Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

DETERMINAN KEJADIAN STROKE PADA LANSIA (SCOOPING REVIEW) Johannes Ginting; Agusman Halawa; Herbert Wau
Jurnal Keperawatan Priority Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jukep.v5i2.2859

Abstract

The factors that cause stroke in the elderly, until now are still research that must be treated quickly, to minimize the mortality rate due to stroke events. The purpose of this study is to examine more deeply the factors triggering stroke in the elderly. This study uses the scoping review method. The inclusion criteria in the scoping review are articles published in databases of journals indexed in PubMed, Google Scholar, Science Direct, and ProQuest in English, with a cross-sectional design, case-control, Retrospective, and cohort. This journal was published in the period 2010 – 2021 so 12 articles that met the inclusion criteria were obtained. Results: The search results were 1,320 articles from 4 databases (PubMed, Google Scholar, Science Direct, and ProQuest) where 465 duplicate articles were deleted. Of the remaining 855 articles, 843 were excluded after screening for eligibility because they were irrelevant. The remaining 12 articles will be qualitatively analyzed using the NVIVO-12 plus application. Analysis shows that age, gender, smoking, and obesity are triggering factors for stroke in the elderly. The increase in risk factors for stroke in the elderly is due to increasing age prone to diseases (smoking and obesity) that are not controlled so that they will experience stroke events. On the other hand, non-compliance with preventive measures so that they have a low life expectancy due to the incidence of stroke. Smoking and obesity are high-risk for stroke because the blood vessels will narrow and cause blockages. So that more attention is paid to prevention and treatment to minimize the incidence of stroke as well as to improve the quality of life.
Determinan Partisipasi Masyarakat terhadap Program Posbindu PTM: Evaluasi Program di Wilayah Kerja Puskesmas Fadillah Tri Amanda; Herbert Wau; Dameria Dameria
Media Karya Kesehatan Vol 6, No 1 (2023): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mkk.v6i1.45568

Abstract

Tujuan kegiatan adalah mengetahui evaluasi terhadap program posbindu PTM di wilayah kerja puskesmas Datuk Bandar Kota Tanjungbalai. Evaluasi intervensi ini menggunakan metode kuantitatif, yaitu untuk menambahkan pengetahuan menggunakan data angka untuk menemukan keterangan data. Populasi penelitian ini 104 orang dan sampel 104 responden yaitu lansia, orang dewasa dan remaja berusia 15 hingga 59 tahun. Metode pengumpulan data yaitu menggunakan data primer dan sekunder. Teknik pengambilan sampel menggunakan Probability sampling, yaitu teknik yang memberikan peluang yang sama bagi setiap anggota populasi dan menggunakan analisis Uji Chi Square. Hasil intervensi ini adalah pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, dukungan kader, dukungan tenaga kesehatan terdapat pengaruh yang signifikan karena memiliki nilai p-value < 0,05. Pengetahuan memiliki nilai (p-value 0,000), sikap (p-value 0,001), dukungan kader (p-value 0,009), dukungan keluarga (p-value 0,000), dan dukungan tenaga kesehatan (p-value 0,030). Disimpulkan pengetahuan, sikap, dukungan kader, dukungan keluarga, dan dukungan tenaga kesehatan ada pengaruh yang signifikan dengan determinan partisipasi masyarakat terhadap program Posbindu PTM di Wilayah Kerja Puskesmas Datuk Bandar Kota Tanjungbalai.Kata kunci: Determinan; evaluasi; partisipasi; program Posbindu PTM.
Satisfaction of Hypertension Patients Reviewed from Dimension Assurance at Community Health Center Nerissa Nasriza; Herbert Wau
JMMR (Jurnal Medicoeticolegal dan Manajemen Rumah Sakit) Vol. 8 No. 2 (2019): August 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jmmr.82100

Abstract

Patient satisfaction in health care is a reflection of the quality of service provided. Assurance service quality includes knowledge, ability, friendliness, courtesy, and trustworthiness. If Assurance is not implemented properly, it will cause problems so that it can affect patient satisfaction. The purpose of this study was to determine the relationship between the quality of Assurance services and hypertension patient satisfaction. This study was a qualitative study, with a descriptive research design. The sample in this study were 4 hypertension patients and 2 health workers with a total of 6 informants. The indepth interview results showed that there was a clear relationship between information, hospitality and thoroughness in service to the satisfaction of hypertensive patients at the Community Health Center.
Patient Satisfaction Reviewed from Dimension Reliability in Community Health Center Herbert Wau; Dewinta Isabora Gustrianingsih Purba
JMMR (Jurnal Medicoeticolegal dan Manajemen Rumah Sakit) Vol. 8 No. 3 (2019): December 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jmmr.83101

