Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

HARAPAN IBU YANG MEMILIKI ANAK PENYANDANG AUTISME Dania Relina Sitompul
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v3i2.105

Abstract

Latar Belakang: Ibu yang memiliki anak penyandang autisme mengalami masa berduka dalam proses awal perawatan anaknya. Tahapan tersebut mulai dari tahapan menolak atau berduka dan berlanjut hingga mencapai suatu tahap menerima kenyataan bahwa ia memiliki anak penyandang autisme. Banyak ibu yang masih tetap optimis bahwa suatu saat anaknya akan mengalami kemandirian dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kemandirian anak menjadi harapan utama bagi ibu dengan anak penyandang autisme. Metode: Penelitian ini berdesain kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif. Partisipan berjumlah sembilan partisipan ibu dari anak penyandang autisme di Banjarmasin. Pengumpulan data diakukan dengan observasi partisipatif, wawancara mendalam dilengkapi dengan catatan lapangan dan study literature. Hasil: Hasil penelitian ini mengidentifikasi harapan ibu terhadap anak penyandang autisme yaitu perkembangan anak. Kemandirian anak menjadi harapan utama bagi ibu dengan anak penyandang autisme. Kemandirian kehidupan anak penyandang autisme terbagi menjadi dua kelompok, yaitu optimalnya perkembangan anak dan meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap anak penyandang autisme. Kesimpulan: Penelitian ini memberikan masukan bagi perawat anak untuk meningkatkan wawasan dan keterampilan dalam memberikan dukungan bagi orangtua yang mempunyai anak penyandang autisme, serta melakukan sosialisasi tentang autisme dan perawatannya.
PENGARUH TERAPI MEWARNAI GAMBAR DENGAN PASIR WARNA TERHADAP KECEMASAN ANAK PRASEKOLAH 3-5 TAHUN Arisska Debora; Dania Relina Sitompul
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v3i2.106

Abstract

Latar Belakang: Kecemasan pada anak prasekolah dapat disebabkan karena perpisahan, perasaan kehilangan, cedera tubuh dan nyeri. Dampak kecemasan ini berisiko mengganggu tumbuh kembang anak dan proses penyembuhan. Upaya untuk mengurangi kecemasan anak dapat dilakukan dengan memberi terapi bermain mewarnai gambar dengan pasir warna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi mewarnai gambar dengan pasir warna terhadap kecemasan anak usia prasekolah 3-5 tahun di Tulip II A RSUD Ulin Banjarmasin. Metode: Jenis penelitian ini adalah pre-experimental design dengan rancangan penelitian one group pretest and posttest design. Teknik pengambilan sampel yaitu accidental sampling. Sample yang berhasil dikumpulkan adalah sebanyak 30 responden. Uji statistik paired sample t-Test dengan tingkat kemaknaan 95% (α = 0,05). Hasil: Tingkat kecemasan sebelum diberikan terapi yang paling tinggi yaitu kecemasan sedang dengan presentase 53,3% dan setelah diberikan terapi tingkat kecemasan berada pada tingkat kecemasan ringan dengan presentase 76,6%. Hasil p value = 0,000 (< 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh terapi mewarnai gambar dengan pasir warna terhadap tingkat kecemasan anak prasekolah 3-5 tahun di ruang Tulip II A RSUD Ulin Banjarmasin. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh terapi mewarnai gambar dengan pasir warna terhadap tingkat kecemasan anak prasekolah 3-5 tahun.
HUBUNGAN POLA PEMBERIAN MAKAN DENGAN PERILAKU SULIT MAKAN PADA ANAK USIA PRASEKOLAH (3-6 TAHUN) Lola Vita Loka; Margaretha Martini; Dania Relina Sitompul
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v3i2.108

