Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PENGARUH KECEMASAN PANDEMI COVID-19 TERHADAP PENGELUARAN ASI IBU POST PARTUM DI PUSKESMAS PEMBANTU LAMBUR II KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR PROVINSI JAMBI TAHUN 2022 Nia Nurzia; Martang
SCIENTIA JOURNAL Vol. 11 No. 1 (2022): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: The Covid-19 outbreak has become a global pandemic, in Indonesia because total people infected with the Covid-19 virus experience enhancement day by day , condition the could make problem by psychological for Mother pregnant and Mother postpartum , which can cause anxiety , if atmosphere heart Mother feel no comfortable even worried so will hinder smooth milk production. Study this aim for knowing influence worry covid-19 pandemic against mother 's milk production post partum at Puskesmas Servant Lambur II District Cape Jabung East Jambi Province in 2022. Method : Study is study quantitative with design cross sectional. Population as many as 20 people and sample in study this 20 people are taken by total sampling. Study this implemented on date 01 February – 01 March 2022. Analysis of the data used is Analysis Univariate and Bivariate use test chi-square . Conclusion: Results study show that part big Mother post partum worried facing the covid-19 pandemic , as many as 12 people (60 % ) , some big mother's milk post partum no fluent that is as many as 11 people ( 55%) . Based on results statistical test obtained p-value 0.005 (p< 0.05 ) means that there is an effect worry covid-19 pandemic with mother 's milk production post partum at Puskesmas Servant Lambur II District Cape Jabung East Jambi Province Year 2022 with nila OR : 35,000 (2 632 – 465,373) it means Mother anxious postpartum _ have 35,000 times the risk of spending the milk no fluent compared to with mother who doesn't anxious . Suggestion : should Public health center Servant Lambur II District Cape Jabung East increase communication to Mother post partum about maintenance breast and good nutrition _ as well as repair condition psychological for increase milk production .
Pengaruh Pemberian Sayur Pepaya Muda (Carica Papaya L) terhadap Volume Asi pada Ibu Menyusui di RT 24 Kelurahan Thehok Kota Jambi Tahun 2022 Lidya Kurniasari; Dewi Junita Lamtumiar; Nia Nurzia
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 22, No 3 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jiubj.v22i3.3048

Abstract

According to WHO data. worldwide coverage of exclusive breastfeeding is only around 36% during the 2007-2014 period. Based on data from UNICEF as many as 136.7 million babies were born worldwide and only 32.6% of them were exclusively breastfed in the first 6 months. Papaya fruit (Carica papaya L) is a fruit that contains Lactagogum which is a substance that can increase and increase milk production. The purpose of this study was to analyze the effect of giving young papaya vegetables (Carica papaya L) to the volume of breast milk in nursing mothers in the RT 24 Thehok Jambi City 2022. The type of this research is quantitative with the design used is pre-experimental one group pretest posttes. The population in this study were all breastfeeding mothers with a sample of 11 respondents. The statistical test used was paired T-test.The results obtained by the average milk production in nursing mothers (pretest) is 16.55. While the average milk production in nursing mothers (posttest) is 21.18. The P value = 0.00 is smaller than 0.05 which is Ha which means that there is an influence of giving young papaya (Carica papaya L) to the volume of breast milk for breastfeeding mothers in the Work Area of RT 24 Kelurahan Thehok Jambi City 2022. The results of this study are expected young papaya vegetables (Carica papaya L) can be used by the community, especially in nursing mothers because can increase the volume of breast milk.
EFEKTIFITAS TERAPI AKUPRESUR TERHADAP UPAYA BERHENTI MEROKOK DI DESA SUNGAI TERAP KECAMATAN KUMPEH ULU Nia Nurzia; Listautin
SCIENTIA JOURNAL Vol. 8 No. 2 (2019): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Merokok merupakan masalah kesehatan yang masih belum dapat terselaikan. MenurutWord Health Organization (WHO), Indonesia merupakan Negara ketiga dengan jumlah perokok terbesardi dunia setelah Cina dan India. Rokok bersifat candu, sehingga bila telah kecanduan sangat sulit untukdihentikan. Metode non farmakoterapi dapat dijadikan sebagai metode untuk berhenti merokok. Tujuanpenelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi akupresur terhadap upaya berhenti merokok.Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif quasi experimental dengan Pretest-PostestControl Group Designs. Sampel penelitian ini sebanyak 30 orang perokok aktif terbagi yang menjadi 15orang kelompok intervensi yang diberikan perlakuan terapi akupresur dan 15 orang kelompok kontroltanpa perlakuan. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling.Hasil : Hasil uji statistic didapat nilai p = 0,000 (< 0,05), terdapat perbedaan selisih jumlah batang rokokyang dikonsumsi sebelum dan setelah diberikan intervensi terapi akupresur dengan demikian dapatdisimpulkan bahwa ada perbedaan yang bermakna antara pengaruh pemberian terapi akupresur terhadapupaya berhenti merokok antara kelompok kontrol dan kelompok intervensi.Simpulan : Penelitian ini menunjukkan ada pengaruh terapi akupresur terhadap upaya berhenti merokoksehingga dapat disimpulkan terapi akupresur efektif dalam upaya berhenti merokok pada perokok aktif.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTED PADA BALITA DI DESA MUDUNG DARAT TAHUN 2023 Krisdayanti Krisdayanti; Diane Marlin; Nia Nurzia; Lailatul Badriah
Jurnal Doppler Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Doppler
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jd.v7i1.20541

