Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Analisis Integrasi CPM, PERT, Dan FMEA Untuk Tindakan Mitigasi Produk Cacat Pada Manufaktur Kertas Cast Coat Ramadhan, Gilang; Sayuti, Muhamad; Fadli Perdana, Mohammad; Hakim, Afif
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (in press)
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.1095

Abstract

Penelitian ini membahas masalah produk cacat, khususnya Defect Streak, pada manufaktur kertas cast coat, yang mencapai 55% dari total cacat dengan rata-rata tingkat cacat 28,7% (Juli 2023-Juni 2024). Metode penelitian yang digunakan adalah Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk identifikasi akar penyebab dan prioritisasi risiko, serta Critical Path Method (CPM) dan Program Evaluation and Review Technique (PERT) untuk perencanaan proyek perbaikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakstabilan kecepatan roll adalah penyebab utama Defect Streak dengan nilai RPN tertinggi. Analisis CPM mengidentifikasi jalur kritis perbaikan sebagai A→C→D→E→F→H dengan durasi total 16 hari. PERT memperkirakan probabilitas penyelesaian proyek dalam 17 hari sebesar 82,38%. Kesimpulannya, integrasi ketiga metode ini terbukti efektif dalam menyusun tindakan mitigasi yang sistematis dan terukur, meningkatkan keandalan proses produksi jangka panjang.
Analisis Integrasi CPM, PERT, Dan FMEA Untuk Tindakan Mitigasi Produk Cacat Pada Manufaktur Kertas Cast Coat Ramadhan, Gilang; Sayuti, Muhamad; Fadli Perdana, Mohammad; Hakim, Afif
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.1095

Abstract

Penelitian ini membahas masalah produk cacat, khususnya Defect Streak, pada manufaktur kertas cast coat, yang mencapai 55% dari total cacat dengan rata-rata tingkat cacat 28,7% (Juli 2023-Juni 2024). Metode penelitian yang digunakan adalah Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk identifikasi akar penyebab dan prioritisasi risiko, serta Critical Path Method (CPM) dan Program Evaluation and Review Technique (PERT) untuk perencanaan proyek perbaikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakstabilan kecepatan roll adalah penyebab utama Defect Streak dengan nilai RPN tertinggi. Analisis CPM mengidentifikasi jalur kritis perbaikan sebagai A→C→D→E→F→H dengan durasi total 16 hari. PERT memperkirakan probabilitas penyelesaian proyek dalam 17 hari sebesar 82,38%. Kesimpulannya, integrasi ketiga metode ini terbukti efektif dalam menyusun tindakan mitigasi yang sistematis dan terukur, meningkatkan keandalan proses produksi jangka panjang.
Analisis Mitigasi Risiko Kecelakaan Kerja Divisi AC pada Perusahaan Elektronik di Karawang dengan Menerapkan Metode HOR dan ISM Wakhyudi, Tri; Sayuti, Muhamad; Karnadi, Karnadi
Journal of Integrated System Vol. 7 No. 1 (2024): Journal of Integrated System Vol. 7 No. 1 (June 2024)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jis.v7i1.9154

Abstract

Pada dasarnya, usaha suatu perusahaan atau badan usaha tidak dapat dipisahkan dari mengelola risiko. Perusahaan yang mengelola risikonya dengan baik akan memberikan pengaruh positif terhadap perspektif pelaku pasar. Dengan demikian manajemen risiko sangat berpengaruh dalam memajukan sebuah perusahaan. Penelitian kali ini dilakukan di departemen produksi divisi AC di PT Elektronik. Fokus penelitian ini pada bagian HE dan PIPING, lebih tepatnya di proses fin press. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis risiko pada proses fin press dengan metode House of Risk (HOR) dan mencari kriteria kunci mitigasi risiko pada proses fin press dengan metode ISM (interpretive structural modeling). Dari hasil analisis metode HOR yang divisualisasikan dengan diagram pareto didapat 10 sumber risiko (risk agent) yang dominan serta 14 tindakan pencegahan yang menjadi prioritas dan hasil dari analisis metode ISM didapatkan output 5 kriteria kunci yang paling berpengaruh, yang didapat berdasarkan level tertinggi. Lima (5) kriteria kunci yang didapat yaitu, E2, E5, E6, E8, E11.
Analisis Faktor Risiko Keterlambatan pada Proyek HRSG di PT XYZ dengan Menerapkan Metode PERT, CPM, dan HOR Aziz, Dadan Mubarok; Sayuti, Muhamad; Suryadi, Suryadi
Journal of Integrated System Vol. 7 No. 2 (2024): Journal of Integrated System Vol. 7 No. 2 (December 2024)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jis.v7i2.10222

Abstract

Proyek HRSG adalah proyek yang dilaksanakan di PT XYZ oleh PT Kalista sebagai kontraktornya. Dalam pelaksanaannya proyek ini mengalami keterlambatan sehingga menyebebakan kerugian. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui penjadwalan proyek HRSG yang lebih baik dan mengidentifikasi risiko keterlambatan proyek serta mencari mitigasi risiko yang tepat untuk dilakukan dan bisa diterapkan pada proyek-proyek di PT XYZ. Metode Critical Path Method (CPM) dan Program Evaluation and Review Technique (PERT) digunakan untuk menganalisis penjadwalan yang lebih baik daripada penjadwalan yang digunakan pada proyek HRSG. Sedangkan metode House of Risk digunakan  untuk mengidentifikasi risiko dan mencari strategi penanganan yang tepat untuk proyek HRSG. Dari hasil penelitian menggunakan metode Critical Path Method waktu penyelesaian proyek adalah 310 hari dengan 13 aktivitas lintasan kritis dari 15 total aktivitas. Hasil dari perhitungan PERT didapat probabilitas waktu penyelesaian proyek 95,549% bila waktu yang ditargetkan 324 hari. Faktor penyebab keterlambatan risiko terdapat 3 risiko prioritas dan 6 strategi penanganan. Dari perhitungan HOR Tahap 1 risiko dengan nilai ARP paling tinggi adalah kurangnya koordinasi antara Kontraktor dan Owner, dan dari perhitungan HOR Tahap 2 Strategi penanganan risiko paling tepat adalah melakukan meeting dua kali dalam seminggu antara Owner dan Kontraktor.