Abstract

Latar Belakang: Perilaku sulit makan merupakan salah satu masalah yang sering terjadi pada anak usia prasekolah (3-6 tahun) dimana anak menolak makan atau memilih-milih jenis makanan tertentu yang akan berdampak pada status gizi anak, pertumbuhan dan perkembangan anak, sehingga perlu perhatian khusus bagi ibu agar kebutuhan pertumbuhan dan perkembangan anak dapat terpenuhi secara optimal. Tujuan: Mengetahui hubungan pola pemberian makan dengan perilaku sulit makan pada anak usia prasekolah (3-6 tahun) di TK Arrahmatul Abadiyyah Kelurahan Alalak Selatan Banjarmasin tahun 2018. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian yaitu ibu yang memiliki anak usia 3-6 tahun, pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 32 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Analisa data univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisa data bivariat mengunakan rumus spearman rank. Hasil: Pola pemberian makan baik yaitu ibu yang sangat baik dalam mengatur frekuensi makan anak dengan presentase 62,5% dan anak yang tidak dipaksa untuk makan tidak mengalami sulit makan dengan presentase 59,4%. Koefisien korelasi spearman rank menunjukan 0,674 signifikansi 0,000 (P = < 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pola pemberian makan dengan perilaku sulit makan pada anak usia prasekolah (3-6 tahun) di TK Arrahmatul Abdiyyah Kelurahan Alalak Selatan Banjarmasin.
PENGALAMAN MEKANISME KOPING IBU DENGAN ANAK PENYANDANG AUTISME DI BANJARMASIN Elva Septianata Erina; Dania Relina Sitompul
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 4 No 1 (2019): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v4i1.169

Abstract

Latar Belakang : Autisme adalah gangguan perkembangan pada anak yang mengakibatkan gangguan keterlambatan pada kognitif, bahasa, perilaku, komunikasi dan interaksi sosial. Anak penyandang autisme mempunyai pola asuh yang berbeda dengan anak normal lainnya. Ibu yang memiliki anak dengan masalah autism harus lebih banyak meluangkan waktu untuk merawat anak, berada dalam keadaan stres dan mempunyai beban berat karena perilaku autisme yang dialami oleh anaknya. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara mendalam tentang bagaimana pengalaman mekanisme koping ibu dengan anak penyandang autisme di Banjarmasin. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengambilan partisipan dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria tertentu dan didapatkan 3 partisipan. Sumber data dikumpulkan dengan cara wawancara mendalam yang dilengkapi dengan lembar observasi non partisipatif dan catatan lapangan. Hasil : Perasaan ibu dengan anak penyandang autisme berupa penolakan terhadap kenyataan, kecewa dengan adanya stigma negatif tentang anaknya sehingga ibu lebih menutup diri tentang keadaan anaknya. Ibu yang telah mencapai tahap penerimaan dimana ibu mulai menyadari bahwa anak sangat membutuhkan ibu dalam kehidupannya, menghadapi berbagai perilaku anak dengan penuh kesabaran, dengan pikiran yang tenang dan ibu berfokus untuk memberikan perawatan yang terbaik bagi anak anaknya. Kesimpulan : Ibu menghadapi berbagai tekanan selama merawat anak, mulai dari perilaku anak, beban perawatan dan stigma lingkungan. Ibu pada awalnya akan menghadapi berbagai tekanan serta cenderung menggunakan mekanisme koping yang maladaptif, namun pada fase acceptance ibu menggunakan mekanisme koping yang adaptif dimana ibu lebih berfokus untuk menyelesaikan masalah dan mengelola emosi negatif menjadi emosi positif.
PERSEPSI REMAJA DALAM PENATALAKSANAAN PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) PADA SISWI KELAS X DI SALAH SATU SMA NEGERI DI BANJARMASIN Winda Eriyanti; Margaretha Martini; Dania Relina Sitompul
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 4 No 1 (2019): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v4i1.172

Abstract

Latar Belakang : Kejadian kanker payudara mengalami peningkatan setiap tahunnya. Di Indonesia sendiri angka kejadianya mencapai 347.792 kasus pada tahun 2013. Kanker payudara dapat dikendalikan jika dapat terdeteksi sejak dini sehingga cepat dalam penanganan. Akan tetapi mendekteksi kanker payudara sejak dini belum mampu dilakukan oleh para wanita terutama diusia remaja. Misalnya dengan melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Metode : Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling sebanyak 60 responden. Hasil : Persepsi remaja dalam penatalaksanaan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) pada siswi kelas X di SMA Negeri 8 Banjarmasin termasuk dalam kategori kurang (62%). Dimana rata-rata persepsi akan tujuan termasuk dalam kategori cukup (47%), persepsi tentang waktu melakukan SADARI termasuk dalam kategori kurang (45%) dan cara melakukan SADARI termasuk dalam kategori kurang (71,6) Kesimpulan : Persepsi remaja dalam penatalaksanaan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) pada siswi kelas X di SMA Negeri 8 Banjarmasin mendapatkan hasil kurang karena siswi belum pernah mendapatkan penyuluhan kesehatan tentang SADARI.
BANTUAN KEBUTUHAN ANAK DAN PEREMPUAN BAGI WARGA TERDAMPAK BANJIR DI WILAYAH SUNGAI LULUT BANJARMASIN KALIMANTAN SELATAN dania relina sitompul; Margareta Martini; Ermeisi Er Unja; oktovin oktovin
JURNAL SUAKA INSAN MENGABDI (JSIM) Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Suaka Insan Mengabdi (JSIM)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jsim.v3i1.271