Abstract

Patient satisfaction in health care is a key indicator of the success of health service delivery. Reliability is the ability to provide the promised service immediately, accurately and satisfactorily. If the reliability dimension is not implemented properly it will cause problems so that it can affect patient satisfaction. The purpose of this study was to determine the effect of the reliability dimension on patient satisfaction at the Padang Bulan Community Health Center in Medan. Data collection was carried out by in-depth interviews (in-depth interviews). Data analysis was performed descriptively and presented in narrative form. The sample in this study were 4 patients and 2 health workers with a total of 6 people. The results showed that there was an influence on the speed of health checks, accuracy of service schedules, and health workers provided clear information on patient satisfaction at the Padang Bulan Community Health Center in Medan.
PERSEPSI BODY IMAGE DAN STATUS GIZI PADA REMAJA Ripta, Fadilla; Siagian, Masryna; Wau, Herbert; Manalu, Putranto
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 19 No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ikesma.v19i1.30683

Abstract

Status gizi remaja dapat dipengaruhi berbagai faktor, salah satunya adalah body image. Body image dapat terjadi karena persepsi yang cenderung menilai ukuran tubuhnya lebih besar dari ukuran sebenarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan persepsi body image dengan status gizi remaja usia 14-18 tahun. Penelitian ini dilaksanakan di MAS Amaliyah Medan pada tahun 2021 dengan desain penelitian yang digunakan cross-sectional study. Populasinya adalah seluruh siswa/i SMA yang berjumlah 425 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah proportionate stratified random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 90 responden. Kriteria sampel yaitu siswa/i yang berusia 14-18 tahun per bulan Agustus dan per bulan September, siswa/i dari tingkat kelas I, II dan III dan siswa/i yang tidak absen saat penelitian. Persepsi body image diukur menggunakan kuesioner BSQ sedangkan status gizi diukur menggunakan timbangan digital dan microtoise yang kemudian dihitung menggunakan rumus IMT. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menyajikan karakteristik variabel body image dan status gizi, bivariat untuk melihat hubungan antara body image dan status gizi menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 75,6% remaja memiliki persepsi body image positif dan sebagian besar status gizi remaja dalam kategori normal sebanyak 38,9%. Hasil uji diperoleh nilai P-value = 0,011 < 0,05 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi body image dengan status gizi remaja usia 14-18 tahun. Disimpulkan bahwa body image dapat menyebabkan masalah gizi pada remaja. Disarankan bagi remaja agar lebih memperhatikan pola makannya, merubah persepsi buruk tentang tubuhnya dan melakukan pemantauan status gizinya.
Individual and environmental risk factors for tuberculosis disease Simangunsong, Pahala Maringan Jubel; Wau, Herbert; Rusanti, Rina
Jurnal Prima Medika Sains Vol. 5 No. 2 (2023): December
Publisher : Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jpms.v5i2.4002

Abstract

This study aimed to analyse the association of individual and environmental factors with tuberculosis infection. The cross-sectional study was conducted in Puskesmas Sering, located in Medan Tembung subdistrict, North Sumatra, in November 2022. A total of 56 people were sampled in this study. Data were collected directly from the subjects by interview using a questionnaire sheet distributed to the respondents. Chi-square test was used to determine the significance of risk factors with tuberculosis disease. The results of the study showed that the prevalence of tuberculosis was 73.21%. The Chi Square test showed that all the risk factors such as age (0.002), gender (0.006), smoking habit (0.009), population density (0.014) and environmental sanitation (0.002) were significantly associated with tuberculosis disease.
Penjelasan Dokter dan Durasi Pengambilan Obat terhadap Loyalitas Pasien BPJS dengan Variabel Kepuasan Pasien sebagai Variabel Intervening Ginting, Chrismis Novalinda; Agatha, Yuti Paramitha; Wau, Herbert
Journal of Telenursing (JOTING) Vol 6 No 2 (2024): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joting.v6i2.10802

Abstract

This study aims to determine the effect of a doctor's explanation and duration of drug intake on BPJS patient loyalty, with patient satisfaction as an intervening variable. The research method used cross-sectional. The results showed that there was an effect of doctor's explanation on BPJS patient loyalty at RSU Royal Prima Medan P value <0.05, there was an effect of drug intake duration on BPJS patient loyalty at RSU Royal Prima Medan P value <0.05, there was an effect of doctor's explanation on patient satisfaction, there was an effect of drug intake duration on patient satisfaction, there was an effect of patient satisfaction mediating doctor's explanation on patient loyalty, there was an effect of patient satisfaction mediating drug intake duration on patient loyalty, and there was an effect of patient satisfaction on patient loyalty. This study concludes that the doctor's explanation and duration of drug intake affect patient loyalty. Keywords: Drug Taking Duration, Satisfaction, Loyalty, Doctor's Explanation
PENINGKATAN KEMANDIRIAN EKONOMI DESA BARUSJAHE MELALUI PENDAMPINGAN INOVASI PRODUK RAMUAN TRADISIONAL OUKUP DAN MINYAK KUSUK KARO Wau, Herbert
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 28, No 4 (2022): OKTOBER-DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v28i4.39568