Abstract

Masalah Stunting atau yang sering disebut kerdil atau pendek merupakan suatu keadaan terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, serta kurangnya stimulasi psikososial yang terjadi sejak 1000 hari pertama kehidupan. Balita stunting (pendek) adalah balita dengan Panjang badan (PB/U) berada di bawah minus dua standar deviasi berdasarkan World Health Organization (WHO) Child Growth Standard Median. Di Kabupaten Muaro Jambi pada tahun 2021 tercatat sebagai wilayah dengan prevalensi balita stunting terbesar di provinsi jambi yaitu 22,4% dan pada tahun 2022 meningkat yakni mencapai 27,2%. Di wilayah puskesmas dengan prevalensi terbesar yaitu tahun 2021 Tempino 2,92%, Puskesmas Muara Kumpeh 0.47%, Puskesmas Jambi Kecil 0,22%. dan pada tahun 2022 di puskesmas Jambi Kecil meningkat pesat menjadi 2,69%, di ikuti puskesmas penyengat ulak, 04% dan puskesmas pondok meja 0,7%. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan mei di Desa Mudung Darat Tahun 2023. Sampel pada penelitian ini berjumlah 30 responden. Pengambilan sampel pada penelitian ini mengunakan purposive sampling. Menggunakan instrumen lembar observasi dan kuesioner baku. Penelitian ini dianalisis menggunakan analisis bivariat dan univariat dan uji statistik yang digunakan chi-square. Hasil analisis bivariat diketahui hubungan antara Berat Badan Lahir dengan kejadian stunting diperoleh p-value=<0,000 (p>0,05), hubungan polah asuh dengan kejadian stunting di peroleh p-value=1,000 (p>0,05), sedangkan makanan bayi dengan kejadian stunting diperoleh p-value=0,456 (p>0,05). Terdapat hubungan antara BBL dengan Kejadian Stunting di Desa Mudung Darat Kecamantan Maro Sebo tahun 2023 dengan nilai p-value 0,000 (p0,05). Sedangkan makanan bayi dan pola asuh tidak terdapat hubungan yang signifikan.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTED PADA BALITA DI DESA MUDUNG DARAT TAHUN 2023 Krisdayanti, Krisdayanti; Marlin, Diane; Nurzia, Nia; Badriah, Lailatul
Jurnal Doppler Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Doppler
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jd.v7i1.20541

