Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Ketika Semua yang Hidup adalah Saudara: Gagasan Spiritualitas Ekologi Transformatif pada Masyarakat Adat Samin-Sedulur Sikep dalam menghadapi Krisis Lingkungan di Pegunungan Kendeng Filipus, Johan Kristian; Ludji, Irene; Supratikno, Agus
KENOSIS: Jurnal Kajian Teologi Vol 10, No 1 (2024): KENOSIS: JURNAL TEOLOGI
Publisher : IAKN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37196/kenosis.v10i1.909

Abstract

Alam adalah rumah bersama bagi seluruh makhluk hidup, karena itu maka kelestariannya harus dijaga agar memberikan kualitas  hidup yang baik bagi seluruh makhluk hidup yang tinggal di dalamnya. Untuk mewujudkan keharmonisan antar makhluk hidup sebagai penghuni alam, maka gagasan etika lingkungan dapat menjadi alat untuk mempromosikan kelestarian ekosistem lingkungan hidup di planet Bumi. Artikel ini memiliki tujuan untuk mengeksplorasi gagasan spiritualitas ekologi transformatif pada masyarakat adat samin-sedulur sikep, dan menganalisa keterhubungan masyarakat adat samin-sedulur sikep sebagai human dengan alam yang menempatkan entitas diluar manusia sebagai sedulur (saudara). Dalam mendiskusikan spiritualitas ekologi yang transformatif, artikel ini menggunakan pendekatan ekofeminis dan paradigma masyarakat adat. Telaah ini menunjukan bahwa masyarakat adat samin-sedulur sikep menempatkan alam dalam relasi inter-subjektif, sehingga memiliki peluang untuk dikonstruksi dalam sebuah diskursus etika lingkungan yang transformatif agar dapat menciptakan perdamaian ekologis demi keutuhan ciptaan. Dengan demikian, gagasan paradigmatik pada epistemologis modern yang menempatkan manusia sebagai antroposentris dan alam sebagai objek, dapat digeser dengan paradigma epistemologi pengetahuan lokal masyarakat adat.
Srumbung Gunung Peace Creative Tourism Village: An Effort to Build Interfaith Peace Through Tourism Supratikno, Agus; Kartika Hudiono, Rini; Maria, Evi; Suharyadi
Aptisi Transactions On Technopreneurship (ATT) Vol 4 No 3 (2022): November
Publisher : Pandawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34306/att.v4i3.271

Abstract

 This article discusses the Peace Creative Tourism Village as a peaceful tourism destination to build peace between religions and beliefs in Indonesia. This study is motivated by the rise of identity politics after the collapse of the New Order in 1998. The rise of identity politics has triggered several inter-ethnic and religious conflicts in several regions in Indonesia. Conflicts between the Dayak tribes and Madurese migrants occurred in Kalimantan in early February 2001, Christian and Muslim conflicts in Posso in 1998, and Ambon in 1999. The state has made various efforts to maintain peace between ethnic and religions in Indonesia, but intolerance, even inter-ethnic and religious conflicts, still occur in plural Indonesia. This study discusses an alternative effort to build peace between religions and beliefs through tourist destinations. This research uses a case study qualitative method. This study found that the Peace Creative Tourism Village of Srumbung Mountain, with its tour packages: peace education, live-in, and traditional culinary and cultural festivals, can be a local contribution to building peace between religions and beliefs in Indonesia.
Agama Dan Etika Politik: Peran Gereja dalam Diskursus Etika Politik Era Reformasi Malino, Yan; Supratikno, Agus; Ludji, Irene
DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 9, No 2 (2025): April 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Intheos Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30648/dun.v9i2.1472

Abstract

Abstract. The argument of this research is that the church has a moral and ethical responsibility to conduct political education through discourse on political ethics in public spaces. This is based on historical facts that the Cristianity since the independence movement until now has had potential power and significant influence in politics in Indonesia. This research used the hermeneutic phenomenology method in the context of socio-political history. The result of the research showed that the church is quite proactive in responding to national and state issues in the Reformation Era, but it is still not optimal to conduct discourse on political ethics in public spaces. The political role of the church in general is still limited to carrying out liturgical ritual activities, praying together, and issuing formal shepherding calls at every election event.Abstrak. Argumentasi penelitian ini adalah gereja memiliki tanggung jawab moral dan etis melakukan pendidikan politik melalui diskursus etika politik di ruang-ruang publik. Hal ini didasarkan atas fakta sejarah bahwa agama sejak masa pergerakan perjuangan kemerdekaan sampai dengan masa kini memiliki kekuatan potensial dan pengaruh signifikan dalam perpolitikan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode fenomenologi hermeneutik dalam konteks sejarah sosio-politik. Hasil peneliteian menunjukkan bahwa gereja cukup pro aktif menyikapi persoalan bangsa dan negara di Era Reformasi, namun masih kurang maksimal memanfaatkan ruang publik untuk melakukan diskursus etika politik. Peran politik gereja secara umum masih sebatas melakukan kegiatan ritual liturgis, doa bersama, dan mengeluarkan seruan formal penggembalaan pada setiap perhelatan pemilu.