Abstract

Peningkatan kemandirian ekonomi Desa Barusjahe melalui pendampingan inovasi produk ramuan tradisional oukup dan minyak kusuk karo dilaksanakan bersama masyarakat Desa Barusjahe Kabupaten Karo. Kegiatan ini merupakan sebuah Gerakan Nasional Revolusi Mental dengan lingkup kegiatan Gerakan Indonesia Mandiri yang dimulai sejak bulan Agustus sampai bulan Oktober 2022. Adapun rangkaian kegiatan GNRM yang dilaksanakan berupa rapat persiapan kegiatan, pendampingan workshop packaging untuk cenderamata khas Kabupaten Karo, pendampingan workshop UMKM dan promosi, kegiatan penanaman pohon dan rapat penyusunan luaran dan laporan akhir. Adapun metode yang dilaksanakan adalah a) Mendata warga yang akan berpartisipasi pada kegiatan GNRM ini, serta memberikan penjelasan terkait program Gerakan Nasional Revolusi Mental bersama masyarakat yang akan dijalankan selama dua bulan ke depan b) Melakukan pendampingan workshop packaging untuk cendramata khas kabupaten Karo, penjelasan terkait pengemasan produk dan pemberian merk produk agar dapat dipasarkan dan dijadikan sebagai cenderamata khas Kabupaten Karo c) Melaksanakan pendampingan workshop pembentukan UMKM dan Promosi, bertujuan untuk meningkatkan promosi inovasi produk Desa BarusJahe d) Melakukan kegiatan penanaman pohon, bibit pohon yang ditanam merupakan komposisi dari ramuan tradisional oukup dan minyak kusuk karo e) Melakukan rapat penyusunan luaran dan laporan akhir, yang merupakan luaran dan laporan akhir dari rangkaian kegiatan program GNRM yang telah berjalan di Desa Barusjahe Kabupaten Karo. Output yang diharapkan dari kegiatan GNRM ini adalah perekonomian masyarakat Desa Barusjahe terus berkembang dengan semangat masyarakat Desa Barusjahe untuk terus berinovasi melalui produk ramuan tradisional oukup dan minyak kusuk karo serta mengajak masyarakat luas untuk meningkatkan pemanfaatan obat tradisional ramuan oukup dan minyak musuk karo.
Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Hipertensi Sistolik Terisolasi : SCOPING REVIEW P, Ridho Afriansyah; Ginting, Rafael; Wau, Herbert; Siahaan, Perry Boy Chandra; Putra, Onetusfifi; Fadillah, Mardi
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2782

