Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Benign Prostatic Hyperplasia di Rumah Sakit Bintang Amin Bandar Lampung tahun 2024 APRIALDY, M.RIZKY; Sahara, Nita; Sani, Nopi; Wiratmoko, Wien
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i7.20390

Abstract

Abstract: : Factors Associated with the Incidence of Benign Prostatic Hyperplasia at Bintang Amin Hospital, Bandar Lampung in 2024. Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) is a non-cancerous enlargement of the prostate that is frequently observed in men, particularly as they get older. In Indonesia, the prevalence of BPH is 20% among men aged 41 to 50 years, rising to 50% among those aged 51 to 60 years, and reaching 90% in men over 80 years old. Factors such as age, diabetes mellitus, and obesity are known to play a role in the development of BPH. This research aims to assess the incidence of BPH and the factors influencing its occurrence at Bintang Amin Hospital in Bandar Lampung in 2024. The study used a cross-sectional design with an observational analytical method. Data were gathered from the medical records of patients diagnosed with BPH in 2024. Out of 144 samples analyzed, 117 (81.2%) patients were aged 50 or older, 93 (64.6%) were obese, and 117 (81.2%) had a history of diabetes mellitus, with 111 (77.1%) diagnosed with BPH through histopathological analysis. The bivariate analysis revealed a significant association between age (p = 0.000) and diabetes mellitus (p = 0.000) with the occurrence of BPH. However, no significant relationship was found between obesity and BPH (p = 1.000). These findings suggest that age and diabetes mellitus are significantly associated with BPH, while obesity does not show a significant correlation.Keywords: Benign Prostatic Hyperplasia, Diabetes Mellitus, Obesity, Prostate, Age.Abstrak: Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Benign Prostatic Hyperplasia di Rumah Sakit Bintang Amin Bandar Lampung tahun 2024. Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) adalah pembesaran prostat yang tidak bersifat kanker, yang umumnya terjadi pada pria, terutama seiring bertambahnya usia. Di Indonesia, prevalensi BPH tercatat sebesar 20% pada pria berusia 41 hingga 50 tahun, meningkat menjadi 50% pada pria usia 51 hingga 60 tahun, dan mencapai 90% pada pria di atas usia 80 tahun. Faktor-faktor seperti usia, diabetes melitus, dan obesitas diketahui dapat memengaruhi terjadinya BPH. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kejadian BPH dan faktor-faktor yang memengaruhi kejadian BPH di Rumah Sakit Bintang Amin Bandar Lampung pada tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan analitik observasional. Data dikumpulkan dari rekam medis pasien yang telah didiagnosis dengan BPH pada tahun 2024. Dari 144 sampel yang dianalisis, ditemukan 117 (81,2%) pasien berusia ≥50 tahun, 93 (64,6%) pasien menderita obesitas, dan 117 (81,2%) pasien memiliki riwayat diabetes melitus, dengan 111 (77,1%) pasien didiagnosis BPH berdasarkan pemeriksaan histopatologi. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara usia (p=0,000) dan diabetes melitus (p=0,000) dengan kejadian BPH. Namun, tidak ditemukan hubungan signifikan antara obesitas dan kejadian BPH (p=1,000). Hasil ini menunjukkan bahwa usia dan diabetes melitus memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian BPH, sementara obesitas tidak menunjukkan hubungan yang signifikan.Kata kunci: Benign Prostatic Hyperplasia, Diabetes Melitus, Obesitas, Prostat, Usia
Hubungan Derajat Tumor Infiltrating Lymphocytes Stroma Dengan Skoring International Prostate Symptom Score Pada Benign Prostatic Hyperplasia Di Rumah Sakit Bintang Amin Ramadhan, Moch. Fajar Akbar; Sahara, Nita; Dalfian, Dalfian; Wiratmoko, Wien
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i10.20415

Abstract

Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) adalah suatu kondisi yang paling sering menyerang pria berusia lanjut ditandai adanya pertumbuhan yang sangat cepat pada epitel prosat dan daerah transisi jaringan fibromuscular sehingga muncul respon imun yaitu TILs yang dapat menghambat pertumbuhan tumor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara derajat tumor infiltrating lymphocytes stroma dengan derajat keparahan benign prostatic hyperplasia . Desain  analitik  observasional  dengan  pendekatan  cross-sectional.  Sampel berjumlah 168 orang merupakan pasien BPH yang menjalani TURP di Rumah Sakit Bintang Amin pada tahun 2024. Data derajat keparahan BPH diperoleh melalui rekam medis. Dan data derajat TILs diperoleh melalui analisis slide histopatologi pasien BPH. Analisis statistik menggunakan korelasi Chi-square untuk menilai hubungan antara derajat TILs dengan derajat keparahan BPH. Skoring IPSS pada BPH didapatkan 16 (9.6%) pasien masuk kedalam derajat ringan, 120 (71.4%) derajat sedang, dan 32 (19.0%) derajat berat. Hasil penelitian ini diketahui nilai P-Value sebesar 0.300 (p-value > 0.05) sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara variabel derajat Tumor Infiltrating Lymphocytes Stroma dan variabel skoring IPSS pada Benign Prostatic Hyperplasia.
Effects of soy plus zinc supplementation on growth and kidney health in Wistar rats: Implications for childhood stunting prevention Yuniastini, Yuniastini; Purwati, Purwati; Rahmadi, Antun; Sulastri, Sulastri; Wiratmoko, Wien; Prasetio, Iradah Lia; Busman, Hendri; Al Hafidz, Muhammad; Mz, Fannia Khairani; Hak, Mohammad Hafid
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 15, No 1: March 2026
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijphs.v15i1.26895

Abstract

Zinc deficiency can cause growth and health problems, whereas protein from soy sources contributes to essential nutritional intake. This study aimed to evaluate the effects of soy plus zinc (SPZ) supplementation on growth and kidney health in Wistar rats. This study used a randomized controlled trial design with 24 rats divided into five treatment groups, including a control group. SPZ supplementation was administered daily for 14 days with varying zinc doses (0.020 mg and 0.035 mg per gram of body weight) and palatability enhancement using vanilla flavoring. Data obtained through measurements of initial and final body weights and kidney weights were analyzed using ANOVA to determine significant differences between groups. The results showed that SPZ supplementation positively contributed to growth, as evidenced by a significant increase in the final weight of rats compared to their initial weight (p < 0.05). Histological analysis of the kidneys indicated no visible structural damage, and the average increase in kidney weight was approximately 26.5%. The combination of soy and zinc in SPZ was shown to have a synergistic effect that benefits the development and kidney health of rats, demonstrating its potential application in the context of animal nutrition.