Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PRODUKSI USAHATANI CABAI RAWIT DI DESA UNU KECAMATAN BULAGI SELATAN KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN Sambaulu, Ella Sehlina; Rauf, Rustam Abdul; Sulmi, Sulmi
Jurnal Pembangunan Agribisnis (Journal of Agribusiness Development) Vol 4 No 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpa.v4i1.2522

Abstract

Cabai rawit adalah komoditi hortikultura yang populer dikalangan masayrakat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana variabel bebas memengaruhi variabel tidak bebas untuk produksi cabai rawit di Desa Unu. Metode yang digunakan dalam penentuan responden yaitu metode sensus, jumlah responden yang yang diwawancarai yaitu 30 orang. Hasil analisis Cobb-Douglas menunjukkan bahwa Fhitung = 513,227 > Ftabel = 2,69 pada α = 5% dengan nilai signifikan 0,000 yang menunjukkan penolakan hipotesis nol, yang artinya variabel bebas secara bersama-sama memengaruhi produksi cabai rawit di Desa Unu, untuk uji t, terdapat tiga variabel yang secara signifikan mempengaruhi produksi, yaitu variabel X1, X2 dan X3. Sedangkan untuk variabel X4 tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan.
PERAN ISTRI NELAYAN DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN RUMAHTANGGA DI DESA TINOMBO KECAMATAN TINOMBO KABUPATEN PARIGI MOUTONG Marliana, Ririn; Laapo, Alimudin; Sulmi, Sulmi
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 13 No 3 (2025): JUNI
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v13i3.2603

Abstract

Ketidakpastian pendapatan yang diperoleh nelayan mendorong anggota rumahtangga lainnya seperti istri harus ikut berperan dalam membantu meningaktkan pendapatan rumahtangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar persentase pendapatan istri nelayan dalam meningkatkan pendapatan rumah tangga di Desa Tinombo Kecamatan Tinombo Kabupaten Parigi Moutong. Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2021 sampai November 2021. Penentuan responden pada penelitian ini dilakukan dengan metode Purposive Sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 33 responden dari jumlah populasi sebanyak 50 orang. Analisis yang digunakan yaitu analisis analisis pendapatan. Hasil analisis menunjukkan bahwa pendapatan istri nelayan lebih besar dibanding pendapatan nelayan. Rata-rata total penerimaan istri nelayan dari hasil menjual nasi kuning, menjual barang harian dan buruh cuci adalah sebesar Rp.2.995.364 dikurangi total biaya yang dikeluarkan istri nelayan sebesar Rp.1.182.447. Rata-rata penerimaan nelayan Rp.1.639.394 dikurangi total biaya yang dikeluarkan nelayan sebesar Rp.672.891 rata-rata pendapatan nelayan Rp.966.503. rata-rata pendapatan rumah tangga nelayan adalah sebesar Rp.2.171.132, dalam satu bulan persentase pendapatan istri nelayan dalam meningkatkan pendapatan rumah tangga di Desa Tinombo Kecamatan Tinombo Kabupaten Parigi Moutong adalah sebesar 54,46%.
ANALISIS PERSEDIAAN BAHAN BAKU BAWANG GORENG PADA INDUSTRI AQASIA DI KOTA PALU Sulastri, Sulastri; Kalaba, Yulianti; Sulmi, Sulmi
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 13 No 4 (2025): Agustus
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v13i4.2725

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah: (1) Mengetahui jumlah pemesanan yang ekonomis (EOQ), di Industri Aqasia, (2) Mengetahui pemesanan kembali (ROP) bahan baku pada Industri Aqasia, (3) Mengetahui berapa besarnya (Safety Stock) pada Industri Aqasia, (4) Mengetahui total biaya persediaan bahan baku pada Industri Aqasia. Pemilihan lokasi penelitian dipilih secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa Industri Aqasia merupakan industri yang hanya memproduksi satu produk saja yaitu bawang goreng, berbeda dengan industri lain yang memproduksi produk lain selain bawang goreng. Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan ialah bulan januari-maret 2022. Penentuan responden ditentukan secara sengaja mengambil 3 orang, yaitu pemilik dan 2 orang karyawan. Analisis data yang digunakan adalah EOQ, Safety Stock, ROP, dan TIC. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa analisis persediaan bahan baku bawang goreng dengan menggunakan metode (Econimic Order Quantity) pada Bulan Januari – Desember 2021 rata-rata sebesar 301.7275 kg. Persediaan Pengaman atau (Safety Stock) bahan baku yang selalu tersedia pada Industri Aqasia sebesar 48 kg. Pemesanan kembali (Reorder Point) yang harus dilakukan Industri Aqasia Bulan Januari-Desember 2021 rata-rata sebesar 349.7275 kg. Total biaya persediaan bahan baku bawang goreng yang dilalukan di Industri Aqasia rata-rata sebesar Rp. 189.736/bulan.
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA SARABA INSTAN PADA INDUSTRI RUMAH PRODUKSI GULA SEMUT HASYIFAH DESA ONCONE RAYA KECAMATAN TINOMBO SELATAN KABUPATEN PARIGI MOUTONG magfira, Sahrul; kalaba, Yulianti; Sulmi, Sulmi
Jurnal Pembangunan Agribisnis (Journal of Agribusiness Development) Vol 3 No 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpa.v3i1.2155