Abstract

Kejadian hipertensi sistolik terisolasi dan faktor-faktor yang mempengaruhinya masih menjadi kajian riset yang perlu ditangani dengan cepat untuk menekan angka kejadiannya yang saat ini terus meningkat. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian hipertensi sistolik terisolasi. Penelitian ini menggunakan metode scoping review untuk melihat, mengakumulasi dan mensitesis hasil penelitian terdahulu tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian hipertensi sistolik terisolasi. Kriteria inklusi pada studi ini adalah artikel yang terbit pada journal database terindeks PubMed, Google Scholar, Elsevier dalam Bahasa Inggris, dengan desain Cross-sectional, Case control, dan Cohort. Jurnal terbit dalam rentang tahun 2018 – 2022 dan 16 artikel yang memenuhi kriteria inklusi tersebut. Dari hasil pencarian 637 artikel dari 3 database (Google scholar, elsevier dan pubmed ) dimana 108 diantaranya merupakan artikel terduplikat dan dikeluarkan. Sebanyak 529 artikel yang tersisa dikeluarkan artikel yang tidak sesuai dengan inklusi sebanyak 517 artikel sehingga terdapat 12 artikel yang relevan dan dilakukan review serta dianalisis menggunakan aplikasi NVIVO-12 Plus. Analisis menunjukkan bahwa umur, merokok, konsumsi alkohol, diet rendah garam, aktivitas fisik dan indeks massa tubuh merupakan faktor- faktor dominan yang berpengaruh terhadap kejadian hipertensi sistolik terisolasi. Tingginya faktor resiko kejadian hipertensi sistolik terisolasi dikarenakan peningkatan tekanan darah sistolik yang terjadi sejalan dengan proses penuaan, kebiasaan merokok ≥5 bungkus/tahun, konsumsi alkohol ≥100 gram/hari, konsumsi garam yang melebihi 6 gram/hari, kurangnya aktivitas fisik dan indeks massa tubuh yang berlebih. Penderita hipertensi sistolik terisolasi sangat rentan terkena penyakit kardiovaskular. Kejadian hipertensi sistolik dapat dicegah dengan melakukan aktivitas fisik seperti melakukan pekerjaan rumah, berolahraga seperti lari pagi atau sore, senam aerobik dan berenang dengan intensitas 21 menit/hari dapat menurunkan tekanan darah hingga 4-9 mmHg. Unutk pencegahan selanjutnya ialah dengan menghindari konsumsi alkohol serta merokok, menjaga asupan konsumsi garam tidak melebihi 6 gram dalam sehari dan menjaga indeks massa tubuh.Kata Kunci: faktor risiko, hipertensi sistolik terisolasi, tekanan darah sistolik The incidence of isolated systolic hypertension and the factors influence still a research study that needs to be addressed quickly to reduce the incidence rate which is currenly increasing. The purpose of this study was to examine the factors that influence incidence of isolated systolic hypertension. This study uses the scoping review method to view, accumulate and synthesize the results of previous studies on the factors incidence of isolated systolic hypertension. Inclusion criteria in this study were articles published in indexed journal databases PubMed, Google Scholar, Elsevier in English, with a cross-sectional design, case control and cohort. Journal published in the range of 2018 – 2022 and 16 articles that meet the inclusion criteria. The search results 637 articles from 3 databases (Google Scholar, Elsevier and Pubmed) of which 108 are duplicate articles and were removed. The remaining 529 articles were excluded from the inclusion of 517 articles, so there were 12 relevant articles which were reviewed and analyzed using the NVIVO-12 Plus application. The analysis shows that age, smoking, alcohol consumption, low salt diet, physical activity and body mass index are the dominant factors that influence the incidence of isolated systolic hypertension. The high risk factors for isolated systolic hypertension are due to an increase in systolic blood pressure that occurs in line with the aging process, smoking habits 5 packs/year, alcohol consumption ≥100 grams/day, salt consumption that exceeds 6 grams/day, lack of physical activity and mass index excess body. Patients with isolated systolic hypertension are very susceptible to cardiovascular disease. The incidence of systolic hypertension can be prevented by doing physical activities such as doing homework, exercising such as running in the morning or evening, aerobic exercise and swimming with an intensity of 21 minutes/day can reduce blood pressure by 4-9 mmHg. For further prevention is to avoid alcohol consumption and smoking, maintain salt intake not to exceed 6 grams a day and maintain body mass index.Keywords: risk factor, isolated systolic hypertension, systolic blood pleasur
Faktor Risiko Kejadian Diare Pada Balita di Puskesmas Kota Sigli Meutuah, Sarah; Siregar, Santy Deasy; Wau, Herbert
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 19 No. 3 (2024)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v19i3.1180

Abstract

Latar Belakang: Diare adalah kondisi buang air besar tidak normal yang rentan dialami bayi usia 29 hari–11 bulan dan anak <5 tahun sehingga disebut sebagai penyebab kedua kematian balita dengan 443.832 kematian setiap tahun. Analisis ini bertujuan untuk mengetahui fakto risiko yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita di Puskesmas Kota Sigli. Metode: Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dengan jumlah responden 96 ibu balita yang diambil secara purposive sampling. Pengambilan keputusan menggunakan uji chi-square (?=0,05) dan dilanjutkan dengan uji regresi logistik. Hasil: Terdapat 32 balita menderita diare(33,3%). Mayoritas responden adalah lulusan sma, berumur 25-34 tahun dan tidak bekerja. Faktor lingkungan; 92,7% menggunakan PDAM, 96,9% jamban sehat dan 91,7% lantai rumah berkondisi baik. Faktor perilaku; sayangnya 63.5% belum mencuci tangan dengan baik dan 57,3% belum mengolah makanan dan minuman dengan sempurna. Status gizi; 95,8% balita sudah tergolong berat badan normal serta pengetahuan ibu tentang diare 52.1% belum baik. Analisis bivariat menunjukkan hubungan antara kebiasaan cuci tangan pakai sabun (p=0,020), kebiasaan mengolah makanan dan minuman (p=0,024) dan pengetahuan ibu (p=0,036). Namun tidak terdapat hubungan antara tingkat pendidikan (p=0.254), pekerjaan ibu (p=0,928), umur ibu (p=0,435, sumber air bersih (p=0,488), kondisi jamban (p= 1,000), kondisi lantai rumah (p=0,896) dan status gizi (p=0,320). Kesimpulan: Faktor perilaku khususnya kebiasaan mencuci tangan dengan sabun adalah faktor dominan penyebab diare di Puskesmas Kota Sigli.