Abstract

Bencana banjir merupakan bencana hidrometeorologi yang sering terjadi di Indonesia. Salah satu yang juga mengalami musibah banjir adalah Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan pada pertengahan hingga akhir Januari 2021. Akan tetapi, musibah banjir besar ini baru pertama kali terjadi. Distribusi bantuan bagi korban banjir terus dilakukan, namun ada beberapa wilayah yang belum menerima bantuan dalam bentuk apapun. Salah satunya adalah masyarakat kelompok khusus yaitu perempuan dan anak-anak di wilayah sungai lulut, Komplek Graha Sejahtera 1, Blok Graha 1, Jalur B Banjarmasin, karena terputusnya akses jalan. Tim Pengabdi mencoba memecahkan masalah dengan metode community development, dengan kegiatan pemeriksaan kesehatan, bantuan logistik khusus bagi perempuan, bayi dan anak-anak. Hasil dari kegiatan ini sebanyak 68 warga perempuan (remaja dan wanita usia subur) serta 4 bayi dan 24 anak-anak telah mendapatkan bantuan. Hasil survey kepuasan juga menunjukan mayoritas kelompok sasaran merasa sangat puas karena telah mendapatkan bantuan sesuai dengan yang diharapkan. Kesimpulan bahwa masyarakat kelompok rentan yaitu perempuan dan anak-anak korban bencana sangat mengharapkan bantuan baik itu pemenuhan kebutuhan dan juga pemantauan kesehatan. Kata Kunci : Bantuan Kesehatan, Bencana Banjir, Masyarakat Kelompok Rentan
DETEKSI GANGGUAN PERTUMBUHAN DAN EDUKASI ORANGTUA TERKAIT PENCEGAHAN GIZI KURANG PADA BALITA safariah anggraini; Dania Relina Sitompul
JURNAL SUAKA INSAN MENGABDI (JSIM) Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Suaka Insan Mengabdi (JSIM)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jsim.v4i1.331

Abstract

ABSTRAKDeteksi dini pertumbuhan merupakan upaya yang dilaksanakan secara komprehensif untuk menemukanpenyimpangan pertumbuhan. Tujuan dilakukannya pengabdian masyakarat ini adalah untuk mendeteksisecara dini adanya gangguan pertumbuhan pada balita di Puskesmas Angsau Desa Bumi Jaya danmemberikan Edukasi pada orangtua terutama ibu terkait pencegahan gizi kurang pada balitanya.Metode yang digunakan oleh tim pengabdi terbagi menjadi 2 yakni pada ibu dan anak. Pertama, untukmengetahui adanya gangguan pertumbuhan pada anak dilakukan screening pertumbuhan melaluipengukuran antropometrik (pengukuran berat badan dan tinggi badan/panjang badan) kemudiandilakukan pencatatan pada buku KMS. Kedua, dilakukan pengukuran terkait pengetahuan orangtua(ibu) mengenai pencegahan status gizi kurang pada balita melalui kuesioner. Hasil pengukuranantropometri dan perhitungan status nutrisi didapatkan bahwa mayoritas balita yang hadir masuk dalamkategori status nutrisi baik. Tingkat pengetahuan ibu sebelum diberikan Edukasi masuk dalam kategorikurang sebanyak 28 orang ibu (90,4%) dan setelah diberikan Edukasi tingkat pengetahuan meningkatmenjadi kategori sedang sebanyak 18 orang ibu (58,1%) dan kategori tinggi sebanyak 13 orang ibu(41,9%). Saran untuk kegiatan selanjutnya, bisa dilakukan dengan metode konseling untuk membantumeningkatkan pengetahuan ibu. Melalui metode konseling diharapkan menjadi salah satu intervensiyang dapat membantu ibu mengurangi praktik gizi yang tidak tepat akibat kurangnya pengetahuanKata kunci: Balita, Deteksi Pertumbuhan, Gizi Kurang, Pengetahuan Ibu
Pengaruh Strategi Hipnotek (Hipnoterapi Buteyko) pada Wanita Dewasa Muda yang Mengalami Overweight dan Obesitas dalam Menurunkan IMT Dhawo, Maria Silvana; Trifianingsih, Dyah; Sitompul, Dania Relina
Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 11 No 1 (2023): Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine and Health Science, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.74 KB) | DOI: 10.20527/jdk.v10i3.181

