Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : SOCIAL CLINICAL PHARMACY INDONESIA JOURNAL

TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI PUSKESMAS CEMPAKA PUTIH, JAKARTA PUSAT TAHUN 2016 Lukas, Stefanus; Siringo-Ringo, Victor
SOCIAL CLINICAL PHARMACY INDONESIA JOURNAL Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/scpij.v1i2.837

Abstract

Pelayanan merupakan suatu kegiatan yang terjadi dalam interaksi langsung antara seseorang dengan orang lain atau mesin secara fisik dan memberi kepuasan kepada pelanggan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimanakah tingkat kepuasan pasien pada saat pemberian pelayanan dalam pemanggilan nama berdasarkan nomor urut, ketepatan waktu pelayanan, etiket, dan wadah obat, pemberian Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE), dan sikap pemberian obat di puskesmas Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Metode penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan Cross sectional.untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di puskesmas Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Sample yang digunakan adalah 124 responden. Analisa data menggunakan rumus IKM(Indeks Kepuasan Masyarakat) kemudian nilai IKM tersebut dikonversikan. Dari hasil analisa data didapatkan tingkat kepuasan pasien pada saat pemberian pelayanan dalam pemanggilan nama berdasarkan nomor urut, ketepatan waktu pelayanan, etiket, dan wadah obat sebanyak 1545, pemberian informasi mengenai obat yang diminum, aturan pakai obat, efek samping obat,  dan penyimpanan suatu obatsebanyak 1702, sedangkan cara bertatap muka, pemberian ucapan lekas sembuh, pemberian salam dan kesopanan petugas dalam melayani resep sebanyak 1765. Semua nilai IKM dari masing-masing unsur pelayanan kefarmasian termasuk dalam kategori B (baik).
DRUG RELATED PROBLEMS (DRPs) BERDASARKAN KATEGORI PCNE V6.2. PADA PASIEN HIPERTENSI GERIATRI DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD TARAKAN JAKARTA Lukas, Stefanus; sonya, laura
SOCIAL CLINICAL PHARMACY INDONESIA JOURNAL Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/scpij.v1i2.695

Abstract

High prevalence of using drug combination and pharmacokinetics and pharmacodynamics changes of age-related cause the geriatrics of hypertension patients who susceptible to drug related problems (DPSs). The purpose of this research to identification related problems on geriatrics of hypertension patients in RSUD Tarakan Jakarta which analyzed based PCNE V6.2. Data collected retrospectively using prescriptions, medical records and index records/nurse records. From 31 samples which got in inclusion criteria obtainable that primer hypertension was the most found (77,24%) and happened at 60 – 65 years old (51,61%). Long term care was ≤ 7 days (67,74%). The use of combination antihypertension drugs were 2 drugs (48,39%) and ACE Inhibitors was groups the most frequently used (32,05%). There were 124 causes from 83 DRPs incidences successfull identified. Percentage of therapeutic effectiveness issues (57,83%) and unwanted drug reactions (42,17%) with the biggest causes was because of inexactly combination of drug-drug or drug-meals include the incidence drugs interactions.Tingginya prevalesi penggunaan kombinasi obat serta perubahan farmakokinetik dan farmakodinamik terkait usia menyebabkan pasien hipertensi usia lanjut rentan terhadap masalah terkait obat (DRPs). Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi DRPs pada pasien rawat inap hipertensi geriatri di RSUD Tarakan Jakarta yang dianalisis berdasarkan PCNE V6.2. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif menggunakan resep, rekam medis, kardeks/catatan perawat. Dari 31 sampel yang memenuhi kriteria inklusi diketahui bahwa hipertensi primer paling banyak ditemukan (77,24%) dan terjadi pada usia 60 – 65 tahun (51,61%). Lama masa perawatan ≤ 7 hari (67,74%). Penggunaan antihipertensi kombinasi 2 obat paling banyak digunakanan (48,39%) dan golongan yang paling sering digunakan adalah ACE Inhibitor (32,05%). Terdapat 124 penyebab dari 83 kejadian DRPs yang berhasil teridentifikasi. Persentase masalah efektivitas terapi (57,83%) dan reaksi obat yang tidak diinginkan (42,17%) dengan penyebab paling besar dikarenakan kombinasi obat-obat atau obat-makanan tidak tepat termasuk kejadian interaksi obat (39,52%).
ANALISA HUBUNGAN KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT ANTIASMA DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN ASMA PERSISTEN RAWAT JALAN DI RSUP PERSAHABATAN JAKARTA PERIODE JULI-AGUSTUS 2017 Lukas, Stefanus
SOCIAL CLINICAL PHARMACY INDONESIA JOURNAL Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/scpij.v2i2.854

Abstract

Asma merupakan penyakit peradangan kronis pada saluran penafasan. Salah satu tujuan dari penatalaksanaan asma yaitu meningkatkan kepatuhan dan kualitas hidup pasien.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan penggunaan obat antiasma dengan kualitas hidup pasien asma persisten rawat jalan di RSUP Persahabatan Jakarta. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross-sectional. Subjek penelitian ini terdiri dari 60 pasien asma persisten yang diperoleh dengan teknik quota sampling pada bulan Juli-Agustus 2017.Penilaian kepatuhan pengobatan asma dengan menggunakan Morisky Medication Adherence Scales 8 (MMAS-8) dan kualitas hidup dinilai dengan Mini Asthma Quality of Life Questionnaire (MINI-AQLQ). Hasil analisa dengan Uji Chi-square (Confident 95%; α=0.05) didapat nilai p= 0,005 (p<α) OR=8,636 menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan penggunaan obat antiasma dengan kualitas hidup pasien asma persisten. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa terdapat hubungan antara kepatuhan dengan kualitas hidup pasien asma persisten rawat jalan di RSUP Persahabatan Jakarta. Semakin tinggi tingkat kepatuhan penggunaan obat antiasma maka semakin tinggi juga kualitas hidup pasien asma persisten.Asthma is a chronic inflammatory disease of the respiratory tract. One of the goals of asthma management is to improve patient adherence and quality of life. This study aims to determine the relationship of adherence antiasma drug use to the quality of life of persistent asthma patients outpatient in RSUP Persahabatan Jakarta. This study used a cross-sectional study design. The subjects of this study consisted of 60 persistent asthma patients obtained by quota sampling technique in July-August 2017. Assessment of asthma treatment adherence using Morisky Medication Adherence Scales 8 (MMAS-8) and quality of life was assessed with Mini Asthma Quality of Life Questionnaire( MINI-AQLQ). Result of analysis with Chi-square test (Confident 95%; α = 0.05) got p value = 0,005 (p <α) OR = 8,636 indicated that there was significant correlation between adherence of antiasma drug usage with quality of life of persistent asthma patient. Based on the results of research that has been done that there is a relationship between adherence to the quality of life of persistent asthma patients outpatient in RSUP Persahabatan Jakarta. The higher the level of adherence to antiasma drug use, the higher the quality of life of persistent asthma patients.