan NaOH 2%. Kreatinin murni dan kreatinin yang ditambahkan ion-ion dalam konsentrasi dan kombinasi yang bervariasi diukur dengan menggunakan sensor berbasis kertas dan dibaca dengan menggunakan smartphone. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan ion-ion Na+, K+ dan Ca2+, baik secara individu maupun bersama-sama, menyebabkan penurunan atau peningkatan signal pada pengukuran kreatinin. Ion kalium secara individu baik pada kosentrasi rendah (260 ppm) maupun normal (1560 pm) dalam urin, menyebabkan peningkatan pada signal kreatinin. Sementara, ion natrium dan kalsium menyebabkan penuruan signal dengan meningkatnya konsentrasi kedua ion tersebut. Kecenderungan yang sama diperoleh ketika gabungan dari dua atau tiga dari ion-ion tersebut, menunjukkan bahwa keberadaan kalium dalam konsentrasi di bawah dan normal menyebakan peningkatan signal berapapun konsentrasi ion Na+, dan Ca2+.