Abstract

Usaha saraba instan yang terbuat dari jahe dan gula aren dapat juga dikonsumsi sebagai obat tradisional. Perkembangan usaha saraba instan saat ini masih memiliki kendala yaitu terjadinya penurunan pendapatan dan daya beli masyarakat yang kurang terhadap produk saraba instan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor internal dan eksternal serta menganalisis strategi pengembangan usaha saraba instan pada industri rumah produksi gula semut hasyifah. Penentuan responden ditentukan secara sengaja (Purposive). Jumlah responden 5 yang terdiri dari 1 orang pemimpin, 1 orang karyawan, 2 orang konsumen 1 orang Pemerintah Desa. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis SWOT. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa pengembangan usaha saraba instan pada industri rumah produksi gula semut hasyifah berada pada strategi SO yaitu kuadran I, dimana pada posisi ini menciptakan strategi yang menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang. Alternatif strategi yaitu (a) Memanfaatkan dukungan dan kerjasama dari pemerintah untuk memperluas pangsa pasar; (b) cita rasa yang khas serta kemasan produk yang menarik guna menangkap peluang melalui perkembangan media promosi; (d) Memanfaatkan harga produk yang terjangkau.
ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI CABAI RAWIT DI DESA RANANG KECAMATAN KASIMBAR KABUPATEN PARIGI MOUTONG Suryani, Ni Made Nanik; Lamusa, Arifuddin; Sulmi, Sulmi
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 12 No 1 (2024): Februari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v12i1.2049

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan usahatani cabai rawit dalam usahatani cabai rawit di desa ranang kecamatan kasimbar kabupaten parigi moutong. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Ranang Kecamatan Kasimbar Kabupaten Parigi Moutong pada bulan November. Penetuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purpossive). Penentuan responden dilakukan dengan menggunakan metode sampel acak sederhana (simple random sampling), dengan pengambilan sampel sebanyak 30 orang dari jumlah populasi sebesar 105 orang petani Cabai Rawit. model analisis yang digunakan adalah analisis pendapatan dengan rumus  = TR – TC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : hasil produksi rata-rata dalam satu musim tanam yang diperoleh dari usahatani cabai rawit di Desa Ranang sebesar 1.515kg/ha/mt . sehingga rata-rata penerimaan sebesar Rp.30.303.029/ha, rata-rata total biaya sebesar Rp.6.754.078,38, maka pendapatan yang diperoleh dalam usaha cabai rawit di Desa Ranang sebesar Rp. 23.548.956/ha/mt
ANALISIS TITIK PULANG POKOK USAHA COOKIES KELOR PADA INDUSTRI CV. BANUA PERTANIAN DI KOTA PALU Utami, Ni Komang Indah Tri; Effendy, Effendy; Sulmi, Sulmi
Jurnal Pembangunan Agribisnis (Journal of Agribusiness Development) Vol 4 No 3 (2025): November
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpa.v4i3.2795

Abstract

Meningkatnya permintaan terhadap produk pangan sehat mendorong lahirnya inovasi pada industri berbasis pertanian, termasuk pemanfaatan daun kelor (Moringa oleifera) sebagai bahan baku bergizi. CV. Banua Pertanian mengembangkan cookies kelor sebagai produk camilan sehat yang memiliki potensi ekonomi. Namun, permasalahan utama yang dihadapi adalah ketidakpastian efisiensi produksi serta perlunya penentuan titik pulang pokok (Break Even Point/BEP) sebagai dasar keberlanjutan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui volume produksi minimum yang harus dicapai agar usaha tidak mengalami kerugian sekaligus menganalisis tingkat keuntungan usaha cookies kelor. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif deskriptif di CV. Banua Pertanian Kota Palu pada Oktober–November 2024. Responden dipilih secara purposive, yaitu pemilik usaha, satu karyawan produksi, dan satu karyawan pemasaran. Data primer diperoleh melalui wawancara dan observasi, sedangkan data sekunder berasal dari catatan keuangan perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2023 total penerimaan usaha mencapai Rp776.520.000 dengan total biaya produksi Rp656.832.564, sehingga menghasilkan pendapatan bersih Rp119.687.436. Titik pulang pokok dicapai pada volume produksi 16.337 pcs atau Rp245.055.000, sedangkan produksi rata-rata bulanan sebesar 4.314 pcs memberikan keuntungan Rp4.598.968. Kesimpulannya, usaha cookies kelor CV. Banua Pertanian berada pada kondisi menguntungkan, meskipun efisiensi biaya operasional dan peningkatan kualitas produk tetap diperlukan untuk keberlanjutan usaha.