Abstract

Hipnotek (hipnoterapi dan buteyko) adalah satu metode yang dapat membantu menurunkan berat badan pada wanita dewasa muda. Penelitian terkait hipnotek di Indonesia masih belum ada dengan referensi yang terbatas. Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh dari hipnotek terhadap IMT wanita dewasa muda. Desain randomized pretest-posttest control group design diaplikasikan untuk menjawab tujuan penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan pengkajian berat badan dan IMT dari para responden yang dilakukan sebelum dan sesudah pelaksanaan intervensi. Sampel penelitian ini sejumlah 35 orang yang dibagi menjadi 18 kelompok kontrol dan 17 kelompok intervensi yang terjaring dalam kriteria inklusi berupa IMT ≥ 23 dan memiliki smartphone. Analisa data yang digunakan adalah independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan, terdapat perubahan yang signifikan pada kelompok intervensi yang menjalani terapi sebelum dan sesudah perlakuan dengan p value <0,05. Hipnotek dapat menjadi pilihan dalam memfasilitasi penurunan berat badan wanita dewasa muda dalam waktu singkat.
PENINGKATAN PENGETAHUAN SISWA SEKOLAH DASAR DI BANJARMASIN MELALUI PENYULUHAN TENTANG PENCEGAHAN DAN PENANGANAN PERTAMA TENGGELAM Trifianingsih, Dyah; Dhawo, Maria Silvana; Sitompul, Dania Relina
Mitra Mahajana: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/mahajana.v5i3.4623

Abstract

Drowning is a serious threat to human life; it has been widely reported that drowning cases result in the deaths of children, followed by teenagers, and then young adults, in all countries. The World Health Organization (WHO) has stated that it is important to create serious policies to address deaths caused by drowning, one of which is to raise awareness regarding the prevention and treatment of drowning victims. This community service aims to increase students' knowledge and skills regarding the prevention cycle and chain of survival for drowning victims. The service was held on May 26, 2023, at SDN 1 Telaga Biru Banjarmasin. The participants comprised 59 students from classes 5A and 5B at SDN 1 Telaga Biru. The method used for health education included talk sessions, discussions, and demonstrations. The media used PPT materials, leaflets, videos, and teaching aids (CPR mannequins). The activity began with providing health education through talk sessions and videos about the concept of drowning, followed by a demonstration of drowning treatment techniques. The activity was evaluated through questionnaires administered at the program's beginning and end, followed by allowing participants to demonstrate drowning management techniques. The results of the community service showed an increase in the average knowledge scores before community service (7.79) and after community service (9.11). Additionally, the observation results indicated that 93.6% of participants could demonstrate first-aid techniques for drowning. This demonstrates a significant change in knowledge and skills related to first aid for drowning victims at SDN 1 Telaga Biru. It is expected that health education will improve elementary school students' ability to prevent, recognizing and providing first aid to drowning victims according to the needs and actions that can be carried out by lay people.
Sosialisasi Penanganan Pertama Luka Bakar di Rumah bagi Masyarakat Banjarmasin: Socialization of First Aid Home Treatment for Burns in Banjarmasin Community Trifianingsih, Dyah; Sitompul, Dania Relina; Rachman, Aulia
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2024): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v9i3.6138

Abstract

Proper treatment of burns can reduce pain, prevent infection, and accelerate wound healing. Burns that do not receive proper and immediate treatment due to a lack of public knowledge can cause various complications such as infection, shock, and electrolyte imbalance and can be followed by severe psychological trauma due to disability caused by burn scars. This community service aims to increase community knowledge and skills in first aid for burns. The methods used in this community service program include providing health education with lectures and demonstrations of the initial treatment of burn wounds. The Community service was carried out on June 19, 2023. The target of the activity was the community in the Sungai Baru Village Area, Banjarmasin. Community service activities begin with a lecture regarding the concept and treatment of burn wounds, followed by demonstrating techniques for treating burn wounds, and closed with a question and answer session. This activity was evaluated by giving questionnaires before and after providing health education to participants. The results of this activity showed an increase in participants' knowledge of treating burns. This activity increased participants' knowledge of treating burns. Based on these results, there is hope that people will be careful to avoid burns and can provide appropriate burn aid according to the severity.