Abstract

Masalah Stunting atau yang sering disebut kerdil atau pendek merupakan suatu keadaan terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, serta kurangnya stimulasi psikososial yang terjadi sejak 1000 hari pertama kehidupan. Balita stunting (pendek) adalah balita dengan Panjang badan (PB/U) berada di bawah minus dua standar deviasi berdasarkan World Health Organization (WHO) Child Growth Standard Median. Di Kabupaten Muaro Jambi pada tahun 2021 tercatat sebagai wilayah dengan prevalensi balita stunting terbesar di provinsi jambi yaitu 22,4% dan pada tahun 2022 meningkat yakni mencapai 27,2%. Di wilayah puskesmas dengan prevalensi terbesar yaitu tahun 2021 Tempino 2,92%, Puskesmas Muara Kumpeh 0.47%, Puskesmas Jambi Kecil 0,22%. dan pada tahun 2022 di puskesmas Jambi Kecil meningkat pesat menjadi 2,69%, di ikuti puskesmas penyengat ulak, 04% dan puskesmas pondok meja 0,7%. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan mei di Desa Mudung Darat Tahun 2023. Sampel pada penelitian ini berjumlah 30 responden. Pengambilan sampel pada penelitian ini mengunakan purposive sampling. Menggunakan instrumen lembar observasi dan kuesioner baku. Penelitian ini dianalisis menggunakan analisis bivariat dan univariat dan uji statistik yang digunakan chi-square. Hasil analisis bivariat diketahui hubungan antara Berat Badan Lahir dengan kejadian stunting diperoleh p-value=<0,000 (p>0,05), hubungan polah asuh dengan kejadian stunting di peroleh p-value=1,000 (p>0,05), sedangkan makanan bayi dengan kejadian stunting diperoleh p-value=0,456 (p>0,05). Terdapat hubungan antara BBL dengan Kejadian Stunting di Desa Mudung Darat Kecamantan Maro Sebo tahun 2023 dengan nilai p-value 0,000 (p0,05). Sedangkan makanan bayi dan pola asuh tidak terdapat hubungan yang signifikan.
HUBUNGAN TINGKAT STRES KERJA DENGAN KINERJA PERAWAT DI INSTALASI BEDAH SENTRAL RSUD RADEN MATTAHER JAMBI TAHUN 2023 M. Sandita Siregar; Marinawati Ginting; Nia Nurzia; Sondang Selviana
Nightingale: Journal of Nursing Vol. 3 No. 1 (2024): Nightingale: Journal of Nursing
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Work stress often occurs among workers in the health sector. Borril and Charnley (2012) in Yana (2014) stated that although all professional staff in hospitals are at risk of stress, nurses have higher levels of stress.Nurses act as important liaisons in a hospital, one example is a surgical room nurse. The duties and responsibilities of operating room nurses are not light things to bear. Performance is real behavior displayed by each person as a work achievement produced by employees in accordance with their role in the company.The performance of nurses in this room in 2015 showed that 51.8% of nurses still had sufficient performance. Work stress is one of the things that influences employee performance. The aim of this research was to determine the relationship between work stress levels and the performance of surgical room nurses at RSU Raden Mattaher Jambi.This research design uses descriptive observational with a cross sectional approach. The population was all 65 operating room nurses. The sampling method used is total sampling. The independent variable is the level of work stress and the dependent variable is the nurse's performance. Data collection uses questionnaire sheets and statistical tests. The results of the chi-square test obtained a p-value of 0.018<0.05, which means that Ho was rejected, so it was concluded that there was a relationship between work stress and the performance of surgical room nurses at the Central Surgery installation at the Raden Mattaher General Hospital, Jambi in 2023.The high level of work stress of nurses is related to nurses' performance being at an adequate level. The lower the level of work stress, the better the nurse's performance will be. To reduce work stress levels, nurses need to carry out work stress management training so that performance becomes better.The suggestion from this research is that RSUD Raden Mattaher Jambi can make more efforts to reduce work stress in operating room nurses and in other rooms or units
Hubungan Beban Kerja dengan Kejadian Hipertensi pada Tenaga Pengajar di Madrasah Aliyah Laboratorium Kota Jambi Tahun 2025 Sufebri, Nanang; Dewi Riastawaty; Nia Nurzia; Bella Dwisiswanarum
Nightingale: Journal of Nursing Vol. 5 No. 1 (2026): Nightingale: Journal of Nursing
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg. Hipertensi salah satunya disebabkan oleh   faktor   gaya   hidup   modern,   orang zaman sekarang    sibuk    mengutamakan pekerjaan untuk    mencapai    kesuksesan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan beban kerja dengan kejadian hipertensi pada tenaga pengajar di Madrasah Aliyah Laboratorium Kota Jambi Tahun 2025. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional yang telah dilakukan pada bulan Juli 2025. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tenaga pengajar sebanyak 33 orang. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi square.  Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara beban kerja dengan kejadian hipertensi (ρ = 0,810; p = 0,000; B = 0,996). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kejadian hipertensi pada tenaga pengajar berhubungan dengan beban kerja yang dialami. Untuk itu, diharapkan pihak sekolah dapat mengatur beban kerja guru secara proporsional, melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, serta mendorong tenaga pengajar untuk menerapkan pola hidup sehat agar dapat mencegah risiko hipertensi.